Kesetiaan Yang Tidak Berakhir

Arthur Winston adalah teladan dari kesetiaan. Dia dikenal karena semangat kerjanya, ketepatan waktu, dan umur panjangnya. Rekan kerjanya menyebut dia sebagai “Mr. Reliable (Dapat diandalkan)”. Winston bekerja untuk Otoritas Transportasi Metropolitan (MTA) dan perusahaan pendahulunya selama 76 tahun, dengan hanya melewatkan satu hari tidak bekerja yaitu pada saat pemakaman istrinya pada tahun 1988. Winston meninggal, sebulan setelah pensiun pada hari ulang tahunnya yang ke 100. Winston meninggal dalam tidurnya. di rumahnya. Dalam hidupnya Winston telah meninggalkan warisan besar, bukan berupa harta benda namun berupa suatu keteladanan yang luar biasa dalam bekerja. Wakil C.E.O dari Otoritas Transportasi Metropolitan , John Catoe memuji pelayanan Winston, mengatakan, “Kehidupan Arthur Winston akan tetap dikenang sebagai contoh dedikasi yang tak tertandingi dan komitmen terhadap keunggulan . Sikap hidupnya telah menjadi simbol kebanggaan dari etika kerja Amerika.” Winston adalah seorang pekerja setia, seorang yang bisa diandalkan oleh perusahaannya. Tetapi ia telah mati dan semua kesetiaannya dan kinerja unggulnya hanya tinggal kenangan.

Tidak demikian dengan kesetiaan Tuhan. Dia tidak hanya setia selama 76 tahun atau 100 tahun, tetapi Ia tetap dan selalu setia selama-lamanya. Alkitab mengatakan :” Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. “ (Yesaya 40:8) Apa yang ada di dunia ini semuanya bisa berubah , tidak ada yang tetap teguh dan kekal. Satu-satunya yang tidak bisa berubah adalah kasih setia Tuhan kepada kita umat-Nya. Kalaupun kita tidak setia maka Tuhan tidak dapat menjadi tidak setia juga, Ia akan tetap setia karena Ia tidak dapat menyangkal dirinya sendiri. Firman Tuhan menegaskan bahwa : “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun” Mazmur 100:5. Kasih setia Tuhan adalah selama-lamanya , tidak akan berakhir sekalipun bumi berguncang sekalipun kita berubah, Ia tetap tidak berubah.

Karena kesetiaan-Nya tidak berubah dan tidak berakhir maka kita dapat tetap teguh mempercayai janji-janji-Nya. Kita patut bersyukur bahwa karena kesetiaannya maka kita tahu bahwa semua janji-Nya untuk kita pasti akan digenapi-Nya. Karena kesetian-Nya maka tidak ada yang perlu kita takutkan, sebab Ia senantiasa dapat diandalkan dalam segala keadaan. Seperti dikatakan oleh Firman Tuhan : “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok”. Mazmur 91:4. Jangan berhenti mengandalkan Dia , apapun yang kita alami, karena kasih setia-Nya menjadi perlindungan yang aman bagi kita.

Renungan dan Penerapan

  1. Seberapa panjangkah kesetiaan Tuhan di dalam hidup kita?
  2. Apakah yang menjadi jaminan bagi kita untuk dapat terus hidup dalam perlindungan Tuhan yang aman?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan yang dapat kita andalkan yang kesetiaannya tidak pernah berakhir.
  2. Berdoalah agar Roh Kudus senantiasa menolong kita untuk kita tetap setia kepada Tuhan.

 

Petrus Nawawi, M.A.