Posts

,

Simulasi Tanggap Bencana Siswa SD Kr MDC bersama BASARNAS (Badan SAR Nasional)

Hari Rabu 31 Oktober 2018 Seluruh siswa bersama dengan guru SD Kr MDC mengadakan simulasi tanggap bencana bersama dengan BASARNAS.  Sebanyak 5 orang tim BASARNAS datang ke SD MDC memberikan arahan tentang bagaimana harus bersikap jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Sikap yang diharapkan pada saat terjadi gempa adalah

  • tetap tenang atau tidak panik,
  • segera berlindung di bawah meja yang kuat dan
  • mengambil barang yang bisa melindungi kepala dari benturan,
  • hindarkan diri dari kaca atau benda yang mungkin jatuh/roboh dan
  • saat keadaan cukup tenang segera menuju ke ttitik kumpul evakuasi.

Setelah pengarahan semua siswa kembali ke kelas masing-masing untuk simulasi gempa. Untuk simulasi, para guru dibagi menjadi beberapa tim, yaitu :

  • tim pemadam yang bertugas untuk memadamkan listrik segera saat gempa terjadi,
  • tim evakuasi yang bertugas mengatur evakuasi siswa, dimulai dari siswa kelas 1 di lantai 1, kemudian siswa di lantai 2 dan lantai 3,
  • tim keamanan yang bertugas mengamankan jalur menuju titik evakuasi,
  • tim rescue yang bertugas mencari siswa atau guru yang mungkin masih tertinggal di dalam gedung
  • tim penyelamatan dokumen, bertugas segera mengamankan dokumen penting sekolah.

Seluruh siswa dan guru sangat antusias dalam mengikuti setiap arahan dan instruksi dari tim BASARNAS, walaupun cuaca cukup panas tetapi semua siswa tetap berusaha serius mengikuti jalannya simulasi gempa.

,

Pembelajaran SDA dan Leadership

Study Tour kelas 4 semester ini dilaksanakan pada hari Rabu, 12 September 2018 di Alas Prambon dengan tema Selalu Berhemat Energi. Di  sana kami belajar tentang berbagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, memberi makan ternak, dan menanam tanaman ke dalam pot sebagai wujud kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar.

Selain itu, di sana kami juga menikmati berbagai wahana outbond yang sangat menarik seperti flying fox, memanjat tali, berjalan di ayunan, dan masih banyak lagi yang menarik. Melalui outbond tersebut, kami bisa belajar melatih keseimbangan tubuh dan keberanian. Study Tour ini sangat seru dan menyenangkan.

,

Learning by Doing at Sajen Village

Setiap tahun siswa kelas 5-6 akan mengikuti study tour di luar kota Surabaya selama 3 hari 2 malam tanpa didampingi orang tua. Study tour dirancang bukan hanya untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa saja, tetapi juga untuk mendidik kemandirian dan tanggung jawab siswa. Selama 3 hari 2 malam siswa bertanggung jawab atas barang bawaan mereka masing-masing, kesehatan dan kebersihan pribadi dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Siswa belajar bekerjasama dan saling tolong menolong dalam satu kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Siswa juga saling menyemangati satu sama lain saat melihat teman-temannya berusaha untuk menyelesaikan permainan tradisional yang diikuti saat study tour.

Siswa belajar membuat dodol dan es krim stroberi, siswa juga berkesempatan berkunjung ke Desa Sajen untuk belajar pembuatan getuk, yogurt, kripik telo, opak dan jamu. Siswa juga berkesempatan untuk mempelajari bank sampah (pengelolaan sampah plastik) dan pembuatan pupuk kandang.

Selama study tour siswa tetap menjaga kerohanian mereka melalui Student Fellowship dan Morning Devotion. Selain belajar berbagai pengetahuan siswa juga belajar kepemimpinan dan menghadapi tantangan saat bermain di sungai dan area sekitar villa. Diharapkan kegiatan seperti ini akan membuat siswa semakin percaya diri, mandiri dan bertanggung jawab.

