Posts

,

Study Tour Grade 2 at Mokko Factory

Study tour kelas 2 kali ini berlangsung pada tanggal 16 Februari bertempat di Mokko Factory. Sesampainya di Mokko Factory, siswa diarahkan ke area lobi. Di sana siswa dibagi menjadi 9 kelompok, berdasarkan jumlah meja yang tersedia. Sebelum mulai membuat donat, siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh Chef Mokko Factory mengenai cara pembuatannya. Selesai mendengar penjelasan dari Chef, siswa diminta untuk memakai clemek, topi chef serta mencuci tangan terlebih dahulu.

Tahap pertama yang dilakukan oleh siswa saat membuat donat adalah  membuat adonannya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang disediakan untuk membuat donat tersebut adalah tepung terigu, telur, susu dan gula. Untuk mempersingkat waktu, adonan telah disediakan oleh Mokko Factory dengan memperhitungkan jumlah siswa yang hadir. Selain bahan pembuat adonan, siswa disediakan juga bahan-bahan lain untuk toppingnya seperti cokelat, keju, cokelat meses, meses berwarna, almond, kacang,  selai strawberry, dan adonan oreo.

Setelah semua bahan siap, tahap selanjutnya siswa diberikan masing-masing 2 adonan donat untuk diberi topping di atasnya. Dalam tahap ini, siswa harus memberi topping pada semua adonan yang tersedia juga mau berbagi bahan topping dengan teman kelompoknya. Siswa yang telah siap dengan donat dan topingnya, selanjutnya diarahkan oleh Chef ke ruang oven untuk proses pemanggangan.

Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, donat yang dibuat oleh siswa pun telah matang. Siswa diberi masing-masing 2 buah donat yang telah mereka buat sendiri juga 2 buah donat yang telah disediakan untuk dibawa pulang. Selain donat, siswa juga membuat es cokelat. Mereka membuat es cokelat dengan bahan berupa susu cokelat cair, susu cair putih  dan es batu. Selesai membuat es cokelat, siswa makan siang bersama di Mokko Factory. Setelah itu, siswa kembali ke sekolah dengan membawa donat masing-masing dan tentunya pengalaman belajar yang tidak terlupakan.

,

Study Tour Grade 1 at Agrowisata Puspa Lebo

Kegiatan study tour kelas 1 secara umum berjalan dengan baik. Setelah sampai di tempat Argowisata Puspa Lebo, siswa langsung diajak masuk kedalam aula Puspa Lebo untuk mendapatkan pengarahan. Siswa duduk bersama anggota kelompok mereka masing-masing yang sudah diatur oleh guru kelas saat di sekolah. Sebelum mulai melakukan kegiatan, siswa terlebih dahulu diberikan pengetahuan dan pengarahan tentang macam-macam tanaman yang ada di Agrowisata Puspa Lebo. Tananama buah dan sayur yang ada di Puspa Lebo semuanya tidak menggunakan pupuk kimia tetapi  menggunakan pupuk organik yang baik untuk semua tanaman. Pupuk organik tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, berbeda dengan pupuk kimia. Semua tanaman buah dan sayuran dari Puspa Lebo baik dikonsumsi. Setelah mendapat pengarahan dari pendamping siswa kelas 1 dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang sudah terbentuk memiliki pendaping yang akan mengajak siswa untuk berkeliling mengamati setiap tanaman yang ada di lingkungan Agrowisata Puspa Lebo.

Saat berkeliling siswa diperkenalkan dengan berbagai macam jenis buah-buahan dan sayuran yang ada di Puspa Lebo. Setelah berkeliling melihat macam buah dan sayuran siswa diajari menanam tananaman terong dan cabe di poliback. Setelah itu anak anak mencuci tangan dan memakan buah hasil tanam puspa lebo dan minum teh rosela. Semua siswa merasa sangat senang karena mendapatkan pengalaman baru tentang menanam dan merawat lingkungan di sekitar. Selanjutnya siswa istirahat makan siang sambil tanya jawab tentang apa yang sudah mereka lihat dan ketahui dari Puspa Lebo. Selesai makan siang siswa bersiap-siap untuk pulang, tidak lupa mereka bertrima kasih kepada pendamping dan pengurus puspa lebo. Siswa pulang dengan sukacita karena mereka membawa tanaman yang mereka tanam serta mendapatkan buah jambu kristal. Para siswa tidak lupa untuk berterimakasih pada pembina. Setelah itu para siswa kembali ke sekolah.

