Posts

,

Open House PG/KG Benih Kasih 2014

Sabtu pagi, 8 November 2014 yang lalu para orangtua dan anak berbondong-bondong datang memenuhi halaman PG/KG Benih Kasih untuk memeriahkan acara Open House yang diadakan oleh PG/KG Benih Kasih. Antusiasme mereka sangat tampak disetiap sesi acara. Mulai dari penampilan anak membawakan gerak dan lagu tradisional “Gundul-Gundul Pacul”, demo memasak dari orangtua murid, penyerahan hadiah berupa piala dan mainan edukatif, door prize, bazaar, pameran karya anak, juga tentu saja….yeaaahhhh…….demo memasak Chef Ken (Top 3 Master Chef Indonesia 2) sebagai puncak acara.
 

 
Mengapa kita mendatangkan Chef Ken? Karena Project of Entrepreneurship kita kali ini “Sayur…Oke! , Buah Yes…!!! (SBY), dimana kegiatan ini memiliki konsep membuat/mengolah menu makanan kesukaan dari bahan (sayur dan atau buah) yang tidak mereka sukai, sehingga pada akhirnya anak menyukai makanan sehat tersebut, Chef Ken sengaja didatangkan untuk memperkaya ide dan wawasan anak juga orang tua untuk lebih kreatif lagi dalam menuangkan ide-ide mereka, dan tentu saja semakin menumbuhkan jiwa entrepreneur anak sehingga semua aspek perkembangan anak dapat terstimulasi secara maksimal. (Wisnu- BK)

,

Student Led Conference by Benih Kasih Students

Seperti yang pernah dilakukan di semester sebelumnya, PG/TK Benih Kasih kembali mengadakan Student Led Conference (SLC) khusus untuk siswa TKA dan TKB. SLC ini merupakan bentuk komunikasi (Communicating) dari siklus pembelajaran Entrepreneurship atau sering disebut Program of Entrepreneurship yang dilakukan oleh siswa. Tema yang diangkat untuk SLC kali ini cukup menarik, yaitu “Macet, Enjoy Aja”. Kegiatan tersebut dilangsungkan dalam dua hari. Siswa TKB mendapat kesempatan pertama, yaitu pada tanggal 18 Maret sementara siswa TKA mendapat giliran keesokan harinya.

Dalam pembelajaran Entrepreneurship, ada lima tahap pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, yaitu Exploring, Planning, Doing, Communicating,dan Reflecting. Pada tahap Exploring, siswa diajak mengenal masalah transportasi yang sering terjadi yaitu kemacetan di jalan. Guru bercerita tentang kondisi jalan yang sering macet dan juga memutarkan video yang menunjukkan tentang kemacetan. Di samping itu, siswa diajak untuk memahami apa dampak kemacetan bagi para pengguna jalan. Dari masalah kemacetan tersebut, siswa diajak untuk berpikir tentang aktivitas yang mereka lakukan ketika terjebak macet di jalan. Dari pemikiran tersebut siswa mulai merencanakan aktivitas apa yang akan mereka lakukan di dalam kendaraan (mobil) jika kemacetan terjadi. Siswa menuangkan pemikirannya dalam bentuk gambar.

Setelah tahap planning selesai, siswa mulai masuk ke tahap doing, yaitu melakukan sesuatu sesuai perencanaan yang mereka buat. Ada di antara siswa yang membuat sticker, gantungan kunci dan hiasan lain yang menunjukkan kunci “Macet, Enjoy Aja”. Setelah selesai membuat produk sederhana, siswa mulai mengkomunikasikannya kepada teman dan guru. Sementara itu, pengkomunikasian kepada orangtua baru dilakukan pada saat SLC. Tahap terakhir yang dilakukan siswa adalah reflecting, yaitu siswa diajak berpikir dan mengevaluasi tentang pembelajaran yang mereka lakukan, apa yang sudah berhasil dan apa yang masih perlu ditingkatkan untuk pembelajaran Entrepreneurship berikutnya.

Selama dua hari SLC, orangtua tampak antusias dan kagum atas hasil belajar anak-anaknya. Saat siswa menjelaskan, orangtua mampu mendengarkan dengan seksama dan sesekali bertanya kepada anaknya soal hasil belajar yang dipresentasikan. Dari komentar yang diberikan oleh orangtua, mereka sangat senang dengan pembelajaran POE karena hal tersebut melatih anak-anak untuk berpikir problem solving dan mengasah keberanian anak untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain. Maju terus, siswa-siswi PG/TK Benih Kasih! God bless all of you. (by: Joseph Heryawan)

 

 

,

Study Tour Grade 4: Program of Entrepreneurship @Restoran Pak D

Mengenal keanekaragaman budaya Indonesia tak terbatas pada adat istiadat, tarian, pakaian, rumah adat, senjata, dan alat musik. Masakan khas daerah pun menjadi kekayaan dan bentuk keragaman budaya Indonesia. Itulah yang dipelajari oleh siswa kelas 4 SDKr. MDC. Khusus untuk Program of Entrepreneurship (POE) kali ini, mereka belajar tentang kuliner dari beberapa di daerah di Indonesia. Selain mengenal nama dan jenisnya, siswa belajar tentang bahan penyusun masakan tersebut beserta fungsinya bagi tubuh kita. misalnya, salah satu penyusun menu papeda dari Papua adalah sagu. Siswa belajar bahwa sagu memiliki fungsi untuk mengobati sakit perut seperti perut kembung dan diare.

Study tour kali ini, siswa diajak untuk melihat demo memasak dari salah satu chef  di Restoran Pak D di kawasan Jemursari Surabaya, tanggal 11 September 2013 yang lalu. Chef tersebut mengajarkan bagaimana cara memasak masakan tersebut. Di akhir demo, siswa diperkenankan untuk mencicipi masakan tersebut dengan tujuan, supaya siswa mampu mempromosikan kuliner Indonesia agar lebih dikenal luas. Siswa sangat antusias dengan kegiatan ini karena selain belajar di kelas, mereka akhirnya melihat, serta menikmati secara langsung kekayaan kuliner Indonesia.