,

SPIRIT OF EXCELLENCE – PG/KG Benih Kasih Christmas Celebration

Itulah tema Natal PG – KG Benih Kasih di tahun 2018 ini. Berlandaskan ayat Alkitab dalam Kolose 3 : 23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Dalam tema ini kami ingin mengajarkan kepada anak untuk “all out” dalam segala sesuatu. Perayaan Natal tahun ini berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. Di tahun ini semua orangtua terlibat aktif di dalamnya. Mereka berdiskusi bersama dalam WA group masing- masing untuk menyiapkan musik, kostum, gerakan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan performance anak- anak. Wooow……Luar biasa !! Spirit of Excellence tidak hanya terpatri pada diri setiap anak melainkan juga ada dalam diri setiap orangtua.

Dan saat perayaanpun tiba. Dibuka dengan Praise & Worship oleh PTA membuat anak- anak dan semua yang hadir merasakan semangat Natal yang luar biasa. Semua bersorak, melompat untuk memuji kebesaran namaNya. Setelah itu semua anak memberikan penampilan terbaiknya. Ada 11 penampilan terbaik dalam Natal kali ini. Mereka adalah :

  1. Apple group : Pohon Terang (Gerak & Lagu)
  2. Mango group : Santa Claus Is Coming To Town (Dance)
  3. Grapes group : Jingle Bells (Gerak & Lagu)
  4. Orange group : Dari Pulau Dan Benua (Dance)
  5. Strawberry group : Mary’s Boy Child (Dance)
  6. Butterfly group : Poem “Christmas”
  7. Chipmunk group : Drama “Christmas”
  8. Lamb group : Feliz Navidad (Dance)
  9. Bear group : Rudolph The Red Nose Deer (Choir)
  10. Pelican group : Deck the Halls (Dance)
  11. Swan group : Joy To The World (Choir)

Amazing!! Semua demi kemuliaan nama Tuhan. Semua melakukan dengan semangat Spirit of Excellence. Tidak hanya perayaan saja, tapi anak – anak juga belajar peduli pada sesama. Sekolah mengadakan pasar murah dan Bakti Sosial di Panti Asuhan Pondok Hayat & Panti Asuhan Bakti Luhur. Selama 2 bulan mereka menabung di sekolah dan hasilnya mereka sumbangkan pada 2 Panti Asuhan tersebut. Untuk pasar murah, orangtua mengumpulkan paket sembako dan hasilnya dijual pada jemaat gereja sekitar yang membutuhkan. Hasil penjualan pasar murah akan disumbangkan untuk korban bencana alam Palu & Donggala. Woow, kiranya Spirit of Excellence tidak hanya sampai perayaan Natal saja, tetapi untuk selanjutnya semangat itu tetap menyala di hati kita semua. Merry Christmas 2018

,

Social and Cultural Exposure Program (Live In) 2018

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya kembali mengadakan kegiatan Social and
Cultural Exposure Program di tahun 2018. Kegiatan yang lebih dikenal dengan nama Live-In ini
diselenggarakan di dusun Petungombo, Kediri pada tanggal 15 – 21 Oktober 2018. Live-In tahun
ini diikuti oleh 88 siswa kelas X yang didampingi oleh tim guru yang berjumlah 11 orang.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang tangguh,
bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan
secara terus-menerus.

Pada Live-In tahun ini, siswa berkesempatan mengikuti beberapa acara rutin yang
diadakan di dusun Kristen tersebut di samping mencari data etnografi yang merupakan output
dari kegiatan ini. Beberapa acara seperti ibadah, sarasehan tentang dusun tersebut, kegiatan
mengajar di salah satu SD Negeri yang ada di sana, serta kegiatan outbond diikuti oleh seluruh
siswa dengan sangat antusias. Selain acara-acara tersebut, siswa-siswi juga mempunyai
kesempatan untuk melihat dan bertindak langsung dalam kegiatan sehari-hari orang tua asuh
mereka. Dengan melihat dan ikut andil secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan rasa
empati serta menumbuhkan jiwa melayani dalam diri pribadi masing-masing.

,

International Exposure Program (IEP) 2018

Education is all about empowering young generation to face challenges of the ever-changing world and to equip them with necessary life-skills to lead an independent and productive life. Having this concept in mind, MDC Senior High School is committed to not only provide traditional classroom-based learning but also to facilitate students with real life experience. MDC Senior High School recognizes that education should be holistic and incorporates both knowledge and experience.

To achieve that, MDC senior High School introduced a program called International Exposure Program (IEP) for 11th graders and has been an annual program since the school’s foundation. There are two destinations offered to students this year, Singapore and South Korea. In cooperation with some key stakeholders in both countries, students are assisted through guided and self-guided tours to uncover more insightful experience at some key spots the school has selected. Through this program, the students are also assigned to do a survey research project and are expected to write a thesis about the research. Students will then be presenting and be defending their thesis to invited panels during our communicating program.

,

Olahan Nusantara Sebagai Wujud Cinta Budaya Bangsa

Sebagai agenda tahunan unggulan SMPKr Masa Depan Cerah, kegiatan Socio Cultural Study (SCS) menghasilkan berbagai keterampilan baru bagi siswa–siswi kelas 9. Salah satu keterampilan yang dapat dikuasai adalah mengolah daging dan ikan menjadi masakan olahan setempat. Makanan setempat ini mengarah pada makanan tradisional khas Yogyakarta, seperti: tengkleng, tongseng, mangut lele, ayam bacem, dll. Keterampilan ini kemudian menjadi penilaian utama dalam Project Of Entrepreneurship (POE).

            Dalam kegiatan POE terdapat 5 tahapan dalam Learning Cycle yang harus dikuasai, yaitu: Exploring, Planning, Doing, Communicating, dan Reflecting. Dalam tahapan Exploring, siswa  belajar proses pengolahan daging dan ikan dengan benar di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) dan di Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta. Tahapan berikutnya adalah tahapan Planning. Pada tahap ini siswa bersama kelompok merencanakan inovasi masakan mereka.

 

            Tahapan ketiga merupakan tahapan yang paling ditunggu para siswa, yaitu Doing. Setiap siswa diberi kesempatan untuk memasak sebanyak 3 kali dengan inovasi makanan yang mereka telah mereka tentukan. Pada tahap Doing ke 3, siswa mengolah masakan mereka lalu mempresentasikan di depan orangtua masing-masing sebagai tahapan Communicating. Pada kesempatan Communicating ini, setiap wali murid tidak hanya sekedar melihat anak mereka mempresentasikan konsep masakan saja, namun turut mencicipi hasil masakan siswa. Pada tahapan ini, setiap siswa menerima kritik dan saran dari orangtua mereka sebagai bahan dalam tahapan terakhir di POE, yaitu Reflecting.

            Kegiatan POE ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk menginovasi daging dan ikan menjadi hasil olahan setempat yang kaya akan gizi dan sehat tanpa menggunakan bahan kimia.