Posts

,

BERKUNJUNG KE MONUMEN TUGU PAHLAWAN

Jangan lupakan sejarah!

Demikian ungkapan terkenal dari Presiden Sukarno yang dapat senantiasa kita renungkan bersama. Memang benar, sejarah tidak boleh dilupakan. Dari sejarah kita bisa menarik banyak pelajaran yang dapat memotivasi kita untuk terus melangkah ke depan. Dari sejarah kita juga dapat belajar untuk tidak lagi melakukan kesalahan seperti yang sudah terjadi di masa yang lalu. Inspirasi yang ditorehkan sejarah itulah yang menjadi salah satu alasan pelaksanaan field Trip para siswa kelas 5 SDKr. Masa Depan Cerah Surabaya. Program field trip ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Februari 2018 yang mengambil tempat di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Ada satu hal yang menarik. Perjalanan para siswa menuju ke destinasi field trip dilakukan dengan menggunakan angkot. Tentu saja hal ini menghadirkan sensasi pengalaman yang tak terlupakan para siswa mengingat selama ini mereka terbiasa menggunakan kendaraan pribadi yang notabene lebih nyaman daripada angkot. Pengalaman naik angkot inilah yang diharapkan dapat mengubah cakrawala berpikir siswa tentang arti perjuangan dalam kehidupan nyata.

Saat berada di Monumen Tugu Pahlawan, para siswa banyak belajar tentang sejarah perjuangan Arek-Arek Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945. Di samping itu, mereka juga menyaksikan diorama, replika persenjataan  dan hasil karya fotografi tentang kota Surabaya zaman old. Ternyata anak-anak zaman now pun juga antusias menikmati pernik-pernik sejarah. Hal ini membuktikan bahwa sejarah bukanlah produk membosankan asalkan disampaikan dengan nuansa kekinian yang peka terhadap tuntutan para milenial.

Setelah observasi di Monumen Tugu Pahlawan usai, para siswa diarahkan untuk kembali di sekolah. Di sana, mereka mengikuti program talk show dengan para veteran TNI yang sudah didatangkan untuk lebih memantapkan pembelajaran yang sudah dilakukan.  Program talk show berlangsung dengan menarik dan dinamis karena para siswa dapat mengetahui detil perjuangan yang dilakukan pada masa pasca kemerdekaan.

,

Study Tour Siswa TK Benih Kasih: Armatim

Hari Senin, 7 April 2014 siswa-siswi TK-A dan TK-B diajak untuk mengunjungi markas  TNI-AL, Armatim di daerah Ujung-Surabaya dengan tujuan agar mereka mengenali teritorial Indonesia sebagai negara kepulauan. Dengan kunjungan tersebut, diharapkan siswa memahami bahwa Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas dengan hasil perairan yang melimpah. Karena itu wilayah ini juga perlu dijaga sehingga tetap aman dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan juga ancaman bangsa lain yang menginginkan hasil laut dan kekayaan alam Negara Indonesa yang melimpah.

Mulai minggu ke-4  April sampai akhir Mei, siswa-siswi TK Benih Kasih memang akan belajar banyak mengenal Indonesia yang merupakan negara tempat mereka tinggal. Berdasarkan tema yang diberi judul “ Tanah Airku Tidak Kulupakan” , siswa diharapkan semakin mengenal Indonesia dengan berbagai  keanekaragaman, budaya, adat, kekayaan alam, sistem pemerintahan dll. Harapannya, mereka mampu menjadi anak Indonesia yang mencinta bangsanya. Dengan kata lain, semangat nasionalisme siswa mampu ditumbuhkembangkan semenjak dini lewat program kunjungan tersebut.

Saat tiba di Armatim, rombongan siswa TK Benih Kasih disambut dan diizinkan untuk memasuki salah satu kapal perang yang masih aktif dipakai oleh prajurut TNI-AL untuk berlayar menjaga wilayah perairan. Sekalipun lelah karena harus naik turun tangga melihat ruangan-ruangan di dalam kapal mulai dari yang paling atas sampai yang di paling dasar, mencoba beberapa alat yang dipakai di ruang kemudi, bertemu kru kapal yang merupakan prajurit TNI-AL, namun setiap siswa tetap semangat .

