Posts

,

Social and Cultural Exposure Program (Live In) 2018

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya kembali mengadakan kegiatan Social and
Cultural Exposure Program di tahun 2018. Kegiatan yang lebih dikenal dengan nama Live-In ini
diselenggarakan di dusun Petungombo, Kediri pada tanggal 15 – 21 Oktober 2018. Live-In tahun
ini diikuti oleh 88 siswa kelas X yang didampingi oleh tim guru yang berjumlah 11 orang.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang tangguh,
bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan
secara terus-menerus.

Pada Live-In tahun ini, siswa berkesempatan mengikuti beberapa acara rutin yang
diadakan di dusun Kristen tersebut di samping mencari data etnografi yang merupakan output
dari kegiatan ini. Beberapa acara seperti ibadah, sarasehan tentang dusun tersebut, kegiatan
mengajar di salah satu SD Negeri yang ada di sana, serta kegiatan outbond diikuti oleh seluruh
siswa dengan sangat antusias. Selain acara-acara tersebut, siswa-siswi juga mempunyai
kesempatan untuk melihat dan bertindak langsung dalam kegiatan sehari-hari orang tua asuh
mereka. Dengan melihat dan ikut andil secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan rasa
empati serta menumbuhkan jiwa melayani dalam diri pribadi masing-masing.

LIVE IN PETUNG OMBO 2017

Live in adalah merupakan kegiatan pengembangan diri dari program yang ada di SMA   Kristen  Masa Depan Cerah yang diwarnai dengan kegiatan Entrepreneurship dan pengembagan diri.

Kegiatan Live In di Petung Ombo, Kediri ini diperuntukkan bagi siswa kelas X tahun pelajaran 2017/2018 dan dilaksanakan pada hari Rabu-Selasa, tanggal 13-19 September 2017. Kegiatan telah berjalan dengan baik dan lancar dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 sejumlah 85 orang dan 13 guru pembimbing.

Untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang utuh, maka pada jenjang akhir pendidikan sebelum memasuki perguruan tinggi, siswa tidak hanya diperlengkapi dengan kemampuan dalam bidang akademik, karakter, kehidupan rohani, kepemimpinan, dan pemahaman lingkungan saja. Pengalaman lapangan berupa program praktek di dalam masyarakat, agar siswa beroleh pengalaman hidup dalam masyarakat secara nyata dalam skala yang lebih kecil juga perlu diberikan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diadakan dengan tujuan untuk membuat siswa mengerti akan kondisi nyata masyarakat yang ada di pedesaan. Dengan melihat dan terlibat  secara langsung dalam kehidupan masyarakat yang ada di daerah terpencil, diharapkan siswa dapat berlatih meningkatkan daya juang dalam menghadapi kenyataan hidup, membangun empati dan tanggung jawab, keluar dari zona nyaman, sekaligus belajar menerapkan salah satu filosofi Gereja MDC yaitu servanthood.

Secara umum, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan secara terus menerus.

Kegiatan Live In ini adalah salah satu syarat untuk mendasari para siswa khususnya kelas X sebelum mereka akan mengikuti kegiatan International Exposure Program kelas XI di Singapura. Dari kegiatan ini, para siswa kelas X akan mengetahui dan merasakan bagaimana perjuangan hidup masyarakat desa yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan peternak.

 

Dalam pelaksanaannya berkaitan dengan kegiatan Entrepreneurship, siswa belajar dengan  pendekatan  siklus belajar (learning cycles), dimana siswa melakukan kegiatan exploring, planning, doing, communicating, dan reflecting. Proyek entrepreunership semester I ini dilaksanakan selama 7 hari, dengan tema “Culture and social exposure program” dengan menembus batas dan berbagi hidup. Sebelum berangkat ke Petung Ombo, Kediri siswa melakukan kegiatan exploring dan planning  tentang pelayanan yang akan mereka lakukan di sana dan merancang standart perilaku yang harus mereka taati. Kegiatan entrepreneur yang dilakukan diantaranya melakukan pengajaran secara langsung di SDN Sepawon 2. Dengan memberikan pengajaran bahasa Inggris dalam English Fun, kelas karakter dengan berbagai macam aktivitas dan pembelajaran matematika yang menyenangkan. Selain itu para siswa juga dilibatkan dalam pelayanan di ibadah pemuda di GKJW Pepanthan Petung Ombo. Setelah mereka pulang kembali ke sekolah, rencananya mereka melaksanakan proses communicating  dalam  bentuk SLC (Student-Led Conference) pada tanggal 10 November 2017 di sekolah dengan mengundang orang tua murid, dewan juri dari perwakilan Majelis GKJW kota Surabaya serta para alumni dari SMA MDC Surabaya.

     Dari beberapa hasil pengamatan pembimbing terhadap siswa, diketahui bahwa siswa mampu melakukan  kegiatan di rumah diantaranya menyapu halaman, mencuci piring, mencuci baju, memasak dan kegiatan di luar rumah diantaranya berkebun, berternak dan juga siswa mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar di Petung Ombo, Kediri  dengan baik terutama dengan menggunakan bahasa jawa. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara mereka memberi salam kepada warga sekitar  dan juga ketika bersosialisasi kepada para remaja-pemuda di gereja maupun siswa SDN Sepawon 2 Petung Ombo, Kediri.

Respon warga desa Petung Ombo, Kediri pada saat itu sangat senang dengan keberadaan para siswa kelas X dari SMA Kristen Masa Depan Cerah. Mereka berharap di program live in berikutnya terdapat kemajuan dan sesuatu yang baru dalam pelayanan juga pengembangan pembelajaran yang dapat memberkati di desa masyarakat di desa Petung Ombo, Kediri. (Tri Setyanto, S.Pd)

,

MDC Senior High Program – Live in Peniwen Village, Malang

SOCIAL AND CULTURAL EXPOSURE PROGRAM merupakan salah satu program sekolah bagi siswa-siswi SMA MDC yang diselenggarakan setiap tahunnya di sebuah desa yang bernama Desa Peniwen. Desa tersebut terletak di sebelah selatan Kota Malang.
 


 
Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diadakan dengan tujuan untuk membuat siswa mengerti akan kondisi nyata masyarakat yang ada di pedesaan. Dengan melihat dan terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat yang ada di daerah terpencil, diharapkan siswa dapat berlatih meningkatkan daya juang dalam menghadapi kenyataan hidup, membangun empati dan tanggung jawab, keluar dari zona nyaman, sekaligus belajar menerapkan salah satu filosofi Gereja MDC yaitu servanthood.
 

 
Secara umum, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan secara terus menerus. Bentuk acara ini adalah dimana siswa tinggal dirumah penduduk desa peniwen dan mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh orang tua yang mereka tinggali. Mata pencaharian rata-rata penduduk peniwen sebagai petani dan peternak. Acara Live-In ini diselenggarakan selama 6 hari. Selain mengikuti kegiatan orang tua asuh siswa juga memberikan bimbingan belajar kepada siswa SMP YBPK peniwen dan olah raga bersama sebagai bentuk sosialisasi untuk menjalin kebersamaan siswa SMA MDC dan siswa SMP YBPK peniwen.
 

 
Written by: