Posts

,

Physics Games Exhibition

Pada saat berlangsungnya acara Festival Budaya diselenggarakan pula acara Pameran Games Fisika. Pada pameran ini setiap anak dapat mengunjungi stan-stan games yang telah disediakan. Games Fisika ini dirancang dan dibuat oleh anak-anak kelas XI IPA yang dimasukkan dalam nilai project fisika mereka. Anak-anak terbagi dalam 8 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok mendapat tugas untuk membuat games yang menerapkan konsep fisika. Tugas ini dikerjakan dalam waktu jam pelajaran fisika seminggu sekali.

Mereka sangat antusias membuat games yang cukup menarik pengunjung. Banyak kelompok yang memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk membuat alat games mereka. Banyak kendala yang mereka hadapi saat pembuatan alat games tersebut, seperti alatnya kurang menarik, penampilan kurang menarik, permainan yang mereka sajikan kurang menantang, bahkan alat yang mereka kerjakan yang tidak berjalan sesuai rencana. Persiapan-persiapan yang mereka lakukan cukup banyak untuk mewujudkan alat permainan yang sesuai dengan harapan mereka.

Pada saat hari H, beberapa siswa perwakilan dari kelompok masing-masing menyiapkan alat permainan mereka di stan yang telah disediakan. Mereka menata alat-alat mereka sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Ada berbagai macam permainan seperti : Battle Ship, Angry Jevid, Shocking Ring dan masih banyak lagi. Stan-stan mereka banyak dikunjungi para siswa yang lain, yang penasaran ingin memenangkan dan mendapatkan hadiah yang mereka tawarkan. Banyak hadiah yang mereka tawarkan seperti snack, alat tulis, peralatan make up, ice cream, voucher belanja, tiket nonton bioskop sampai handphone. Para pengunjung ingin mendapatkan hadiah-hadiah yang mereka suguhkan, akan tetapi mendapatkan hadiah-hadiah tersebut tidak semudah yang para pengunjung bayangkan. Ada yang mencoba berkali-kali namun tetap gagal.

Pameran Games Fisika ini berjalan lancar dan cukup ramai. Banyak hal yang mereka peroleh baik kekompakan dalam kelompok maupun pengetahuan baru yang mereka pelajari dan mereka temukan sendiri. Alat-alat permainan yang mereka buat dan suguhkan sangat menarik sehingga dapat membuat pengunjung penasaran dan mengikuti permainan sesuai aturan yang ada. Semoga banyak nilai yang dapat siswa peroleh baik secara akademik maupun non akademik. Berikut lampiran foto-foto pada saat pelaksanaan pameran. (Tri Setyanto)

,

Festival Budaya SMA MDC

Festival Budaya merupakan pagelaran yang menampilkan kreativitas anak-anak kelas X dan XI, serta merupakan salah satu proyek dalam mata pelajaran Bahasa Daerah. Dalam acara tersebut, murid menampilkan drama Jawa, bermain musik, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional Jawa. Murid kelas X dibagi dalam 4 kelompok dan kelas XI terbagi menjadi 8 kelompok. Penampilan mereka dinilai oleh dewan juri yang berasal dari akademisi dan pelaku budaya, yakni Bapak Pelog Marsudi dan Bapak Christ Wibisono. Acara ini juga dimeriahkan oleh Punakawan, yang diperankan oleh guru-guru SMA MDC sendiri.

Acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, 21 April 2017 di MDC Campus ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Cabang Propinsi Jawa Timur, Bapak Sukaryantho dan ketua Yayasan Cahaya Harapan Bangsa, Ibu Budiwardhani. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat menumbuhkan rasa bangga setiap siswa SMA MDC Surabaya sebagai masyarakat Jawa Timur sekaligus melestarikan budaya daerah asalnya.

