Posts

,

Photography Competition Live in Petung Ombo 2017

Pameran Fotografi kali ini diadakan di MDC Campus Citraland, pada hari Sabtu, 11 November 2017 pukul 10.00-12.00 dihadiri oleh seluruh siswa kelas 10 dan orang tua. Dengan diikuti oleh 9 kelompok live in yang mengikutsertakan 3 foto yang telah dipilih secara seksama untuk lomba fotografinya. Dalam pelaksanaannya, sebelum berangkat Live in para siswa dibekali beberapa teknik foto oleh guru pengajar yang juga berprofesi sebagai fotografer yaitu Mr. Fenansius Nahak.

Lomba yang diselenggarakan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah bekerjasama dengan Alfalink Study Overseas  ini mengusung tema Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. “Lomba Fotografi kali akan memusatkan pencarian foto pada kegiatan live in di Petung Ombo sesuai dengan temanya Human Interest. Anak-anak diharapkan secara detail dan fokus mencari obyek foto yang menarik dan memiliki cita rasa yang mewakili budaya di desa tersebut,” ujar Mr. Ketut Sukadana, Panitia Lomba Fotografi tahun ini.

Merupakan sebuah kebanggaan bagi Samantha Olivia Grace siswi kelas X IPS 1 yang kali pertamanya meraih 1st Winner di lomba fotografi.  Dalam fotonya yang bertemakan Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. Foto bergambarkan anak SD yang sedang belajar di kelasnya menjadi favorit para peserta pameran foto di MDC Campus. Demikian juga kebahagiaan juga terpancar dari raut wajah Kimmy Rayfonzo Lumintang siswa kelas X IPS 2 yang menyabet 1st Runner Up dengan foto siswi SD yang hendak melakukan smash saat bermain bola voli. Tidak lupa juga Graciella Aileen Nathaly siswi kelas X IPA 2 yang besukacita karena semula tidak menyangka mendapatkan 2nd Runner up. Fotonya menarik karena menceritakan sesuatu yang bersifat jurnalistik, foto warga yang sedang membangun rumah terlihat menceritakan kerjasama warga di foto tersebut. “Puas melihat hasil karya para siswa yang memfoto kali ini, mereka sangat antusias dalam hunting foto dan hasilnyapun Luar biasa!,” kata Mr. Francisco, Ma’am Lia Widya dan Ma’am Purwestri Sabatlila (pembimbing kelompok).

Maam Liem Sioe Ie, Kepala Sekolah mengaku sangat bangga dengan para peserta yang bisa membuktikan untuk terus berprestasi di bidang fotografi. Menurutnya anak-anak ini adalah anak yang memiliki keinginan dan motivasi yang tinggi untuk terus mencoba dan berlatih. Beliau menuturkan bahwa lomba ini adalah sesi akhir dari runtutan kegiatan live in yang sangat membutuhkan fokus, konsentrasi serta pemikiran yang luar biasa.

“Anak-anak MDC luar biasa, mereka merupakan generasi muda yang cukup kreatif dan bisa dilatih dan dikembangkan kemampuan fotografinya. Perlunya latihan mencari obyek foto yang bisa menceritakan kisah di foto tersebut dan belajar juga pada fotografer profesional yang ada di sekitarnya. Ada banyak foto bagus yang saya berikan penilaian, namun hanya dipilih 3 juara kali ini. Merekalah yang bersungguh-sungguh secara sabar dan detail dalam mengambil gambar fotonya sesuai temanya Human Interest. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat bagi yang menjadi pemenang. Tetaplah berusaha untuk mengasah keahlian kalian dalam fotografi,” salah satu penuturan dari Bapak Anton Gautama selaku juri dari lomba fotografi.

Liputan : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Margareth Ayu Anggraeni, S.Sos., M.P

,

Study Tour Grade 2 at Mokko Factory

Study tour kelas 2 kali ini berlangsung pada tanggal 16 Februari bertempat di Mokko Factory. Sesampainya di Mokko Factory, siswa diarahkan ke area lobi. Di sana siswa dibagi menjadi 9 kelompok, berdasarkan jumlah meja yang tersedia. Sebelum mulai membuat donat, siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh Chef Mokko Factory mengenai cara pembuatannya. Selesai mendengar penjelasan dari Chef, siswa diminta untuk memakai clemek, topi chef serta mencuci tangan terlebih dahulu.

