,

Takakura

Pada hari Rabu, 6 Januari 2016 di SMA Masa Depan Cerah salah satu program kerja yang ditunggu-tunggu dilaksanakan oleh OSIS akhirnya dimulai juga dalam program pemberdayaan lingkungan yaitu program takakura. Program Takakura adalah program yang dibuat oleh OSIS Sekbid 7 yang bekerja dalam bidang Pemberdayaan Lingkungan dan Eco-School, Takakura yang merupakan program perdana sekbid 7 ini adalah program dimana sampah sisa makanan, daun-daun yang kering yang berjatuhan dan sampah – sampah organik lainnya, sampah-sampah ini akan diolah yang akan dijadikan sebuah kompos.

 

 

Kenapa Program Takakura?

Sampah adalah salah satu barang yang paling banyak tertimbun dan menjadi barang yang dianggap tidak berguna. Hal ini menjadi pokok masalah dan salah satu solusinya adalah dengan mendaur ulangnya. Sampah yang paling mudah didaur ulang adalah sampah organik sisa-sisa sampah dapur hanya dengan bantuan keranjang takakura maka sampah makanan dan sampah organik lainya dapat terurai dan menghasilkan produk baru yang berguna yaitu kompos. Kualitas kompos yang didapatkan juga lebih bagus dibandingkan dengan pupuk yang banyak dipasarkan. Dengan solusi ini maka sampah yg tertimbun dapat berkurang dan kita juga dapat melakukan hal baik bagi bumi kita yang mulai rusak ini.

 

 

Bentuk Program Kerja

Setelah beberapa hari pengerjaan bentuk program kerja kami adalah dengan memilah sampah sisa makanan yang didapat dari pembuangan sisa makanan di kantin, kami melakukan pemilahan ini secara rutin yaitu setiap hari, selain sampah sisa makanan kami juga mengambil daun-daun kering disekitar sekolah yang kami jadikan sumber sampah organik lainnya. Setelah memilah sampah – sampah ini kami akan memasukan kedalam keranjang takakura yang berisi bantal sekam dan juga kompos jadi, setelah dimasukan kami akan mengaduk sampah organik tersebut setelah sudah tercampur kami akan tutup campuran kompos jadi dan sampah organik itu dengan bantal sekam atas, lalu kami tutup dengan kain hitam dan keranjang takakura tersebut kami tutup, ini hari dilakukan terus menerus hinggal keranjang penuh dan membutuhkan waktu 2 minggu agar dapat membuat kompos yang baik, untuk sementara program ini dilakukan oleh OSIS khusunya sekbid 7 namun harapan kami adalah agar program ini dapat diikuti seluruh warga sekolah secara bergantian dan meningkatkan rasa peduli warga sekolah akan lingkungan dengan melakukan hal-hal sederhana seperti ini.