Posts

,

Retreat Motivasi SMP – “Finishing Well”

SMPKr MDC kembali mengadakan kegiatan Retreat Motivasi “Finishing Well” untuk memperlengkapi siswa/i kelas 9 yang akan segera menghadapi serangkaian ujian kelulusan  mulai bulan Februari sampai Mei yang akan datang. Melalui acara ini sekolah menyiapkan siswa secara mental dan spiritual agar lebih siap menghadapi periode yang padat dengan berbagai ujian. Siswa juga dilengkapi dengan informasi prediksi jadwal dan kegiatan persiapan ujian yang disiapkan sekolah.
Retreat Motivasi tahun ini diadakan di Ciputra WaterPark pada tanggal 13 Jan 2017 yang lalu. Rangkaian acara meliputi penyampaian informasi kegiatan selama semester terakhir, sesi Firman Tuhan, Goal Setting, Stress Management,Testimonial kakak kelas, Doa Urapan yang dilayani langsung oleh Pastor Daniel Sumitro beserta tim gereja MDC dan Unity Fun Games. Siswa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan bersemangat saat kegiatan Game.
,

Tiana Ivanka Porwanto, Siswi SMP MDC Peraih Medali Emas PON XIX 2016

Pekan Olahraga Nasional yang berlangsung tanggal 17 September 2016 – 29 September 2016 Jawa Barat kemarin menyisakan satu kenangan manis bagi salah satu murid sekolah MDC Surabaya yang juga merupakan salah satu atlet andalan provinsi Jawa Timur. Dia adalah Tiana Ivanka Porwanto yang memberikan torehan prestasi yang membanggakan bagi kontingen Jawa Timur dengan sumbangan 1 medali emas dari cabang olahraga golf beregu putri. Venue Bandung Giri Gahana menjadi ajang pembuktian remaja yang dikenal supel ini di sekolahnya. Prestasi ini tentunya tidak diraih dengan begitu saja, setelah menghabiskan waktu 3-4 bulan berlatih intensif akhirnya menghasilkan medali yang ditargetkan.

Bertanding di nomor beregu putri, Tiana dan tim golf Jawa Timur mampu mengatasi lawan-lawannya dari daerah lain khususnya dari DKI Jakarta dan Jawa Barat yang menjadi pesaing utamanya. Dengan perolehan total skor 453 mengantarkan tim beregu ini memperoleh medali emas. Dengan jumlah 3 orang di tiap tim, Tiana menjadi anggota tim yang termuda dengan usia 14 tahun. Sungguh suatu prestasi yang membanggakan dan sangat menjanjikan di masa depan. Selain pada nomor beregu putri, Tiana juga bertanding pada nomor individu putri dan Four Some Mix.

Doa dan kerja keras menjadi kunci keberhasilannya, walaupun sebagian besar waktunya dihabiskan untuk persiapan PON Jabar ini namun Tiana tetap bertanggung jawab dalam kegiatan akademiknya di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari nilai-nilai prestasinya yang juga sangat memuaskan. Proud of you Tiana.

 

,

Project of Entrepreneurship Grade 8

Membuat sebuah ide membutuhkan kerja keras, dan menggabungkan ide-ide dari beberapa individu menjadi sebuah bentuk nyata membutuhkan kerja keras yang extra miles. “Extra miles” itulah yang mewarnai corak kegiatan POE (Project of Entrepreneurship) grade 8 tahun 2016 ini. Dengan bekal kreativitas dan kecerdasan akademik di atas rata-rata yang memang sudah dimiliki oleh siswa, serta dibalut dengan sempurna oleh kerja keras setiap individu, menghasilkan produk inovasi yang luar biasa dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang kami sebut dengan Project of Entrepreneurship.

Kegiatan POE tahun ini mengintegrasikan kompetensi dasar (KD) dari dua mata pelajaran, yaitu Sains dan Bahasa Indonesia. Integrasi KD antara kedua mata pelajaran tersebut menghasilkan KD gabungan berbunyi, “Membuat replika alat peraga pembelajaran sains yang mengintegrasikan prinsip fisika (usaha, energi, tekanan, gaya, dan pesawat sederhana) yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari serta mengomunikasikannya dalam bentuk presentasi dan poster”. Dalam rentang waktu kurang lebih empat bulan, siswa-siswi grade 8 berhasil menciptakan sembilan buah replika inovasi diantaranya Pressure Plate, Elevator Hydrolic, Pontoon Bridge, Multifunctional Desk, Artificial Oven, Wind Turbine, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Beneath The Water, dan Water Pyramid.