,

1st Place on Global Youth Summit 2017

            Pada bulan November 2017 sekolah MDC mengirimkan 3 tim untuk berlaga di lomba Teen Out of The Box di salah satu sekolah swasta. Salah satu tim, Yang Yang dan  Raymond berhasil meraih juara ke-2 dan berhak mengikuti Global Youth Summit 2017 di Kamboja. Sebelum berangkat ke Global Youth Summit 2017 di Kamboja, Yang Yang dan Raymond melakukan perbaikan terhadap konsep dan alat yang mereka ciptakan yaitu Hygiene Food Sorter. Dalam perbaikan konsep dan alat ini, mereka banyak sekali menemui kendala, dari pencarian bahan bahan yang akan digunakan, bahan yang seharusnya digunakan tidak ditemukan sehingga harus mencari bahan lain yang serupa guna, perakitan alat dan kebocoran alat. Namun dengan kerja keras, semangat dan spirit of exellence mereka mampu menyelesaikan itu semua.

            Pada saat akan berangkat ke Kamboja, mereka sempat kebingungan tentang bagaimana caranya membawa alat yang diciptakan ini ke Global Youth Summit 2017. Sehingga mereka memutuskan hanya membuat video cara kerja alat dan video animasi proses yang terjadi di dalam alat tersebut yang nantinya akan dipresentasikan di depan juri. Global Youth Summit 2017 dibuka secara resmi di Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja oleh Menteri Lingkungan Hidup Kamboja. Di Kamboja kami mengikuti semua program yang telah dipersiapkan panitia, pagi hari kami mengunjungi Instalasi pengolahan air minum kota Phnom Penh dan sore harinya kami ke sebuah komplek perumahan, dimana kami melakukan survey dan penyuluhan tentang kesadaran lingkungan dan pengolahan sampah.

            Presentasi ide dan alat Hygiene Food Sorter yang dibuat oleh Yang Yang dan Raymond dilakukan di hari ketiga. Lomba di Global Youth Summit ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori junior dan kategori senior. Untuk kategori Junior diikuti oleh peserta dari tingkat SD dan SMP, Sedangkan kategori senior diikuti oleh peserta dari tingkat SMA. Sebelum Raymond dan Yang Yang mempresentasikan ide dan alat mereka, mereka telah mempersiapkan diri mereka sebaik baiknya, baik dari materi presentasi, mental dan kemampuan berbahasa inggris mereka. Presentasi lomba dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama adalah babak penyisihan yang diikuti 10 tim peserta dan hanya 6 tim yang lolos ke babak selanjutnya. Di babak ini setiap tim hanya diberi waktu 3 menit untuk melakukan presentasi. Yang kedua adalah babak final, dimana hanya ada 6 tim yang bisa lolos dan setiap tim diberikan waktu selama 8 menit untuk presentasi secara detail tentang ide dan alat yang dibuat oleh tiap tim finalis.

            Dan oleh kasih karunia  Tuhan Yesus, Raymond dan Yang Yang bisa memperoleh juara pertama di kategori senior. Pada awalnya Raymond dan Yang Yang tidak yakin bisa memperoleh juara pertama, namun mereka optimis bisa membawa pulang piala. Karena mereka yakin presentasi mereka tidak kalah dari tim peserta finalis yang lain. Dengan berhasilnya Raymond dan Yang Yang memperoleh juara pertama di lomba Global Youth summit 2017 ini, Tuhan Yesus telah menjawab kerinduan kami agar SMAKr MDC bisa berprestasi di ajang internasional. Raymond dan Yang Yang berharap dengan keberhasilan mereka menorehkan prestasi di ajang internasional seperti ini, mereka bisa menginspirasi teman teman mereka untuk berjuang lebih lagi dan bisa berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