,

Field Trip to Trowulan 2017

Pembelajaran di luar kelas merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan melihat obyek secara langsung siswa akan lebih memahami dan hasil pengalaman belajar lebih lama untuk diingat dan akan menjadi acuan belajar di tingkat lebih lanjut. Salah satu bentuk pembelajaran yang diadakan oleh SMPKr. MDC adalah Outing Trowulan, pembelajaran ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 7. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa kami terhadap sejarah budaya masa lalu, mampu memadukan antara teori dan praktek, mengenali obyek sejarah secara langsung, sekolah dapat menciptakan suasana belajar siswa sedekat mungkin dengan alam sehingga mampu membuat laporan presentasi daerah wisata Trowulan, dan mengintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS.

Rangkaian acara outing ini dilaksanakan di museum dan candi yang ada disekitar Trowulan – Mojokerto, pada tanggal 6 April 2017 dengan perjalanan menuju Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu. Setelah rangkaian kegiatan di Candi telah berakhir maka pembelajaran berlanjut menujui Kolam Segaran dan Museum Trowulan, kemudian barulah mereka mencoba untuk kegiatan tambahan dari program sekolah kami yaitu ekskavasi. Ekskavasi merupakan kegiatan baru tahun ini untuk sekolah kami, kegiatan penggalian tanah ini mengajarkan siswa untuk dapat mengetahui pengetahuan lain selain materi yang sudah mereka dapatkan. Dengan mempraktekkan langsung dalam penggalian tanah yang dilakukan anak-anak, sekolah mampu memberikan wadah dan pengalaman kepada mereka untuk menjadi seorang arkeolog. Kegiatan terakhir setelah semua materi didapat adalah mengajak siswa untuk mereview dengan acara kuis yang membuat mereka berlomba-lomba untuk menjawab setiap pertanyaan yang berkaitan dengan apa yang sudah didapat selama kegiatan outing dilaksanakan.

,

Benih Kasih Students Go to The Dentist

Selama hampir tujuh minggu anak-anak Dari Joy dan Peace belajar dengan tema pekerjaan / My Dentist”. Untuk menambah wawasan anak tentang dokter gigi maka, hari senin dan selasa tanggal, 18 dan 19 Mei 2015 kami mengundang nara sumber dokter gigi dari Dentaland untuk datang ke sekolah . 4 Orang dokter gigi dan 1 asistennya datang bergantian ke sekolah selama dua hari berturut-turut.
 


 
Kedatangan dokter gigi ke sekolah membantu anak-anak untuk mengerti tentang manfaat gigi, bagaimana menjaga gigi, cara menyikat gigi dengan benar dll. Anak-anak sangat antentive dan antusias dalam memperhatikan apa yang di jelaskan oleh para dokter tsb. Bahkan mau mencoba cara-cara menggosok gigi dengan menggunakan peraga gigi dan sikat gigi kepunyaan dokter. Tidak ada yang menangis , mereka mencoba merespon apa yang di jelaskan oleh para dokter tersebut. Walaupun ada yang kurang jelas bahasa mereka karena memang ada yang belajar berbicara, tetapi sungguh mereka bersemangat dalam mendengarkan penjelasan dr Wendy, dr Tri, dr. Handy, dr Olivia. Bahkan ada yang mau mencoba beberapa kali cara menyikat gigi.

Hari Rabu dan Kamis, tanggal 20 dan 21 Mei anak-anak bergantian berkunjung ke dentaland. Untuk kali ini mereka tidak didampingi orangtua, tetapi mereka sangat antusias dan tidak seperti biasanya datang lebih awal. Sesampai di sana anak-anak di sambut oleh para dokter yang kemarin sudah datang ke sekolah, dan beberapa dokter yang lain, jadi rasa aman dan nyaman sudah di rasakan oleh mereka, apalagi tempatnya yang menarik. Ada perusutan, perpustakaan kecil, bahkan dinding ruang prakteknya berhiaskan polar bear dan cow boy . Mereka di ajak berkeliling melihat-lihat ruangan yang ada sambil mengenali peralatan dokter gigi. Kemudian di bagi, sebagian di ajari dan praktek langsung menggosok gigi yang benar, sebagian lagi di periksa giginya oleh dokter. Selesai menggosok gigi dan di periksa baru bermain di tempat yang di sediakan.

