Posts

,

Science Study Center Bali 2016

“Belajar melalui lingkungan sekitar dan mengenal pengaplikasian teori dalam

kehidupan sehari-hari” itulah salah satu tujuan dari kegiatan Science Study Center (SSC) Bali

tahun 2016. SSC merupakan contoh dari pembelajaran kontekstual dimana siswa dapat

secara langsung mendapatkan pemahaman materi dari apa yang dilihatnya dan

dikerjakannya di lingkungan sekitar. Seperti kegiatan di hari pertama SSC, siswa kelas 8 SMP

Kr. Masa Depan Cerah mengunjungi kebun Pak OLESS di Waribang dan mengukur ketinggian

patung di Garuda Wisnu Kencana.


Meskipun kegiatan SSC ini diadakan setiap tahun sekali, namun apa yang dikerjakan

oleh siswa dan tempat-tempat yang dikunjungi selalu berbeda. Hal ini menyesuaikan tema

SSC tahun ini yang lebih banyak menekankan pada pembelajaran IPA Fisika. Seperti kegiatan

outing di hari ketiga SSC, siswa MDC diajak untuk belajar mengenai konsep pesawat

sederhana di Museum Subak dan konsep tekanan benda padat di Museum Tanteri Keramik.


Selain belajar tentang sains dan matematika, di BATI (Bali Appropriate Technology

Institute) siswa juga belajar dari pemiliknya Pak Rus Alit, mengenai pelayanan yang beliau

lakukan ke desa-desa terpencil untuk menolong masyarakat yang membutuhkan. Bukan

hanya menjadi pandai namun lebih dari itu memiliki hati yang mau melayani, itulah tujuan

yang sesuai dengan visi sekolah kami yaitu menjadi “Agen Perubahan” bagi Indonesia.

,

Science Study Center 2015

Science Study Center (SSC) merupakan salah satu kegiatan yang setiap tahun diadakan bagi siswa siswi kelas 8 SMP MDC. Bertempat di Bali Appropriate Technology (BATI), para siswa dibawa untuk belajar dari kehidupan Mr. Rus Alit, seorang warga asli Bali yang memiliki kerinduan untuk menolong orang-orang yang hidup dalam kondisi lingkungan yang sulit.
 


 
Di hari pertama SSC 2015 para siswa memulai pembelajaran di GWK (Garuda Wisnu Kencana) dengan materi pembelajaran memanfaatkan prinsip trigonometri untuk memperkirakan tinggi patung Wisnu dan Garuda yang merupakan hasil karya seniman Bali. Setelah melakukan pengukuran di GWK, anak-anak melakukan perjalanan ke BATI di daerah Tabanan Bali. Hari kedua, para siswa belajar secara langsung mengenai berbagai macam teknologi terapan dengan prinsip-prinsip sains yang selama ini dikembangkan oleh Mr. Rus Alit untuk menolong orang-orang di daerah sulit. Teknologi terapan yang dipelajari antara lain: pengering tenaga surya, hidroponik, pompa hidrolik, dan pembangkit listrik tenaga air.
 

 
Kunjungan belajar di hari ketiga adalah agrowisata The Silas’s. Di sini para siswa belajar mengenai kandungan dan kegunaan dari tanaman yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari hingga teknik penanaman yang digunakan untuk produksi stroberi. Pembelajaran hari keempat dilakukan sepanjang hari di BATI dimana para siswa belajar mengenai water treatment, slow sand water filter, rus pump, penumbuk padi tenaga kincir air dan pembuatan virgin coconut oil (VCO) secara langsung. Di samping pembelajaran yang didapatkan secara langsung, para siswa SMP MDC juga diberi kesempatan untuk melayani siswa siswi dari SMP Negeri Selemadeg dengan berbagi informasi mengenai berbagai macam kandungan bahan kimia dalam makanan, rokok, dan juga bahayanya bagi kesehatan.
 

 
Harapan kami selaku pendidik ingin membekali para siswa kami dengan teknologi terapan yang menggunakan prinsip-prinsip sains, sehingga mereka dapat menerapkan ilmu sains yang telah mereka pelajari di sekolah untuk menolong banyak orang.
 

 
Written by: Mr. Yonathan Rengga, S.Si.

,

Science Study Center 2014: Report from Bali

SMP Kristen Masa Depan Cerah kembali mengadakan Science Study Center (SSC) pada hari Senin-Sabtu,  21 – 26 April 2014 dengan jumlah peserta didik 78 orang dan guru pendamping 13 orang. Seluruh kegiatan dilakukan di Pulau Dewata, Bali.  Peserta didik memulai kegiatan pembelajaran pertama di P.T. PAK OLESS. Pada pembelajaran tersebut, peserta didik belajar mengaktifkan EM4, membuat pupuk bokashi dan mengamati struktur jaringan tumbuhan menggunakan  kaca pembesar di kebun PT. PAK OLESS. Selain itu mereka juga diperkenalkan produk – produk herbal buatan PT. PAK OLESS yang memanfaatkan bahan baku dari tumbuhan dan mengenal fungsinya untuk kesehatan. Peserta didik sangat antusias dalam mengikuti sesi dan mengajukan beberapa pertanyaan yang mendalam tentang pembelajaran tersebut.

