Posts

,

Kegiatan Home learning Communicating Making Money Program Grade 10

Pada minggu pertama di bulan Mei 2020, siswa kelas 10 IPA dan IPS SMA Masa Depan Cerah melaksanakan Kegiatan Communicating Making Money Program melalui Zoom Meeting Conference. Walaupun masih berada dalam masa home learning karena adanya pandemic Covid19, program communicating ini tetap bisa dilaksanakan oleh siswa. Pada kesempatan communicating kali ini, ada dua juri dari alumni yang diundang yaitu Diva Siauw 2019 (NAFA Singapore) dan Catherine Juliano alumni 2020 (calon mahasiswa SHANTEC Singapore). Keduanya adalah alumni SMA MDC yang juga pernah menjadi juara 1 dari kegiatan making money program beberapa tahun yang lalu. Kedua juri menilai beberapa kriteria penilaian diantaranya : kerjasama tim, komunikasi tim, menariknya presentasi, kejelasan materi dan kemampuan menjawab pertanyaan. 

Dari penilaian yang telah dilakukan oleh kedua juri tersebut, dan juga penilaian dari pembimbing kelas Personal Development Program yaitu Mr. Tri Setyanto, S.Pd telah didapatkan dua pemenang yaitu :

 

Juara 1 : Tim Hunger Fuel yang diketuai oleh Michelle Felicia Gee (10 IPA2)

Juara 2 : Tim Kitchenine yang diketuai Jezelin Richel (10 IPS2)

 

Pemenang dari kegiatan ini, masing-masing anggota kelompok mendapatkan voucher nilai dari sekolah. Juara 1 mendapatkan 5 poin dan juara 2 mendapatkan 2 poin yang dapat digunakan untuk menambah nilai mereka dalam penugasan dan evaluasi pembelajaran di sekolah.

 

Dari Kegiatan Making Money Program ini para siswa mendapatkan banyak pengalaman diantaranya :

  1. Jezelin Richel (10 IPS1) : Tim Kitchenine

Hal yang saya pelajari selama Making Money Project adalah bagaimana cara berbisnis, di dalam proses belajar bagaimana cara berbisnis saya juga belajar banayk hal, yang pertama bagaimana saya sebagai ketua bisa belajar membuat keputusan yang adil, meskipun di kelompok saya sering terjadi perselisihan namun dari situlah kami semua dapat belajar saling mengerti dan memahami satu dengan lainnya. Yang kedua saya belajar bertanggung jawab, untuk mengurus produk yang akan dijual. Kemudian saya juga belajar kerjasama dalam kelompok dan juga mengatur anggota kelompok meskipun bisa dikatakan tidak gampang mengurus kelompok, tapi dari making money project ini saya belajar mengatur kelompok meskipun belum sempurna (belum bisa mengontrol emosi).

 

  1. Naomi Regina Alim (10 IPS2) : Tim Ambrozia

Hal yang dapat saya pelajari adalah ; Komunikasi antara sesame orang adalah faktor yang penting dan dapat membuat perbedaan besar dalam sebuah proyek seperti ini. Kita harus berterima kasih dan bersyukur kepada orang yang telah berusaha untuk melakukan proyek seperti ini, karena ternyata, melakukan hal seperti ini adalah hal yang tidak gampang.

 

  1. Devina Stephanie Selamat (10 IPA1) : Tim Yumme

Yang dipelajari dari making money saya belajar bahwa kalau di kelompok harus dengan aktif dan inisiatif meminta tugas, dan jika berkelompok artinya saling support dan masih bekerja sama sampai akhir (jadi bukan selesai tugas terus dadaaah).

 

  1. Michelle Felicia Gee (10 IPA2) : Tim Hunger Fuel

Dari Making Money ini saya belajar bahwa dunia entrepreneur tidak mudah, harus dapat mengeluarkan ide yang out of the box untuk bertanding karena produk yang unik akan selalu lebih dilihat.

 

                Yang menarik dari kegiatan Making Money ini, ada salah satu kelompok yaitu Tim Hunger Fuel yang mengumpulkan dana dari keuntungan mereka sebesar 15% untuk didonasikan kepada kitabisa.com untuk mendukung kegiatan sosial dalam mengatasi penyebaran virus corona ini. “Kami sekelompok berinisitiatif untuk memberikan sumbangan dana sebesar 15% dari hasil yang kami dapatkan dalam kegiatan Making Money program ini untuk membantu kegiatan sosial sebagai dampak penyebaran virus corona, semoga ini bias menjadi dampak dan berkat bagi yang membutuhkan”, demikian kata Michelle Felicia Gee dan Phylea Holy saat kegiatan communicating yang lalu.

 

                Perlunya empati dan rasa sukacita dalam belajar melalui home learning benar-benar diterapkan oleh para siswa kelas 10 ini. Semoga setiap mereka dapat senantiasa semangat dan meraih hasil yang terbaik dalam belajar di rumah.

Penulis : Tri Setyanto, S.Pd (Fasilitator Pedevpro)

,

“Green Power” – Science Study Center Bali 2019

Science Study Center (SSC) tahun ini bertemakan “Green Power”. Berkaitan dengan tema tersebut, siswa-siswi kelas 8 SMP MDC melakukan pembelajaran yang berfokus pada kelestarian alam dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Rentetan acara dimulai dari penanaman terumbu karang dan pengolahan rumput laut di Pantai Pandawa. Setiap siswa mendapat kesempatan mencantumkan namanya masing-masing pada setek terumbu karang yang akan ditransplantasi.

Acara selanjutnya pembelajaran lebih dari 10 teknologi ramah lingkungan di Bali Appropriate Technology Institute (BATI) diantaranya, Rus pump, pompa hidram, pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak kemiri, sand stone water filter, slow sand water filter, daur ulang air, pengering tenaga surya, solar water heater, aquaponik, tong komposter, dan biogas.  Dilanjutkan dengan acara talk show pemilik BATI, Gusti Rus Alit, agar siswa-siswi semakin mengenal pengalaman, kehidupan, serta pelayanan Mr Rus Alit dan menjadikan teladan dalam kehidupan mereka masing-masing.

 

 

Hari selanjutnya adalah pembelajaran pembuatan KOMPENIT (kompos penambat nitrogen) dan perbanyakan tanaman budidaya di Kebun Raya Eka Karya Bedugul. Dilanjutkan dengan pembelajaran pembuatan cokelat di POD Coklat. Acara selanjutnya adalah doing Project of Entrepreneurship (POE) dan communicating guru untuk mengasah kemampuan siswa dalam menghasilkan produk dan menyampaikan hasilnya.

Tidak hanya melakukan pembelajaran, siswa juga diajak untuk melayani sesama teman dan siswa-siswi SD Selemadeg. Siswa-siswi berkesempatan mengajar anak-anak SD dalam pembuatan robot sederhana dari kardus, membuat kompos anaerob cair, dan budidaya ikan dalam ember. Selain itu, siswa-siswi SMP MDC juga berbagi berkat kepada anak-anak SD Selemadeg dan disambut antusiasme anak-anak yang luar biasa. Pada akhirnya, tujuan diadakannya kegiatan SSC ini tercapai dimana siswa-siswi dapat mengoptimalkan potensinya dalam  3 H (Head, Heart, dan Hand).

,

Olahan Nusantara Sebagai Wujud Cinta Budaya Bangsa

Sebagai agenda tahunan unggulan SMPKr Masa Depan Cerah, kegiatan Socio Cultural Study (SCS) menghasilkan berbagai keterampilan baru bagi siswa–siswi kelas 9. Salah satu keterampilan yang dapat dikuasai adalah mengolah daging dan ikan menjadi masakan olahan setempat. Makanan setempat ini mengarah pada makanan tradisional khas Yogyakarta, seperti: tengkleng, tongseng, mangut lele, ayam bacem, dll. Keterampilan ini kemudian menjadi penilaian utama dalam Project Of Entrepreneurship (POE).

            Dalam kegiatan POE terdapat 5 tahapan dalam Learning Cycle yang harus dikuasai, yaitu: Exploring, Planning, Doing, Communicating, dan Reflecting. Dalam tahapan Exploring, siswa  belajar proses pengolahan daging dan ikan dengan benar di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) dan di Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta. Tahapan berikutnya adalah tahapan Planning. Pada tahap ini siswa bersama kelompok merencanakan inovasi masakan mereka.

 

            Tahapan ketiga merupakan tahapan yang paling ditunggu para siswa, yaitu Doing. Setiap siswa diberi kesempatan untuk memasak sebanyak 3 kali dengan inovasi makanan yang mereka telah mereka tentukan. Pada tahap Doing ke 3, siswa mengolah masakan mereka lalu mempresentasikan di depan orangtua masing-masing sebagai tahapan Communicating. Pada kesempatan Communicating ini, setiap wali murid tidak hanya sekedar melihat anak mereka mempresentasikan konsep masakan saja, namun turut mencicipi hasil masakan siswa. Pada tahapan ini, setiap siswa menerima kritik dan saran dari orangtua mereka sebagai bahan dalam tahapan terakhir di POE, yaitu Reflecting.

            Kegiatan POE ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk menginovasi daging dan ikan menjadi hasil olahan setempat yang kaya akan gizi dan sehat tanpa menggunakan bahan kimia.