,

Study Tour Grade 3 ke Bhakti Alam

Hari Rabu, 29 Agustus 2018 siswa-siswi kelas 3 SDKr. Masa Depan Cerah sebanyak 53 orang dan guru pendamping sebanyak 10 orang mengadakan kegiatan belajar di luar area sekolah atau Study Tour  di Agrowisata Bhakti Alam — Pasuruan. Agrowisata Bhakti Alam merupakan wisata edukasi yang memiliki bukan hanya perkebunan buah-buahan dan sayuran tetapi juga peternakan sapi. Kegiatan dilakukan di lokasi tersebut agar siswa bisa belajar dan melihat secara nyata berbagai macam tumbuhan dan hewan. Kemudian siswa dapat menerapkan dalam kegiatan POE di sekolah yaitu membuat brosur resep makanan sehat menggunakan tumbuhan.

Pada pukul 07.15 WIB, rombongan siswa beserta guru – guru pendamping siap berangkat. Semua siswa kelihatan bersemangat karena berangkat dengan menggunakan bus. Perjalanan menuju Bhakti Alam memerlukan waktu sekitar 2 jam karena berada di luar kota tepatnya di kabupaten Pasuruan. Pada pukul 09.15 bus tiba di sana.

Sesampainya di sana siswa-siswi berkumpul di lobi. Kemudian siswa dibagi dalam 3 kelompok besar, lalu setiap kelompok masuk ke dalam kereta mini yang disediakan oleh pihak Bhakti Alam.

Mengawali perjalanan, kereta bergerak melewati  perkebunan kelengkeng, melon, jambu kelutuk, sawo dll. dengan didampingi seorang tour guide yang menjelaskan setiap tanaman yang ada. Sepanjang jalan siswa mendengarkan penjelasan tour guide, sambil mengerjakan LKS yang sudah mereka terima dari guru.

Berikutnya, siswa-siswi turun dari kereta memasuki pabrik kecil pembuatan susu pasteurisasi. Di sana, mereka mendengarkan penjelasan proses pembuatan dan pengemasan susu, dan melihat sekilas peralatan-peralatan yang digunakan dalam pembuatan susu. Tak lupa pekerja pengolahan susu membagikan sebotol susu coklat, produksi Bhakti Alam. Terdapat warung kecil penjualan berbagai produk susu olahan. Siswa-siswi dan guru tertarik melihat bahkan membeli beberapa produk, seperti ice cream berbagai ras, keju mozarella, kerupuk susu, dll. Tak terasa di tempat ini waktu berlalu hingga 30 menit.

Tidak jauh dari pabrik, ada peternakan sapi, di mana siswa belajar proses pemerahan susu. Setelah memerhatikan guide yang mempraktekkan memerah susu, beberapa siswa tampak antusias mencoba memerah susu untuk mendapatkan beberapa tetes.

Kembali menaiki kereta, rombongan dibawa keliling area berikutnya, hingga tiba di area tanaman sayur hidroponik. Selama 20 menit siswa-siswa mengamati tanaman selada, sawi dan tomat, dan mencicipi beberapa potong buah melon hasil panen perkebunan. 

Tujuan berikutnya adalah toko pusat oleh-oleh produksi Bhakti Alam. Kira-kira 20 menit, setiap siswa dan guru diperbolehkan mencicipi berbagai macam keripik dan produk minuman buatan, lalu membeli produk yang mereka sukai untuk dimakan atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kemudian kereta mengantarkan semua rombongan ke tempat tujuan terakhir. Mengakhiri kegiatan, siswa diberi satu cup kecil jus semangka. Tak lupa berfoto-foto di beberapa tempat menarik yang merupakan ikon Bhakti Alam.

Pukul 12.00, semua rombongan makan siang. Lalu bersiap-siap menaiki bus untuk kemudian pulang menuju Surabaya. Dalam perjalanan, beberapa siswa-siswi tampak senang sekali, karena mereka bisa menceritakan pengalaman mereka masing-masing kepada teman-temannya. Semua rombongan sampai di sekolah pukul 14.30.

 

Penulis:
PIC Study Tour/Grade Leader Gr. 3
Shelena S., S.Pd.

,

Belajar, Berkreasi, dan Bermain

Hari Kamis, 30 Agustus 2018 siswa-siswi kelas 2 SDKr. Masa Depan Cerah
sejumlah 46 siswa dan guru pendamping sebanyak 8 orang mengadakan kegiatan
belajar di luar area sekolah atau Study Tour di Kids Play Surabaya Carnival – Surabaya.
Pukul 08.00 WIB siswa-siswi kelas 2 berangkat dari sekolah menuju Kids Play dan tiba
disana sekitar pukul 08.30 WIB.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman secara
langsung kepada siswa melalui aktifitas yang mereka lakukan selama berada di lokasi
study tour serta membawa siswa ke dalam situasi yang santai dan menyenangkan,
sekaligus siswa dapat lebih memahami materi yang telah mereka pelajari di dalam
kelas.

Lokasi kegiatan Study Tour dilaksanakan di Kids Play Surabaya Carnival,
karena di tempat tersebut siswa diharapkan mampu mengamati serta merasakan
secara langsung bermain di lingkungan. Kids Play merupakan wahana bermain dan
belajar yang terletak di dalam taman hiburan bernuansa karnaval untuk anak dan
dewasa yang sering dikenal dengan Surabaya Carnival.

Di tempat ini siswa-siswi kelas 2 SDKr. Masa Depan Cerah mengikuti
beberapa kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain permainan moderen,
melakukan aktivitas jual-beli, dan mengikuti Art Class membuat kokoro. Siswa-siswi
juga diajak tour Kids Play untuk melihat berbagai macam permainan moderen yang
dapat melatih motorik anak. Semua kegiatan Study Tour yang dilakukan di Kids Play
Surabaya Carnival berjalan dengan lancar dan siswa-siswi merasa sangat senang.

,

Leadership in action

Untuk mendukung Kurikulum 2013 kelas V SDKr. MDC merencanakan untuk mengikuti kegiatan leadership ke Ken Park, Kenjeran, Surabaya. Melalui kegiatan tersebut siswa diharapkan dapat belajar memimpin dirinya sendiri dan memimpin kelompoknya. Selain itu, siswa dapat belajar melalui pengalaman belajar di luar kelas dengan aktivitas yang menyenangkan.

Kegiatan leadership dilaksanakan dalam bentuk outbond pada hari Rabu, 9 Mei 2018. Pukul 07.30 rombongan kelas V dan guru pendamping berangkat dari sekolah menuju Ken Park. Angkutan umum “bemo” dipilih sebagai alat transportasi dalam kegiatan ini. Ini merupakan kedua kalinya siswa kelas V memiliki pengalaman naik bemo untuk kegiatan di luar sekolah. Di luar kebiasaan mereka menaiki kendaraan pribadi, mereka antusias berangkat dan kembali ke sekolah dengan angkutan umum.

Melalui kegiatan leadership, siswa belajar melalui permainan-permainan yang menantang dan dapat memumpuk keberanian mental, kemandirian, kinestetik, sosialisasi, motorik kasar dan halus. Permainan yang diikuti siswa antara lain ice breaker, jaring laba-laba, jembatan burma, tali titian, susur tali, dan flying fox. Di awal acara, siswa diminta untuk membuat yel-yel yang akan membuat mereka semangat dalam mengikuti kegiatan. Terlihat beberapa kelompok mempresentasikan yel-yelnya dengan kreatif dan penuh percaya diri. Dari sekian permainan, tali titianlah yang dirasakan paling menuntut keberanian. Sebagian siswa dapat melewati tali titian dengan mudah, sebagian lagi memerlukan motivasi dari teman maupun guru pendamping. Pada akhirnya, semua siswa dapat mengikuti semua permainan dengan lancar.   

Secara keseluruhan, kegiatan leadership terlaksana dengan baik dan siswa kelas V mengikutinya dengan antusias. Pukul 14.30 siswa kelas V dan guru pendamping tiba di sekolah. Meskipun lelah, namun pembelajaran hari itu memberikan pengalaman baru bagi siswa kelas V yang tidak akan terlupakan. Pengalaman yang mengajarkan pada diri mereka, bahwa mereka mampu menjadi pemimpin.

