Dimensi Yang Lain

Bila kita nonton film 3D (tiga dimensi) di bioskop, biasanya kita diberi kacamata khusus agar dapat melihat gambar 3D dengan jelas. Tanpa kacamata khusus kita tidak dapat melihat gambaran yang jelas sehingga kita tidak dapat menikmati film yang kita tonton tersebut. Alat itu diberikan supaya kita dapat melihat gambaran yang indah dari film 3D tersebut dan mengerti alur ceritanya dengan jelas. Tanpa alat itu sekeras apapun usaha kita untuk melihat film 3D akan selalu gagal karea gambar 3D nya tidak akan muncul sehingga yang kita lihat gambar yang tidak bisa dimengerti. Masalahnya karena tanpa kacamata khusus tersebut maka kita hanya mampu melihat dari satu dimansi saja, padahal kacamata khusus itu diberikan untuk menolong kita dapat melihat dari dimensi yang lengkap sehingga kita bisa menikmati gambar 3D dengan jelas.

Demikian juga dengan kehidupan kita , banyak orang yang tidak juga mengerti tentang kehidupan ini karena melihat dan menilainya hanya dari satu dimensi saja yaitu dimensi manusiawi. Kita melihat tetapi tidak juga mengerti karena hanya melihat dalam 1 dimensi saja, tidak lengkap, akibatnya kita gagal paham dan tidak mengerti. Untuk dapat mengerti maka kita harus melihatnya dari dimensi yang lengkap yaitu dimensi pengenalan kita akan Allah. Salah satu dimensi yang perlu kita ketahui tentang Allah ialah bahwa Dia tidak dapat menyangkal dirinya sendiri.

Alkitab mengatakan bahwa : Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. 2 Timotius 2 : 13. Inilah dimensi lain yang berbeda dgn dimensi manusiawi kita yang harus kita ketahui dan kenal baik untuk kita bisa mengerti dgn jelas ttg kehidupan ini. Allah berbeda dengan kita, Ia tidak dapat menyangkal dirinya sendiri. Dan karenanya kita tahu dengan pasti bahwa janji-Nya, kasih-Nya, kesetiaan-Nya tidak akan pernah berubah di dalam hidup kita. Kalaupun kita tidak setia kepada-Nya, Ia tetap tidak berubah setianya pada kita karena Ia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri.

Renungan dan Penerapan

  1. Mengapa kita seringkali gagal paham tentang apa yang terjadi di dalam hidup kita?
  2. Mengapa Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukurlah karena Tuhan tidak dapat menyangkal dirinya , sehingga karenanya kasih dan kesetiaan-Nya atas kita umat-Nya tidak dapat berubah selama-lamanya.
  2. Berdoalah agar apapun yang terjadi dalam hidup kita, Roh Kudus menolong kita untuk selalu kembali berbalik kepada Tuhan karena kasih-Nya terhadap kita tidak pernah berubah.

 

Petrus Nawawi, M.A.