,

Study Tour Siswa TK Benih Kasih: Armatim

Hari Senin, 7 April 2014 siswa-siswi TK-A dan TK-B diajak untuk mengunjungi markas  TNI-AL, Armatim di daerah Ujung-Surabaya dengan tujuan agar mereka mengenali teritorial Indonesia sebagai negara kepulauan. Dengan kunjungan tersebut, diharapkan siswa memahami bahwa Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas dengan hasil perairan yang melimpah. Karena itu wilayah ini juga perlu dijaga sehingga tetap aman dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan juga ancaman bangsa lain yang menginginkan hasil laut dan kekayaan alam Negara Indonesa yang melimpah.

Mulai minggu ke-4  April sampai akhir Mei, siswa-siswi TK Benih Kasih memang akan belajar banyak mengenal Indonesia yang merupakan negara tempat mereka tinggal. Berdasarkan tema yang diberi judul “ Tanah Airku Tidak Kulupakan” , siswa diharapkan semakin mengenal Indonesia dengan berbagai  keanekaragaman, budaya, adat, kekayaan alam, sistem pemerintahan dll. Harapannya, mereka mampu menjadi anak Indonesia yang mencinta bangsanya. Dengan kata lain, semangat nasionalisme siswa mampu ditumbuhkembangkan semenjak dini lewat program kunjungan tersebut.

Saat tiba di Armatim, rombongan siswa TK Benih Kasih disambut dan diizinkan untuk memasuki salah satu kapal perang yang masih aktif dipakai oleh prajurut TNI-AL untuk berlayar menjaga wilayah perairan. Sekalipun lelah karena harus naik turun tangga melihat ruangan-ruangan di dalam kapal mulai dari yang paling atas sampai yang di paling dasar, mencoba beberapa alat yang dipakai di ruang kemudi, bertemu kru kapal yang merupakan prajurit TNI-AL, namun setiap siswa tetap semangat .

Kunjungan dilanjutkan ke Museum Jales Veva Jaya Mahe (Monjaya) yang  letaknya tidak jauh dari kapal perang  yang dimasuki anak-anak tadi. Museum ini berada di dalam patung panglima TNI berwarna hijau kebiru –biruan yang amat sangat besar, tinggi menjulang di tepi perairan daerah Ujung-Surabaya.  Dalam museum tersebut terdapat benda-benda yang berhubungan dengan perjuangan Angkatan Laut Indonesia guna menjaga wilayah perairan Indonesia. Saat berada dalam museum, siswa juga diajak melihat film perjuangan di salah satu ruangan yang sudah disediakan khusus untuk pemutaran film. Pada sesi akhir kunjungan, anak-anak diajak menaiki anak tangga sampai di kaki patung yang tinggi menjulang. Di area tersebut siswa bisa memandang laut lepas dan berbagai aktivitas pelabuhan seperti keluar masuknya kapal perang RI, dll. Terpaan angin yang hangat semakin membuat siswa terpukau dengan pengetahuan baru yang mereka dapat selama kunjungan di markas TNI-AL Armatim. Puas dengan kegiatan mengunjungi Armatim, sepanjang perjalanan pulang kembali ke sekolah mereka tak henti-hentinya menyanyikan lagu “Tanah Airku Tidak Kulupakan”.