,

Photography Competition held by Alfalink Overseas Study

Pada hari Minggu, 22 Januari 2017 di Sheraton Hotel Surabaya. Diadakan kontes fotografi oleh Alfalink Study Overseas. Peserta lomba ini diikuti oleh siswa-siswi SMA di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan kali ini, peserta yang mewakili lomba ini adalah Frederick Edward Lee (Ketua MDC Journalists 2016/2017) dengan membawakan tema foto yang telah ditentukan oleh pihak panitia yaitu Human Interest. Dimana foto yang dilombakan harus memenuhi kriteria dan mencerminkan kasih sayang sesama manusia. Foto yang ditampilkan oleh Frederick Edward Lee bertemakan keluarga yang bermain di pantai (Beach Time). Dengan keterangan foto yaitu : Pantai tidak pernah habis memberikan kebahagiaan dan cinta kasih. Adapun dalam mengikuti kegiatan ini juga dibimbing oleh Mr. Petra Wahyu Utama dan didampingi oleh Mr. Tri Setyanto dan Mr. Michael yang juga sebagai pembimbing dalam pengembangan diri siswa di MDC Journalists. 
Pada saat pengumuman pemenang lomba diumumkan bahwa Frederick Edward Lee, mendapatkan juara First Runner Up dengan mendapatkan Trophy, Sertifikat dan Uang Tunai senilai Rp. 2.000.000,-. “Ini merupakan salah satu capaian yang membangkitkan semangat saya untuk mengikuti perlombaan fotografi dalam skala nasional nantinya,” tutur Frederick Edward Lee. Menurut Bapak Anton Gautama sekaligus juri dalam kontes fotografi tahun ini,”Sekolah MDC memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan potensi siswa sesuai dengan jiwa muda di jaman ini dan mampu mengerti trend fotografi yang sedang berkembang pada masa ini”.
Semoga melalui pengalaman ini, makin banyak para siswa-siswi yang tertarik dan berminat untuk menggeluti dunia fotografi dalam pengembangan diri mereka. (Berita oleh Mr. Tri Setyanto, S.Pd dan Foto oleh : Medsos Alfalink)
,

Business Plan Competition Held by MSW (My Study World) Global Jakarta

Sebuah kesempatan yang begitu luar biasa bagi para siswa-siswi di SMA Kristen Masa Depan Cerah di tahun 2016. Sabetan gelar juara beruntun didapatkan pada ajang Business Plan Competition yang diadakan oleh MSW (My Study World) Global dari Jakarta. Kemasan lomba ini diadakan dalam pameran pendidikan studi lanjut dari berbagai negara. Tepat pukul 16.30 WIB di hari Rabu, 12 Oktober 2016 pengumuman lomba dibacakan oleh Mr. Laode (staff MSW Global) dilakukan di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya. Hati berdebar dan jantung berdegup kencang, para finalis dari berbagai SMA ternama di Surabaya diantaranya dari SMA St. Louis 1, SMA Gloria 1, SMA Al Hikmah, SNA Surabaya, dan dari SMA Kristen Masa Depan Cerah mendengarkan pengumuman pemenang lomba ini. Dan diumumkan bahwa :
 
1.   Juara 1 : Sweet Ravioli dari SMA MDC Surabaya
      (Winda Nathalie, Thalia Sugita, Adrian Nathanael kelas XI)
2.   Juara 2 : Sego Glundung dari SMA MDC Surabaya
      (Gracia Tumakaka, Tiffany Olivia, Clarissa Kent kelas XI)
 

 
      Juri dalam kompetisi ini adalah salah satu Staf pengajar dan Chef dari Academy of Pastry Arts Malaysia, dan Owner dari MSW Global Jakarta.
 
Dalam kompetisi di tahun 2016 ini, panitia membuat sebuah tema tentang Food Evolution. Hal ini merupakan hal yang mudah dan sudah biasa dilakukan oleh peserta lomba dari SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya mengingat di dalam pelaksanaan Personal Development Program yang diberikan pada kelas 10 mereka sudah mendapatkan materi tentang Making Money Project, dan Business Plan. Ditambah lagi kemampuan dari pesertanya sudah beberapa kali membuat makanan dan minuman yang penuh inovasi. “Tema yang diberikan oleh panitia lomba sangat menarik dan beruntungnya sebelum kompetisi ini kami sudah melakukannya terlebih dahulu di sekolah dengan makanan yang berbeda,” kata Winda Nathalie beserta teamnya Sweet Ravioli.
 

