Posts

,

Communicating: Social and Cultural Exposure Program 2017

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, kembali menggelar sebuah acara Communicating  dari kegiatan Social and Cultural Exposure Program yang diselenggarakan di Desa Petung Ombo, Kediri pada tanggal 13-19 September 2017 yang lalu. Kegiatan hari Sabtu, 11 November 2017 pukul 08.00-12.00 WIB. Kegiatan Communicating ini diselenggarakan berkaitan dengan tahap Learning Cycles dalam tahap praktek Project Of Entrepreneurship  yang dilakukan oleh para siswa/siswi kelas 10 baik jurusan IPA maupun IPS.

Pada kesempatan kali ini, bentuk kegiatan communicating dikemas dalam sebuah kegiatan presentasi. Apa saja yang menjadi bahan presentasi para pesertanya, tidak lain adalah para siswa peserta kegiatan ini diwajibkan membuat Ethnografi yang sudah dipersiapkan selama 3 bulan yang diawali dari kegiatan exploring, planning, serta doing baik di sekolah maupun di Petung Ombo.

Persiapan pembuatan ethnografi kali ini, tergolong sangat sedikit sekali waktunya namun para siswa sangat berantusias sekali dalam mengerjakannya. Pada permulaan pembuatan ethnografi  ini, para siswa diminta untuk mengamati, mengumpulkan data serta menganalisa tentang beberapa aspek yang ada di Desa Petung Ombo. Diantara aspek Sejarah, Agama, Sosial Budaya, Ekonomi, Keanekaragaman Hayati, serta Teknologi.  Dari aspek-aspek tersebut, para siswa diminta untuk mengamati dan menganalisa fakta-fakta yang didapat pada proses exploring, planning serta doing dan dijadikan majalah ethnografi.

Proses penilaian  presentasi dalam communicating kali ini, SMA Kristen Masa Depan Cerah mengundang juri dari praktisi pendidikan, pendeta dan majelis dari GKJW, serta alumni SMA MDC dari berbagai angkatan.

 

Liputan : Tri Setyanto, S.Pd (PIC Comm Live In 2017)

Foto : Margareth Ayu Anggraeni, S.Sos., M.P

 

,

Workshop Gen Z di era Industri 4.0

Pada hari Senin, 16 Oktober 2017 di Ruang Media MDC Campus, Personal Development Program SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya bekerja sama dengan Program Studi Teknik Industri Universitas Pelita Harapan Surabaya memberikan seminar mengenai gen Z di era Industri 4.0 bagi seluruh siswa kelas 11. Pembicara dalam kegiatan ini adalah Lusia Permata Sari Hartanti (dosen UPH Surabaya) dan Christofel Angelo (Chello). Chello sebagai salah satu alumni Teknik Industri yang sukses dalam bidang Branding Konsultan, membagikan pengetahuan 10 karakter penting yg diperlukan siswa dalam berkarir di masa mendatang. Dalam perjalanan karirnya, Chello telah berhasil membawa Brand Excelso Coffee Indonesia meraih penghargaan 1st Digital Brand Award Indonesia, 1st Indonesia’s choice award – coffee shop category dan 3rd most outstanding campaign & marketing strategy. Selain itu Chello juga memegang beberapa brand ternama lainnya seperti Graha Natura, The Rosebay, Spazio dan Spazio Tower yang merupakan project dari Intiland Surabaya.

            Dari kegiatan ini diharapkan para siswa memiliki pengetahuan yang tepat dalam hal menyikapi  generasi Z di era industri 4.0. Siswa diharapkan mampu untuk menyesuaikan diri dengan baik pada masa-masa penggunaan media elektronik ini, khususnya sosial media yang saat ini sedang berkembang. Bukan malah terpengaruh dalam hal-hal yang negatif, tetapi justru memanfaatkan perkembangan media elektronik ini dengan hal-hal yang berguna bagi masa depan mereka.

(Tri Setyanto, S.Pd – Fasilitator Pedevpro)

International Exposure Program 2017

IEP (International Exposure Program)is a learning program held in Singapore for the 11th graders of MDC High School. Through this program, students are able to learn a lot, especially with regards to technology, transportation, economy, education, and environmental cleanliness.

Some places visited during the program include Newater, LTA, Gardens By The Bay, Singapore City Gallery, National Museum, Envision Gallery, Labrador Park, SIM GE and PSB campus. Through this program, it is expected that students will be able to analyze how the world has developed in all aspects and to apply the information they have gained in their daily lives.

LIVE IN PETUNG OMBO 2017

Live in adalah merupakan kegiatan pengembangan diri dari program yang ada di SMA   Kristen  Masa Depan Cerah yang diwarnai dengan kegiatan Entrepreneurship dan pengembagan diri.

Kegiatan Live In di Petung Ombo, Kediri ini diperuntukkan bagi siswa kelas X tahun pelajaran 2017/2018 dan dilaksanakan pada hari Rabu-Selasa, tanggal 13-19 September 2017. Kegiatan telah berjalan dengan baik dan lancar dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 sejumlah 85 orang dan 13 guru pembimbing.

Untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang utuh, maka pada jenjang akhir pendidikan sebelum memasuki perguruan tinggi, siswa tidak hanya diperlengkapi dengan kemampuan dalam bidang akademik, karakter, kehidupan rohani, kepemimpinan, dan pemahaman lingkungan saja. Pengalaman lapangan berupa program praktek di dalam masyarakat, agar siswa beroleh pengalaman hidup dalam masyarakat secara nyata dalam skala yang lebih kecil juga perlu diberikan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diadakan dengan tujuan untuk membuat siswa mengerti akan kondisi nyata masyarakat yang ada di pedesaan. Dengan melihat dan terlibat  secara langsung dalam kehidupan masyarakat yang ada di daerah terpencil, diharapkan siswa dapat berlatih meningkatkan daya juang dalam menghadapi kenyataan hidup, membangun empati dan tanggung jawab, keluar dari zona nyaman, sekaligus belajar menerapkan salah satu filosofi Gereja MDC yaitu servanthood.

Secara umum, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan secara terus menerus.

Kegiatan Live In ini adalah salah satu syarat untuk mendasari para siswa khususnya kelas X sebelum mereka akan mengikuti kegiatan International Exposure Program kelas XI di Singapura. Dari kegiatan ini, para siswa kelas X akan mengetahui dan merasakan bagaimana perjuangan hidup masyarakat desa yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan peternak.

 

Dalam pelaksanaannya berkaitan dengan kegiatan Entrepreneurship, siswa belajar dengan  pendekatan  siklus belajar (learning cycles), dimana siswa melakukan kegiatan exploring, planning, doing, communicating, dan reflecting. Proyek entrepreunership semester I ini dilaksanakan selama 7 hari, dengan tema “Culture and social exposure program” dengan menembus batas dan berbagi hidup. Sebelum berangkat ke Petung Ombo, Kediri siswa melakukan kegiatan exploring dan planning  tentang pelayanan yang akan mereka lakukan di sana dan merancang standart perilaku yang harus mereka taati. Kegiatan entrepreneur yang dilakukan diantaranya melakukan pengajaran secara langsung di SDN Sepawon 2. Dengan memberikan pengajaran bahasa Inggris dalam English Fun, kelas karakter dengan berbagai macam aktivitas dan pembelajaran matematika yang menyenangkan. Selain itu para siswa juga dilibatkan dalam pelayanan di ibadah pemuda di GKJW Pepanthan Petung Ombo. Setelah mereka pulang kembali ke sekolah, rencananya mereka melaksanakan proses communicating  dalam  bentuk SLC (Student-Led Conference) pada tanggal 10 November 2017 di sekolah dengan mengundang orang tua murid, dewan juri dari perwakilan Majelis GKJW kota Surabaya serta para alumni dari SMA MDC Surabaya.

     Dari beberapa hasil pengamatan pembimbing terhadap siswa, diketahui bahwa siswa mampu melakukan  kegiatan di rumah diantaranya menyapu halaman, mencuci piring, mencuci baju, memasak dan kegiatan di luar rumah diantaranya berkebun, berternak dan juga siswa mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar di Petung Ombo, Kediri  dengan baik terutama dengan menggunakan bahasa jawa. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara mereka memberi salam kepada warga sekitar  dan juga ketika bersosialisasi kepada para remaja-pemuda di gereja maupun siswa SDN Sepawon 2 Petung Ombo, Kediri.

Respon warga desa Petung Ombo, Kediri pada saat itu sangat senang dengan keberadaan para siswa kelas X dari SMA Kristen Masa Depan Cerah. Mereka berharap di program live in berikutnya terdapat kemajuan dan sesuatu yang baru dalam pelayanan juga pengembangan pembelajaran yang dapat memberkati di desa masyarakat di desa Petung Ombo, Kediri. (Tri Setyanto, S.Pd)

,

Seminar Kebangsaan: Pemimpin Kristen yang Berbhinneka Tunggal Ika

Dengan mengambil tema “Membangun Kepemimpinan Kristen yang ber-Bhinneka Tunggal Ika“, Personal Development Program kelas 10 dan 11 kembali menyelenggarakan kegiatan seminar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri siswa dalam materi pengembangan diri yaitu kepemimpinan khususnya kepemimpinan Kristen yang diselenggarakan pada hari Selasa,  13 Juni 2017 bertempat di Ruang Media lantai 4, MDC Campus Citraland Surabaya.

Pembicara dalam seminar ini dihadirkan dari kalangan anggota wakil rakyat, Praktisi Pendidikan dan Fasilitator Komunitas Indonesia Moeda :

  1. Vinsesius Awey, Anggota Komisi C DPRD II Kota Surabaya
  2. Erlangga Dharma, Praktisi Pendidikan Kristen
  3. Jose Ferlianto, Fasilitator Indonesia Moeda

Sesuai dengan tema yang diusung, seminar kebangsaan ini memandang bahwa pemuda merupakan elemen penting milik bangsa sehingga kita semua merasa perlu mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran para pemuda sebagai salah satu unsur penentu masa depan bangsa Indonesia. Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperkokoh pengetahuan dan wawasan kebangsaan peserta seminar, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya memiliki rasa bangga dan cinta tanah air. Setelah mengikuti seminar ini, semua peserta yang sebanyak 300 peserta dari siswa-siswi dan guru SMA Masa Depan Cerah Surabaya ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan jiwa rela berkorban dengan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan demi kepentingan dan kemajuan negara dan bangsa di kemudian hari.

“Alasan diadakan seminar ini adalah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme para pemuda sekarang ini. karena, saya melihat di jaman sekarang kebanggaan akan Indonesia sudah berkurang. Melalui acara ini, kami ingin membangunkan kembali jiwa nasionalisme melalui seminar kebangsaan ini. Empat pilar kebangsaan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 45 yang harus menjadi pegangan kuat untuk generasi bangsa,” ujar Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah pada pemaparan sambutan saat membuka seminar.

“Menjadi orang Indonesia adalah sebuah pilihan. Ketika kita sudah memilih menjadi warga negara Indonesia. Kita juga harus menjadi warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara”, Kata Bapak Vinsensius Awey  beliau juga mengatakan bahwa “Perubahan zaman, globalisasi serta kemajuan ilmu dan teknologi secara langsung maupun tidak berdampak pada kehidupan masyarakat, pandangan hidup, perilaku serta cara seseorang menyikapi sesuatu. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia memperlihatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan mulai terkikis, misalnya semakin maraknya praktik korupsi, lunturnya rasa saling menghormati dan teposeliro. Belum lagi kekerasan terjadi dimana-mana, konflik horizontal hingga pada menurunnya kebanggaan masyarakat dan generasi muda menggunakan produk-produk dalam negeri. Karena itu, wawasan kebangsaan serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai suatu pandangan yang mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa Indonesia, rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan perlu dikaji dan ditemukan kembali untuk meningkatkan daya saing dan karakter bangsa. Pancasila pada dasarnya merupakan salah satu wujud dari “kearifan lokal bangsa”. Ia merupakan representasi dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tercipta seiring dengan kesadaran kebangsaan baru bernama Indonesia. Karena itu, Pancasila bukan menjadi milik Majapahit atau milik masa lalu yang nun jauh disana, melainkan menjadi wujud kultural dari pergerakan kebangsaan ketika berhadapan dengan kolonialisme di awal abad ke-20. “Karena itu selalu berpikir dan bertindak dalam kerangka keberagaman merupakan representasi dari kearifan lokal Indonesia”, paparnya.

