Posts

,

LSD Talk Show at MDC Senior High

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya melalui Progam Bimbingan dan Konseling dalam pemberian layanan informasi mempunyai kepedulian atas situasi dan realita perkembangan budaya yang semakin tidak mengenal batas. Bertepatan dengan rangkaian “Teens of the day” sebuah refreshing program yang diberikan bagi siswa-siswi kelas 10-12 sebagai momentum penting dalam menghayati dan mempraktekkan masa muda yang benar di mata Tuhan, maka diadakan Talk Show ”Love, Sex, and Dating”.

Talk Show ini sekaligus upaya implementasi pesan moral dari Kepala Diknas Kota Surabaya dalam upaya pencegahan anak-anak muda usia sekolah khususnya di kota Surabaya yang ditujukan sebagai bekal insan muda serta siapa pun dalam mengenal serta memasuki pergaulan dengan berlandaskan kesadaran dan tanggung jawab secara iman, moral, dan budaya di tengah maraknya komunitas berpola pikir bebas tanpa batas dalam segala aspek kehidupan. Talk Show yang dihadiri sekitar 268 partisipan ini, diadakan di Ruang Media lantai 4 di Gedung MDC Campus Citraland, Surabaya. Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa, 14 Februari 2017.

mereka dengan tepat dan jelas.” Balas Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K, narasumber kepada guru yang yang mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan itu.

Keunikan dalam Talk Show kali ini adalah adanya sejumlah pertanyaan yang dibuat oleh seluruh siswa kelas 10-12 sebelum acara ini berlangsung dan terkumpul sejumlah 155 pertanyaan yang terbagi dalam kategori Love, sex dan dating. Lalu pertanyaan tersebut diberikan kepada narasumber yaitu Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K didampingi oleh istrinya yaitu Ibu Linda Rahardjo. Bisa dibayangkan kepolosan dan kejujuran para siswa ketika mereka diminta untuk menuliskan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan LSD ini. “Saya tidak tahu apa yang harus ditanyakan, malu saya Mr. Kok sepertinya tabu berbicara tentang seks ini ya!” tutur salah satu siswa yang sedikit malu ketika diminta untuk membuat pertanyaan. Namun berbeda dengan siswa yang lainnya yang justru tidak malu bahkan secara jujur menuliskan pertanyaannya,” Kenapa saya JONES? Apakah ini kutukan?” ada juga yang menuliskan,”Saya lihat di youtube, ASAPSCIENCE, masturbasi punya banyak keuntungan apa pendapat anda?”. ”Mereka telah membuat pertanyaan secara jujur, maka sayapun berkewajiban memberikan informasi atau jawaban dari semua pertanyaan

Kemasan talkshow kali ini sangat berbeda dengan talkshow sebelum-sebelumnya. Disamping talkshow juga ditampilkan performance dari siswa, juga dari PANUT Band perpaduan antara guru dan alumni yang terdiri dari Mr. Tri Setyanto (vocal), Mr. Caesar Riza Rahardian (guitar), Mr. Petra Wahyu Utama (Bass), Mr. Andre Jayadi (Keybord) dan Kelvin Jonathan Tjandra (alumni). Selain itu juga ada beberapa penampilan musik band dan akustik dari siswa.

Pemaparan tentang ”Love, Sex, and Dating” yang diuraikan oleh Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K dalam catatan oleh beberapa siswa yang mendengarkan secara langsung saat talkshow diantaranya :

  • Stefanny Andrea Wiliana, Christabel Olivia Liep XI IPA1 :

Dasar konsep tentang Love Sex Dating, manusia diciptakan laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar Allah. Laki-laki dan perempuan secara fisik, mental, hormon dan lain-lain sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Kejadian 2:22&25,”Laki-laki meninggalkan ortunya dan menikah dengan perempuan itu”. Kejadian 1:28,”Manusia itu diberkati Tuhan”. Kita dapat membuat taman eden sendiri, dengan memiliki hubungan yang baik antara satu dengan lainnya. Hubungan yang lebih mendalam antara dua insan manusia ini harus didasarkan atas Firman Tuhan. Tuhan menciptakan cinta, gairah, dan dorongan seksual agar terbentuk sebuah keluarga yang sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu beranak cucu dan memenuhi bumi ini.

  • Gabriela Angie, David Sebastian XI IPA2 :

Apakah itu Cinta? Tuhan menciptakan rasa cinta sangat kuat dari laki-laki dan perempuan, karena ada hormon yanng membuat kita tertarik juga terdapat rasa tanggungjawab diantara keduanya. Eros : Cinta antara laki-laki dan perempuan (cinta karena nafsu), Storge/Filia : Cinta antara keluarga (rasa care, bijaksana, tanggungjawab), Filadelphia : Kasih persaudaraan, Agape : kasih Allah pada manusia (cinta yang dilakukan dengan sebuah pengorbanan yang tak tergantikan).

  • Jessica X IPS2 menuliskan dalam catatannya :

Guideline Pacaran : Date to Mary, Quick dating4in 3 months, choose to take or leave!

  1. Mau sama kamu
  2. Open your eyes
  3. Bisa menerima apa adanya
  4. Leave whats bad!
  5. Menggali latar belakang
  6. Look to the future

       “Sex is couple not solo!” Do Social Date! Dating – Do not touch! Make Jesus proud!

  • Theresia MK, Leonny Surya XI IPS2 :

Kenapa sex before marriage tidak boleh? Sex harus memiliki kejelasan status sebagai suami dan istri yang sah dan diberkati oleh Tuhan. Seks itu kudus, tidak ada yang kotor. Maka setiap umat manusia wajib untuk memelihara kesuciannya masing-masing hingga waktunya tiba (marriage).

“Dalam prosesnya setiap siswa maupun siswi memiliki antusiame yang tinggi ketika mengikuti kegiatan tersebut, terbukti ada banyak siswa yang mencatat dengan baik dan lengkap. Kemudian para siswa juga berfokus dengan baik mendengarkan dan memperhatikan kedua narasumber ini. Semoga kegiatan ini memberikan bekal bagi para siswa-siswi agar memagari dan membekali dirinya dari konsep yang keliru mengenai Love, Sex, Dating ini sehingga tetap bisa menjaga kekudusan mereka”. Papar Maam Margareth Ayu Anggraeni (wali kelas XI IPS1).

Berita oleh : Mr. Tri Setyanto (konselor) Foto oleh : Mr. Thomas (PR Dept.), Frederick Lee, E. Abraham (MDC Jurnalists)

,

Seminar Pendidikan tentang Game Addiction 2016

Untuk mengisi kegiatan setelah Ulangan Akhir Semester 1 ini SMA Masa Depan Cerah Surabaya melalui program bimbingan dan konseling pada fokus bimbingan pribadi dan sosial menngadakan, Seminar Pendidikan tentang Game Addiction di hari Senin, 5 Desember 2016. Kegiatan seminar ini dilaksanakan di ruang Media lantai 4, pada pukul 08.00-12.00 WIB. Narasumber pada seminar kali ini adalah Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau adalah dosen dari jurusan Game Design Institut Informatika Indonesia bersama dengan Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi yaitu dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Peserta yang mengikuti kegiatan seminar ini adalah seluruh siswa kelas 10, 11 dan 12 SMA Masa Depan Cerah Surabaya.

Seminar pendidikan diadakan untuk menjawab beberapa permasalahan berkaitan dengan kecanduan game baik game off line maupun game online yang sangat mengganggu dalam kehidupan anak-anak, remaja bahkan orang tua pada masa kini. Berikut permasalahan yang menjadi pokok pembahasannya :

  1. Game apa saja yang sering dimainkan anak-anak pada masa kini?
  2. Apa itu kecanduan bermain game di kalangan anak-anak?
  3. Apa saja konten menarik yang membuat anak-anak menjadi kecanduan terhadap game?
  4. Mengapa anak-anak bisa kecanduan dalam bermain game, apa penyebabnya?
  5. Apa saja yang menjadi indikasi yang sudah kecanduan game?
  6. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sudah kecanduan game?
  7. Bagaimana memanage waktu yang baik dalam memanfaatkan game?

