Bersyarat Vs Tanpa Syarat

Apapun yang ingin kita peroleh dan miliki, pasti ada syaratnya sendiri-sendiri. Contohnya bila kita ingin memiliki sebuah rumah maka kita harus membayar seharga rumah tersebut dan juga membayar pajak dan biaya-biaya lainnya. Demikian juga bila kita ingin menjadi dokter, maka syaratnya kita harus sekolah kedokteran dan lulus. Untuk bisa lulus tentunya kita juga harus mengikuti semua syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika kita ingin memiliki kartu kredit sebuah bank tertentu maka kita harus memenuhi semua syarat yang ditetapkan oleh pihak bank. Seperti itulah yang terjadi sebagai norma di dunia ini. Ada banyak syarat yang harus ditaati di dunia ini, selalu ada timbal balik yang bersyarat.

Alkitab menuliskan bahwa “Benarlah perkataan ini: “Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” 2 Timotius 2: 11-13. Ayat 11 dan 12 masih cocok dengan akal manusiawi kita, karena semuanya ada timbal balik bersyarat, bila mau hidup harus rela mati, bila mau memerintah bersama Kristus harus tekun, dan seterusnya. Tetapi ayat selanjutnya dikatakan : jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. Hal ini tidak cocok dengan akal manusiawi kita yang selalu berpikir timbal balik bersyarat, sebab dikatakan kalaupun kita tidak setia maka Tuhan akan tetap setia kepada kita. Itulah Allah Tuhan kita, kasih dan kesetiaan-Nya tidak menuntut syarat apapun. Tidak peduli bagaimana keadaan kita, Ia tetap mengasihi kita apa adanya tanpa syarat.

Dia adalah Allah, tidak sama seperti kita, Ia tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri. Bukan tidak mau menyangkal tetapi tidak bisa menyangkal sebab memang demikianlah kodrat-Nya sebagai Allah. Tuhan selalu setia kepada kita dalam keadaan apapun, karena itu mari kita hargai kesetiaan Tuhan yang tanpa syarat dengan terus setia mengikuti Dia. Kalaupun ada saat kita tidak setia kepada-Nya, ketahuilah bahwa Ia tetap setia kepada kita. Apapun yang terjadi tetaplah selalu kembali kepada-Nya dan terimalah kasih-Nya yang tak bersyarat.

Renungan dan Penerapan

  1. Apakah ada syarat tertentu agar kita dapat senantiasa hidup dalam kasih setia Tuhan?
  2. Bagaimana seharusnya kita meresponi kasih setia Tuhan kepada kita yang tanpa syarat itu ?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan karena Ia adalah Allah yang mengasihi kita umat-Nya tanpa syarat.
  2. Berdoalah kepada Tuhan memohon agar Roh Kudus menolong kita untuk selalu berpegang teguh kepada kasih setia Tuhan yang tak bersyarat .

 

Petrus Nawawi, M.A.