Posts

,

Photography Competition Live in Petung Ombo 2017

Pameran Fotografi kali ini diadakan di MDC Campus Citraland, pada hari Sabtu, 11 November 2017 pukul 10.00-12.00 dihadiri oleh seluruh siswa kelas 10 dan orang tua. Dengan diikuti oleh 9 kelompok live in yang mengikutsertakan 3 foto yang telah dipilih secara seksama untuk lomba fotografinya. Dalam pelaksanaannya, sebelum berangkat Live in para siswa dibekali beberapa teknik foto oleh guru pengajar yang juga berprofesi sebagai fotografer yaitu Mr. Fenansius Nahak.

Lomba yang diselenggarakan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah bekerjasama dengan Alfalink Study Overseas  ini mengusung tema Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. “Lomba Fotografi kali akan memusatkan pencarian foto pada kegiatan live in di Petung Ombo sesuai dengan temanya Human Interest. Anak-anak diharapkan secara detail dan fokus mencari obyek foto yang menarik dan memiliki cita rasa yang mewakili budaya di desa tersebut,” ujar Mr. Ketut Sukadana, Panitia Lomba Fotografi tahun ini.

Merupakan sebuah kebanggaan bagi Samantha Olivia Grace siswi kelas X IPS 1 yang kali pertamanya meraih 1st Winner di lomba fotografi.  Dalam fotonya yang bertemakan Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. Foto bergambarkan anak SD yang sedang belajar di kelasnya menjadi favorit para peserta pameran foto di MDC Campus. Demikian juga kebahagiaan juga terpancar dari raut wajah Kimmy Rayfonzo Lumintang siswa kelas X IPS 2 yang menyabet 1st Runner Up dengan foto siswi SD yang hendak melakukan smash saat bermain bola voli. Tidak lupa juga Graciella Aileen Nathaly siswi kelas X IPA 2 yang besukacita karena semula tidak menyangka mendapatkan 2nd Runner up. Fotonya menarik karena menceritakan sesuatu yang bersifat jurnalistik, foto warga yang sedang membangun rumah terlihat menceritakan kerjasama warga di foto tersebut. “Puas melihat hasil karya para siswa yang memfoto kali ini, mereka sangat antusias dalam hunting foto dan hasilnyapun Luar biasa!,” kata Mr. Francisco, Ma’am Lia Widya dan Ma’am Purwestri Sabatlila (pembimbing kelompok).

Maam Liem Sioe Ie, Kepala Sekolah mengaku sangat bangga dengan para peserta yang bisa membuktikan untuk terus berprestasi di bidang fotografi. Menurutnya anak-anak ini adalah anak yang memiliki keinginan dan motivasi yang tinggi untuk terus mencoba dan berlatih. Beliau menuturkan bahwa lomba ini adalah sesi akhir dari runtutan kegiatan live in yang sangat membutuhkan fokus, konsentrasi serta pemikiran yang luar biasa.

“Anak-anak MDC luar biasa, mereka merupakan generasi muda yang cukup kreatif dan bisa dilatih dan dikembangkan kemampuan fotografinya. Perlunya latihan mencari obyek foto yang bisa menceritakan kisah di foto tersebut dan belajar juga pada fotografer profesional yang ada di sekitarnya. Ada banyak foto bagus yang saya berikan penilaian, namun hanya dipilih 3 juara kali ini. Merekalah yang bersungguh-sungguh secara sabar dan detail dalam mengambil gambar fotonya sesuai temanya Human Interest. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat bagi yang menjadi pemenang. Tetaplah berusaha untuk mengasah keahlian kalian dalam fotografi,” salah satu penuturan dari Bapak Anton Gautama selaku juri dari lomba fotografi.

Liputan : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Margareth Ayu Anggraeni, S.Sos., M.P

,

Workshop Gen Z di era Industri 4.0

Pada hari Senin, 16 Oktober 2017 di Ruang Media MDC Campus, Personal Development Program SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya bekerja sama dengan Program Studi Teknik Industri Universitas Pelita Harapan Surabaya memberikan seminar mengenai gen Z di era Industri 4.0 bagi seluruh siswa kelas 11. Pembicara dalam kegiatan ini adalah Lusia Permata Sari Hartanti (dosen UPH Surabaya) dan Christofel Angelo (Chello). Chello sebagai salah satu alumni Teknik Industri yang sukses dalam bidang Branding Konsultan, membagikan pengetahuan 10 karakter penting yg diperlukan siswa dalam berkarir di masa mendatang. Dalam perjalanan karirnya, Chello telah berhasil membawa Brand Excelso Coffee Indonesia meraih penghargaan 1st Digital Brand Award Indonesia, 1st Indonesia’s choice award – coffee shop category dan 3rd most outstanding campaign & marketing strategy. Selain itu Chello juga memegang beberapa brand ternama lainnya seperti Graha Natura, The Rosebay, Spazio dan Spazio Tower yang merupakan project dari Intiland Surabaya.