Dalam kesempatan kali ini juga, Bapak Erlangga Dharma juga menyampaikan bagaimana menjadi seorang pemimpin kristiani. “Kepemimpinan Kristen adalah seseorang yang tidak memikirkan tentang bagaimana mendapatkan keuntungan untuk kelompok maupun dirinya tetapi memikirkan tentang orang lain. Menjadi pemimpin seperti Kristus yang datang untuk melayani dan bukan dilayani, Markus 10 : 45”. Musuh terbesar saat ini adalah ketidakpedulian. Temukan titik awal talenta dalam hidupmu yang mungkin tidak disadari namun itu yang akan membuat sebuah perubahan. Mulailah peduli dengan perkara kecil di dalam hidupmu. Make Your own history! Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil sekalipun.

Bapak Jose Ferlianto juga menyampaikan tentang wawasan kebangsaan bagi para siswa-siswi yang hadir saat itu. Dimulai dari menjelaskan tentang Indonesia Moeda, sebuah komunitas anak muda yang memiliki visi mewujudkan generasi yang peduli akan bangsa dan mampu melakukan perubahan melalui hal-hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda. Awal kemunculan tahun 2013, kerinduan untuk memulihkan bangsa Indonesia melalui pemuridan dan kegerakan anak muda dari berbagai aspek dan lintas suku. Prosentase umat Kristen di Indonesia sangat kecil, tapi kita tidak boleh merasa tidak mampu untuk membangun bangsa ini. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita juga bisa berkontribusi dalam membangun negara Indonesia.  Kita bisa menjadi terang dan garam dunia, walaupun jumlah kita minoritas. Tetap berada di garis depan dalam menebarkan benih-benih kasih dan perdamaian bagi bangsa ini.

Bagaimana menyikapi kasus-kasus yang terjadi pada bangsa Indonesia,  radikalisme, rasialisme serta perpecahan bangsa adalah dengan merubah cara pandang kita terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Hendaknya kita mulai membangun jembatan hubungan dengan seluruh warga negara tanpa memandang SARA, hindari ketidakpedulian serta jangan meremehkan sebuah titik awal. Pancasila adalah sebuah mujizat bagi Indonesia yang sudah Tuhan berikan bagi negara Indonesia yang dicetuskan oleh para pemimpin bangsa pada masa lalu. Mulai berteman dengan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan, suku dan agama. Memulai dari apa yang kita bisa, dan dari apa yang kita punyai. Mari kita bawa Indonesia dalam setiap doa kita, doakan seluruh pemimpin baik dari lapisan terendah hingga pemimpin negara kita. Indonesia tetap jaya! Junjung terus Pancasila dan UUD 1945 sampai kapanpun. Kesimpulan seminar oleh pembawa acara Mr. Caesar Riza Rahardian, S.Hum

Pada akhir kesempatan, para siswa mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum (guru Sejarah) dan Winda Nathalie (Ketua OSIS masa bakti 2016/2017). Saya Indonesia, Saya Pancasila.

“Saya bersyukur mendapat kehormatan bisa membagikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Saya diijinkan Tuhan melihat sebuah proses menabur benih impian, ide, gagasan tentang Kebangsaan kepada generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia di tahun 2030. Benih yang awalnya kecilakan bertumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan banyak buah bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Apresiasi saya untuk kepala sekolah, jajaran staf dan guru yang memprakarsai acara ini. berbanggalah karena ini adalah sebuah perjalanan menapak masa depan yang lebih cerah. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Tuhan memberkati” Salah satu komentar dari Bapak Jose Ferlianto selepas acara seminar kebangsaan ini. harapannya ke depan SMA Kristen Masa Depan Cerah akan terus melanjutkan kegiatan serupa yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia. Mari bersama tetap memegang persatuan dan kesatuan bagi bangsa kita Indonesia. (Tri Setyanto, S.Pd – PIC Kegiatan)

“sekolah terbaik surabaya, sekolah kristen terbaik surabaya, sekolah surabaya, Sekolah MDC, MDC School, Sekolah berprestasi surabaya, sekolah surabaya barat, thanksgiving night, bhinneka tunggal ika, pancasila, SMA MDC, MDC Senior High”

,

Physics Games Exhibition

Pada saat berlangsungnya acara Festival Budaya diselenggarakan pula acara Pameran Games Fisika. Pada pameran ini setiap anak dapat mengunjungi stan-stan games yang telah disediakan. Games Fisika ini dirancang dan dibuat oleh anak-anak kelas XI IPA yang dimasukkan dalam nilai project fisika mereka. Anak-anak terbagi dalam 8 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok mendapat tugas untuk membuat games yang menerapkan konsep fisika. Tugas ini dikerjakan dalam waktu jam pelajaran fisika seminggu sekali.

Mereka sangat antusias membuat games yang cukup menarik pengunjung. Banyak kelompok yang memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk membuat alat games mereka. Banyak kendala yang mereka hadapi saat pembuatan alat games tersebut, seperti alatnya kurang menarik, penampilan kurang menarik, permainan yang mereka sajikan kurang menantang, bahkan alat yang mereka kerjakan yang tidak berjalan sesuai rencana. Persiapan-persiapan yang mereka lakukan cukup banyak untuk mewujudkan alat permainan yang sesuai dengan harapan mereka.

Pada saat hari H, beberapa siswa perwakilan dari kelompok masing-masing menyiapkan alat permainan mereka di stan yang telah disediakan. Mereka menata alat-alat mereka sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Ada berbagai macam permainan seperti : Battle Ship, Angry Jevid, Shocking Ring dan masih banyak lagi. Stan-stan mereka banyak dikunjungi para siswa yang lain, yang penasaran ingin memenangkan dan mendapatkan hadiah yang mereka tawarkan. Banyak hadiah yang mereka tawarkan seperti snack, alat tulis, peralatan make up, ice cream, voucher belanja, tiket nonton bioskop sampai handphone. Para pengunjung ingin mendapatkan hadiah-hadiah yang mereka suguhkan, akan tetapi mendapatkan hadiah-hadiah tersebut tidak semudah yang para pengunjung bayangkan. Ada yang mencoba berkali-kali namun tetap gagal.

Pameran Games Fisika ini berjalan lancar dan cukup ramai. Banyak hal yang mereka peroleh baik kekompakan dalam kelompok maupun pengetahuan baru yang mereka pelajari dan mereka temukan sendiri. Alat-alat permainan yang mereka buat dan suguhkan sangat menarik sehingga dapat membuat pengunjung penasaran dan mengikuti permainan sesuai aturan yang ada. Semoga banyak nilai yang dapat siswa peroleh baik secara akademik maupun non akademik. Berikut lampiran foto-foto pada saat pelaksanaan pameran. (Tri Setyanto)

,

Festival Budaya SMA MDC

Festival Budaya merupakan pagelaran yang menampilkan kreativitas anak-anak kelas X dan XI, serta merupakan salah satu proyek dalam mata pelajaran Bahasa Daerah. Dalam acara tersebut, murid menampilkan drama Jawa, bermain musik, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional Jawa. Murid kelas X dibagi dalam 4 kelompok dan kelas XI terbagi menjadi 8 kelompok. Penampilan mereka dinilai oleh dewan juri yang berasal dari akademisi dan pelaku budaya, yakni Bapak Pelog Marsudi dan Bapak Christ Wibisono. Acara ini juga dimeriahkan oleh Punakawan, yang diperankan oleh guru-guru SMA MDC sendiri.

Acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, 21 April 2017 di MDC Campus ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Cabang Propinsi Jawa Timur, Bapak Sukaryantho dan ketua Yayasan Cahaya Harapan Bangsa, Ibu Budiwardhani. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat menumbuhkan rasa bangga setiap siswa SMA MDC Surabaya sebagai masyarakat Jawa Timur sekaligus melestarikan budaya daerah asalnya.