Kunjungan dilanjutkan ke Museum Jales Veva Jaya Mahe (Monjaya) yang  letaknya tidak jauh dari kapal perang  yang dimasuki anak-anak tadi. Museum ini berada di dalam patung panglima TNI berwarna hijau kebiru –biruan yang amat sangat besar, tinggi menjulang di tepi perairan daerah Ujung-Surabaya.  Dalam museum tersebut terdapat benda-benda yang berhubungan dengan perjuangan Angkatan Laut Indonesia guna menjaga wilayah perairan Indonesia. Saat berada dalam museum, siswa juga diajak melihat film perjuangan di salah satu ruangan yang sudah disediakan khusus untuk pemutaran film. Pada sesi akhir kunjungan, anak-anak diajak menaiki anak tangga sampai di kaki patung yang tinggi menjulang. Di area tersebut siswa bisa memandang laut lepas dan berbagai aktivitas pelabuhan seperti keluar masuknya kapal perang RI, dll. Terpaan angin yang hangat semakin membuat siswa terpukau dengan pengetahuan baru yang mereka dapat selama kunjungan di markas TNI-AL Armatim. Puas dengan kegiatan mengunjungi Armatim, sepanjang perjalanan pulang kembali ke sekolah mereka tak henti-hentinya menyanyikan lagu “Tanah Airku Tidak Kulupakan”.

 

,

Outing Program for Play Group Students: MONKASEL

Tanggal 17 Maret 2014, siswa Play Group Benih Kasih mengunjungi  Monumen Kapal Selam (MONKASEL) yang berada di pusat Kota Surabaya. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung kegiatan belajar mereka yang bertemakan “Transportasi dan Rekreasi”. Adapun Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 adalah monumen pada skala penuh (bukan replika). Kapal selam tersebut adalah salah satu aset dari Armada Divisi Timur. Konstruksi monumen dimulai pada bulan Juli 1995, yang ditandai dengan peletakan batu pertama untuk pondasi, oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, yaitu Bapak Basofi Soedirman. Pada saat yang sama, KRI Pasopati 410 telah diiris menjadi 16 bagian di PT. PAL Indonesia. Kemudian, bagian per bagian disusun kembali dan diletakkan di atas pondasi monumen. Monkasel resmi dibuka pada 15 Juli 1998 dan telah beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya.

                                                                                                                                                                                                                                                            Kegiatan kunjungan belajar ke MONKASEL tersebut sangat menyenangkan bagi anak-anak Play Group. Mereka diajak berkeliling area MONKASEL serta masuk ke dalamnya. Di sana, siswa diajak untuk mengenal berbagai macam ruangan dalam kapal selam seperti ruang komandan, ruang mesin, bahkan ruang persenjataan yaitu torpedo. Mereka juga diperkenalkan tentang seluk-beluk kapal selam sebagai salah satu alat transportasi laut mulai dari bentuk, isi dan keistimewaan lainnya. Seluruh siswa tampak menikmati kegiatan belajar di luar kelas ini. (By: Ma’am Lia – Benih Kasih)

 

Outing Program TK Benih Kasih: Tugu Pahlawan

Dalam rangka pembelajaran tema “Lingkungan” dengan Judul “AADS, Ada Apa di Surabaya??”, anak-anak TK Benih Kasih belajar tentang lingkungan yang ada di sekitar mereka, yaitu lingkungan Kota “Surabaya”. Untuk mengenal lebih jauh tentang Kota Surabaya, anak-anak diajak secara langsung mengunjungi Tugu Pahlawan, sebagai salah satu tempat bersejarah yang ada di kota Surabaya. Di sana anak-anak melihat benda-benda bersejarah, seperti senjata, radio, bambu runcing, disamping itu juga melihat “diorama” yang menceritakan tentang perjuangan arek suroboyo melawan penjajah, Film tentang perjuangan arek Suroboyo. Mereka juga belajar mengenal  tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Anak-anak  antusias untuk belajar lebih jauh tentang perjuangan arek-arek Suroboyo, terlihat dari banyaknya pertanyaannya yang mereka ajukan. Dalam perjalanan pulang ke sekolah, siswa diajak untuk berkeliing kota Surabaya untuk melihat Monkasel, Lambang kota Surabaya “Suro & Buaya”, Monumen Bambu Runcing, dan Hotel Oranye (sekarang Hotel Majapahit).