New Step

Sebagai orang tua, kadang kita merasa puas/bangga terhadap apa yang sudah dilakukan oleh anak kita, kadang kita pun merasa tidak puas/sedih. Itu adalah saat anak-anak kita melakukan ketidaktaatan/hal lain yang membuat kita merasa gagal dalam mendidik mereka, dan sebagainya. Karena itu baik sebagai anak maupun orang tua, kita masih akan terus belajar. Jika anak kita sudah bersekolah dan mengikuti berbagai proses belajar, sebaiknya kita menjalin kerja sama yang baik dengan guru mereka, agar dapat mencapai pertumbuhan yang maksimal.

Beberapa waktu yang lalu, di rumah saya ada dua orang dewasa laki-laki yang sedang berdebat tentang masalah politik dengan nada suara yang keras, anak saya yang tidak mengerti topik yang diperdebatkan, dengan cepat ia menghampiri kedua orang dewasa tersebut dan mengatakan, “Jangan bertengkar, saya sedih, jangan bertengkar, “sama temannya” harus sayang…”. Spontan saja seluruh isi rumah tertawa bangga, anak seusia 2 tahun 7 bulan waktu itu, dapat menasihati orang dewasa walaupun penggunaan kata-katanya ada yang kurang tepat. Memang waktu itu anak saya belum dapat mengidentifikasi masalah sebenarnya secara spesifik dan seringkali yang “ditangkap” oleh anak adalah apa yang nampak/konkret/nyata. Karena itu sangat penting bagi kita sebagai orang tua maupun guru (pendamping orang tua dalam mendidik anak-anak di sekolah) untuk menjaga perkataan maupun perilaku agar dapat menjadi teladan bagi anak maupun murid-murid kita.

Menjadi teladan adalah keinginan setiap orang tua/orang dewasa, terutama kalau kita diperhadapkan dengan anak-anak atau orang lain yang usianya lebih muda daripada kita. Bahkan mungkin selama ini kita sudah menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita, namun lebih dari itu, kita perlu hidup memberi pengaruh/dampak positif.

Keputusan untuk mengambil langkah baru (New Step), berarti lebih dari sekadar hidup menjadi teladan. Dibutuhkan kerja keras dan kerendahan hati untuk dapat memiliki kualitas hidup yang terbaik. Saya mempelajari suatu kualitas hidup manusia yang diurutkan menjadi tiga tingkatan sebagai berikut:

Menjalani hidup apa adanya, memiliki kelebihan dan kekurangan.

Melakukan yang terbaik dan sering kali berhasil dalam mengerjakan apa pun, sehingga selalu mendapatkan pujian dan penghargaan.

Lebih dari sekadar hidup menjadi teladan. Hidup memberi pengaruh pada orang lain agar juga dapat menjadi teladan, bahkan membuat orang lain berhasil melebihi keberhasilan kita, merupakan kualitas hidup yang luar biasa. Dibutuhkan kerendahan hati untuk dapat mencapai tingkatan ini.

Pribadi yang berhasil memiliki kualitas hidup tertinggi tersebut adalah Yesus Kristus, Tuhan kita. Bukan hanya memiliki kehidupan yang menjadi teladan, tetapi juga selalu mendorong orang lain untuk melakukan yang terbaik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bahkan Dia rela mati untuk menebus hidup kita, agar kita mampu melakukan hal yang benar dalam kehidupan ini. Marilah kita bersama-sama melangkah dan melakukan yang terbaik seperti Yesus, hidup memberi dampak/pengaruh positif, terutama untuk anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Generasi yang mewarnai bangsa Indonesia dan memberi dampak/pengaruh positif bagi kemajuan negara tercinta, Indonesia. Tuhan memberkati. (Ratna Insani Tjandra)

1 reply

Comments are closed.