 
“Puji Tuhan, kami tidak menyangka bahwa pengalaman ini menjadi hal yang diluar dugaan kami. Ini akan membuat pemicu semangat bagi kami untuk semakin berkarya dan berprestasi khususnya dalam ajang Business Plan di dalam kompetisi yang lebih tinggi tingkatannya. Semoga di kompetisi seperti ini bisa memotivasi adik-adik sekalian di SMA Kristen Masa Depan Cerah untuk berprestasi seperti kami. Amien” tutur dari Gracia Tumakaka dan teamnya Sego Glundung.
 

 
 Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Mentor)
,

International Exposure Program (IEP) 2016 in Singapore

International Exposure Program (IEP) merupakan salah satu program kegiatan sekolah yang diadakan secara rutin di tiap tahunnya. Adapun latar belakang dari kegiatan ini adalah adanya pengaruh dari Global Job dan kesempatan kerja yang kompetitif, informasi teknologi yang canggih, dan krisis-krisis ekonomi, moral dan penggangguran adalah tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh siswa-siswi kami di abad 21. Tantangan-tantangan tersebut akan menghancurkan masa depan mereka jika kami tidak mempersiapkan mereka dengan sebaik-baiknya. Diantara tantangan-tantangan tersebut, kesulitan untuk berkompetisi positif dengan bangsa lain adalah satu hal yang sangat perlu kami perhatikan. Di masa yang akan datang, Global job dan kesempatan kerja yang baik akan diperoleh siswa-siswi yang berpikir tidak hanya secara lokal tapi secara global, dan kepada siswa-siswi yang berpikir secara kreatif dan inovatif. Menyadari akan adanya tantangan-tantangan tersebut di atas, yang mengancam kehidupan siswa-siswi SMA Kristen Masa Depan Cerah, sekolah memikirkan bagaimana cara memperlengkapi para siswa/siswi dengan cara yang kontekstual agar mereka sukses di kehidupan mereka di masa yang akan datang. Melalui proses perencanaan dan diskusi yang panjang, akhirnya SMA Masa Depan Cerah Surabaya mengadakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk memiliki cara berpikir dan berwawasan internasional (International Mindset), yaitu dengan mengadakan International Exposure Program (IEP) ke Singapore, dengan tema “BEYOND BORDERS, SHARING LIVES”
 


 
Tujuan diadakannya program kegiatan ini adalah agar para siswa/siswi khususnya siswa kelas XI memiliki kemampuan untuk menghargai kebudayaan, warisan dan tradisi yang patut di contoh dari bangsa lain, mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun, berlatih meningkatkan kemandirian dan rasa tanggung jawab, mampu mengatur keuangan, memperoleh informasi tentang kehidupan universitas dan segala tantangannya, membangun persahabatan, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai dan pengertian baru yang mereka pelajari untuk menjadi warga Indonesia yang lebih baik.
 

 
Pada tahun 2016 ini, International Exposure Program (IEP) dilaksanakan pada tanggal 14-20 September 2016, yang bertempat di Singapore. Kegiatan IEP pada tahun ini diikuti oleh 88 siswa kelas XI baik dari jurusan IPA maupun IPS. Selain itu dalam pelaksanaannya didampingi oleh Kepala Sekolah yaitu Ma’am Liem Sioe Ie dan para guru, yaitu Ma’am Lia Widya Kastrena, Ma’am Kadek Riris, Ma’am Citra Srisatya, Ma’am Purwestri Sabatlila, Ma’am Dwi Wariyanti, Ma’am Noella Bernardo, Ma’am Sarah Yarden, Mr. Tri Setyanto, Mr. Franscisco Massy dan Mr. Johan Ardiansah.
 