Moderator seminar pendidikan kali ini adalah Mr. Nickasius Sindhunata, M.Pd. dari catatan beliau berkaitan       

dengan kesimpulan dari Game Addiction.

Menurut Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau menyampaikan bahwa :

  1. Game Addiction adalah obsesi berlebihan dalam memainkan sesuatu permainan
  2. Game yang marak dimainkan oleh anak-anak antara lain pada umumnya online game yaitu : CS, Dota2, COC, Pacman 256 dan lain sebagainya
  3. Adapun beberapa hal yang membuat anak-anak menjadi kecanduan yaitu adanya peningkatan level yang semakin menantang, arena bertanding dunia maya yang ramai, up grade atau pembelian item yang dapat mensupport karakter permainan
  4. Menurut beliau juga, agar anak-anak tidak terjebak dalam dunia game ini terlalu mendalam kita harus memiliki kesadaran bahwa bermain games ini adalah kesenangan sementara. Kita harus berusaha mengontrol diri dengan cara mengatur fokus pikiran.
  5. Menurut riset 65% wanita dan 85% pria di Amerika mengalami kecanduan games.

 

Sedangkan menurut penyampaian Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi bahwa :

  1. Adiksi atau kecanduan adalah suatu bentuk abnormalitas
  2. Adiksi permainan bisa muncul secara personal maupun multiplayer
  3. Kecanduan secara personal didasari faktor : Natural competition dan pride
  4. Sedangkan adiksi secara multiplayer didasari faktor : kecenderungan rendah diri saat kalah dari lawannya, tuntutan sosial dalam pergaulan, kebutuhan menjalin rekan serta relaksasi atau eskapisme
  5. Adiksi juga bisa muncul karena ada komunitas tertentu
  6. Menurut beliau, anak-anak bisa kecanduan bermain karena adanya story telling yang baik dari games, cerita atau frame yang menarik, terdapat komunitas yang menyukai games tersebut.
  7. Tanda atau indikasi seseorang yang kecanduan games antara lain, indikasi psikologis : merasa tidak nyaman saat tidak bermain, selalu memikirkan mainan tersebut, berbohong tentang durasi waktu bermain, dan bersikap anti sosial berikutnya indikasi fisik : nampak lelah, migrain, lelah mata karena radiasi, carpal tunnel syndrom.
  8. Indikasi akan diperparah dengan adanya perubahan perilaku
  9. Cara mengatasi hal tersebut adalah : tidak menghilangkan permainan tetapi menggantinya dengan game yang edukatif, memberikan kegiatan kepada di pecandu, melakukan rehabilitasi secara psikologis
  10. Lebih baik kecenderungan bermain games dialihkan pada kesempatan berentrepreneurship seperti membuat games analysist dan games programmer.

Selain dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator, juga ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para siswa-siswi diantara :

  1. Frederick Lee : Darimanakah game IOS atau android mendapatkan keuntungan jika tidak menjual item pendukung karakter?
  2. Hsie Michiko : Dari beberapa kejadian adiksi game dapat menyebabkan seseorang bermimpi tentang bermain, jelaskan?
  3. Michael Ting : Manakah yang lebih berbahaya, antara Porn Addiction atau Game Addiction?
  4. Joy Yehuda : Orang yang sudah kecanduan games dan tidak bisa lepas dari kecanduan susah untuk dinasehati. Bagaimanakah cara penanganannya?
  5. Sherren Novalia : Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada games?
  6. Aldrich Josia : Apakah Bulimia itu selalu dikarenakan game addiction?

Dari pertanyaan tersebut, dipilih 3 pertanyaan yang terbaik oleh narasumber. Dan yang berhasil mendapatkan kategori tersebut adalah Hsie 

Michiko, Joy Yehuda dan Aldrich Josia.

Dari dilakukannya seminar pendidikan tentang Game Addiction ini, diharapkan para siswa-siswi dapat mengatur fokusnya dan mengontrol diri sendiri agar tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan games ini. Sehingga mereka dapat memiliki prioritas yang utama dalam menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelajar.