Multifunctional Desk merupakan alat yang terinspirasi dari pengalaman seorang siswa. Ia merasa kesusahan untuk mengambil buku di rak tinggi yang berada di perpustakaan. Selain itu, rak buku dan meja belajar yang terpisah dirasa kurang efektif sehingga mereka menciptakan meja belajar sekaligus rak buku yang dilengkapi katrol dan tuas untuk mengambil buku. Replika-replika tersebut mampu menarik antusiasme dan apresiasi positif dari orangtua yang datang untuk menilai hasil kerja keras putra/putrinya dalam tahap communicating pada tanggal 3 Juni 2016. Dengan adanya project tahunan ini, diharapkan SMP Kristen Masa Depan Cerah semakin baik dalam mencetak agen-agen perubahan dalam bidang akademik dan karakter responsibility, care, respect, dan excellence.

,

Siswa SMP MDC Berhasil Menjadi Juara General English Competition

Sekolah Kristen Masa Depan Cerah bukan hanya menitikberatkan pada pembelajaran bidang akademis dan karakter tetapi juga memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk mengembangkan diri dan talenta yang dimiliki baik dalam bidang akademis maupun olahraga. Mengikuti lomba merupakan salah satu cara mengembangkan diri sekaligus menjadi tolok ukur bagi siswa untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki. Hal inilah yang mendorong sekolah untuk mengikutsertakan 7 orang siswa grade 7 – 9 untuk mengikuti lomba General English CEC pada tanggal 1 dan 2 November 2014 yang bertempat di Ciputra World. Ketujuh siswa tersebut adalah Josiah Kristano Suwargo dan Petrina Shalomita dari grade 7, Jessica Agustina dari grade 8, Early Eugenia, Frederick Edward Lee, Sherinne Clarissa, dan Tanina Christie dari grade 9.

Setiap hari ketujuh anak tersebut mengorbankan waktu lunch mereka untuk berlatih, mempersiapkan diri yang terbaik untuk mengikuti lomba tersebut. Di babak awal mereka dihadapkan pada soal listening yang menuntut konsentrasi tinggi dalam hal mendengarkan percakapan maupun teks berbahasa Inggris dan kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai percakapan maupun teks tersebut. Di babak kedua, mereka kembali harus bekerja keras menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar grammar dan reading. Mereka berusaha keras untuk melakukan yang terbaik pada setiap babak. Jerih lelah mereka tidaklah sia-sia. Early, Fred, dan Tanina berhasil melaju ke babak 10 besar atau babak final.

Di babak final, mereka kembali harus berkonsentrasi. Di bagian writing, mereka diberi waktu 30 menit untuk menulis essay berdasarkan topik yang diberikan. Setelah 30 menit berlalu, babak writing selesai dan dilanjutkan dengan babak speaking, yang diadakan di atas panggung. Satu pertanyaan akan diambil secara acak oleh setiap peserta. Setelah pertanyaan dibacakan, mereka diberi 1 menit untuk mempersiapkan jawaban dan 1 menit untuk menyampaikannya. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah mengingat begitu banyak mata yang memandang ke panggung, membuat para peserta bertambah nervous dalam menyampaikan jawaban mereka.

Semua nilai (mulai dari babak listening sampai dengan babak speaking) dari 10 peserta yang berhasil memasuki babak final kemudian dijumlahkan. Dan akhirnya! Setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, Tanina berhasil menjadi juara ke 2, Fred menjadi 1st runner up, dan Early menjadi 2nd runner up. Congratulations, guys! We are proud of you! (Ms. Erniwati, S.Pd. – English Teacher of MDC Junior High School)

 

,

Prakarya: Skill Tepat Guna dan Aplikatif

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang bukan hanya mengutamakan pemahaman tetapi juga skill dari  peserta didik didorong untuk aktif terlibat di dalam pembelajaran dan mengekplorasi setiap sumber pembelajaran. Ada beberapa perubahan dalam kurikulum 2013, salah satunya adalah muncul mata pelajaran baru yaitu PRAKARYA yang membekali peserta didik di dalam kemampuan skill tepat guna dan aplikatif. Mata pelajaran Prakarya yang dikerjakan di SMP Masa Depan Cerah berfokus pada pengolahan makanan di semester 1 dan budidaya pada semester 2.
 

 
Materi pengolahan membekali peserta didik grade 7 untuk membuat minuman segar, minuman kesehatan, makanan cepat saji dan pengolahan hasil samping bahan pangan nabati sebagai bahan kerajinan. Sedangkan materi pengolahan pada grade 8 yaitu membuat olahan serealia dan umbi menjadi bahan pangan, bahan pangan setengah jadi dan bahan non pangan.  
 