            Dari kegiatan ini diharapkan para siswa memiliki pengetahuan yang tepat dalam hal menyikapi  generasi Z di era industri 4.0. Siswa diharapkan mampu untuk menyesuaikan diri dengan baik pada masa-masa penggunaan media elektronik ini, khususnya sosial media yang saat ini sedang berkembang. Bukan malah terpengaruh dalam hal-hal yang negatif, tetapi justru memanfaatkan perkembangan media elektronik ini dengan hal-hal yang berguna bagi masa depan mereka.

(Tri Setyanto, S.Pd – Fasilitator Pedevpro)

LIVE IN PETUNG OMBO 2017

Live in adalah merupakan kegiatan pengembangan diri dari program yang ada di SMA   Kristen  Masa Depan Cerah yang diwarnai dengan kegiatan Entrepreneurship dan pengembagan diri.

Kegiatan Live In di Petung Ombo, Kediri ini diperuntukkan bagi siswa kelas X tahun pelajaran 2017/2018 dan dilaksanakan pada hari Rabu-Selasa, tanggal 13-19 September 2017. Kegiatan telah berjalan dengan baik dan lancar dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 sejumlah 85 orang dan 13 guru pembimbing.

Untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang utuh, maka pada jenjang akhir pendidikan sebelum memasuki perguruan tinggi, siswa tidak hanya diperlengkapi dengan kemampuan dalam bidang akademik, karakter, kehidupan rohani, kepemimpinan, dan pemahaman lingkungan saja. Pengalaman lapangan berupa program praktek di dalam masyarakat, agar siswa beroleh pengalaman hidup dalam masyarakat secara nyata dalam skala yang lebih kecil juga perlu diberikan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diadakan dengan tujuan untuk membuat siswa mengerti akan kondisi nyata masyarakat yang ada di pedesaan. Dengan melihat dan terlibat  secara langsung dalam kehidupan masyarakat yang ada di daerah terpencil, diharapkan siswa dapat berlatih meningkatkan daya juang dalam menghadapi kenyataan hidup, membangun empati dan tanggung jawab, keluar dari zona nyaman, sekaligus belajar menerapkan salah satu filosofi Gereja MDC yaitu servanthood.

Secara umum, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan secara terus menerus.

Kegiatan Live In ini adalah salah satu syarat untuk mendasari para siswa khususnya kelas X sebelum mereka akan mengikuti kegiatan International Exposure Program kelas XI di Singapura. Dari kegiatan ini, para siswa kelas X akan mengetahui dan merasakan bagaimana perjuangan hidup masyarakat desa yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan peternak.

 

Dalam pelaksanaannya berkaitan dengan kegiatan Entrepreneurship, siswa belajar dengan  pendekatan  siklus belajar (learning cycles), dimana siswa melakukan kegiatan exploring, planning, doing, communicating, dan reflecting. Proyek entrepreunership semester I ini dilaksanakan selama 7 hari, dengan tema “Culture and social exposure program” dengan menembus batas dan berbagi hidup. Sebelum berangkat ke Petung Ombo, Kediri siswa melakukan kegiatan exploring dan planning  tentang pelayanan yang akan mereka lakukan di sana dan merancang standart perilaku yang harus mereka taati. Kegiatan entrepreneur yang dilakukan diantaranya melakukan pengajaran secara langsung di SDN Sepawon 2. Dengan memberikan pengajaran bahasa Inggris dalam English Fun, kelas karakter dengan berbagai macam aktivitas dan pembelajaran matematika yang menyenangkan. Selain itu para siswa juga dilibatkan dalam pelayanan di ibadah pemuda di GKJW Pepanthan Petung Ombo. Setelah mereka pulang kembali ke sekolah, rencananya mereka melaksanakan proses communicating  dalam  bentuk SLC (Student-Led Conference) pada tanggal 10 November 2017 di sekolah dengan mengundang orang tua murid, dewan juri dari perwakilan Majelis GKJW kota Surabaya serta para alumni dari SMA MDC Surabaya.

     Dari beberapa hasil pengamatan pembimbing terhadap siswa, diketahui bahwa siswa mampu melakukan  kegiatan di rumah diantaranya menyapu halaman, mencuci piring, mencuci baju, memasak dan kegiatan di luar rumah diantaranya berkebun, berternak dan juga siswa mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar di Petung Ombo, Kediri  dengan baik terutama dengan menggunakan bahasa jawa. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara mereka memberi salam kepada warga sekitar  dan juga ketika bersosialisasi kepada para remaja-pemuda di gereja maupun siswa SDN Sepawon 2 Petung Ombo, Kediri.

Respon warga desa Petung Ombo, Kediri pada saat itu sangat senang dengan keberadaan para siswa kelas X dari SMA Kristen Masa Depan Cerah. Mereka berharap di program live in berikutnya terdapat kemajuan dan sesuatu yang baru dalam pelayanan juga pengembangan pembelajaran yang dapat memberkati di desa masyarakat di desa Petung Ombo, Kediri. (Tri Setyanto, S.Pd)

,

Seminar Kebangsaan: Pemimpin Kristen yang Berbhinneka Tunggal Ika

Dengan mengambil tema “Membangun Kepemimpinan Kristen yang ber-Bhinneka Tunggal Ika“, Personal Development Program kelas 10 dan 11 kembali menyelenggarakan kegiatan seminar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri siswa dalam materi pengembangan diri yaitu kepemimpinan khususnya kepemimpinan Kristen yang diselenggarakan pada hari Selasa,  13 Juni 2017 bertempat di Ruang Media lantai 4, MDC Campus Citraland Surabaya.

Pembicara dalam seminar ini dihadirkan dari kalangan anggota wakil rakyat, Praktisi Pendidikan dan Fasilitator Komunitas Indonesia Moeda :

  1. Vinsesius Awey, Anggota Komisi C DPRD II Kota Surabaya
  2. Erlangga Dharma, Praktisi Pendidikan Kristen
  3. Jose Ferlianto, Fasilitator Indonesia Moeda

Sesuai dengan tema yang diusung, seminar kebangsaan ini memandang bahwa pemuda merupakan elemen penting milik bangsa sehingga kita semua merasa perlu mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran para pemuda sebagai salah satu unsur penentu masa depan bangsa Indonesia. Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperkokoh pengetahuan dan wawasan kebangsaan peserta seminar, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya memiliki rasa bangga dan cinta tanah air. Setelah mengikuti seminar ini, semua peserta yang sebanyak 300 peserta dari siswa-siswi dan guru SMA Masa Depan Cerah Surabaya ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan jiwa rela berkorban dengan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan demi kepentingan dan kemajuan negara dan bangsa di kemudian hari.

“Alasan diadakan seminar ini adalah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme para pemuda sekarang ini. karena, saya melihat di jaman sekarang kebanggaan akan Indonesia sudah berkurang. Melalui acara ini, kami ingin membangunkan kembali jiwa nasionalisme melalui seminar kebangsaan ini. Empat pilar kebangsaan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 45 yang harus menjadi pegangan kuat untuk generasi bangsa,” ujar Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah pada pemaparan sambutan saat membuka seminar.

“Menjadi orang Indonesia adalah sebuah pilihan. Ketika kita sudah memilih menjadi warga negara Indonesia. Kita juga harus menjadi warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara”, Kata Bapak Vinsensius Awey  beliau juga mengatakan bahwa “Perubahan zaman, globalisasi serta kemajuan ilmu dan teknologi secara langsung maupun tidak berdampak pada kehidupan masyarakat, pandangan hidup, perilaku serta cara seseorang menyikapi sesuatu. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia memperlihatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan mulai terkikis, misalnya semakin maraknya praktik korupsi, lunturnya rasa saling menghormati dan teposeliro. Belum lagi kekerasan terjadi dimana-mana, konflik horizontal hingga pada menurunnya kebanggaan masyarakat dan generasi muda menggunakan produk-produk dalam negeri. Karena itu, wawasan kebangsaan serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai suatu pandangan yang mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa Indonesia, rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan perlu dikaji dan ditemukan kembali untuk meningkatkan daya saing dan karakter bangsa. Pancasila pada dasarnya merupakan salah satu wujud dari “kearifan lokal bangsa”. Ia merupakan representasi dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tercipta seiring dengan kesadaran kebangsaan baru bernama Indonesia. Karena itu, Pancasila bukan menjadi milik Majapahit atau milik masa lalu yang nun jauh disana, melainkan menjadi wujud kultural dari pergerakan kebangsaan ketika berhadapan dengan kolonialisme di awal abad ke-20. “Karena itu selalu berpikir dan bertindak dalam kerangka keberagaman merupakan representasi dari kearifan lokal Indonesia”, paparnya.

Dalam kesempatan kali ini juga, Bapak Erlangga Dharma juga menyampaikan bagaimana menjadi seorang pemimpin kristiani. “Kepemimpinan Kristen adalah seseorang yang tidak memikirkan tentang bagaimana mendapatkan keuntungan untuk kelompok maupun dirinya tetapi memikirkan tentang orang lain. Menjadi pemimpin seperti Kristus yang datang untuk melayani dan bukan dilayani, Markus 10 : 45”. Musuh terbesar saat ini adalah ketidakpedulian. Temukan titik awal talenta dalam hidupmu yang mungkin tidak disadari namun itu yang akan membuat sebuah perubahan. Mulailah peduli dengan perkara kecil di dalam hidupmu. Make Your own history! Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil sekalipun.

Bapak Jose Ferlianto juga menyampaikan tentang wawasan kebangsaan bagi para siswa-siswi yang hadir saat itu. Dimulai dari menjelaskan tentang Indonesia Moeda, sebuah komunitas anak muda yang memiliki visi mewujudkan generasi yang peduli akan bangsa dan mampu melakukan perubahan melalui hal-hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda. Awal kemunculan tahun 2013, kerinduan untuk memulihkan bangsa Indonesia melalui pemuridan dan kegerakan anak muda dari berbagai aspek dan lintas suku. Prosentase umat Kristen di Indonesia sangat kecil, tapi kita tidak boleh merasa tidak mampu untuk membangun bangsa ini. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita juga bisa berkontribusi dalam membangun negara Indonesia.  Kita bisa menjadi terang dan garam dunia, walaupun jumlah kita minoritas. Tetap berada di garis depan dalam menebarkan benih-benih kasih dan perdamaian bagi bangsa ini.

Bagaimana menyikapi kasus-kasus yang terjadi pada bangsa Indonesia,  radikalisme, rasialisme serta perpecahan bangsa adalah dengan merubah cara pandang kita terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Hendaknya kita mulai membangun jembatan hubungan dengan seluruh warga negara tanpa memandang SARA, hindari ketidakpedulian serta jangan meremehkan sebuah titik awal. Pancasila adalah sebuah mujizat bagi Indonesia yang sudah Tuhan berikan bagi negara Indonesia yang dicetuskan oleh para pemimpin bangsa pada masa lalu. Mulai berteman dengan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan, suku dan agama. Memulai dari apa yang kita bisa, dan dari apa yang kita punyai. Mari kita bawa Indonesia dalam setiap doa kita, doakan seluruh pemimpin baik dari lapisan terendah hingga pemimpin negara kita. Indonesia tetap jaya! Junjung terus Pancasila dan UUD 1945 sampai kapanpun. Kesimpulan seminar oleh pembawa acara Mr. Caesar Riza Rahardian, S.Hum

Pada akhir kesempatan, para siswa mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum (guru Sejarah) dan Winda Nathalie (Ketua OSIS masa bakti 2016/2017). Saya Indonesia, Saya Pancasila.

“Saya bersyukur mendapat kehormatan bisa membagikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Saya diijinkan Tuhan melihat sebuah proses menabur benih impian, ide, gagasan tentang Kebangsaan kepada generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia di tahun 2030. Benih yang awalnya kecilakan bertumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan banyak buah bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Apresiasi saya untuk kepala sekolah, jajaran staf dan guru yang memprakarsai acara ini. berbanggalah karena ini adalah sebuah perjalanan menapak masa depan yang lebih cerah. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Tuhan memberkati” Salah satu komentar dari Bapak Jose Ferlianto selepas acara seminar kebangsaan ini. harapannya ke depan SMA Kristen Masa Depan Cerah akan terus melanjutkan kegiatan serupa yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia. Mari bersama tetap memegang persatuan dan kesatuan bagi bangsa kita Indonesia. (Tri Setyanto, S.Pd – PIC Kegiatan)

“sekolah terbaik surabaya, sekolah kristen terbaik surabaya, sekolah surabaya, Sekolah MDC, MDC School, Sekolah berprestasi surabaya, sekolah surabaya barat, thanksgiving night, bhinneka tunggal ika, pancasila, SMA MDC, MDC Senior High”

,

Seminar Pendidikan tentang Game Addiction 2016

Untuk mengisi kegiatan setelah Ulangan Akhir Semester 1 ini SMA Masa Depan Cerah Surabaya melalui program bimbingan dan konseling pada fokus bimbingan pribadi dan sosial menngadakan, Seminar Pendidikan tentang Game Addiction di hari Senin, 5 Desember 2016. Kegiatan seminar ini dilaksanakan di ruang Media lantai 4, pada pukul 08.00-12.00 WIB. Narasumber pada seminar kali ini adalah Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau adalah dosen dari jurusan Game Design Institut Informatika Indonesia bersama dengan Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi yaitu dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Peserta yang mengikuti kegiatan seminar ini adalah seluruh siswa kelas 10, 11 dan 12 SMA Masa Depan Cerah Surabaya.

Seminar pendidikan diadakan untuk menjawab beberapa permasalahan berkaitan dengan kecanduan game baik game off line maupun game online yang sangat mengganggu dalam kehidupan anak-anak, remaja bahkan orang tua pada masa kini. Berikut permasalahan yang menjadi pokok pembahasannya :

  1. Game apa saja yang sering dimainkan anak-anak pada masa kini?
  2. Apa itu kecanduan bermain game di kalangan anak-anak?
  3. Apa saja konten menarik yang membuat anak-anak menjadi kecanduan terhadap game?
  4. Mengapa anak-anak bisa kecanduan dalam bermain game, apa penyebabnya?
  5. Apa saja yang menjadi indikasi yang sudah kecanduan game?
  6. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sudah kecanduan game?
  7. Bagaimana memanage waktu yang baik dalam memanfaatkan game?

Moderator seminar pendidikan kali ini adalah Mr. Nickasius Sindhunata, M.Pd. dari catatan beliau berkaitan       

dengan kesimpulan dari Game Addiction.

Menurut Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau menyampaikan bahwa :

  1. Game Addiction adalah obsesi berlebihan dalam memainkan sesuatu permainan
  2. Game yang marak dimainkan oleh anak-anak antara lain pada umumnya online game yaitu : CS, Dota2, COC, Pacman 256 dan lain sebagainya
  3. Adapun beberapa hal yang membuat anak-anak menjadi kecanduan yaitu adanya peningkatan level yang semakin menantang, arena bertanding dunia maya yang ramai, up grade atau pembelian item yang dapat mensupport karakter permainan
  4. Menurut beliau juga, agar anak-anak tidak terjebak dalam dunia game ini terlalu mendalam kita harus memiliki kesadaran bahwa bermain games ini adalah kesenangan sementara. Kita harus berusaha mengontrol diri dengan cara mengatur fokus pikiran.
  5. Menurut riset 65% wanita dan 85% pria di Amerika mengalami kecanduan games.

 

Sedangkan menurut penyampaian Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi bahwa :

  1. Adiksi atau kecanduan adalah suatu bentuk abnormalitas
  2. Adiksi permainan bisa muncul secara personal maupun multiplayer
  3. Kecanduan secara personal didasari faktor : Natural competition dan pride
  4. Sedangkan adiksi secara multiplayer didasari faktor : kecenderungan rendah diri saat kalah dari lawannya, tuntutan sosial dalam pergaulan, kebutuhan menjalin rekan serta relaksasi atau eskapisme
  5. Adiksi juga bisa muncul karena ada komunitas tertentu
  6. Menurut beliau, anak-anak bisa kecanduan bermain karena adanya story telling yang baik dari games, cerita atau frame yang menarik, terdapat komunitas yang menyukai games tersebut.
  7. Tanda atau indikasi seseorang yang kecanduan games antara lain, indikasi psikologis : merasa tidak nyaman saat tidak bermain, selalu memikirkan mainan tersebut, berbohong tentang durasi waktu bermain, dan bersikap anti sosial berikutnya indikasi fisik : nampak lelah, migrain, lelah mata karena radiasi, carpal tunnel syndrom.
  8. Indikasi akan diperparah dengan adanya perubahan perilaku
  9. Cara mengatasi hal tersebut adalah : tidak menghilangkan permainan tetapi menggantinya dengan game yang edukatif, memberikan kegiatan kepada di pecandu, melakukan rehabilitasi secara psikologis
  10. Lebih baik kecenderungan bermain games dialihkan pada kesempatan berentrepreneurship seperti membuat games analysist dan games programmer.

Selain dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator, juga ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para siswa-siswi diantara :

  1. Frederick Lee : Darimanakah game IOS atau android mendapatkan keuntungan jika tidak menjual item pendukung karakter?
  2. Hsie Michiko : Dari beberapa kejadian adiksi game dapat menyebabkan seseorang bermimpi tentang bermain, jelaskan?
  3. Michael Ting : Manakah yang lebih berbahaya, antara Porn Addiction atau Game Addiction?
  4. Joy Yehuda : Orang yang sudah kecanduan games dan tidak bisa lepas dari kecanduan susah untuk dinasehati. Bagaimanakah cara penanganannya?
  5. Sherren Novalia : Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada games?
  6. Aldrich Josia : Apakah Bulimia itu selalu dikarenakan game addiction?

Dari pertanyaan tersebut, dipilih 3 pertanyaan yang terbaik oleh narasumber. Dan yang berhasil mendapatkan kategori tersebut adalah Hsie 

Michiko, Joy Yehuda dan Aldrich Josia.

Dari dilakukannya seminar pendidikan tentang Game Addiction ini, diharapkan para siswa-siswi dapat mengatur fokusnya dan mengontrol diri sendiri agar tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan games ini. Sehingga mereka dapat memiliki prioritas yang utama dalam menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelajar.

 

Berita : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Andre Jayadi & Thomas (PR YCHB)

,

MDC Senior High Graduation Day

Jumat tanggal 20 Mei 2016, SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH SURABAYA mengadakan sebuah acara pelepasan kelas 12, yang biasa disebut dengan graduation. Acara ini dihadiri oleh semua lulusan, orang tua lulusan, dan para undangan yang terdiri dari Yayasan Cahaya Harapan Bangsa, dari gereja GKPB Masa Depan Cerah yang dihadiri oleh bapak Daniel Sumitro, dari pihak PTA yang diwakili oleh ibu Hosiana dan ibu Lina.., serta undangan-undangan yang lainnya. Acara graduation ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Ceremony dan Gala dinner. Acara yang dilaksanakan di Ballroom 89, Ciputra World ini dimulai pada jam 16.45. Acara diawali dengan ceremony dimana kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali kelas 12 IPA dan IPS serta para lulusan memasuki ballroom 89 dengan berbaris, layaknya wisuda pada perguruan tinggi, setelah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali kelas 12 IPA dan IPS serta para lulusan duduk pada kursi yang telah disediakan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia INDONESIA RAYA, Himne sekolah MDC, kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Pdt Agus Lianto, sambutan dari Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH, setelah itu dilanjutkan dengan pemanggilan satu persatu lulusan kelas 12, dimulai dari kelas 12 IPA dan kemudian dilanjutkan dengan 12 IPS, saat disebutkan namanya setiap lulusan naik ke atas podium untuk dikalungi medali, menerima selongsong dan berfoto bersama wali kelas, wakil kepala sekolah dan kepala sekolah SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH.

Setelah semua lulusan dipanggil namanya satu persatu, mereka mengucapkan Student Covenant yang dipimpin oleh ANDREAS ALVIN. Pidato dari lulusan diwakili oleh CHRISTOFFER GOH untuk 12 IPA dan FELICIA untuk 12 IPS, setelah itu maam Sioe Ie melepaskan mereka menjadi alumni SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH, yang dilanjutkan dengan doa pengutusan yang dipimpin oleh bapak DANIEL SUMITRO, kemudian para lulusan duduk bersama orang tua masing-masing, dan acara dilanjutkan dengan acara gala dinner.

Acara gala dinner dibuka dengan pidato dari perwakilan orang tua lulusan yang diwakili oleh bapak MAXIXIE MANTOFA orang tua dari ANNE MARIE MANTOFA. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada orang tua yang dengan setia menyekolahkan buah hatinya di MDC mulai dari TK – SMA MDC. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada siswa dengan kategori Outstanding Sciences Award diberikan kepada Ellaine Ivanka (12 IPA 2), Outstanding Social Award diberikan kepada Felicia Inneke (12 IPS), Outstanding English Award Sciences diberikan kepada Ellaine Ivanka (12 IPA 2), Outstanding English Award Social diberikan kepada Kezia I Boentaran (12 IPS), Outstanding Character Award (SCIENCE CLASS) diberikan kepada Andreas Alvin (12 IPA 2), Outstanding Character Award (SOCIAL CLASS) diberikan kepada Felicia Inneke (12 IPS), Outstanding Leadership Award (SCIENCE CLASS) diberikan kepada Andreas Alvin (12 IPA 2), Outstanding Punctuality Award diberikan kepada Tiffany Shaine W (12 IPS), Most Improved Student Award (SCIENCE CLASS) diberikan kepada Bonita     (12 IPA 1), Most Improved Student Award (SOCIAL CLASS) diberikan kepada Harry Yuwono. Acara ditutup dengan rangkaian acara yaitu kejutan untuk orang tua, para lulusan menyanyikan lagu yang merupakan ciptaan dari salah satu lulusan yaitu Sicillya (12 IPA 1), kemudian diakhiri dengan lagu yang dinyanyikan oleh para guru SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH. Semua acara dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris.

,

MDC Senior High Program – Live in Peniwen Village, Malang

SOCIAL AND CULTURAL EXPOSURE PROGRAM merupakan salah satu program sekolah bagi siswa-siswi SMA MDC yang diselenggarakan setiap tahunnya di sebuah desa yang bernama Desa Peniwen. Desa tersebut terletak di sebelah selatan Kota Malang.
 


 
Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diadakan dengan tujuan untuk membuat siswa mengerti akan kondisi nyata masyarakat yang ada di pedesaan. Dengan melihat dan terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat yang ada di daerah terpencil, diharapkan siswa dapat berlatih meningkatkan daya juang dalam menghadapi kenyataan hidup, membangun empati dan tanggung jawab, keluar dari zona nyaman, sekaligus belajar menerapkan salah satu filosofi Gereja MDC yaitu servanthood.
 

 
Secara umum, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan secara terus menerus. Bentuk acara ini adalah dimana siswa tinggal dirumah penduduk desa peniwen dan mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh orang tua yang mereka tinggali. Mata pencaharian rata-rata penduduk peniwen sebagai petani dan peternak. Acara Live-In ini diselenggarakan selama 6 hari. Selain mengikuti kegiatan orang tua asuh siswa juga memberikan bimbingan belajar kepada siswa SMP YBPK peniwen dan olah raga bersama sebagai bentuk sosialisasi untuk menjalin kebersamaan siswa SMA MDC dan siswa SMP YBPK peniwen.
 

 
Written by:
 

,

Education Fair – Claiming The Future 2014

Puji Tuhan, untuk kelima kalinya event Education Fair bertajuk “Claiming the Future 2014” dapat dilaksanakan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program Bimbingan Konseling dalam rangka proses pencarian, perencanaan serta pengambilan keputusan dalam bimbingan karir khususnya proses studi lanjut siswa setelah SMA. Presentasi dan Pameran Pendidikan “Claiming The Future” dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Oktober 2014 pada pukul 07.00-15.35 WIB untuk kegiatan presentasi di kelas lantai 2 dan pameran diadakan di Lobby sekolah lantai 1. Kegiatan presentasi pameran pendidikan dilakukan di ruang-ruang kelas SMA Masa Depan Cerah Surabaya yang telah di setting berdasarkan penggabungan siswa per jenjang dari kelas X, XI dan XII. Waktu presentasi masing-masing peserta pameran adalah 25 menit per perguruan tinggi. Jumlah peserta pameran pada tahun 2014 terbilang cukup banyak dan bertambah di tiap tahun penyelenggaraannya. Peserta yang berpartisipasi sejumlah 18 partisipan, diantaranya:
 

 

  1. Universitas lokal di Indonesia :
    1. Universitas Kristen Petra Surabaya
    2. Universitas Pelita Harapan Surabaya
    3. Universitas Surabaya
    4. Universitas Ciputra Surabaya
    5. Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya
    6. OTTIMMO International Surabaya
    7. Universitas Widya Kartika Surabaya
    8. Universitas Pelita Harapan Tangerang
    9. Rever Academy Surabaya
  2. Universitas luar negeri :
    1. Berjaya University Malaysia
    2. UTS:INSEARCH Australia
    3. NAFA Singapore
    4. SP Jain School Singapore
    5. ICMS Australia
    6. EASB Singapore
    7. Navitas Australia
    8. UPH SIM GE International
    9. Dallas Baptist University USA

Kegiatan pameran pendidikan dilaksanakan bersamaan dengan waktu jam istirahat para siswa SMA. Dalam pelaksanaannya, berlangsung dengan baik dan lancar. Tak jarang stan-stand pameran yang disediakan oleh panitia cukup ramai dikunjungi oleh siswa dan orang tua yang bermaksud untuk mencari informasi tentang perguruan tinggi yang ada.
 

 
Selain kegiatan presentasi dan pameran pendidikan juga ada kegiatan Seminar bagi orang tua siswa SMP dan SMA Masa Depan Cerah Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Oktober 2014 pada pukul 09.00-12.00 WIB. Tempat pelaksanaannya di ruang kantin yang diubah menjadi ruang seminar. Pembicara seminar bagi orang tua kali ini adalah Bapak Filipus Priyo Suprobo, S.T, M.T beliau adalah Dekan Fakultas Teknik Universitas Widya Kartika Surabaya. Materi yang diberikan bertemakan “Penggunaan Internet Sehat bagi anak-anak”. Program seminar bagi orang tua ini adalah bagian dari kelanjutan dari proses kegiatan Konselor Sebaya dan Internet Sehat yang dipelopori oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan Departemen Pendidikan Nasional Kota Surabaya. Dalam penyampaiannya, beliau menghimbau kepada seluruh orang tua untuk dapat mengawasi putra-putrinya dalam hal penggunaan internet dengan banyak memberikan arahan serta tuntunan kepada anak-anaknya sehingga dapat dijauhkan dari praktek-praktek cyber bullying, pornografi dan human traffiking melalui informasi-informasi yang didapatkan melalui internet (unduh materi seminar tersebut di SINI)

 

 

,

MDC Senior High Seminar: My Attitude, Shows The Real of Me

Dalam rangka memperingati hari Kartini, Sekolah Kristen Masa Depan Cerah Surabaya mengadakan Seminar, Workshop, Lomba dan Bazar pada hari Selasa, 29 April 2014 di MDC Campus, Citraland. Tahun ini OSIS memilih, Hari Kartini sebagai salah satu hari nasional yang akan di peringati oleh seluruh murid SMA Kristen Masa Depan Cerah. Bila tahun lalu, OSIS tidak memperingati Hari Kartini dengan mengadakan acara, tahun ini OSIS akan melakukan sesuatu yang special untuk murid-murid SMA Kristen Masa Depan Cerah. Hari Kartini ini bisa dibilang salah satu hari nasional yang tidak terlalu diperingati oleh murid-murid SMA Kristen Masa Depan Cerah. Karena itu tim Sekbid II dan OSIS memilih hari nasional ini, untuk mengingatkan bahwa seorang perempuan di Indonesia itu patut dihargai dan tidak boleh direndahkan begitu saja. Kali ini Sekbid. II (Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Bela Negara) dan BPH OSIS serta MPK memutuskan untuk membuat sesuatu yang berbeda dari acara yang sebelum-sebelumnya. Bila sebelumnya OSIS lebih sering mengadakan acara dimana bisa dibilang bersenang-senang, untuk memperingati Hari Kartini kali ini, OSIS akan membuat seminar dan Workshop dimana setiap siswa dapat belajar sesuatu untuk memiliki attitude yang lebih baik lagi. Selain itu, kegiatan OSIS kali ini akan berkolaborasi dengan kegiatan POE anak-anak kelas 10 tentang making money.

 

 

Jam
Acara
PIC
07.45 – 08.00
Anak-anak berdatangan, isi buku tamu, cewek & cowok dipisah
Usher
08.00 – 9.30
Cowok, ke ruang 202 & 205 untuk workshop (Mr. Edward Cahyono)
Cewek, ke Media Room untuk seminar (Maam Lidia CSES)
 
Usher, Pembicara
09.30 – 10.00
Recess, 5 Stand POE sudah siap
Panitia POE, ketua kelompok
10.00 – 11.30
Cewek, ke ruang 202 & 205 untuk workshop (Maam Santi)
Cowok, ke Media Room untuk seminar
(Mr. Sutjipto Koesno)
 
Usher, Pembicara
11.30 – 14.00
Photobooth, Live Acoustic Music, 5 Stand POE, Apreasiasi untuk pembicara
Panitia OSIS inti, Panitia POE
11.30 – 12.00
Pengumuman untuk perlombaan :
  1. Cerdas Cermat
  2. Lomba Masak
 
 
Panitia OSIS
12.00 – 13.30
Lomba Masak : beli bahan & memasak
Cerdas Cermat dimulai
 
Panitia OSIS
13.30 – 14.00
Pengumuman Pemenang (Lomba Masak & Cerdas Cermat)
Lomba Make up & Bess Dress
 
 
Panitia OSIS
           
            Pembicara seminar untuk acara special kali ini, akan mengangkat materi: cara berperilaku yang baik dan benar, dari cara berbicara dan cara memperlakukan satu sama lain dengan baik, menjaga diri hakikatnya sebagai pria dan wanita pada usia remaja, Pembicaranya adalah :
a.       Pembicara untuk seminar laki-laki : Mr. Sutjipto Koesno
b.      Pembicara untuk seminar perempuan : Maam Lydia CSES
 
Sedangkan untuk workshop yang akan meliputi, cara berpenampilan dari rambut hingga sepatu, serta bagaimana cara berjalan yang baik, dan tak terkecuali table manner-pun akan diajarkan kepada semua siswa.
a.       Pembicara untuk workshop laki-laki : Mr. Edward
b.      Pembicara untuk workshop perempuan : Maam Santi

 

,

MDC Senior High Activity: Survival Tracking

Pada tanggal 11 Oktober 2013, para pengurus OSIS dan MPK serta pembina OSIS SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya melakukan Survival Tracking pendakian gunung Pundak melalui perlintasan desa Mligi, Pacet. Dalam pelaksanaan kegiatannya, dibantu oleh Tunas Hijau, Wana bakti desa Mligi serta dinas Perhutani Pacet. Kegiatan Survival Tracking pendakian gunung Pundak ini bertujuan untuk memberi pembelajaran bagi pengurus OSIS dan MPK masa bakti 2013-2014 supaya memiliki fokus yang jelas dalam mencapai target, melatih dan membangun solidaritas dalam persaudaraan, pantang menyerah dalam menghadapi situasi yang sulit diluar zona nyaman. Medan yang sulit dan bukit yang terjal tidak mematahkan semangat para peserta Survival Tracking pendakian gunung Pundak. Dalam perjalanannya, para peserta benar-benar mempedulikan rekan-rekan satu tim. Jika ada yang kelelahan ataupun kehausan, tidak jarang tim mendampingi dan berbagi minuman ataupun makanan. Perjalanan yang begitu panjang dan sangat melelahkan tidak menjadi halangan untuk melanjutkan perjalanan. Ketika sampai di puncak gunung pundak, semua peserta belajar untuk mengapresiasikan apa yang sudah mereka tempuh. Dan mereka dapat melihat bahwa perjuangan mereka membuahkan hasil. Sehingga bisa merefleksikan dan mengasosiasikan diri mereka sebagai pengurus OSIS dan MPK dalam mencapai target perlu adanya kerjasama serta pengorbanan. Tri Setyanto, S.Pd (Koord. pembina OSIS)

Events

Nothing Found

Sorry, no posts matched your criteria