Setelah selesai semua, anak-anak mendapat sertifikat dan goody bag dari pihak dentalan, serta foto bersama. Wow sungguh menyenangkan. Terima Kasih dokter, kata anak-anak sebelum kembali ke sekolah. Dan dalam perjalanan anak-anak bercerita kalau besar nanti mereka ada yang mau menjadi dokter gigi yang suka menolong anak-anak. Luar biasa kunjungan tersebut bisa menginspirasi anak-anak, semoga tercapai . Tuhan memberkati kalian semua.

,

Science Study Center 2015

Science Study Center (SSC) merupakan salah satu kegiatan yang setiap tahun diadakan bagi siswa siswi kelas 8 SMP MDC. Bertempat di Bali Appropriate Technology (BATI), para siswa dibawa untuk belajar dari kehidupan Mr. Rus Alit, seorang warga asli Bali yang memiliki kerinduan untuk menolong orang-orang yang hidup dalam kondisi lingkungan yang sulit.
 


 
Di hari pertama SSC 2015 para siswa memulai pembelajaran di GWK (Garuda Wisnu Kencana) dengan materi pembelajaran memanfaatkan prinsip trigonometri untuk memperkirakan tinggi patung Wisnu dan Garuda yang merupakan hasil karya seniman Bali. Setelah melakukan pengukuran di GWK, anak-anak melakukan perjalanan ke BATI di daerah Tabanan Bali. Hari kedua, para siswa belajar secara langsung mengenai berbagai macam teknologi terapan dengan prinsip-prinsip sains yang selama ini dikembangkan oleh Mr. Rus Alit untuk menolong orang-orang di daerah sulit. Teknologi terapan yang dipelajari antara lain: pengering tenaga surya, hidroponik, pompa hidrolik, dan pembangkit listrik tenaga air.
 

 
Kunjungan belajar di hari ketiga adalah agrowisata The Silas’s. Di sini para siswa belajar mengenai kandungan dan kegunaan dari tanaman yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari hingga teknik penanaman yang digunakan untuk produksi stroberi. Pembelajaran hari keempat dilakukan sepanjang hari di BATI dimana para siswa belajar mengenai water treatment, slow sand water filter, rus pump, penumbuk padi tenaga kincir air dan pembuatan virgin coconut oil (VCO) secara langsung. Di samping pembelajaran yang didapatkan secara langsung, para siswa SMP MDC juga diberi kesempatan untuk melayani siswa siswi dari SMP Negeri Selemadeg dengan berbagi informasi mengenai berbagai macam kandungan bahan kimia dalam makanan, rokok, dan juga bahayanya bagi kesehatan.
 

 
Harapan kami selaku pendidik ingin membekali para siswa kami dengan teknologi terapan yang menggunakan prinsip-prinsip sains, sehingga mereka dapat menerapkan ilmu sains yang telah mereka pelajari di sekolah untuk menolong banyak orang.
 

 
Written by: Mr. Yonathan Rengga, S.Si.

,

Study Tour Grade 4 Elementary Students at PT. Otsuka Indonesia

Selama beberapa kali saya menyusun Buku Tahunan, komentar terbanyak dari siswa tentang apa yang paling mereka sukai selama sekolah di SDKr. MDC adalah tentang study tournya. Study tour di SDKr. MDC sangat ditunggu oleh semua siswa. Guru-guru yang bekerja dalam tim selalu berusaha mencari sesuatu yang berbeda ketika memilih lokasi study tour.
 


 
Semester dua tahun 2015 ini, kelas 4 mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi salah satu pabrik yang dikenal bersih dan ramah lingkungan, yaitu PT Otsuka Indonesia yang memproduksi minuman Pocari Sweat dan snack ringan Soyjoy. Pagi hari pukul 06.30 siswa sudah berkumpul di sekolah yang siap berangkat dalam rombongan 1 bus yang disediakan oleh PT Otsuka Indonesia dan 6 mobil yang disediakan oleh orangtua.
 