Tahap pertama yang dilakukan oleh siswa saat membuat donat adalah  membuat adonannya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang disediakan untuk membuat donat tersebut adalah tepung terigu, telur, susu dan gula. Untuk mempersingkat waktu, adonan telah disediakan oleh Mokko Factory dengan memperhitungkan jumlah siswa yang hadir. Selain bahan pembuat adonan, siswa disediakan juga bahan-bahan lain untuk toppingnya seperti cokelat, keju, cokelat meses, meses berwarna, almond, kacang,  selai strawberry, dan adonan oreo.

Setelah semua bahan siap, tahap selanjutnya siswa diberikan masing-masing 2 adonan donat untuk diberi topping di atasnya. Dalam tahap ini, siswa harus memberi topping pada semua adonan yang tersedia juga mau berbagi bahan topping dengan teman kelompoknya. Siswa yang telah siap dengan donat dan topingnya, selanjutnya diarahkan oleh Chef ke ruang oven untuk proses pemanggangan.

Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, donat yang dibuat oleh siswa pun telah matang. Siswa diberi masing-masing 2 buah donat yang telah mereka buat sendiri juga 2 buah donat yang telah disediakan untuk dibawa pulang. Selain donat, siswa juga membuat es cokelat. Mereka membuat es cokelat dengan bahan berupa susu cokelat cair, susu cair putih  dan es batu. Selesai membuat es cokelat, siswa makan siang bersama di Mokko Factory. Setelah itu, siswa kembali ke sekolah dengan membawa donat masing-masing dan tentunya pengalaman belajar yang tidak terlupakan.

,

Study Tour Grade 1 at Agrowisata Puspa Lebo

Kegiatan study tour kelas 1 secara umum berjalan dengan baik. Setelah sampai di tempat Argowisata Puspa Lebo, siswa langsung diajak masuk kedalam aula Puspa Lebo untuk mendapatkan pengarahan. Siswa duduk bersama anggota kelompok mereka masing-masing yang sudah diatur oleh guru kelas saat di sekolah. Sebelum mulai melakukan kegiatan, siswa terlebih dahulu diberikan pengetahuan dan pengarahan tentang macam-macam tanaman yang ada di Agrowisata Puspa Lebo. Tananama buah dan sayur yang ada di Puspa Lebo semuanya tidak menggunakan pupuk kimia tetapi  menggunakan pupuk organik yang baik untuk semua tanaman. Pupuk organik tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, berbeda dengan pupuk kimia. Semua tanaman buah dan sayuran dari Puspa Lebo baik dikonsumsi. Setelah mendapat pengarahan dari pendamping siswa kelas 1 dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang sudah terbentuk memiliki pendaping yang akan mengajak siswa untuk berkeliling mengamati setiap tanaman yang ada di lingkungan Agrowisata Puspa Lebo.

Saat berkeliling siswa diperkenalkan dengan berbagai macam jenis buah-buahan dan sayuran yang ada di Puspa Lebo. Setelah berkeliling melihat macam buah dan sayuran siswa diajari menanam tananaman terong dan cabe di poliback. Setelah itu anak anak mencuci tangan dan memakan buah hasil tanam puspa lebo dan minum teh rosela. Semua siswa merasa sangat senang karena mendapatkan pengalaman baru tentang menanam dan merawat lingkungan di sekitar. Selanjutnya siswa istirahat makan siang sambil tanya jawab tentang apa yang sudah mereka lihat dan ketahui dari Puspa Lebo. Selesai makan siang siswa bersiap-siap untuk pulang, tidak lupa mereka bertrima kasih kepada pendamping dan pengurus puspa lebo. Siswa pulang dengan sukacita karena mereka membawa tanaman yang mereka tanam serta mendapatkan buah jambu kristal. Para siswa tidak lupa untuk berterimakasih pada pembina. Setelah itu para siswa kembali ke sekolah.

,

International Exposure Program (IEP) 2016 in Singapore

International Exposure Program (IEP) merupakan salah satu program kegiatan sekolah yang diadakan secara rutin di tiap tahunnya. Adapun latar belakang dari kegiatan ini adalah adanya pengaruh dari Global Job dan kesempatan kerja yang kompetitif, informasi teknologi yang canggih, dan krisis-krisis ekonomi, moral dan penggangguran adalah tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh siswa-siswi kami di abad 21. Tantangan-tantangan tersebut akan menghancurkan masa depan mereka jika kami tidak mempersiapkan mereka dengan sebaik-baiknya. Diantara tantangan-tantangan tersebut, kesulitan untuk berkompetisi positif dengan bangsa lain adalah satu hal yang sangat perlu kami perhatikan. Di masa yang akan datang, Global job dan kesempatan kerja yang baik akan diperoleh siswa-siswi yang berpikir tidak hanya secara lokal tapi secara global, dan kepada siswa-siswi yang berpikir secara kreatif dan inovatif. Menyadari akan adanya tantangan-tantangan tersebut di atas, yang mengancam kehidupan siswa-siswi SMA Kristen Masa Depan Cerah, sekolah memikirkan bagaimana cara memperlengkapi para siswa/siswi dengan cara yang kontekstual agar mereka sukses di kehidupan mereka di masa yang akan datang. Melalui proses perencanaan dan diskusi yang panjang, akhirnya SMA Masa Depan Cerah Surabaya mengadakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk memiliki cara berpikir dan berwawasan internasional (International Mindset), yaitu dengan mengadakan International Exposure Program (IEP) ke Singapore, dengan tema “BEYOND BORDERS, SHARING LIVES”
 


 
Tujuan diadakannya program kegiatan ini adalah agar para siswa/siswi khususnya siswa kelas XI memiliki kemampuan untuk menghargai kebudayaan, warisan dan tradisi yang patut di contoh dari bangsa lain, mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun, berlatih meningkatkan kemandirian dan rasa tanggung jawab, mampu mengatur keuangan, memperoleh informasi tentang kehidupan universitas dan segala tantangannya, membangun persahabatan, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai dan pengertian baru yang mereka pelajari untuk menjadi warga Indonesia yang lebih baik.
 

 
Pada tahun 2016 ini, International Exposure Program (IEP) dilaksanakan pada tanggal 14-20 September 2016, yang bertempat di Singapore. Kegiatan IEP pada tahun ini diikuti oleh 88 siswa kelas XI baik dari jurusan IPA maupun IPS. Selain itu dalam pelaksanaannya didampingi oleh Kepala Sekolah yaitu Ma’am Liem Sioe Ie dan para guru, yaitu Ma’am Lia Widya Kastrena, Ma’am Kadek Riris, Ma’am Citra Srisatya, Ma’am Purwestri Sabatlila, Ma’am Dwi Wariyanti, Ma’am Noella Bernardo, Ma’am Sarah Yarden, Mr. Tri Setyanto, Mr. Franscisco Massy dan Mr. Johan Ardiansah.
 

 
Adapun tempat-tempat yang kami kunjungi diantaranya adalah NeWater, LTA (Land Transport Authority), Marina Barrage, Singapore City Gallery, EnVision Gallery, Peranakan Museum, Gardens by the Bay. Selain itu para siswa juga mengunjungi beberapa universitas terbaik yang ada di Singapore diantaranya: East Asia Institute of Management (EASB) dan James Cook University. Untuk menambah pengalaman dalam berkehidupan rohaninya, para siswa/siswi juga diajak untuk mengikuti ibadah bersama di City Harvest Church serta di MDC Church Singapore. Adapun dalah satu kegiatan yang diadakan adalah Amazing Race yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dalam bekerjasama di dalam sebuah team work, selain itu juga para siswa dapat mengenali banyak tempat-tempat penting yang ada di Singapore. Selain itu tim panitia IEP juga bekerjasama dengan salah satu organisasi terbaik yang bergerak dalam bidang pembelajaran di Singapore yaitu Creative Kids. Bersama dengan Creative Kids siswa-siswi dibekali dengan banyak pembelajaran tentang Urban Planning. Dimana sebelum melakukan kegiatan Urban Planning, siswa-siswi diajak untuk mengeksplore tentang biodiversity di Labrador Nature Reserve Singapore. Dalam proses pelaksanaan kegiatan International Exposure Program (IEP) ini berjalan cukup lancar dari awal hingga kembalinya di Surabaya.
 

 
Dari beberapa tempat kunjungan di atas, para siswa-siswi diharapkan dapat menemukan 5 aspek penting menjadi bahan observasi yang merupakan kelebihan dari Singapore.  Lima aspek tersebut adalah Cleanliness (kebersihan), Education  (pendidikan),  Technology (teknologi), Transportation (transportasi), dan Economy (ekonomi). Selanjutnya dari 5 aspek tersebut di atas, para siswa akan menganalisa dengan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Dalam proses menganalisanya, para siswa mengerjakannya secara berkelompok di setiap harinya. Dari hasil analisa SWOT terhadap 5 aspek tersebut di atas, para siswa/siswi juga akan menggunakannya di Indonesia sehingga diharapkan akan muncul sebuah konstribusi ide-ide positif yang bisa dijadikan sebuah masukan dari 5 aspek yang berlaku di Indonesia setelah melakukan pengamatan serta penganalisaan di Singapore. Sebelum berangkat ke Singapore para siswa telah dibekali materi tentang membuat thesis statement dan pembuatan kuesioner. Diharapkan sebelum berangkat ke Singapore para siswa memiliki gambaran tentang aspek-aspek yang nantinya mereka akan jadikan sebagai karya tulis. Selain itu dengan siapnya kuesioner yang telah siswa-siswi buat dapat menjadi alat untuk mecari data di Singapore.
 

 
Proses pembelajaran dari kegiatan International Exposure Program (IEP), para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan proses kegiatan Learning Cycle dalam proses pembelajarannya. Kegiatan Learning Cycle diantaranya adalah kegiatan Exploring (eksplorasi tentang Singapore dari tempat tujuan     kunjungannya), Planning (merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan persiapan kunjungan di Singapore), Doing (melaksanakan dari perencanaan yang sudah dibuat di Surabaya dan dilakukan di Singapore), Communicating (mengkomunikasikan setiap hasil kegiatan yang di dapat di Singapore dengan membuat Thesis berbahasa Inggris yang berkaitan dengan hubungan serta komparasi dari 5 aspek yang diamati), kemudian terakhir adalah kegiatan Reflecting (merefleksikan seluruh hasil kegiatan yang telah dilakukan dari kegiatan Exploring hingga Communicating secara bersama-sama dengan kelompok lainnya). Untuk kegiatan Communicating sendiri akan dilakukan pada tanggal 12 November 2016 di SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, dengan mendatangkan para orang tua dan dewan juri dari perwakilan PTA (Parent Teacher Association), para dosen universitas kerjasama dengan sekolah, para pakar pendidikan, serta para pengajar ekspatriat dari berbagai sekolah di Surabaya. Kegiatan ini akan dikemas dalam bentuk penjabaran Thesis para siswa melalui presentasi berbahasa Inggris oleh masing-masing siswa.
 

 

 
By: Lia Widya Kastrana, S.Sos.
MDC Senior High Teacher

,

Be Responsible At Sari Roti

Hari Kamis, 25 Agustus 2016 siswa-siswi kelas 3 SDKr. Masa Depan Cerah sebanyak 55 orang dan guru pendamping sebanyak 10 orang mengadakan kegiatan belajar di luar area sekolah atau Study Tour  di PT. NIPPON INDOSARI KORPINDO, Tbk. — Pasuruan. Perusahaan tersebut merupakan pabrik yang memproduksi roti dengan merk dagang Sari Roti. Kegiatan dilakukan di lokasi tersebut agar siswa dapat belajar tentang pengolahan limbah. Kemudian siswa dapat terapkan dalam kegiatan POE di kelas yaitu membuat projek yang tidak mencemari lingkungan.

Pada pukul 07.30-08.00 WIB, siswa dipersiapkan lebih dahulu di kelas masing-masing sebelum berangkat. Semua siswa kelihatan bersemangat setelah mendengar akan berangkat bersama menggunakan bus. Siswa-siswi berangkat pukul 08.00 WIB. Perjalanan menuju Sari roti memerlukan waktu sekitar 1,5 jam karena berada di luar kota tepatnya di kabupaten Pasuruan. Pada pukul 09.15 bus tiba di Sari Roti.

Sesampainya di sana siswa-siswi diarahkan ke sebuah aula. Lalu, mereka mendengarkan presentasi tentang berbagai produk Sari Roti, selama 20 menit. Kemudian mereka diajak keliling pabrik untuk mengamati proses pembuatan berbagai produk Sari Roti dan mendengarkan penjelasannya dari salah seorang pemandu. Mereka juga mengerjakan beberapa pertanyaan pada Lembar Kerja Siswa yang disediakan.

Setelah mengikuti kegiatan di atas, siswa-siswi kembali ke aula untuk menyampaikan kesan dan pesan kepada pihak Sari Roti. Semua kegiatan pun selesai, siswa-siswi kemudian mengucapkan terimakasih. Sebelum pulang setiap siswa-siswi dan guru mendapat 1 paket Sari Roti dengan 3 macam produk di dalamnya. Semua kegiatan Study Tour yang dilakukan di Sari Roti – Pasuruan berjalan dengan lancar dan siswa-siswi merasa sangat senang.

Tepat pukul 11.00, semua siswa dipersiapkan masuk ke dalam bus menuju alun-alun kota Bangil. Sesampainya di sana, rombongan siswa dan guru makan siang bersama di sebuah pendopo. Pukul 12.30 rombongan bersiap-siap masuk lagi ke dalam bus, dan pulang. Dalam perjalanan, beberapa siswa-siswi tampak senang sekali, karena mereka bisa menceritakan pengalaman mereka masing-masing kepada teman-temannya. Semua rombongan sampai di sekolah pukul 14.00.

PIC Study Tour/Grade Leader Gr. 3
Shelena S.,S.Pd.

,

Belajar Manfaat Energi Matahari

Matahari merupakan salah satu benda angkasa yang pasti sudah diketahui oleh para siswa kelas 4 SD Kr. Masa Depan Cerah. Sebagian besar pasti sudah pernah merasakan hangat dan panas teriknya matahari, namun belum tentu tahu bagaimana memanfaatkan energi matahari ini untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Oleh karena itulah, guru kelas 4 mengajak seluruh siswa kelas 4 SD Kr. Masa Depan Cerah untuk mengamati dan mempelajari bagaimana memanfaatkan energi matahari di PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Seloliman, Trawas, Mojokerto. Dengan kegiatan study tour ini, diharapkan siswa kelas 4 dapat mengerti bagaimana memanfaatkan matahari untuk kebutuhan makhluk hidup sehari-hari dan apa saja alat-alat yang dipakai.

Hari Kamis, 1 September 2016 adalah hari yang sangat dinantikan oleh siswa untuk melakukan study tour ke PPLH. Pukul 07.00 siswa-siswi kelas 4 berangkat dari sekolah dengan naik bis  dan tiba di sana sekitar pukul 08.45. Saat di PPLH, kami disambut oleh tim dari PPLH dengan sukacita. Acara ini dimulai dengan mengajak kami bernyanyi bersama dan menampilkan yel-yel tiap kelompok. Kegiatan awal ini membuat siswa-siswa merasa antusias untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Lalu tim PPLH melanjutkan kegiatan dengan mengajak kami untuk mengamati dan mendengarkan penjelasan penggunaan energi matahari. Satu per satu alat-alat yang dipakai untuk memanfaatkan energi matahari dijelaskan. Alat-alat tersebut seperti solar box cooker untuk memasak makanan seperti pisang dan telur. Selain itu ada juga solar water heater yang dipakai sebagai pemanas air untuk mandi, mencuci, dan lain sebagainya. Selain itu, kami juga diajak untuk melihat proses penyaringan air limbah secara alami melalui tumbuh-tumbuhan yang disebut water threatment. Air limbah yang sudah disaring tersebut menjadi bersih dan dapat digunakan untuk kolam ikan, menyiram tanam-tanaman yang ada di sana, dan lain-lain. Setelah itu, 2 kelompok siswa diajak membuat miniatur solar box cooker dan 2 kelompok lagi membuat solar water heater yang dipandu oleh tim PPLH. Kemudian siswa dan guru makan siang bersama di resto PPLH sambil menikmati pemandangan alam dan hawa yang segar di sekitar tempat makan.

Sekitar pukul 13.00 para siswa kelas 4 bersama guru kembali ke sekolah. Sebelum pulang, kami tidak lupa untuk berpamitan pulang kepada pihak PPLH dan mengucapkan terimakasih pada mereka. Pukul 14.30 kami sampai di sekolah. Kami semua sangat senang karena mendapat pengalaman baru tentang cara memanfaatkan energi matahari dan mengetahui alat-alat yang digunakan untuk memanfaatkan energi matahari. (Ma’am Ida)

,

Study Tour Grade 1 go to Harvest

Kamis, 18 Februari 2016 merupakan hari yang sudah ditetapkan untuk melakukan study tour ke the harvest Surabaya. Pukul 08.00 WIB siswa-siswi kelas 1 A berangkat dari sekolah menuju the harvest Surabaya dan tiba disana sekitar pukul 08.30 WIB. Sedangkan kelas 1 B berangkat pukul 09.00 WIB. Setibanya di sana, para siswa ditemani oleh guru dan kakak-kakak dari the harvest Surabaya menuju dapur pembuatan cookies dan parline.

Para siswa dapat mengikuti instruksi dan mempraktekkan cara membuat adonan cookies dengan tertib. Kemudian mereka membentuk adonan cookies sesuai dengan bentuk bangun datar yang telah mereka pelajari. Mereka didampingi oleh 2 orang chef dan beberapa kakak dari the harvest Surabaya. Setelah itu, mereka membuat parline yang berbahan dasar cokelat dan cerry. Siswa juga dapat membuat parline sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh chef.

Mereka mengikuti instruksi saat chef memperkenalkan dan memperagakan cara menggunakan alat-alat membuat kue pada mereka, seperti blender, alat pemotong roti, oven dll. Setelah chef selesai memperkenalkan alat-alat pembuatan kue, para siswa berbaris rapi menuju lobby the harvest Surabaya untuk menunggu cookies matang di oven. Sambil menunggu, siswa memiliki kesempatan untuk membeli kue sesuai yang mereka inginkan.

Pada pukul 09.30 WIB para siswa kelas 1 A bersama guru kembali menuju sekolah. Sedangkan kelas 1 B masuk ke dalam dapur dan mengikuti aktifitas seperti kelas 1 A. Dalam pelaksanaan kegiatan anak-anak kelas 1 B juga dapat mengikuti setiap aktifitas dengan baik dan tertib.

Sebelum pulang, anak-anak berpamitan pulang kepada semua pihak the harvest Surabaya dan mengucapkan terimakasih pada mereka. Sepanjang perjalanan, guru juga menunjukkan pada siswa benda-benda lain yang bisa bergerak, seperti mobil. Sekitar pukul. 10.00 WIB kelas 1 A sampai di sekolah SDkr. Masa Depan Cerah. Dan disusul kedatangan siswa kelas 1 B pada pukul 11.00 WIB. Semua anak-anak merasa senang karena mendapat pengalaman baru tentang cara membuat cookies dan mengetahui alat-alat untuk pembuatan kue.

,

Study Tour Grade 4 go to PT Sinar Sosro

Belajar tentang teknologi modern tahun ini murid kelas 4 SD MDC berkunjung ke PT. Sinar Sosro yang terletak di Mojokerto. Kunjungan dilaksanakan hari Rabu tanggal 23 Maret 2016. Murid kelas 4 dengan penuh semangat mengikuti acara ini. Dengan menggunakan 2 buah bus dari PT. Sinar Sosro, rombongan berangkat pukul 07.00 dan tiba pukul 08.45.

Sebelum masuk ke Auditorium, rombongan SD MDC menikmati “welcome drink” yaitu teh botol sosro/fruit tea. Murid-murid melihat produk yang dihasilkan oleh PT. Sinar Sosro di Show room . Tepat pukul 09.00, Kak Dila dan Kak Berta selaku pihak dari PT. Sinar Sosro memandu murid-murid belajar tentang teknologi modern yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro.

Murid-murid mengikuti seluruh kegiatan dengan penuh semangat. Dimulai dari sejarah berdirinya PT. Sinar Sosro, pengenalan produksi dengan menggunakan teknologi hingga pengolahan limbah cair dan limbah padat yang ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan kepedulian PT. Sinar Sosro terhadap lingkungan alam di sekitarnya.

Acara diakhiri dengan games dan makan siang. Sekitar pukul 12.30 rombongan SD MDC kembali ke sekolah. Pengalaman belajar yang menyenangkan dengan melihat langsung penggunaaan teknologi, terima kasih PT. Sinar Sosro terima kasih guru-guru yang mendukung terselenggaranya acara ini dengan baik. Tuhan Yesus memberkati

,

2nd Graders of MDC Students making pizza at Bogasari Baking Center

Kegiatan study tour kelas 2 secara umum berjalan dengan baik. Setelah sampai di Baking Center Bogasari, siswa di arahkan ke tempat pembuatan pizza. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, berdasarkan jumlah meja yang. Sebelum mulai melakukan kegiatan membuat pizza , siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh Chef Bogasari cara membuat pizza. Sebelum pembuatan pizza siswa di arahkan untuk memakai clemek dan mencuci tangan terlebih dahulu.

Pembuatan pizza dilakukan dengan cara membuat adonan pizza terlebih dahulu. Bahannya membuat pizza adalah: tepung terigu, telur, susu dan gula. Setelah itu adonan di bentuk pipih. Chef sudah menyiapkan adonan pizza yang telah di masak setengah matang, juga telah disiapkan toping pizza seperti: Paprika hijau, paprika merah, sosis ayam, jamur, bawang bombay, keju mozarella, dan keju parut.

Tahap selanjutnya siswa di beri masing-masing 2 adonan pizza dan diberi toping. Dan di tahap ini siswa harus memberi semua toping dan mampu berbagi dengan teman kelompok. Siswa yang telah siap dengan pizza dan topingnya, selanjutnya mereka di arahkan oleh Chef ke ruang oven untuk pemanggangan pizza. Setelah pizza matang, siswa diberikan masing-masing 2 pizza yang telah dibuat sendiri untuk dibawa pulang. Selain 2 pizza, siswa juga mendapat gift berupa minuman dan snack. Setelah itu semua siswa persiapan kembali ke sekolah. Semua rombongan sampai di sekolah pukul 11.30

Penulis: Debby Christien A. Mamele, S.Pd.

Foto: Multimedia MDC

,

MDC Junior High Grade 7 Go to Trowulan

Pembelajaran di luar kelas merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan melihat obyek secara langsung siswa akan lebih memahami dan hasil pengalaman belajar lebih lama untuk diingat serta menjadi acuan belajar di tingkat lebih lanjut. Salah satu bentuk pembelajaran yang diadakan oleh SMPKr. MDC adalah Outing Trowulan, pembelajaran ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 7.

Adapun kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa kami terhadap sejarah budaya masa lalu, mampu memadukan antara teori dan praktek, mengenali obyek sejarah secara langsung, sekolah dapat menciptakan suasana belajar siswa sedekat mungkin dengan alam sehingga mampu membuat laporan presentasi daerah wisata Trowulan, dan mengintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS.

PELAKSANAAN ACARA

  1. Sebelum berangkat menuju outing Trowulan selama dua hari di tanggal 22-23 Februari 2016 siswa dibekali dengan materi dan agenda apa saja yang akan dikerjakan siswa disana, serta pembagian kelompok dengan membagi menjadi dua tim yaitu bus 1 dan bus 2.
  2. Rangkaian acara outing ini dilaksanakan dimuseum dan candi-candi yang ada disekitar Trowulan – Mojokerto, pada tanggal 24 Februari 201 Siswa berkumpul di sekolah pukul 06.00 dan berangkat pukul 06.30, karena perjalanan menuju kesana sekitar 2 jam maka pembelajaran siap dimulai pukul 08.30 dengan perjalanan bis 1 menuju Candi BrahuàCandi TikusàCandi Bajang Ratu, sedangkan bus 2 menuju Candi TikusàCandi Bajang RatuàCandi Brahu.
  3. Setelah rangkaian kegiatan di Candi telah berakhir maka semua bus berkumpul untuk mendapat materi di Kolam Segaran dan Museum Trowulan. Anak-anak sangat antusias sekali meski merasa kepanasan dan kelelahan, mereka berpendapat semua terbayar dengan segala pengetahuan yang mereka sudah dapatkan dan bersyukur bisa melihat secara langsung bentuk sejarah yang selama ini hanya didapat berdasarkan informasi buku saja.
  4. Kegiatan terakhir setelah semua materi didapat, dari tim kegiatan ini mengajak siswa untuk mereview dengan acara kuis yang membuat mereka berlomba-lomba untuk menjawab setiap pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang sudah didapat selama kegiatan outing dilaksanakan.