 
 
Materi prakarya sangat bermanfaat bagi peserta didik untuk mengenalkan produk makanan dan minuman yang sesuai dengan khas daerah dan juga mengenal kandungan serta manfaat di dalam bahan olahan tersebut. Melalui materi prakarya ini, peserta didik juga dilatih untuk melakukan inovasi di dalam mengolah bahan pangan sehingga mampu menumbuhkan kreatifitas dan mengembangkan bahan olahan pangan tradisional.

Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan oleh peserta didik grade 7 adalah membuat minuman segar yaitu sup buah. Peserta didik sangat senang dan antusias mempraktekkan skill – skill sederhana seperti cara mengupas berbagai macam buah, mencegah oksidasi pada buah apel, menghaluskan buah, memberikan cita rasa yang tepat dan teknik penyajian yang menarik. Meskipun mereka menemui berbagai kendala karena banyak di antara mereka tidak pernah memegang pisau, peserta didik mau belajar dengan tertib dan sungguh – sungguh. “ Aku sangat senang dengan pelajaran prakarya karena aku jadi tahu cara mengupas buah dan resep –resep membuat minuman yang enak’ ujar Alex salah satu peserta didik grade 7. Dia berharap dapat terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di dalam mengolah buah sebagai minuman segar.

Mitha Dwiana Dewi – guru mata pelajaran Prakarya

,

Science Study Center 2014: Report from Bali

SMP Kristen Masa Depan Cerah kembali mengadakan Science Study Center (SSC) pada hari Senin-Sabtu,  21 – 26 April 2014 dengan jumlah peserta didik 78 orang dan guru pendamping 13 orang. Seluruh kegiatan dilakukan di Pulau Dewata, Bali.  Peserta didik memulai kegiatan pembelajaran pertama di P.T. PAK OLESS. Pada pembelajaran tersebut, peserta didik belajar mengaktifkan EM4, membuat pupuk bokashi dan mengamati struktur jaringan tumbuhan menggunakan  kaca pembesar di kebun PT. PAK OLESS. Selain itu mereka juga diperkenalkan produk – produk herbal buatan PT. PAK OLESS yang memanfaatkan bahan baku dari tumbuhan dan mengenal fungsinya untuk kesehatan. Peserta didik sangat antusias dalam mengikuti sesi dan mengajukan beberapa pertanyaan yang mendalam tentang pembelajaran tersebut.

 

 

Pada hari kedua dan ketiga, peserta didik mulai belajar science melalui aplikasi teknologi terapan di Bali Appropriate Technology Institute (BATI) milik seorang misionaris dunia Mr. Rus Alit. Peserta didik belajar tentang  Rus pump yang merupakan ciptaan pak Rus, selain itu juga belajar tentang hydraulic pump, slow sand filter, water recycle, rock water filter, PLTA, aquaponic, Solar water heater, Static solar heater, virgin Coconut Oil dan lain – lain. Tempat yang menyatu dengan alam dan terdapat model pembelajaran yang real memudahkan  peserta didik belajar dengan lebih integratif dan kontekstual. Pemahaman peserta didik juga dipertajam dengan adanya workshop yang mengambil tema tertentu dan dilanjutkan dengan penyelesaian soal studi kasus yang dipresentasikan di hadapan dewan juri dan teman – teman yang lain. . Dengan demikian peserta didik dapat lebih belajar bagaimana menggunakan ilmu yang diperoleh secara berkesinambungan.

 

 

Selanjutnya peserta didik juga belajar menerapkan ilmu matematika dalam kehidupan sehari – hari dengan mengukur ketinggian Patung Garuda – Wisnu Kencana menggunakan prinsip trigonometri dan alat klinometer sederhanabuatan siswa sendiri. Peserta didik juga belajar cara budidaya rumput laut dan membuat produk olahan rumput laut di Pantai Pandawa. Selain belajar, peserta didik juga diberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam di sekitar Pantai Pandawa. Tawa dan keceriaan terus terpancar di setiap wajah peserta didik selama mengikuti kegiatan.

Selain belajar teknologi, peserta didik juga dibekali  dengan hati ministry. Sesi tersebut diisi dengan sharing dari Mr. Rus tentang pemasangan hydraulic pump di daerah terpecil untuk mendapatkan air dengan mempompa air dari sungai, sehingga warga desa tidak perlu jauh – jauh mengambil air ke sungai. Kesaksian tersebut membuka pemikiran setiap peserta didik untuk lebih belajar serius dan ilmu yang ada digunakan sebagai bekal  untuk memberkati banyak orang. Selain sharing tentang misi, terdapat juga sesi rekonsiliasi baik dengan sesama teman maupun guru. Setiap peserta didik dibawa untuk introspeksi dan berani mengakui kesalahan serta mau melepaskan pengampunan. Sesi ini sangat mengharukan. Banyak peserta didik menangis saat teringat kesalahan – kesalahan yang dilakukan dan mulai belajar saling memaafkan. Melalui sesi ini diharapkan setiap peserta didik merasa “free” dengan hati mereka karena sudah melepasakan pengampunan. Tidak ada lagi kepahitan yang dipendam karena sudah menyadari bahwa Yesus memberikan pengampunan sejati dan sebagai murid Kristus wajib untuk melepaskan pengampunan.  Melalui proses rekonsiliasi, diharapkan setiap peserta didik memiliki jiwa persaudaraan yang lebih erat dan menjadi kebersamaan untuk melakukan ministry ke keluar.  Kegiatan  ministry tidak hanya berlangsung secara internal, tetapi juga eksternal yaitu melalui pelayanan kepada siswa SMP Negeri 2 Selemadeg. Peserta didik berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki dan bersiap untuk melayani siswa di SMP Negeri 2 Selemadeg. Peserta didik mulai berbagi ilmu kepada siswa SMP Negeri 2 Selemadeg. Ilmu yang dibagikan anatara lain  praktikum Larutan Asam – Basa, Pembuatan sabun colek dan Larutan elektrolit. Selanjutnya diakhiri dengan obrolan  ringan dan pembagian snack. Selanjutnya acara ministry tidak hanya berakhir di sekolah, tetapi dilanjutkan di BATI dengan mengundang siswa SMP Negeri  2 Selemadeg untuk bertanding sepakbola. Kegiatan tersebut menjadi bagian yang seru dengan mulai mengenal masyarakat dengan lingkungan dan karakter yang berbeda jauh. 

 

 

Semua kegiatan SSC ditutup dengan acara Awarding. Ada delapan karakter yang dinilai selama SSC seperti Responsibility, Punctuality, Obedience, Contentment, Leadership,  Helpful, Orderliness dan Respectfulness. Setiap siswa yang berhasil mendapat nilai tertinggi di dalam setiap karakter diberikan voucher belanja.

Kegiatan SSC berlangsung dengan penuh warna,peserta didik bukan hanya belajar secara akademik, namun juga karakter dan ministry.  Semua yang  terjadi selama SSC menjadi memori yang indah dan hingga semua yang dipelajari hanya untuk kemuliaan bagi RAJA sejati, YESUS KRISTUS….

 

 

,

Easter Celebration at MDC Junior High

Ibadah dan perayaan Paskah merupakan agenda tahunan sekolah yang pada tahun ini mengundang Bapak Pendeta Marojahan Sijabat untuk menyampaikan firman Tuhan yang bertema “Keunggulan Karya Kristus”. Tema tersebut diangkat sesuai dengan tema pembelajaran POE kelas 7.
 

 
Acara ibadah tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan dan penyerahan hadiah pemenang lomba Paskah yang telah diadakan sejak 2 minggu sebelumnya. Ketiga lomba paskah tersebut adalah lomba menghafal ayat, lomba pujian minus one dan lomba khotbah yang diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas mulai kelas 7 sampai kelas 9.
 

 
Acara ibadah dan perayaan Paskah diakhiri dengan makan malam bersama keluarga besar SMP dan para undangan.
 
Acara tersebut juga diliput oleh stasiun televisi lokal yaitu SBOtv dan ditayangkan dalam program berita yang menginspirasi.

 

 

,

Parents Seminar “Problematika Remaja: Peran Sekolah dan Orangtua”

Menanggapi perkembangan remaja saat ini, Sabtu 29 Maret 2014 SMP-SMA Kristen Masa Depan Cerah, Surabaya mengadakan seminar orangtua yang bertema “Problematika Remaja: Peran Sekolah dan Orangtua”. Seminar tersebut diadakan di MDC Campus, Citraland, dengan pembicara DR. Dany M. Handarini, M.A. di MDC Campus, Citraland.

Seminar ini membahas tentang sikap orangtua dan sekolah dalam menghadapi perkembangan psikologis remaja. Bu Dany sebagai narasumber  menjelaskan dengan sangat  gamblang bagaimana perkembangan remaja usia SMP dan SMA.  Dalam seminar ini dijelaskan tentang tugas perkembangan remaja, perkembangan psikologis remaja, perkembangan sosial remaja, perkembangan kognisi,  perkembangan moral, serta peran orangtua dan sekolah dalam menghadapi perkembangan remaja.
 