 

Berita : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Andre Jayadi & Thomas (PR YCHB)

,

Seminar Pendidikan Seks Bagi Siswa-Siswi SMA Kristen Masa Depan Cerah

Pada hari Selasa, 8 Desember 2015 di SMA Kristen Masa Depan Cerah mengadakan Seminar Pendidikan Seks bagi kalangan remaja. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon aktif dari Program Bimbingan dan Konseling akan adanya himbauan dari Kepala Diknas Kota Surabaya tentang Darurat Kekerasan Seksual di kalangan remaja yang pernah disampaikan pada pertemuan para Guru BK SMP dan SMA tentang Konselor Sebaya. PIC Kegiatan adalah : Ibu Ditya Intan Kusuma, Ibu Teressa Andi Lusia dan Bapak Angga Riyon Nugroho.

 

Seminar Pendidikan Seks kali ini, mengundang beberapa narasumber diantaranya :

  1. Ayly Soekanto, M.Kes, dosen dari Universitas Hang Tuah : Pendidikan Seks di kalangan remaja
  2. Frikson C. Sinambela, M.T., Psikolog dari Universitas Surabaya : Love, sex, dating (Putra)
  3. Ibu Juwita Kristiani, S.Th, dosen Teologi/PAK dari Universitas Ciputra : Love, sex, dating (Putri)

Selama ini, jika kita berbicara mengenai seks, maka yang terbersit dalam benak sebagian besar orang adalah hubungan seks. Padahal, seks itu artinya jenis kelamin yang membedakan pria dan wanita secara biologis.
Berikut rangkuman pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber :

Pendidikan seks menyangkut beberapa hal antara lain dimensi biologis, yaitu berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan kesehatan; dimensi psikologis, seksualitas berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual; dimensi sosial, berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar manusia serta bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks; dan dimensi kultural, menunjukkan bahwa perilaku seks itu merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat

Tantangan yang sedang dihadapi para remaja

Saat ini, kita banyak dibanjiri oleh berbagai informasi yang bisa dengan mudahnya didapat. Baik melalui media cetak, media elektronik ataupun yang terbaru melalui dunia maya atau internet. Informasi-informasi tersebut dapat berupa hal yang positif maupun negatif. Salah satu informasi negatif yang banyak menjadi perhatian adalah informasi mengenai konten-konten dewasa, yang dapat diakses oleh semua orang dengan mudah terutama melalui internet.

Dikhawatirkan dengan banyaknya arus informasi tanpa batasan tersebut dapat merubah persepsi remaja mengenai seks dan seksualitas. Keluarga dan sekolah merupakan tempat yang tepat bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai pendidikan seks, karena biasanya remaja mengambil contoh dari perilaku orang tua dan orang dewasa lain di sekitarnya.

Memang sampai saat ini banyak orang yang masih merasa tabu untuk membicarakan masalah seks tersebut dengan sesama orang dewasa apalagi dengan anak-anak. Tetapi yang harus disadari adalah, biasanya remaja akan mencari panutan dari orang tua, jadi apabila orang tua hanya diam saja tanpa memberikan informasi yang tepat mengenai seksualitas, maka remaja dapat memperoleh informasi yang salah dan menjerumuskan mereka dalam bahaya.

 

Pendidikan seks di kalangan remaja

Banyak orang tua dan orang dewasa lain, masih merasa tabu untuk membicarakan masalah seks dan seksualitas dengan anak-anaknya. Sebagian lebih memilih untuk tetap diam dan berasumsi bahwa anak-anak mereka akan memperoleh informasi yang mereka butuhkan lewat sekolah ataupun media. Sebagian lagi ada yang mempercayai bahwa membicarakan masalah seks dengan anak-anaknya akan sama saja dengan mendorong mereka untuk mencoba melakukan hubungan seks. Yang seharusnya para remaja tersebut harus diberitahu mengenai faktor tanggung jawab terhadap tubuh mereka serta masalah kesehatan yang mungkin terjadi.