 
Adapun tempat-tempat yang kami kunjungi diantaranya adalah NeWater, LTA (Land Transport Authority), Marina Barrage, Singapore City Gallery, EnVision Gallery, Peranakan Museum, Gardens by the Bay. Selain itu para siswa juga mengunjungi beberapa universitas terbaik yang ada di Singapore diantaranya: East Asia Institute of Management (EASB) dan James Cook University. Untuk menambah pengalaman dalam berkehidupan rohaninya, para siswa/siswi juga diajak untuk mengikuti ibadah bersama di City Harvest Church serta di MDC Church Singapore. Adapun dalah satu kegiatan yang diadakan adalah Amazing Race yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dalam bekerjasama di dalam sebuah team work, selain itu juga para siswa dapat mengenali banyak tempat-tempat penting yang ada di Singapore. Selain itu tim panitia IEP juga bekerjasama dengan salah satu organisasi terbaik yang bergerak dalam bidang pembelajaran di Singapore yaitu Creative Kids. Bersama dengan Creative Kids siswa-siswi dibekali dengan banyak pembelajaran tentang Urban Planning. Dimana sebelum melakukan kegiatan Urban Planning, siswa-siswi diajak untuk mengeksplore tentang biodiversity di Labrador Nature Reserve Singapore. Dalam proses pelaksanaan kegiatan International Exposure Program (IEP) ini berjalan cukup lancar dari awal hingga kembalinya di Surabaya.
 

 
Dari beberapa tempat kunjungan di atas, para siswa-siswi diharapkan dapat menemukan 5 aspek penting menjadi bahan observasi yang merupakan kelebihan dari Singapore.  Lima aspek tersebut adalah Cleanliness (kebersihan), Education  (pendidikan),  Technology (teknologi), Transportation (transportasi), dan Economy (ekonomi). Selanjutnya dari 5 aspek tersebut di atas, para siswa akan menganalisa dengan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Dalam proses menganalisanya, para siswa mengerjakannya secara berkelompok di setiap harinya. Dari hasil analisa SWOT terhadap 5 aspek tersebut di atas, para siswa/siswi juga akan menggunakannya di Indonesia sehingga diharapkan akan muncul sebuah konstribusi ide-ide positif yang bisa dijadikan sebuah masukan dari 5 aspek yang berlaku di Indonesia setelah melakukan pengamatan serta penganalisaan di Singapore. Sebelum berangkat ke Singapore para siswa telah dibekali materi tentang membuat thesis statement dan pembuatan kuesioner. Diharapkan sebelum berangkat ke Singapore para siswa memiliki gambaran tentang aspek-aspek yang nantinya mereka akan jadikan sebagai karya tulis. Selain itu dengan siapnya kuesioner yang telah siswa-siswi buat dapat menjadi alat untuk mecari data di Singapore.
 

 
Proses pembelajaran dari kegiatan International Exposure Program (IEP), para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan proses kegiatan Learning Cycle dalam proses pembelajarannya. Kegiatan Learning Cycle diantaranya adalah kegiatan Exploring (eksplorasi tentang Singapore dari tempat tujuan     kunjungannya), Planning (merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan persiapan kunjungan di Singapore), Doing (melaksanakan dari perencanaan yang sudah dibuat di Surabaya dan dilakukan di Singapore), Communicating (mengkomunikasikan setiap hasil kegiatan yang di dapat di Singapore dengan membuat Thesis berbahasa Inggris yang berkaitan dengan hubungan serta komparasi dari 5 aspek yang diamati), kemudian terakhir adalah kegiatan Reflecting (merefleksikan seluruh hasil kegiatan yang telah dilakukan dari kegiatan Exploring hingga Communicating secara bersama-sama dengan kelompok lainnya). Untuk kegiatan Communicating sendiri akan dilakukan pada tanggal 12 November 2016 di SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, dengan mendatangkan para orang tua dan dewan juri dari perwakilan PTA (Parent Teacher Association), para dosen universitas kerjasama dengan sekolah, para pakar pendidikan, serta para pengajar ekspatriat dari berbagai sekolah di Surabaya. Kegiatan ini akan dikemas dalam bentuk penjabaran Thesis para siswa melalui presentasi berbahasa Inggris oleh masing-masing siswa.
 

 

 
By: Lia Widya Kastrana, S.Sos.
MDC Senior High Teacher

,

2nd Runner Up on Business Plan Competition 2016

Pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016 merupakan pengalaman yang membanggakan bagi siswa-siswi SMA Masa Depan Cerah Surabaya. Perwakilan dari sekolah yaitu : Emmanuela Vanessa (CFO), Janice Karyadi (CSO) dan Jonathan Marco (CEO) semuanya siswa kelas 12 IPS dan mentornya Mr. Tri Setyanto, S.Pd. Mereka mendapatkan juara 2nd Runner Up dalam kegiatan Business Plan Competition yang diadakan di SIM Global Education dan UPH Surabaya tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SIM GE kampus UPH Surabaya.
Dalam perjalanannya, Tim BPC (Business Plan Competition) dari SMA Masa Depan Cerah melewati proses seleksi dari 40 peserta dari seluruh Indonesia, kemudian mereka lolos hingga diseleksi lagi menjadi 22 tim. Lalu di proses akhir hingga mereka lolos di tahap Final dengan jumlah pesertanya ada 7 tim berasal dari Surabaya, Malang dan Denpasar. Venue lomba : presentasi di Ruang Media SIM GE, Cito Surabaya dan awarding ceremony di Grand City Mall Surabaya.
Pada Business Plan Competition tahun 2016 ini, mereka mengemas sebuah bisnis baru dengan nama CODE Tour and Travel.
CODE Tour and Travel merupakan sebuah bisnis baru dalam kegiatan jasa pariwisata yang konsepnya menyediakan seluruh aspek kebutuhan pariwisata. Fokus pengembangan dunia pariwisatanya adalah menyediakan semua kebutuhan pelanggan sesuai dengan keinginan dan mimpinya. Dari namanya CODE adalah Culture On Demand. “Bukan sebuah hal mustahil jika pengembangan bisnis pariwisata ini bisa dilakukan selama itu ada kemauan,” Kata CEO CODE yaitu Jonathan Marco. CODE berusaha mewujudkan mimpi pelanggan dalam berdunia pariwisata
Kemasan tradisional hingga masuk daerah pelosok serta melakukan aspek-aspek kegiatan masyarakat sekitar juga bisa dilakukan melalui program wisata dalam CODE Tour and Travel ini. Tidak hanya itu CODE Tour and Travel, juga menggunakan layanan aplikasi melalui hand phone pelanggannya. “Ada satu hal yang menarik yang dikemas oleh CODE Tour and Travel ini, mereka membuat sebuah kemasan wisata menarik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dengan menggunakan aplikasi android konsepnya kreatif,  menarik dan perlu diteruskan,” Kata Mr. Ronald dari wakil rektor UPH Surabaya.
“Puji Tuhan, tidak menyangka kami bisa mendapatkan juara ini. Awalnya kami tidak menyangka bisa juara. Mengingat sebagian besar dari peserta adalah siswa kelas 12 dan mereka sangat berpengalaman dalam menyampaikan presentasinya”, kata Janice Karyadi. Sedangkan dari Emmanuela Vanessa,” akan ada beberapa evaluasi yang akan kami perbaiki sehingga pada Business Plan Competition tahun 2017 kita bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.”
Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Mentor)
,

Seminar Art Design And Fashion Stylist At MDC Senior High

Pada hari Jumat, 14 Februari 2016 SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya bekerjasama dengan LaSale College melalui program Bimbingan dan Konseling mengadakan seminar art design bagi siswa kelas 10 dan 11 pria dan fashion stylist bagi siswa kelas 10 dan 11 wanita. Kegiatan ini merupakan pokok pengembangan dari seminar-seminar yang pernah diadakan dari seminar sebelumnya.

Jika pada tahun lalu ada seminar pria sejati dan wanita bijak, maka pada tahun ini lebih difokuskan pada poin gaya penampilan dan kemampuan lain yang dimiliki bagi siswa wanita maupun pria. Adapun acaranya seminar ini diantaranya, bagi para siswi (putri) : workshop stylist, bagi para siswa (putra) : art paper design. Selain itu juga ada penilaian dari para dosen dari LaSale College diantaranya : Best Stylist Group Putri : Clarissa dkk, Best Dress Code Putri : Shannen Patricia, Best Art Paper Design Putra : Kia dkk, Best Dress Code Putra : Standy Tjandra.

Berita : Mr. Tri Setyanto, S.Pd
Foto : Maam Lia Widya Katrena, M.Psi dan Frederick Edward Lee (MDC Journalist)

,

Making Money Project Of Personal Development Program Grade 10

Pada hari Jumat, 14 Februari 2016 di Lobby SMA Kristen Masa Depan Cerah diadakan Bazaar Valentine’s Day oleh seluruh siswa kelas X. Bazaar ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang diprogramkan oleh fasilitator Personal Development Program kelas 10. Program Making Money Project melalui bazaar ini dibuat untuk memberikan pelajaran bagi para siswa-siswi agar mereka mampu mengelola sebuah usaha beserta keuangan secara berkelompok. Adapun pembelajaran ini dimulai dari pengembangan dari Financial Management dari proses belajar saving money, serving money, investing money, dan making money. Clarissa siswa kelas X.2 mengatakan,”Making money project ini merupakan proses belajar yang menyenangkan, mengajarkan pada saya untuk bisa membuka peluang usaha juga mengatur keuangan di dalamnya. Belum lagi jika jualannya mendapatkan laba yang lumayan besar. Saya merasa ada banyak hal yang bisa didapatkan dari kegiatan ini, utamanya bisa bekerjasama dengan kelompok yang terbentuk dari gabungan dengan kelas lain.”

 

 

Program pembelajaran making money project ini memacu daya juang para siswa untuk berkompetisi sesama kelompok agar dapat menjadi pemenang saat proses communicating nantinya.”Proses belajar kegiatan ini dimulai dari kegiatan exploring yaitu para siswa diminta untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa itu making money, bagaimana langkah-langkah menerapkannya bagi siswa sekolah, mengapa itu menjadi pembelajaran yang penting bagi mereka, dan juga siapa saja yang bisa dilibatkan dalam kegiatan ini. Kemudian dalam tahap planning para siswa diminta untuk membuat sebuah perencanaan tentang membuat sebuah usaha kecil yang bisa dilakukan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Setelah itu para siswa masuk dalam tahap doing, yang mana mereka harus melakukan perencanaan kerja dan juga mempromosikan usaha mereka melalui video, instagram, dan sosial media yang lainnya,” tutur Mr. Tri Setyanto sebagai fasilitator.

 

 

Di tahun pelajaran 2015/2016 ini, terdapat 8 kelompok kerja yang dibentuk oleh fasilitator diantaranya :

Meilleur : Evelyn, Kathleen, Tiffany, Joshua, Angdy, Jonathan, Derrick, Clarence, Evan, Darren
Dough Debacle : Gaby A, Christoffer, Casey, Raphael, Yovina, Agnes, Sherlly, Vally, Stefany, Tiff. Olivia, Meylin
Miracle Workers : Yang2, Gary, Matthew, Kenny, Jeff, Alvin, Janice, Josephine, Olive, Nathasa, Vanessa
Pinkpotion.co : Ruth, Ocha, Theresia, Jillian, Audrey, Evelyn, Marcell, Hans, Bill, Bryan
Uwiw uwiw : Marco, Amelia, Carissa, Davina, Jovin, Linda, Gabby S, Novita, Philander, Dave, Sidney, Gracio
Pygmy Puff : Jessica, Early, Michelle A, Gaby P, Angeline, MJ, Janice Faustine, Christian, Andrew, Carvalho
TGIES : Winda, Adrian, Thalia, Sherin, Alex, Amelia, Raymond, Yuan, Randy, David S
Lee Enterprise : Frederick Lee, Gracia, Michelle MH, Leony, Clarissa, Virginia, Tanina, Ellen, David H, Marcel

 

Secara umum pelaksanaannya di lapangan, tim bekerjasama dengan solid dan kompak. Walau ada juga beberapa siswa yang masih kurang peduli dengan kelompoknya, namun ketua kelompok masing-masing mau memberitahu dan menegur anggota kelompok yang kurang kompak supaya bisa bekerjasama dengan kelompoknya. “Tahap demi tahap dilalui dengan kerjasama kelompok ya, kawan. Supaya semua bisa merasakan makna pentingnya kegiatan ini bagi kita secara pribadi,” salah satu ungkapan dari Winda siswa kelas X.4 kepada anggota kelompoknya.

Semoga dari kegiatan ini, dapat memberikan sebuah makna yang baik bagi siswa-siswi kelas 10 ini. Tuhan memberkati.

 

Liputan/berita : Mr. Tri Setyanto, S.Pd

Foto                 : Maam Lia Widya Kastrena & Frederick Edward Lee (MDC Journalist)

,

Senam Kesegaran Jasmani di SMA Kristen Masa Depan Cerah

“Satu, dua, tiga …. Ayo semangat, gerakan badan berputar!” Sahut Lidia Nafarin siswi kelas 11 IPA sebagai pemimpin senam. “Menarik dan menyegarkan badan, bisa sehat terus jika tiap jumat berolahraga seperti ini”, tutur Bill Cavin Motto siswa kelas 10. Kira-kira ada apa sebenarnya di SMA Kristen Masa Depan Cerah?

 

 

“Sesuai dengan himbauan dari Diknas Kota Surabaya, kami berkewajiban mengadakan senam di pagi hari sebagai bentuk penyegaran tubuh para siswa-siswi di sekolah ini. Kegiatan dilakukan di awal pembelajaran di tiap hari Jumat minggu kedua dan keempat. Kegiatan dilakukan di outdoor atau lapangan sekolah maupun di indoor Gymnasium lantai 4, tergantung kondisi di pagi hari tersebut hujan atau tidak,” kata Mr. Johan Ardiyansah selaku guru olahraga dan koordinator senam. “Petugas bergantian dari siswa kelas 10 hingga kelas 12, kamipun sangat senang mempersiapkan setiap gerakan yang digunakan untuk senam ini. Banyak variasi yang dimunculkan. Tak jarang gerakan tiap minggunya selalu berbeda-beda, tergantung tim dari kelas mana yang memimpin,” penjelasan Thalia Sugita siswa kelas 10. Namun ada juga siswa yang memberi masukan bagi kegiatan ini, salah satunya dari Yang-yang siswa kelas 10,” Sebaiknya senam ini juga dilakukan di tiap kelas masing-masing pada saat jam olahraga, agar seluruh siswa nantinya bisa lebih semangat lagi dalam melakukannya.”

 

 

Semoga dari kegiatan senam ini, dalam menjadikan sebuah langkah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan segar dalam menjaga kesehatan tubuh. Tetap semangat dan salam olahraga.

Foto : Mr. Tri Setyanto dan Mr. Khristian Wisnuwardana

Berita : Mr. Tri Setyanto

Events

Nothing Found

Sorry, no posts matched your criteria