,

UPON THEM, A LIGHT HAS SHINED – MDC JUNIOR HIGH CHRISTMAS CELEBRATION 2017

Hari kelahiran Sang Penebus, Yesus Kristus, telah disambut dengan meriah oleh siswa-siswi SMP Kristen Masa Depan Cerah pada tanggal 8 Desember 2017 lalu. Natal tahun ini bertemakan “Upon them, a light has shined” yang diambil dari Yesaya 9 : 1. Terang itu, Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah pribadi agung yang dengan sempurna memberikan kasihNya dan menerangi setiap aspek dalam kehidupan kita.

Acara dibuka dengan penampilan percussion dan dance dari siswa-siswi grade 7 dan 8, yang dilanjutkan dengan praise and worship. Pesan natal yang dibawakan oleh Mr. Betuel mampu memberikan penguatan dan penegasan mengenai tema natal. Acara natal SMP Kr. MDC tahun ini diwarnai dengan sesuatu yang berbeda. Acara dimeriahkan dengan pementasan sendratasik oleh siswa-siswi grade 9 sebagai bagian dari acara communicating orangtua dalam Project of Entrepreneurship (POE).

Acara natal tahun ini tidak hanya disambut dengan perayaan yang meriah, tetapi juga disambut dengan pelayanan kegiatan misi, proyek pembelajaran karakter, dan proyek natal “Caring can”. Siswa-siswi grade 8 yang tergabung dalam proyek pembelajaran karakter “care”, mengunjungi sekaligus melayani dalam bentuk mengajar di TK Tunas Benih Kasih 2 dan TK Pelita Permai. Siswa-siswa tersebut juga menyisihkan uang sakunya untuk membeli bingkisan dan barang-barang yang dibutuhkan kedua TK tersebut. Proyek natal “Caring can” dilakukan oleh grade 7, grade 9, guru-guru SMP Kr. Masa Depan Cerah, dan orangtua siswa yakni menyisihkan uang secara pribadi untuk berbagi kasih (sembako) kepada pada karyawan, satpam, dan cleaning service yang telah melayani dengan baik di SMP Kr. MDC. Dengan begitu, tercapailah tujuan dari natal tahun ini yaitu menjadi terang dengan berbagi kasih, harapan, dan berkat kepada sesama sebagai bentuk rasa ucapan syukur atas kedatangan Sang Penebus, Yesus Kristus.

,

Project of Entrepreneurship Grade 8

Membuat sebuah ide membutuhkan kerja keras, dan menggabungkan ide-ide dari beberapa individu menjadi sebuah bentuk nyata membutuhkan kerja keras yang extra miles. “Extra miles” itulah yang mewarnai corak kegiatan POE (Project of Entrepreneurship) grade 8 tahun 2016 ini. Dengan bekal kreativitas dan kecerdasan akademik di atas rata-rata yang memang sudah dimiliki oleh siswa, serta dibalut dengan sempurna oleh kerja keras setiap individu, menghasilkan produk inovasi yang luar biasa dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang kami sebut dengan Project of Entrepreneurship.

Kegiatan POE tahun ini mengintegrasikan kompetensi dasar (KD) dari dua mata pelajaran, yaitu Sains dan Bahasa Indonesia. Integrasi KD antara kedua mata pelajaran tersebut menghasilkan KD gabungan berbunyi, “Membuat replika alat peraga pembelajaran sains yang mengintegrasikan prinsip fisika (usaha, energi, tekanan, gaya, dan pesawat sederhana) yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari serta mengomunikasikannya dalam bentuk presentasi dan poster”. Dalam rentang waktu kurang lebih empat bulan, siswa-siswi grade 8 berhasil menciptakan sembilan buah replika inovasi diantaranya Pressure Plate, Elevator Hydrolic, Pontoon Bridge, Multifunctional Desk, Artificial Oven, Wind Turbine, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Beneath The Water, dan Water Pyramid.

Multifunctional Desk merupakan alat yang terinspirasi dari pengalaman seorang siswa. Ia merasa kesusahan untuk mengambil buku di rak tinggi yang berada di perpustakaan. Selain itu, rak buku dan meja belajar yang terpisah dirasa kurang efektif sehingga mereka menciptakan meja belajar sekaligus rak buku yang dilengkapi katrol dan tuas untuk mengambil buku. Replika-replika tersebut mampu menarik antusiasme dan apresiasi positif dari orangtua yang datang untuk menilai hasil kerja keras putra/putrinya dalam tahap communicating pada tanggal 3 Juni 2016. Dengan adanya project tahunan ini, diharapkan SMP Kristen Masa Depan Cerah semakin baik dalam mencetak agen-agen perubahan dalam bidang akademik dan karakter responsibility, care, respect, dan excellence.