,

1st Place on Global Youth Summit 2017

            Pada bulan November 2017 sekolah MDC mengirimkan 3 tim untuk berlaga di lomba Teen Out of The Box di salah satu sekolah swasta. Salah satu tim, Yang Yang dan  Raymond berhasil meraih juara ke-2 dan berhak mengikuti Global Youth Summit 2017 di Kamboja. Sebelum berangkat ke Global Youth Summit 2017 di Kamboja, Yang Yang dan Raymond melakukan perbaikan terhadap konsep dan alat yang mereka ciptakan yaitu Hygiene Food Sorter. Dalam perbaikan konsep dan alat ini, mereka banyak sekali menemui kendala, dari pencarian bahan bahan yang akan digunakan, bahan yang seharusnya digunakan tidak ditemukan sehingga harus mencari bahan lain yang serupa guna, perakitan alat dan kebocoran alat. Namun dengan kerja keras, semangat dan spirit of exellence mereka mampu menyelesaikan itu semua.

            Pada saat akan berangkat ke Kamboja, mereka sempat kebingungan tentang bagaimana caranya membawa alat yang diciptakan ini ke Global Youth Summit 2017. Sehingga mereka memutuskan hanya membuat video cara kerja alat dan video animasi proses yang terjadi di dalam alat tersebut yang nantinya akan dipresentasikan di depan juri. Global Youth Summit 2017 dibuka secara resmi di Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja oleh Menteri Lingkungan Hidup Kamboja. Di Kamboja kami mengikuti semua program yang telah dipersiapkan panitia, pagi hari kami mengunjungi Instalasi pengolahan air minum kota Phnom Penh dan sore harinya kami ke sebuah komplek perumahan, dimana kami melakukan survey dan penyuluhan tentang kesadaran lingkungan dan pengolahan sampah.

            Presentasi ide dan alat Hygiene Food Sorter yang dibuat oleh Yang Yang dan Raymond dilakukan di hari ketiga. Lomba di Global Youth Summit ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori junior dan kategori senior. Untuk kategori Junior diikuti oleh peserta dari tingkat SD dan SMP, Sedangkan kategori senior diikuti oleh peserta dari tingkat SMA. Sebelum Raymond dan Yang Yang mempresentasikan ide dan alat mereka, mereka telah mempersiapkan diri mereka sebaik baiknya, baik dari materi presentasi, mental dan kemampuan berbahasa inggris mereka. Presentasi lomba dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama adalah babak penyisihan yang diikuti 10 tim peserta dan hanya 6 tim yang lolos ke babak selanjutnya. Di babak ini setiap tim hanya diberi waktu 3 menit untuk melakukan presentasi. Yang kedua adalah babak final, dimana hanya ada 6 tim yang bisa lolos dan setiap tim diberikan waktu selama 8 menit untuk presentasi secara detail tentang ide dan alat yang dibuat oleh tiap tim finalis.

            Dan oleh kasih karunia  Tuhan Yesus, Raymond dan Yang Yang bisa memperoleh juara pertama di kategori senior. Pada awalnya Raymond dan Yang Yang tidak yakin bisa memperoleh juara pertama, namun mereka optimis bisa membawa pulang piala. Karena mereka yakin presentasi mereka tidak kalah dari tim peserta finalis yang lain. Dengan berhasilnya Raymond dan Yang Yang memperoleh juara pertama di lomba Global Youth summit 2017 ini, Tuhan Yesus telah menjawab kerinduan kami agar SMAKr MDC bisa berprestasi di ajang internasional. Raymond dan Yang Yang berharap dengan keberhasilan mereka menorehkan prestasi di ajang internasional seperti ini, mereka bisa menginspirasi teman teman mereka untuk berjuang lebih lagi dan bisa berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