,

BERKUNJUNG KE MONUMEN TUGU PAHLAWAN

Jangan lupakan sejarah!

Demikian ungkapan terkenal dari Presiden Sukarno yang dapat senantiasa kita renungkan bersama. Memang benar, sejarah tidak boleh dilupakan. Dari sejarah kita bisa menarik banyak pelajaran yang dapat memotivasi kita untuk terus melangkah ke depan. Dari sejarah kita juga dapat belajar untuk tidak lagi melakukan kesalahan seperti yang sudah terjadi di masa yang lalu. Inspirasi yang ditorehkan sejarah itulah yang menjadi salah satu alasan pelaksanaan field Trip para siswa kelas 5 SDKr. Masa Depan Cerah Surabaya. Program field trip ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Februari 2018 yang mengambil tempat di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Ada satu hal yang menarik. Perjalanan para siswa menuju ke destinasi field trip dilakukan dengan menggunakan angkot. Tentu saja hal ini menghadirkan sensasi pengalaman yang tak terlupakan para siswa mengingat selama ini mereka terbiasa menggunakan kendaraan pribadi yang notabene lebih nyaman daripada angkot. Pengalaman naik angkot inilah yang diharapkan dapat mengubah cakrawala berpikir siswa tentang arti perjuangan dalam kehidupan nyata.

Saat berada di Monumen Tugu Pahlawan, para siswa banyak belajar tentang sejarah perjuangan Arek-Arek Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945. Di samping itu, mereka juga menyaksikan diorama, replika persenjataan  dan hasil karya fotografi tentang kota Surabaya zaman old. Ternyata anak-anak zaman now pun juga antusias menikmati pernik-pernik sejarah. Hal ini membuktikan bahwa sejarah bukanlah produk membosankan asalkan disampaikan dengan nuansa kekinian yang peka terhadap tuntutan para milenial.

Setelah observasi di Monumen Tugu Pahlawan usai, para siswa diarahkan untuk kembali di sekolah. Di sana, mereka mengikuti program talk show dengan para veteran TNI yang sudah didatangkan untuk lebih memantapkan pembelajaran yang sudah dilakukan.  Program talk show berlangsung dengan menarik dan dinamis karena para siswa dapat mengetahui detil perjuangan yang dilakukan pada masa pasca kemerdekaan.

,

THE GOOD NEWS – MDC ELEMENTARY CHRISTMAS CELEBRATION 2017

Kisah Pancinello diangkat kembali dalam perayaan Natal SDKr. Masa Depan Cerah tahun 2017. Kelas kecil diceritakan melalui panggung boneka oleh ABC Movement, sedangkan di kelas besar melalui penampilan drama siswa ekskul drama. Dalam cerita tersebut, Pancinello berusaha melakukan banyak hal baik supaya diakui dan diterima, namun hanya kegagalan yang didapatkan. Setelah mendengar nasihat dari Bapak Eli, Pancinello menyadari bahwa Bapak Eli menerima dia apa adanya.
Dengan mengusung tema The Good Newa, Perayaan Natal SDKr. MDC dilaksanakan tepat pada hari Selasa, 12 Desember 2017. Acara dibagi menjadi dua sesi mengingat terbatasnya kapasitas gymnasium lt. 4. Selain dihadiri warga sekolah, perayaan Natal semakin meriah karena hadirnya sejumlah besar murid dari SD negeri dan swasta sekitar SDKr. MDC. Dengan tema The Good News, diharapkan agar setiap orang percaya tidak lupa akan tugasnya untuk meneruskan kabar baik lahirnya Juru Selamat yang mendatangkan keselamatan.

Selain perayaan Natal dengan melihat berbagai penampilan bakat siswa dalam bidang menari, tarik suara, dan bermusik, perayaan Natal kali ini mengajak seluruh siswa dan orangtua untuk turut ambil bagian dalam kegiatan berbagi kasih. Sebulan sebelumnya siswa dan orangtua mengumpulkan sejumlah donasi yang hasilnya dialokasikan untuk siswa-siswi SD yang diundang dan pelayanan misi garis depan penginjilan. Puji Tuhan, acara Natal berlangsung dengan baik dan donasi yang dikumpulkan dapat menjadi berkat bagi mereka yang menerimanya. Terima kasih untuk setiap dukungan yang diberikan dan sampai jumpa di kegiatan Natal tahun depan. (Diyah Ariyani, S.IP.)