 
Melalui seminar ini, orangtua menjadi lebih paham dengan sikap-sikap remaja yang selama ini banyak mereka keluhkan.  Penjelasan Bu Dany bisa menunjukkan kepada orangtua mengenai sikap anaknya yang cenderung memberontak. Orang tua juga bisa mengerti bagaimana menghadapi perkembangan emosi anaknya. Narasumber memberikan beberapa saran agar orangtua tidak membandingkan anak-anaknya. Mereka punya keunikan bahkan meskipun mereka adalah saudara kandung karena masing-masing anak memerlukan sentuhan yang berbeda.

,

Ujian Sekolah Grade 9 SMP Kristen MDC

Tgl 17-25 Maret 2014 yang lalu siswa siswi grade 9 SMP Kristen Masa Depan Cerah mengikuti Ujian Sekolah sesuai dengan tanggal dan ketentuan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Jumlah murid grade 9 yang mengikuti  Ujian Sekolah  tahun ini adalah sebanyak 50 siswa dengan 12 mata pelajaran yang diujikan. Pelaksanaan Ujian Sekolah mewajibkan setiap sekolah untuk terjamin ketertiban dan ketenangannya. Untuk itu para adik kelas terpaksa dialihkan jam pembelajarannya menjadi siang hari.

                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada saat ujian berlangsung SMP Kr. Masa Depan Cerah mendapat kunjungan dari pengawas Dinas Pendidikan Kota Surabaya  yang menilai kesesuaian  pelaksanan Ujian Sekolah dengan proedur standar yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.  Puji Tuhan SMP Kr. Masa Depan Cerah mendapat nilai 98% dari Pengawas Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Ujian sekolah di akhiri dengan pelaksanaan koreksi bersama  setelah Ujian Sekolah hari terakhir berlangsung untuk menilai semua hasil Ujian Sekolah siswa. Hasil Ujian Sekolah akan dimumkan paling lambat tengah April 2014.

By: Hadi Wijaya, S.T.
Vice Principal of MDC Junior High

 

 

,

Pembuatan Lubang Biopori Oleh Siswa SMP Kr MDC

Jumat 18 Oktober 2013, senyum ceria menghiasi wajah siswa-siswi SMP Kristen Masa Depan Cerah Surabaya yang  sore itu  mempraktekkan pembuatan lubang biopori. Kegiatan tersbeut dilakukan selepas mengikuti workshop di SMPN 11 Surabaya. Sebuah pengalaman yang baru bagi siswa menggunakan alat pengebor tanah yang menurut mereka sangat menyenangkan.

Menurut Sinung Harjanto selaku kepala sekolah SMP Kr. Masa Depan Cerah “ Pembuatan lubang biopori ini sangat berguna bagi siswa dan sekolah. Siswa menjadi bertambah wawasannya mengenai pemanfaatan lubang biopori untuk meresap air hujan sehingga tidak menimbulkan genangan selain itu lubang biopori juga dapat digunakan untuk media pembuatan pupuk kompos dari sampah daun-daun kering yang nantinya dapat dipanen untuk digunakan sebagai media tanam”.

Dalam kegiatan pembuatan lubang biopori ini siswa belajar banyak hal mengenai bagaimana cara membuat lubang menggunakan alat pengebor dengan baik. Siswa juga belajar bekerjasama dengan siswa yang lain dimana jika salah satu siswa membuat lubang maka siswa yang lain membantu menahan pipa.

Celine salah satu siswa kelas 7 SMP Kr. MDC berkomentar” Saya sangat senang bisa langsung mempraktekkan pembuatan lubang biopori sepulang sekolah meskipun sekolah saya adalah fullday school sehingga lewat pukul 15.00 kami baru bisa memulai mengerjakannya”.

Antusiasme para siswa juga ditunjukkan dengan salah satu komentar dari Icha siswa kelas 8 yang berkata  ”Saya merasa tidak letih sama sekali dalam membuat lubang biopori ini dan saya sangat senang dapat menjadi salah satu kader Eco School di sekolah saya untuk dapat memberitahu kepada teman-teman bagaimana cara membuat lubang biopori ini”.

Pembuatan lubang resapan ini merupakan tindak lanjut dari program Eco School di SMP Kr. Masa Depan Cerah Surabaya setelah dilakukan pemilahan sampah dan pengomposan pada minggu sebelumnya.

Events

Nothing Found

Sorry, no posts matched your criteria

Portfolio Items