Topik mengenai masalah seks sebenarnya mulai dapat dibicarakan sejak dini apabila dilakukan secara terbuka, akan tetapi tidak ada kata terlambat apabila itu belum dilakukan. Buku dapat dijadikan alat penolong untuk membicarakan masalah tersebut, apabila orang tua masih merasa canggung untuk membicarakan masalah seks. Pendidikan seks untuk remaja sebaiknya juga mengangkat masalah mengenai gambaran biologi mengenai seks dan organ reproduksi, masalah hubungan, seksualitas, cara melindungi diri serta ancaman penyakit menular seksual.

 

Kenapa pendidikan seks penting untuk remaja?

Para remaja dapat memperoleh informasi mengenai seks dan seksualitas dari berbagai sumber, termasuk dari teman sebaya, lewat media massa baik cetak ataupun eletronik termasuk di dalamnya iklan, buku ataupun situs di internet yang khusus menyediakan informasi tentang seks dan seksualitas. Sebagian informasi tersebut dapat dipercaya, sebagian lainnya mungkin tidak. Jadi pemberian pendidikan seks pada remaja sebenarnya adalah mencari tahu terlebih dahulu apa yang telah mereka ketahui mengenai seks dan seksualitas, menambahkan hal yang kurang serta membenarkan informasi yang ternyata tidak sesuai. Informasi yang salah tersebut seperti misalnya informasi bahwa berhubungan seksual merupakan salah satu pembuktian kasih sayang dan apabila berhubungan seksual cuma sekali saja tidak akan menyebabkan kehamilan atau bahwa penyakit AIDS sudah ada obat penyembuhnya. Tanpa adanya informasi yang tepat, maka akan dapat menjerumuskan kehidupan remaja.

Pendidikan seks sendiri merupakan suatu proses untuk memperoleh informasi dan membentuk sikap serta keyakinan mengenai seks, identitas seksual serta hubungan. Pendidikan seks juga dapat membantu remaja untuk memiliki kemampuan sehingga mereka dapat bertindak sesuai apa yang mereka yakini dengan percaya diri. Hal ini berarti juga dapat membantu mereka untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan seksual, ekploitasi seksual, terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan serta penularan penyakit seksual serta HIV dan AIDS.

“Dalam menyampaikan materi pendidikan seks, beberapa siswa maupun siswi masih merasa malu-malu ketika narasumber memperlihatkan beberapa organ biologis pria dan wanita. Akan tetapi narasumber memiliki kemampuan untuk bisa mesosialisasikan dengan baik sehingga para siswa bisa dengan nyaman menyerap informasi yang disampaikan,” tutur Bapak Caesar Riza Rahardian (guru Bahasa Indonesia). Menurut Ibu Teressa Andi Lusia (guru Fisika),”Materi pendidikan seks ini diberikan sangat tepat bagi kalangan remaja yang sedang GALAU atau masih dalam tahap peralihan dari anak-anak menuju usia remaja yang dalam masa psikologisnya cenderung mulai menyukai lawan jenis. Sehingga mereka dapat mengetahui secara tepat untuk bergaul dengan benar di usia mereka dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas”.

Pada pelaksanaannya, seminar ini juga dibagi atas kelompok pria dan wanita sehingga narasumber bisa dengan bebas dan terbuka dengan peserta seminar dalam menyampaikan materinya. Menurut Bapak Frans Jonathan (guru PAK),“Menarik, karena materi ini sangat mendalam mengupas permasalahan remaja khususnya kekerasan seksual yang terjadi di dalamnya (dating violence) sehingga mereka dapat memahami dan menghindari permasalahan seks di kalangan remaja dan tidak terjerumus di dalamnya”.

Seperti yang telah disebutkan di atas, para remaja tersebut dapat memperoleh informasi mengenai seks dari berbagai sumber, baik yang dapat dipercaya ataupun yang tidak dipercaya, yang bersifat baik atau bersifat menjerumuskan. Sehingga dengan pemberian informasi mengenai pendidikan seks yang tepat dari orang tua kepada remaja mengenai apa yang terjadi dan apa yang mungkin terjadi dapat membantu remaja untuk lebih berpikir jernih mengenai pilihan hidup mereka.

Pendidikan seks di sekolah juga dapat memberikan peran penting dalam hal peningkatan pengetahuan, tingkah laku dan sikap yang sesuai bagi para remaja. Selain itu peran serta masyarakat secara luas juga diperlukan supaya tercipta iklim pemberian informasi terutama mengenai pendidikan seks yang tepat dan sesuai untuk remaja.

Berita oleh : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Guru BK)

Foto oleh : Mr. Angga Riyon Nugroho (Guru Sejarah)

,

Education Fair – Claiming The Future 2014

Puji Tuhan, untuk kelima kalinya event Education Fair bertajuk “Claiming the Future 2014” dapat dilaksanakan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program Bimbingan Konseling dalam rangka proses pencarian, perencanaan serta pengambilan keputusan dalam bimbingan karir khususnya proses studi lanjut siswa setelah SMA. Presentasi dan Pameran Pendidikan “Claiming The Future” dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Oktober 2014 pada pukul 07.00-15.35 WIB untuk kegiatan presentasi di kelas lantai 2 dan pameran diadakan di Lobby sekolah lantai 1. Kegiatan presentasi pameran pendidikan dilakukan di ruang-ruang kelas SMA Masa Depan Cerah Surabaya yang telah di setting berdasarkan penggabungan siswa per jenjang dari kelas X, XI dan XII. Waktu presentasi masing-masing peserta pameran adalah 25 menit per perguruan tinggi. Jumlah peserta pameran pada tahun 2014 terbilang cukup banyak dan bertambah di tiap tahun penyelenggaraannya. Peserta yang berpartisipasi sejumlah 18 partisipan, diantaranya:
 

 

  1. Universitas lokal di Indonesia :
    1. Universitas Kristen Petra Surabaya
    2. Universitas Pelita Harapan Surabaya
    3. Universitas Surabaya
    4. Universitas Ciputra Surabaya
    5. Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya
    6. OTTIMMO International Surabaya
    7. Universitas Widya Kartika Surabaya
    8. Universitas Pelita Harapan Tangerang
    9. Rever Academy Surabaya
  2. Universitas luar negeri :
    1. Berjaya University Malaysia
    2. UTS:INSEARCH Australia
    3. NAFA Singapore
    4. SP Jain School Singapore
    5. ICMS Australia
    6. EASB Singapore
    7. Navitas Australia
    8. UPH SIM GE International
    9. Dallas Baptist University USA

Kegiatan pameran pendidikan dilaksanakan bersamaan dengan waktu jam istirahat para siswa SMA. Dalam pelaksanaannya, berlangsung dengan baik dan lancar. Tak jarang stan-stand pameran yang disediakan oleh panitia cukup ramai dikunjungi oleh siswa dan orang tua yang bermaksud untuk mencari informasi tentang perguruan tinggi yang ada.
 

 
Selain kegiatan presentasi dan pameran pendidikan juga ada kegiatan Seminar bagi orang tua siswa SMP dan SMA Masa Depan Cerah Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Oktober 2014 pada pukul 09.00-12.00 WIB. Tempat pelaksanaannya di ruang kantin yang diubah menjadi ruang seminar. Pembicara seminar bagi orang tua kali ini adalah Bapak Filipus Priyo Suprobo, S.T, M.T beliau adalah Dekan Fakultas Teknik Universitas Widya Kartika Surabaya. Materi yang diberikan bertemakan “Penggunaan Internet Sehat bagi anak-anak”. Program seminar bagi orang tua ini adalah bagian dari kelanjutan dari proses kegiatan Konselor Sebaya dan Internet Sehat yang dipelopori oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan Departemen Pendidikan Nasional Kota Surabaya. Dalam penyampaiannya, beliau menghimbau kepada seluruh orang tua untuk dapat mengawasi putra-putrinya dalam hal penggunaan internet dengan banyak memberikan arahan serta tuntunan kepada anak-anaknya sehingga dapat dijauhkan dari praktek-praktek cyber bullying, pornografi dan human traffiking melalui informasi-informasi yang didapatkan melalui internet (unduh materi seminar tersebut di SINI)

 

 

,

MDC Senior High Seminar: My Attitude, Shows The Real of Me

Dalam rangka memperingati hari Kartini, Sekolah Kristen Masa Depan Cerah Surabaya mengadakan Seminar, Workshop, Lomba dan Bazar pada hari Selasa, 29 April 2014 di MDC Campus, Citraland. Tahun ini OSIS memilih, Hari Kartini sebagai salah satu hari nasional yang akan di peringati oleh seluruh murid SMA Kristen Masa Depan Cerah. Bila tahun lalu, OSIS tidak memperingati Hari Kartini dengan mengadakan acara, tahun ini OSIS akan melakukan sesuatu yang special untuk murid-murid SMA Kristen Masa Depan Cerah. Hari Kartini ini bisa dibilang salah satu hari nasional yang tidak terlalu diperingati oleh murid-murid SMA Kristen Masa Depan Cerah. Karena itu tim Sekbid II dan OSIS memilih hari nasional ini, untuk mengingatkan bahwa seorang perempuan di Indonesia itu patut dihargai dan tidak boleh direndahkan begitu saja. Kali ini Sekbid. II (Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Bela Negara) dan BPH OSIS serta MPK memutuskan untuk membuat sesuatu yang berbeda dari acara yang sebelum-sebelumnya. Bila sebelumnya OSIS lebih sering mengadakan acara dimana bisa dibilang bersenang-senang, untuk memperingati Hari Kartini kali ini, OSIS akan membuat seminar dan Workshop dimana setiap siswa dapat belajar sesuatu untuk memiliki attitude yang lebih baik lagi. Selain itu, kegiatan OSIS kali ini akan berkolaborasi dengan kegiatan POE anak-anak kelas 10 tentang making money.

 

 

Jam
Acara
PIC
07.45 – 08.00
Anak-anak berdatangan, isi buku tamu, cewek & cowok dipisah
Usher
08.00 – 9.30
Cowok, ke ruang 202 & 205 untuk workshop (Mr. Edward Cahyono)
Cewek, ke Media Room untuk seminar (Maam Lidia CSES)
 
Usher, Pembicara
09.30 – 10.00
Recess, 5 Stand POE sudah siap
Panitia POE, ketua kelompok
10.00 – 11.30
Cewek, ke ruang 202 & 205 untuk workshop (Maam Santi)
Cowok, ke Media Room untuk seminar
(Mr. Sutjipto Koesno)
 
Usher, Pembicara
11.30 – 14.00
Photobooth, Live Acoustic Music, 5 Stand POE, Apreasiasi untuk pembicara
Panitia OSIS inti, Panitia POE
11.30 – 12.00
Pengumuman untuk perlombaan :
  1. Cerdas Cermat
  2. Lomba Masak
 
 
Panitia OSIS
12.00 – 13.30
Lomba Masak : beli bahan & memasak
Cerdas Cermat dimulai
 
Panitia OSIS
13.30 – 14.00
Pengumuman Pemenang (Lomba Masak & Cerdas Cermat)
Lomba Make up & Bess Dress
 
 
Panitia OSIS
           
            Pembicara seminar untuk acara special kali ini, akan mengangkat materi: cara berperilaku yang baik dan benar, dari cara berbicara dan cara memperlakukan satu sama lain dengan baik, menjaga diri hakikatnya sebagai pria dan wanita pada usia remaja, Pembicaranya adalah :
a.       Pembicara untuk seminar laki-laki : Mr. Sutjipto Koesno
b.      Pembicara untuk seminar perempuan : Maam Lydia CSES
 
Sedangkan untuk workshop yang akan meliputi, cara berpenampilan dari rambut hingga sepatu, serta bagaimana cara berjalan yang baik, dan tak terkecuali table manner-pun akan diajarkan kepada semua siswa.
a.       Pembicara untuk workshop laki-laki : Mr. Edward
b.      Pembicara untuk workshop perempuan : Maam Santi