Posts

,

Seminar Kebangsaan: Pemimpin Kristen yang Berbhinneka Tunggal Ika

Dengan mengambil tema “Membangun Kepemimpinan Kristen yang ber-Bhinneka Tunggal Ika“, Personal Development Program kelas 10 dan 11 kembali menyelenggarakan kegiatan seminar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri siswa dalam materi pengembangan diri yaitu kepemimpinan khususnya kepemimpinan Kristen yang diselenggarakan pada hari Selasa,  13 Juni 2017 bertempat di Ruang Media lantai 4, MDC Campus Citraland Surabaya.

Pembicara dalam seminar ini dihadirkan dari kalangan anggota wakil rakyat, Praktisi Pendidikan dan Fasilitator Komunitas Indonesia Moeda :

  1. Vinsesius Awey, Anggota Komisi C DPRD II Kota Surabaya
  2. Erlangga Dharma, Praktisi Pendidikan Kristen
  3. Jose Ferlianto, Fasilitator Indonesia Moeda

Sesuai dengan tema yang diusung, seminar kebangsaan ini memandang bahwa pemuda merupakan elemen penting milik bangsa sehingga kita semua merasa perlu mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran para pemuda sebagai salah satu unsur penentu masa depan bangsa Indonesia. Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperkokoh pengetahuan dan wawasan kebangsaan peserta seminar, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya memiliki rasa bangga dan cinta tanah air. Setelah mengikuti seminar ini, semua peserta yang sebanyak 300 peserta dari siswa-siswi dan guru SMA Masa Depan Cerah Surabaya ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan jiwa rela berkorban dengan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan demi kepentingan dan kemajuan negara dan bangsa di kemudian hari.

“Alasan diadakan seminar ini adalah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme para pemuda sekarang ini. karena, saya melihat di jaman sekarang kebanggaan akan Indonesia sudah berkurang. Melalui acara ini, kami ingin membangunkan kembali jiwa nasionalisme melalui seminar kebangsaan ini. Empat pilar kebangsaan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 45 yang harus menjadi pegangan kuat untuk generasi bangsa,” ujar Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah pada pemaparan sambutan saat membuka seminar.

“Menjadi orang Indonesia adalah sebuah pilihan. Ketika kita sudah memilih menjadi warga negara Indonesia. Kita juga harus menjadi warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara”, Kata Bapak Vinsensius Awey  beliau juga mengatakan bahwa “Perubahan zaman, globalisasi serta kemajuan ilmu dan teknologi secara langsung maupun tidak berdampak pada kehidupan masyarakat, pandangan hidup, perilaku serta cara seseorang menyikapi sesuatu. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia memperlihatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan mulai terkikis, misalnya semakin maraknya praktik korupsi, lunturnya rasa saling menghormati dan teposeliro. Belum lagi kekerasan terjadi dimana-mana, konflik horizontal hingga pada menurunnya kebanggaan masyarakat dan generasi muda menggunakan produk-produk dalam negeri. Karena itu, wawasan kebangsaan serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai suatu pandangan yang mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa Indonesia, rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan perlu dikaji dan ditemukan kembali untuk meningkatkan daya saing dan karakter bangsa. Pancasila pada dasarnya merupakan salah satu wujud dari “kearifan lokal bangsa”. Ia merupakan representasi dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tercipta seiring dengan kesadaran kebangsaan baru bernama Indonesia. Karena itu, Pancasila bukan menjadi milik Majapahit atau milik masa lalu yang nun jauh disana, melainkan menjadi wujud kultural dari pergerakan kebangsaan ketika berhadapan dengan kolonialisme di awal abad ke-20. “Karena itu selalu berpikir dan bertindak dalam kerangka keberagaman merupakan representasi dari kearifan lokal Indonesia”, paparnya.

Dalam kesempatan kali ini juga, Bapak Erlangga Dharma juga menyampaikan bagaimana menjadi seorang pemimpin kristiani. “Kepemimpinan Kristen adalah seseorang yang tidak memikirkan tentang bagaimana mendapatkan keuntungan untuk kelompok maupun dirinya tetapi memikirkan tentang orang lain. Menjadi pemimpin seperti Kristus yang datang untuk melayani dan bukan dilayani, Markus 10 : 45”. Musuh terbesar saat ini adalah ketidakpedulian. Temukan titik awal talenta dalam hidupmu yang mungkin tidak disadari namun itu yang akan membuat sebuah perubahan. Mulailah peduli dengan perkara kecil di dalam hidupmu. Make Your own history! Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil sekalipun.