,

Photography Competition held by Alfalink Overseas Study

Pada hari Minggu, 22 Januari 2017 di Sheraton Hotel Surabaya. Diadakan kontes fotografi oleh Alfalink Study Overseas. Peserta lomba ini diikuti oleh siswa-siswi SMA di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan kali ini, peserta yang mewakili lomba ini adalah Frederick Edward Lee (Ketua MDC Journalists 2016/2017) dengan membawakan tema foto yang telah ditentukan oleh pihak panitia yaitu Human Interest. Dimana foto yang dilombakan harus memenuhi kriteria dan mencerminkan kasih sayang sesama manusia. Foto yang ditampilkan oleh Frederick Edward Lee bertemakan keluarga yang bermain di pantai (Beach Time). Dengan keterangan foto yaitu : Pantai tidak pernah habis memberikan kebahagiaan dan cinta kasih. Adapun dalam mengikuti kegiatan ini juga dibimbing oleh Mr. Petra Wahyu Utama dan didampingi oleh Mr. Tri Setyanto dan Mr. Michael yang juga sebagai pembimbing dalam pengembangan diri siswa di MDC Journalists. 
Pada saat pengumuman pemenang lomba diumumkan bahwa Frederick Edward Lee, mendapatkan juara First Runner Up dengan mendapatkan Trophy, Sertifikat dan Uang Tunai senilai Rp. 2.000.000,-. “Ini merupakan salah satu capaian yang membangkitkan semangat saya untuk mengikuti perlombaan fotografi dalam skala nasional nantinya,” tutur Frederick Edward Lee. Menurut Bapak Anton Gautama sekaligus juri dalam kontes fotografi tahun ini,”Sekolah MDC memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan potensi siswa sesuai dengan jiwa muda di jaman ini dan mampu mengerti trend fotografi yang sedang berkembang pada masa ini”.
Semoga melalui pengalaman ini, makin banyak para siswa-siswi yang tertarik dan berminat untuk menggeluti dunia fotografi dalam pengembangan diri mereka. (Berita oleh Mr. Tri Setyanto, S.Pd dan Foto oleh : Medsos Alfalink)
,

Business Plan Competition Held by MSW (My Study World) Global Jakarta

Sebuah kesempatan yang begitu luar biasa bagi para siswa-siswi di SMA Kristen Masa Depan Cerah di tahun 2016. Sabetan gelar juara beruntun didapatkan pada ajang Business Plan Competition yang diadakan oleh MSW (My Study World) Global dari Jakarta. Kemasan lomba ini diadakan dalam pameran pendidikan studi lanjut dari berbagai negara. Tepat pukul 16.30 WIB di hari Rabu, 12 Oktober 2016 pengumuman lomba dibacakan oleh Mr. Laode (staff MSW Global) dilakukan di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya. Hati berdebar dan jantung berdegup kencang, para finalis dari berbagai SMA ternama di Surabaya diantaranya dari SMA St. Louis 1, SMA Gloria 1, SMA Al Hikmah, SNA Surabaya, dan dari SMA Kristen Masa Depan Cerah mendengarkan pengumuman pemenang lomba ini. Dan diumumkan bahwa :
 
1.   Juara 1 : Sweet Ravioli dari SMA MDC Surabaya
      (Winda Nathalie, Thalia Sugita, Adrian Nathanael kelas XI)
2.   Juara 2 : Sego Glundung dari SMA MDC Surabaya
      (Gracia Tumakaka, Tiffany Olivia, Clarissa Kent kelas XI)
 

 
      Juri dalam kompetisi ini adalah salah satu Staf pengajar dan Chef dari Academy of Pastry Arts Malaysia, dan Owner dari MSW Global Jakarta.
 
Dalam kompetisi di tahun 2016 ini, panitia membuat sebuah tema tentang Food Evolution. Hal ini merupakan hal yang mudah dan sudah biasa dilakukan oleh peserta lomba dari SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya mengingat di dalam pelaksanaan Personal Development Program yang diberikan pada kelas 10 mereka sudah mendapatkan materi tentang Making Money Project, dan Business Plan. Ditambah lagi kemampuan dari pesertanya sudah beberapa kali membuat makanan dan minuman yang penuh inovasi. “Tema yang diberikan oleh panitia lomba sangat menarik dan beruntungnya sebelum kompetisi ini kami sudah melakukannya terlebih dahulu di sekolah dengan makanan yang berbeda,” kata Winda Nathalie beserta teamnya Sweet Ravioli.
 

 
“Puji Tuhan, kami tidak menyangka bahwa pengalaman ini menjadi hal yang diluar dugaan kami. Ini akan membuat pemicu semangat bagi kami untuk semakin berkarya dan berprestasi khususnya dalam ajang Business Plan di dalam kompetisi yang lebih tinggi tingkatannya. Semoga di kompetisi seperti ini bisa memotivasi adik-adik sekalian di SMA Kristen Masa Depan Cerah untuk berprestasi seperti kami. Amien” tutur dari Gracia Tumakaka dan teamnya Sego Glundung.
 

 
 Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Mentor)

Events

Nothing Found

Sorry, no posts matched your criteria