Posts

,

Kartini’s Day Activities: I Love My Culture

“Ibu kita Kartini, Putri sejati …. Putri Indonesia harum namanya……” terdengar jelas di telinga, lagu tersebut dikumandangkan pada acara Kartini di Pakuwon Mall, dengan tema”I Love My Culture” , yang diadakan pada hari Jumat 21 April 2017 pukul 15.00 – 18.00 WIB. Acara tersebut diikuti oleh semua siswa PG – TK (usia 2-6 tahun) Benih Kasih.

Acara memperingati hari Kartini kali ini, mengambil tema “I Love My Culture” yang membuat anak-anak semakin belajar akan kebudayaan Indonesia. Dengan mengenal berbagai ragam pakaian daerah seluruh Nusantara yang mereka kenakan juga  lagu- lagu daerah, seperti Ampar-ampar pisang, Gundul-gundul pacul, Potong bebek angsa, dsb. Untuk memeriahkan acara tersebut diadakan lomba menyanyi, fashion show, puisi dan lomba photogenic. Ibu Kita Kartini sebagai lagu untuk anak-anak lomba menyanyi, lomba membaca puisi dengan tema “Kartini”.

Lebih menariknya lagi, anak-anak PG bisa berlenggak-lenggok diatas panggung bak peragawan/ peragawati dalam lomba fashion show yang diadakan dan the last but no the least, dalam lomba photogenic with mom/dad yang diadakan untuk para mama/ papa bisa berfoto dengan anak-anak mereka yang menggunakan baju daerah tersebut. Dan sungguh mengejutkan, para mama juga tidak mau kalah dengan para anak mereka, mereka pun menggunakan baju daerah sesuai dengan tema yang diberikan yaitu  “I Love My Culture”.

Dan yang special dalam acara ini adalah adanya bintang tamu “ Punokawan” (Semar, Petruk, Gareng, Bagong), yaitu tokoh pewayangan dalam budaya Jawa yang diperankan oleh guru-guru SMA MDC. Selain itu juga adanya juri tamu untuk lomba fashion show adalah Miss Everdina yang adalah finalis Miss Indonesia pada tahun  2015 perwakilan dari Kepulauan Maluku.

Selain perlombaan untuk mengenalkan makna dari hari Kartini itu sendiri, Kepala Sekolah PG-TK Benih Kasih mengisahkan tentang perjuangan Ibu Kartini yang juga diperagakan oleh guru-guru PG – TK Benih Kasih pada awal acara. Acara di tutup dengan pengumuman pemenang lomba.

Pada pukul 18.00 WIB, acara dalam rangka memperingati Hari Kartini pun telah selesai. Semua anak-anak pun pulang dengan hati yang gembira. Para pemenang pun membanggakan piala yang mereka dapatkan. Acara dan lomba hari Kartini yang diadakan oleh PG-TK Benih Kasih memang telah usai, tetapi semangat Kartini dan pembelajaran yang Ibu Kartini miliki akan selalu ada dan tertanam untuk anak-anak menyongsong hari yang penuh harapan. Tuhan Yesus memberkati.

,

Bangga Dengan Budaya Indonesia: Memperingati Hari Batik Nasional – 2 Oktober

Batik adalah ekspresi budaya yang memiliki makna simbolis yang unik dan nilai estetika yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Keunikan yang indah itu merupakan salah satu pembentuk karakter bangsa Indonesia yang membedakan kita dengan bangsa lain sehingga dapat menjadi identitas dan jati diri bangsa. Batik juga memegang peran yang penting dalam perekonomian Indonesia sebagai salah satu penopang kekuatan ekonomi rakyat. Industri batik telah menyerap tenaga kerja yang sangat besar, dari proses pembuatannya hingga pemasarannya. Bahkan di era globalisasi sekarang ini, di dalam negeri batik memiliki pangsa pasar yang besar. Kreativitas pembatik dalam menciptakan pola, desain dan fungsi batik telah mampu bersaing dalam pasar nasional maupun global. 

Dua tahun lalu  Batik  sempat diakui sebagai warisan budaya oleh Malaysia. Namun oleh UNESCO akhirnya Batik dikukuhkan  sebagai warisan budaya milik Indonesia. Pemerintah  Indonesia mencanangkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Hal tersebut untuk menghormati dan mengingat pengukuhan batik sebagai “warisan budaya dunia milik Indonesia” oleh badan dunia PBB tersebut.
Untuk melestarikan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme, maka kami ngin mengajak seluruh warga SDKr. MDC untuk memperingati Hari Batik Nasional dengan mengenakan pakaian batik di hari Rabu, 2 Oktober 2013.  Mari jadikan batik sebagai primadona di Tanah Air kita!
Selamat Hari Batik Nasional.
,

Study Tour Grade 4: Program of Entrepreneurship @Restoran Pak D

Mengenal keanekaragaman budaya Indonesia tak terbatas pada adat istiadat, tarian, pakaian, rumah adat, senjata, dan alat musik. Masakan khas daerah pun menjadi kekayaan dan bentuk keragaman budaya Indonesia. Itulah yang dipelajari oleh siswa kelas 4 SDKr. MDC. Khusus untuk Program of Entrepreneurship (POE) kali ini, mereka belajar tentang kuliner dari beberapa di daerah di Indonesia. Selain mengenal nama dan jenisnya, siswa belajar tentang bahan penyusun masakan tersebut beserta fungsinya bagi tubuh kita. misalnya, salah satu penyusun menu papeda dari Papua adalah sagu. Siswa belajar bahwa sagu memiliki fungsi untuk mengobati sakit perut seperti perut kembung dan diare.

Study tour kali ini, siswa diajak untuk melihat demo memasak dari salah satu chef  di Restoran Pak D di kawasan Jemursari Surabaya, tanggal 11 September 2013 yang lalu. Chef tersebut mengajarkan bagaimana cara memasak masakan tersebut. Di akhir demo, siswa diperkenankan untuk mencicipi masakan tersebut dengan tujuan, supaya siswa mampu mempromosikan kuliner Indonesia agar lebih dikenal luas. Siswa sangat antusias dengan kegiatan ini karena selain belajar di kelas, mereka akhirnya melihat, serta menikmati secara langsung kekayaan kuliner Indonesia.