Bapak Jose Ferlianto juga menyampaikan tentang wawasan kebangsaan bagi para siswa-siswi yang hadir saat itu. Dimulai dari menjelaskan tentang Indonesia Moeda, sebuah komunitas anak muda yang memiliki visi mewujudkan generasi yang peduli akan bangsa dan mampu melakukan perubahan melalui hal-hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda. Awal kemunculan tahun 2013, kerinduan untuk memulihkan bangsa Indonesia melalui pemuridan dan kegerakan anak muda dari berbagai aspek dan lintas suku. Prosentase umat Kristen di Indonesia sangat kecil, tapi kita tidak boleh merasa tidak mampu untuk membangun bangsa ini. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita juga bisa berkontribusi dalam membangun negara Indonesia.  Kita bisa menjadi terang dan garam dunia, walaupun jumlah kita minoritas. Tetap berada di garis depan dalam menebarkan benih-benih kasih dan perdamaian bagi bangsa ini.

Bagaimana menyikapi kasus-kasus yang terjadi pada bangsa Indonesia,  radikalisme, rasialisme serta perpecahan bangsa adalah dengan merubah cara pandang kita terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Hendaknya kita mulai membangun jembatan hubungan dengan seluruh warga negara tanpa memandang SARA, hindari ketidakpedulian serta jangan meremehkan sebuah titik awal. Pancasila adalah sebuah mujizat bagi Indonesia yang sudah Tuhan berikan bagi negara Indonesia yang dicetuskan oleh para pemimpin bangsa pada masa lalu. Mulai berteman dengan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan, suku dan agama. Memulai dari apa yang kita bisa, dan dari apa yang kita punyai. Mari kita bawa Indonesia dalam setiap doa kita, doakan seluruh pemimpin baik dari lapisan terendah hingga pemimpin negara kita. Indonesia tetap jaya! Junjung terus Pancasila dan UUD 1945 sampai kapanpun. Kesimpulan seminar oleh pembawa acara Mr. Caesar Riza Rahardian, S.Hum

Pada akhir kesempatan, para siswa mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum (guru Sejarah) dan Winda Nathalie (Ketua OSIS masa bakti 2016/2017). Saya Indonesia, Saya Pancasila.

“Saya bersyukur mendapat kehormatan bisa membagikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Saya diijinkan Tuhan melihat sebuah proses menabur benih impian, ide, gagasan tentang Kebangsaan kepada generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia di tahun 2030. Benih yang awalnya kecilakan bertumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan banyak buah bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Apresiasi saya untuk kepala sekolah, jajaran staf dan guru yang memprakarsai acara ini. berbanggalah karena ini adalah sebuah perjalanan menapak masa depan yang lebih cerah. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Tuhan memberkati” Salah satu komentar dari Bapak Jose Ferlianto selepas acara seminar kebangsaan ini. harapannya ke depan SMA Kristen Masa Depan Cerah akan terus melanjutkan kegiatan serupa yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia. Mari bersama tetap memegang persatuan dan kesatuan bagi bangsa kita Indonesia. (Tri Setyanto, S.Pd – PIC Kegiatan)

“sekolah terbaik surabaya, sekolah kristen terbaik surabaya, sekolah surabaya, Sekolah MDC, MDC School, Sekolah berprestasi surabaya, sekolah surabaya barat, thanksgiving night, bhinneka tunggal ika, pancasila, SMA MDC, MDC Senior High”

Thanksgiving Night at MDC Elementary: It’s not About Me

Akhir tahun ajaran 2015-2016 akhirnya terlampaui. Bukan karena kuat dan gagah kami, tetapi karena semata pertolongan Tuhan. Kami mengucap syukur atas penyertaan-Nya yang sempurna selama satu tahun ajaran. Ungkapan syukur tersebut kami wujudkan dalam pagelaran Thanksgiving Night dengan tajuk It’s Not About Me yang dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Juni 2016. Tidak terlalu berbeda dengan Thanksgiving tahun sebelumnya, pagelaran ini diisi dengan pujian, drama, dan tari-tarian.

Pukul 14.00 siswa yang terlibat dalam pengisi acara Thanksgiving Night sudah tiba di Pakuwon Ballroom Family Club. Mereka harus mempersiapkan diri dengan serangkaian make up serta kostum. Setengah jam sebelum acara dimulai, seluruh siswa diminta untuk foto bersama berdasarkan kelas mereka masing-masing.

Tepat pukul 17.00 Thanksgiving Night dibuka dengan tarian hip hop, sambutan, dan doa yang dipimpin oleh Kepala SDKr. MDC. Dilanjutkan dengan mengajak semua hadirin untuk mengangkat pujian syukur bagi Tuhan yang dipimpin oleh Mr. Joseph dan Ma’am Crystal. Sebelum masuk inti acara yaitu drama It’s Not About Me, seluruh siswi kelas 4 membukanya dengan tarian balet yang diiringi lagu Besar Setia-Mu.

Drama It’s Not About Me, bercerita tentang sekelompok agen rahasia yang berusaha menemukan pencuri relik kuno Alkitab aksara Jawa. Dalam usahanya, mereka menyadari bahwa mereka memerlukan Tuhan untuk menolong mereka. Ma’am Lidia sebagai school pastor memberikan kesimpulan dari drama tersebut. Seluruh tamu hadir di Thanksgiving Night turut diingatkan, bahwa semua orang membutuhkan Tuhan dalam hidupnya. Pagelaran Thanksgiving Night berakhir pukul 19.30 yang ditutup dengan doorprize dan pengumuman. Sampai jumpa di Thanksgiving Night tahun depan. Tuhan Yesus memberkati.

Penulis:

,

Thanksgiving Night: Award for Dedicated and Achievement Teachers

Yayasan Cahaya Harapan Bangsa (YCHB) yang menaungi Sekolah Kristen Masa Depan Cerah (MDC) mengadakan acara Thanksgiving Night yang dilaksanakan pada tanggal 28 April 2015, bertempat di Ballroom 89, Ciputra World, Surabaya. Acara Thanksgiving Night ini diadakan dengan tujuan mengapresiasi guru-guru yang berprestasi dari jenjang PG/TK hingga SMA dan juga guru-guru yang sudah mengabdi cukup lama di Sekolah MDC. Meskipun demikian, acara ini tidak hanya dihadiri oleh para guru saja, melainkan juga staf, karyawan, dan seluruh pengurus yayasan.
 


 
Sebelum acara dimulai, para anggota yayasan sudah menunggu di pintu masuk ballroom untuk menyalami setiap guru, staf, dan karyawan yang hadir. Kurang lebih ada 200 orang yang hadir pada acara Thanksgiving Night tersebut. Acara dibuka dengan performance musik dan lagu yang disuguhkan oleh siswa-siswi SMP & SMP MDC. Selama acara berlangsung, siswa-siswi SMP & SMA MDC secara bergantian menyuguhkan performance di atas panggung, baik berupa lagu, wayang kulit, dan juga drama. MC yang kocak turut menghibur pada hadirin sehingga suasana malam itu menjadi cair.
 

 
Sebelum acara penghargaan dimulai, setiap hadirin menikmati hidangan makan malam yang sudah disiapkan sebelumnya. Selama makan malam berlangsung, guru, staf, karyawan, dan pengurus yayasan dapat bercengkerama satu sama lain. Acara sudah didesain sesantai dan senyaman mungkin untuk para hadirin. Di sela-sela penghargaan untuk guru-guru berprestasi dan berdedikasi, ada juga pemberian hadiah door prize di samping performance dari para siswa. Acara Thanksgiving Night ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Gembala GKPB MDC, yaitu Bpk. Daniel T. Soemitro.
 

 

,

Thanksgiving Night: The Fantastic Cindelaras

Semenjak dahulu, cerita rakyat Indonesia dikenal mampu mengirimkan sinyal inspiratif bagi berbagai kalangan, termasuk di antaranya bagi anak-anak dari berbagai kalangan usia. Salah satu dari cerita rakyat yang sangat melegenda adalah kisah tentang Cindelaras. Cindelaras adalah sebuah cerita rakyat yang dikenal menawarkan nilai moral positif, kebajikan, dan rekonsiliasi di dalam sebuah keluarga. Berangkat dari hal-hal tersebut, Sekolah Dasar Kristen Masa Depan Cerah Surabaya mengangkat cerita Cindelaras sebagai tema utama acara Thanksgiving tahun ini. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2014 dan mengambil tempat di Zhang Palace Surabaya.
 

 
Melibatkan lebih dari 300 siswa, dan juga guru-guru di bawah bimbingan belasan instruktur  profesional yang mumpuni, pagelaran seni budaya Cindelaras mampu mensinergikan tarian etnis khas Indonesia dalam balutan kostum warna-warni yang atraktif. Tak dapat disangkal bahwa Cindelaras merupakan pagelaran seni budaya terbesar yang pernah diadakan oleh sekolah kita.
 

 
Banyak kesan positif yang muncul pasca pagelaran seni budaya Cindelaras ini. Salah satunya adalah para siswa SD Kristen Masa Depan Cerah semakin mengenal cerita rakyat asli Indonesia beserta dengan budaya khas daerah yang turut menyertainya. Di samping itu, para siswa juga belajar untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam cerita rakyat tersebut. Ke depannya kita semua berharap agar acara-acara semacam ini dapat lebih sering ditampilkan agar pengenalan terhadap seni budaya asli bangsa kita dapat terus dikembangkan.