 

 

Pada hari kedua dan ketiga, peserta didik mulai belajar science melalui aplikasi teknologi terapan di Bali Appropriate Technology Institute (BATI) milik seorang misionaris dunia Mr. Rus Alit. Peserta didik belajar tentang  Rus pump yang merupakan ciptaan pak Rus, selain itu juga belajar tentang hydraulic pump, slow sand filter, water recycle, rock water filter, PLTA, aquaponic, Solar water heater, Static solar heater, virgin Coconut Oil dan lain – lain. Tempat yang menyatu dengan alam dan terdapat model pembelajaran yang real memudahkan  peserta didik belajar dengan lebih integratif dan kontekstual. Pemahaman peserta didik juga dipertajam dengan adanya workshop yang mengambil tema tertentu dan dilanjutkan dengan penyelesaian soal studi kasus yang dipresentasikan di hadapan dewan juri dan teman – teman yang lain. . Dengan demikian peserta didik dapat lebih belajar bagaimana menggunakan ilmu yang diperoleh secara berkesinambungan.

 

 

Selanjutnya peserta didik juga belajar menerapkan ilmu matematika dalam kehidupan sehari – hari dengan mengukur ketinggian Patung Garuda – Wisnu Kencana menggunakan prinsip trigonometri dan alat klinometer sederhanabuatan siswa sendiri. Peserta didik juga belajar cara budidaya rumput laut dan membuat produk olahan rumput laut di Pantai Pandawa. Selain belajar, peserta didik juga diberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam di sekitar Pantai Pandawa. Tawa dan keceriaan terus terpancar di setiap wajah peserta didik selama mengikuti kegiatan.

Selain belajar teknologi, peserta didik juga dibekali  dengan hati ministry. Sesi tersebut diisi dengan sharing dari Mr. Rus tentang pemasangan hydraulic pump di daerah terpecil untuk mendapatkan air dengan mempompa air dari sungai, sehingga warga desa tidak perlu jauh – jauh mengambil air ke sungai. Kesaksian tersebut membuka pemikiran setiap peserta didik untuk lebih belajar serius dan ilmu yang ada digunakan sebagai bekal  untuk memberkati banyak orang. Selain sharing tentang misi, terdapat juga sesi rekonsiliasi baik dengan sesama teman maupun guru. Setiap peserta didik dibawa untuk introspeksi dan berani mengakui kesalahan serta mau melepaskan pengampunan. Sesi ini sangat mengharukan. Banyak peserta didik menangis saat teringat kesalahan – kesalahan yang dilakukan dan mulai belajar saling memaafkan. Melalui sesi ini diharapkan setiap peserta didik merasa “free” dengan hati mereka karena sudah melepasakan pengampunan. Tidak ada lagi kepahitan yang dipendam karena sudah menyadari bahwa Yesus memberikan pengampunan sejati dan sebagai murid Kristus wajib untuk melepaskan pengampunan.  Melalui proses rekonsiliasi, diharapkan setiap peserta didik memiliki jiwa persaudaraan yang lebih erat dan menjadi kebersamaan untuk melakukan ministry ke keluar.  Kegiatan  ministry tidak hanya berlangsung secara internal, tetapi juga eksternal yaitu melalui pelayanan kepada siswa SMP Negeri 2 Selemadeg. Peserta didik berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki dan bersiap untuk melayani siswa di SMP Negeri 2 Selemadeg. Peserta didik mulai berbagi ilmu kepada siswa SMP Negeri 2 Selemadeg. Ilmu yang dibagikan anatara lain  praktikum Larutan Asam – Basa, Pembuatan sabun colek dan Larutan elektrolit. Selanjutnya diakhiri dengan obrolan  ringan dan pembagian snack. Selanjutnya acara ministry tidak hanya berakhir di sekolah, tetapi dilanjutkan di BATI dengan mengundang siswa SMP Negeri  2 Selemadeg untuk bertanding sepakbola. Kegiatan tersebut menjadi bagian yang seru dengan mulai mengenal masyarakat dengan lingkungan dan karakter yang berbeda jauh. 

 

 

Semua kegiatan SSC ditutup dengan acara Awarding. Ada delapan karakter yang dinilai selama SSC seperti Responsibility, Punctuality, Obedience, Contentment, Leadership,  Helpful, Orderliness dan Respectfulness. Setiap siswa yang berhasil mendapat nilai tertinggi di dalam setiap karakter diberikan voucher belanja.

Kegiatan SSC berlangsung dengan penuh warna,peserta didik bukan hanya belajar secara akademik, namun juga karakter dan ministry.  Semua yang  terjadi selama SSC menjadi memori yang indah dan hingga semua yang dipelajari hanya untuk kemuliaan bagi RAJA sejati, YESUS KRISTUS….

 

 

Events

Nothing Found

Sorry, no posts matched your criteria