 
Tiba di lokasi semua rombongan terpukau dengan fasilitas yang ada di PT Otsuka Indonesia. Semua begitu bersih dan rapi. Siswa diminta masuk ke dalam ruang pertemuan dan sebelumnya mereka diberi kesempatan untuk mengambil sebotol Pocari Sweat dari mesin minuman yang didatangkan langsung dari Jepang. Setelah puas minum, mereka mendengarkan penjelasan dari pihak PT Otsuka Indonesia tentang cara pembuatan botol, minuman Pocari Sweat, serta kandungan penting di dalamnya. Usai penjelasan, kami diizinkan melihat proses pembuatan Pocari melalui koridor yang dibatasi dengan dinding kaca. Kami berdecak kagum dengan proses pembuatan yang dilakukan dengan mesin-mesin canggih.
 

 
Tepat pukul 11.00 kami berpamitan dan setiap pengunjung mendapatkan satu goody bag yang berisi 3 botol Pocari Sweat, Soyjoy, dan stiker. Siswa juga diperbolehkan untuk membeli merchandise PT Otsuka Indonesia sebagai kenang-kenangan. Menuju Surabaya, rombongan mampir ke Taman Dayu untuk makan siang di sana. Tepat pukul 14.30 rombongan kelas 4 SDKr. MDC tiba di Surabaya dengan selamat. Tahun depan, siswa harus mempersiapkan dir mengikuti study tour yang lebih menantang.
 

 
Written by:
 

,

Study Tour Grade 3 Students at Kaza Simulator Center

Pada tanggal 11 Februari 2015,  siswa kelas 3 mengadakan study tour ke KSC ( Kaza Simulator Center) Surabaya. Kegiatan tersebut diadakan berkaitan dengan tema “Jenis-jenis Pekerjaan dan Semangat Kerja” yang dipelajari di kelas 3. Sebelum berangkat, seluruh siswa mengadakan persiapan di kelas. Mereka menerima arahan dari guru masing-masing dan berdoa bersama. Siswa berangkat pada pk.09.00 dan sampai di tempat tujuan pada Pk.10.00.
 


 
Setelah sampai di sana, semua siswa mendapatkan penjelasan tentang pertama kali pesawat diciptakan hingga  berbagai macam jenis-jenis pesawat yang ada di berbagai negara. Kemudian siswa diminta menjalankan simulator pesawat secara bergantian. Semua siswa sangat bersemangat dan terlihat tidak sabar untuk mencoba setiap simulator. Setelah itu semua siswa mengikuti sesi foto memakai baju pilot, dan makan siang bersama.
 

 
Siswa kelas 3 sangat bersemangat mengikuti seluruh kegiatan. Mereka mendapatkan pengalaman baru saat mengikuti kegiatan tersebut.  Semua kegiatan di sana selesai pada Pk. 13.00 dan setelah itu menuju ke sekolah unuk mengikuti kegiatan selanjutnya.
 

 
Written by:
 

,

MDC Senior High Program – Live in Peniwen Village, Malang

SOCIAL AND CULTURAL EXPOSURE PROGRAM merupakan salah satu program sekolah bagi siswa-siswi SMA MDC yang diselenggarakan setiap tahunnya di sebuah desa yang bernama Desa Peniwen. Desa tersebut terletak di sebelah selatan Kota Malang.
 


 
Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diadakan dengan tujuan untuk membuat siswa mengerti akan kondisi nyata masyarakat yang ada di pedesaan. Dengan melihat dan terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat yang ada di daerah terpencil, diharapkan siswa dapat berlatih meningkatkan daya juang dalam menghadapi kenyataan hidup, membangun empati dan tanggung jawab, keluar dari zona nyaman, sekaligus belajar menerapkan salah satu filosofi Gereja MDC yaitu servanthood.
 

 
Secara umum, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan secara terus menerus. Bentuk acara ini adalah dimana siswa tinggal dirumah penduduk desa peniwen dan mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh orang tua yang mereka tinggali. Mata pencaharian rata-rata penduduk peniwen sebagai petani dan peternak. Acara Live-In ini diselenggarakan selama 6 hari. Selain mengikuti kegiatan orang tua asuh siswa juga memberikan bimbingan belajar kepada siswa SMP YBPK peniwen dan olah raga bersama sebagai bentuk sosialisasi untuk menjalin kebersamaan siswa SMA MDC dan siswa SMP YBPK peniwen.
 

 
Written by:
 

,

Study Tour Grade 2 at Wonosari Tea Plantation, Lawang

Pada hari Kamis, 12 Februari pukul 08.00 pagi murid-murid kelas 2 berkunjung ke kebun teh Wonosari di Malang. Dengan menggunakan 9 mobil, siswa kelas 2 diberangkatkan ke kebun teh Lawang. Tiba di kebun teh, kami disambut oleh tim dari kebun teh yang akan menjelaskan tentang proses pemetikan hingga proses pengolahan. Setelah berkumpul di aula, anak-anak di putarkan video tentang sejarah kebun teh. Lalu penjelasan proses pemetikan. Karena cuaca hujan sehingga dijadwalkan untuk tour kebun teh dibatalkan. Selanjutnya anak-anak menuju ke pabrik untuk melihat proses pengolahan teh.
 


 
Duiiingiiinn….seger…..wow…..keren….Itu adalah kata-kata yang terdengar sebagai wujud ekspresi anak-anak selama di kebun teh Lawang. Hawa disekitar kebun teh cukup dingin, selain itu pada saat kami tiba hujan mengguyur kota Lawang sehingga beberapa kegiatan ditiadakan. Setelah selesai nara sumber menjelaskan tentang proses pemetikan hingga pengolahan, para siswa menikmati teh Rolas yang merupakan produk kebun teh tersebut. Lalu kami makan siang bersama. Pukul 12.00 kami berpamitan dan kembali ke sekolah MDC.
 

 
Selama perjalanan dari Lawang ke Surabaya, kami diiringi hujan deras. Meskipun demikian, para siswa tetap antusias. Kami bersyukur atas pertolongan dan perlindungan Tuhan selama perjalanan dan kegiatan yang dilakukan selama di kebun teh.
 

 
Written by:
 

,

Study Tour Grade 1 at Harvest Cookies & Pattisier

Cookies merupakan satu jenis kue yang sudah tidak asing lagi bagi para siswa kelas 1 SD Kristen Masa Depan Cerah. Sebagian besar siswa pasti tahu cara mengkonsumsinya, namun belum tentu tahu cara membuatnya dan alat-alat apa saja yang digunakan untuk membuat cookies. Oleh karena itu, para guru kelas 1 mengajak para siswa kelas 1 SDKr. MDC untuk melihat dan mempraktekkan bagaimana cara pembuatannya ke The Harvest Cookies & Pattisier Surabaya. Dengan harapan para siswa kelas 1 dapat mengetahui cara membuat cookies dan alat-alat apa saja yang digunakan. Melalui alat tersebut, siswa juga diajak untuk mengenal berbagai bentuk bangun ruang dan sumber energi yang membuat alat itu bergerak.
 


 
Kamis, 26 Maret 2015 merupakan hari yang sudah ditetapkan untuk melakukan study tour ke The Harvest Cookies & Pattisier Surabaya. Pukul 08.00 siswa-siswi kelas 1 berangkat dari sekolah menuju The Harvest Cookies & Pattisier Surabaya dan tiba disana sekitar pukul 08.30. Setibanya di sana, para siswa ditemani oleh guru dan kakak-kakak dari The Harvest Cookies & Pattisier Surabaya menuju dapur pembuatan cookies. Para siswa bersemangat untuk terlibat dalam pembuatan kue. Secara bergantian mereka mengaduk adonan kue, dan mencetaknya. Siswa boleh menghias kue dengan memberi topping choco chip, kacang almond, dan gula sesuka mereka.
 

 
Setelah itu, siswa diajak berkeliling melihat para chef mengenalkan alat-alat yang dipakai untuk membuat kue seperti blender, slicer, mixer, oven dll. Sambil mendengarkan, siswa mengamati berbagai bentuk bangun ruang yang menyusun alat-alat tersebut dan juga energinya. Sembari menunggu cookies matang di oven, siswa menunggu di lobby dan diberi kesempatan mengamati berbagai jenis kue yang ada di The Harvest Cookies & Pattisier Surabaya.
 

 
Sekitar pkl. 09.30 para siswa kelas 1 bersama guru kembali menuju sekolah. Sebelum pulang, tidak lupa kami berpamitan pulang kepada semua pihak The Harvest Cookies & Pattisier Surabaya dan mengucapkan terimakasih pada mereka. Sepanjang perjalanan, guru juga menunjukkan pada siswa benda-benda lain yang bisa bergerak, seperti mobil, motor dll. Raut wajah gembira terpancar dari para siswa. Sebuah pengalaman yang baru telah mereka rasakan. Terlebih lagi, saat pulang mereka membawa bingkisan berisi berbagai kue dan cookies yang mereka buat.
 
Written by: