Posts

,

Science Study Center 2017

“SSC 2017… Love God, Love People, Agents of Change!!!”.

Jargon yang terus dikumandangkan di setiap sesi acara, menambah semangat ekstra bagi siswa-siswi grade 8. SSC 2017 tahun ini bertemakan living science, siswa-siswi diajak untuk mempelajari sains terapan pada bahan-bahan kimia alami dan buatan dalam berbagai produk pembersih, tekstil, makanan dan minuman. Tour pembelajaran dimulai dari kunjungan ke CV Tarum Bali, Gianyar untuk mempelajari pembuatan pewarna tekstil alami dari daun-daunan dan penerapannya dalam pewarnaan kain. Selanjutnya menuju Eduwisata Secret Garden Village, Bedugul untuk mempelajari pembuatan sabun dan pengolahan kopi secara skala pabrik.

Pembelajaran bahan-bahan kimia dilanjutkan di Jurusan Kimia, Universitas Udayana, untuk mempelajari pembuatan sabun dan bahan antioksidan alami. Kemudian siswa-siswi mempelajari penanaman terumbu karang dan pengolahan rumput laut di Pantai Pandawa, Uluwatu. Selain itu, siswa-siswi juga dibekali ilmu tentang 10 teknologi sains terapan yang dikembangkan oleh Bapak Rus Alit di Bali Appropiate Technology Institute (BATI).

Tidak hanya belajar, siswa-siswi juga diajak untuk melayani sesama dalam kegiatan internal dan external ministry. Dalam kegiatan internal ministry sebagian siswa-siswi belajar untuk melayani teman-teman dan guru dalam Praise and Worship dan kesaksian. Sedangkan dalam kegiatan exsternal ministry siswa-siswi diajak untuk melayani siswa-siswi SDN 1 Wanagiri dengan mengajarkan ilmu sains.

Kegiatan SSC diakhiri dengan penyerahan penghargaan (awarding) bagi siswa-siswi yang menunjukkan karakter care, respect, responsibility, serta penghargaan bagi mereka yang memiliki jiwa leadership, obedience, dan scientific. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Tidak hanya pembelajaran akademis yang diberikan, siswa-siswi juga diharapkan dapat belajar karakter-karakter Kristus dari pengalaman-pengalaman mereka dalam setiap kegiatan SSC 2017 ini.

“Ada ilmu ada manfaat, baik budi hendaklah dibalas, SSC 2017 dapat banyak berkat, sampai jumpa di SSC 2018”

,

Study Tour Grade 4 SD MDC at Bhakti Alam

“Study tour kali ini kita akan pergi ke mana, Ma’am?”

“Aku akan izin papaku untuk pakai mobilnya, ya, Ma’am?”

“Ma’am boleh tidak aku bawa uang lebih dari Rp50.000,00?”

… dan puluhan pertanyaan lain yang seakan tidak ada habisnya, terlontar keluar dari mulut anak-anak yang begitu antusias untuk mengikuti study tour.
 

 
Dua minggu masa penantian, akhirnya seluruh murid kelas 4 pergi menuju Bhakti Alam yang terletak di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Mengingat lokasinya agak jauh di luar kota, maka pukul 07.00 tepat kami sudah harus meninggalkan Surabaya. Dua jam kemudian, tibalah sembilan mobil rombongan MDC di Bhakti Alam. Kakak-pemandu sudah siap menyambut dan segera mengajak kami berkeliling.
 

 
Tempat pertama yang kami tuju adalah kebun kelengkeng. Tapi, murid-murid belajar tentang perkembangbiakan tumbuhan mangga dengan cara okulasi. Siswa pun diberi kesempatan mempraktikkannya dan diperbolehkan membawa pulang hasilnya. Usai belajar okulasi, siswa naik kereta kelinci menuju tempat pemerahan dan pengolahan susu sapi. Siswa mendapat penjelasan tentang pasteurisasi susu sapi. Keluar dari laboratorium pasteurisasi, setiap anak mendapatkan segelas susu sapi dan diberi kesempatan untuk membeli aneka produk olahan dari susu sapi. Area ketiga yang harus dikunjungi adalah tempat pembuatan bahan bakar biogas dan dilanjutkan menuju ke kebun melon golden. Siswa-siswa sangat menikmatinya.
 

 
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12.00, maka kami kembali naik kereta kelinci menuju kantin untuk makan siang bersama. Setelah beristirahat sejenak, kami foto bersama dan langsung melanjutkan perjalanan kembali ke sekolah. Pengalaman study tour selalu menyenangkan dan dinantikan oleh siswa-siswa. Sampai bertemu di study tour semester berikutnya. (dee)

 

,

Science Study Center 2014: Report from Bali

SMP Kristen Masa Depan Cerah kembali mengadakan Science Study Center (SSC) pada hari Senin-Sabtu,  21 – 26 April 2014 dengan jumlah peserta didik 78 orang dan guru pendamping 13 orang. Seluruh kegiatan dilakukan di Pulau Dewata, Bali.  Peserta didik memulai kegiatan pembelajaran pertama di P.T. PAK OLESS. Pada pembelajaran tersebut, peserta didik belajar mengaktifkan EM4, membuat pupuk bokashi dan mengamati struktur jaringan tumbuhan menggunakan  kaca pembesar di kebun PT. PAK OLESS. Selain itu mereka juga diperkenalkan produk – produk herbal buatan PT. PAK OLESS yang memanfaatkan bahan baku dari tumbuhan dan mengenal fungsinya untuk kesehatan. Peserta didik sangat antusias dalam mengikuti sesi dan mengajukan beberapa pertanyaan yang mendalam tentang pembelajaran tersebut.

 

 

Pada hari kedua dan ketiga, peserta didik mulai belajar science melalui aplikasi teknologi terapan di Bali Appropriate Technology Institute (BATI) milik seorang misionaris dunia Mr. Rus Alit. Peserta didik belajar tentang  Rus pump yang merupakan ciptaan pak Rus, selain itu juga belajar tentang hydraulic pump, slow sand filter, water recycle, rock water filter, PLTA, aquaponic, Solar water heater, Static solar heater, virgin Coconut Oil dan lain – lain. Tempat yang menyatu dengan alam dan terdapat model pembelajaran yang real memudahkan  peserta didik belajar dengan lebih integratif dan kontekstual. Pemahaman peserta didik juga dipertajam dengan adanya workshop yang mengambil tema tertentu dan dilanjutkan dengan penyelesaian soal studi kasus yang dipresentasikan di hadapan dewan juri dan teman – teman yang lain. . Dengan demikian peserta didik dapat lebih belajar bagaimana menggunakan ilmu yang diperoleh secara berkesinambungan.

 

 

Selanjutnya peserta didik juga belajar menerapkan ilmu matematika dalam kehidupan sehari – hari dengan mengukur ketinggian Patung Garuda – Wisnu Kencana menggunakan prinsip trigonometri dan alat klinometer sederhanabuatan siswa sendiri. Peserta didik juga belajar cara budidaya rumput laut dan membuat produk olahan rumput laut di Pantai Pandawa. Selain belajar, peserta didik juga diberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam di sekitar Pantai Pandawa. Tawa dan keceriaan terus terpancar di setiap wajah peserta didik selama mengikuti kegiatan.

Selain belajar teknologi, peserta didik juga dibekali  dengan hati ministry. Sesi tersebut diisi dengan sharing dari Mr. Rus tentang pemasangan hydraulic pump di daerah terpecil untuk mendapatkan air dengan mempompa air dari sungai, sehingga warga desa tidak perlu jauh – jauh mengambil air ke sungai. Kesaksian tersebut membuka pemikiran setiap peserta didik untuk lebih belajar serius dan ilmu yang ada digunakan sebagai bekal  untuk memberkati banyak orang. Selain sharing tentang misi, terdapat juga sesi rekonsiliasi baik dengan sesama teman maupun guru. Setiap peserta didik dibawa untuk introspeksi dan berani mengakui kesalahan serta mau melepaskan pengampunan. Sesi ini sangat mengharukan. Banyak peserta didik menangis saat teringat kesalahan – kesalahan yang dilakukan dan mulai belajar saling memaafkan. Melalui sesi ini diharapkan setiap peserta didik merasa “free” dengan hati mereka karena sudah melepasakan pengampunan. Tidak ada lagi kepahitan yang dipendam karena sudah menyadari bahwa Yesus memberikan pengampunan sejati dan sebagai murid Kristus wajib untuk melepaskan pengampunan.  Melalui proses rekonsiliasi, diharapkan setiap peserta didik memiliki jiwa persaudaraan yang lebih erat dan menjadi kebersamaan untuk melakukan ministry ke keluar.  Kegiatan  ministry tidak hanya berlangsung secara internal, tetapi juga eksternal yaitu melalui pelayanan kepada siswa SMP Negeri 2 Selemadeg. Peserta didik berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki dan bersiap untuk melayani siswa di SMP Negeri 2 Selemadeg. Peserta didik mulai berbagi ilmu kepada siswa SMP Negeri 2 Selemadeg. Ilmu yang dibagikan anatara lain  praktikum Larutan Asam – Basa, Pembuatan sabun colek dan Larutan elektrolit. Selanjutnya diakhiri dengan obrolan  ringan dan pembagian snack. Selanjutnya acara ministry tidak hanya berakhir di sekolah, tetapi dilanjutkan di BATI dengan mengundang siswa SMP Negeri  2 Selemadeg untuk bertanding sepakbola. Kegiatan tersebut menjadi bagian yang seru dengan mulai mengenal masyarakat dengan lingkungan dan karakter yang berbeda jauh. 

 

 

Semua kegiatan SSC ditutup dengan acara Awarding. Ada delapan karakter yang dinilai selama SSC seperti Responsibility, Punctuality, Obedience, Contentment, Leadership,  Helpful, Orderliness dan Respectfulness. Setiap siswa yang berhasil mendapat nilai tertinggi di dalam setiap karakter diberikan voucher belanja.

Kegiatan SSC berlangsung dengan penuh warna,peserta didik bukan hanya belajar secara akademik, namun juga karakter dan ministry.  Semua yang  terjadi selama SSC menjadi memori yang indah dan hingga semua yang dipelajari hanya untuk kemuliaan bagi RAJA sejati, YESUS KRISTUS….

 

 

Events

Nothing Found

Sorry, no posts matched your criteria