,

Kunci Keberhasilan Juara Olimpiade Sains Kuark Nasional 2017

“Pertama kali aku mengenal Olimpiade Sains Kuark  adalah saat kelas 2 SD. Aku ditunjuk sekolahku untuk mengikuti pertandingan Olimpiade Sains kuark. Setiap 2 kali seminggu aku dilatih guruku untuk belajar. Di rumah, aku juga belajar dengan dibantu orangtuaku. Aku sangat berharap bisa masuk babak final.

Aku sangat bersyukur karena bisa lolos sampai babak final. Selama di Jakarta, aku merasa senang karena dapat bertemu peserta dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2016, saat saya bertemu dengan Bapak Yohanes Surya dan Bapak Anies Baswedan. Beliau memotivasiku untuk semangat belajar.”  (Samuel Christian Soegiarto – siswa Grade 3 SD MDC)

“Christian mengikuti Olimpiade Sains Kuark (OSK) dari tahun 2016 dan berhasil masuk ke dalam babak final yang diikuti oleh 303 finalis dari 92.877 peserta dari 33 provinsi di Indonesia. Meskipun belum berhasil mendapatkan medali emas, Christian tidak putus asa. Ia mencoba kembali bangkit untuk mengikuti OSK 2017.

Pengalaman yang dialami di tahun 2016 ia gunakan untuk menghadapi OSK 2017. Berkat kerja kerasnya, bimbingan guru dan orangtua, serta tentunya oleh anugerah Tuhan, Christian berhasil memperoleh medali emas pada final OSK 2017.” (Elok Debora, S.Pd. – Guru SD MDC/ Pelatih siswa peserta Olimpiade Sains Kuark)

,

Study Tour Grade 2 at Mokko Factory

Study tour kelas 2 kali ini berlangsung pada tanggal 16 Februari bertempat di Mokko Factory. Sesampainya di Mokko Factory, siswa diarahkan ke area lobi. Di sana siswa dibagi menjadi 9 kelompok, berdasarkan jumlah meja yang tersedia. Sebelum mulai membuat donat, siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh Chef Mokko Factory mengenai cara pembuatannya. Selesai mendengar penjelasan dari Chef, siswa diminta untuk memakai clemek, topi chef serta mencuci tangan terlebih dahulu.

Tahap pertama yang dilakukan oleh siswa saat membuat donat adalah  membuat adonannya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang disediakan untuk membuat donat tersebut adalah tepung terigu, telur, susu dan gula. Untuk mempersingkat waktu, adonan telah disediakan oleh Mokko Factory dengan memperhitungkan jumlah siswa yang hadir. Selain bahan pembuat adonan, siswa disediakan juga bahan-bahan lain untuk toppingnya seperti cokelat, keju, cokelat meses, meses berwarna, almond, kacang,  selai strawberry, dan adonan oreo.

Setelah semua bahan siap, tahap selanjutnya siswa diberikan masing-masing 2 adonan donat untuk diberi topping di atasnya. Dalam tahap ini, siswa harus memberi topping pada semua adonan yang tersedia juga mau berbagi bahan topping dengan teman kelompoknya. Siswa yang telah siap dengan donat dan topingnya, selanjutnya diarahkan oleh Chef ke ruang oven untuk proses pemanggangan.

Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, donat yang dibuat oleh siswa pun telah matang. Siswa diberi masing-masing 2 buah donat yang telah mereka buat sendiri juga 2 buah donat yang telah disediakan untuk dibawa pulang. Selain donat, siswa juga membuat es cokelat. Mereka membuat es cokelat dengan bahan berupa susu cokelat cair, susu cair putih  dan es batu. Selesai membuat es cokelat, siswa makan siang bersama di Mokko Factory. Setelah itu, siswa kembali ke sekolah dengan membawa donat masing-masing dan tentunya pengalaman belajar yang tidak terlupakan.

Events

Nothing Found

Sorry, no posts matched your criteria