Janji Yang Mustahil

Kecepatan terbang maksimal dari seekor lalat yang pernah tercatat adalah 32 kilometer per jam. Namun jika lalat tersebut berada di dalam sebuah mobil yang memiliki kecepatan 100 kilometer per jam maka lalat tersebut memiliki kecepatan yang sama dengan mobil dimana lalat tersebut berada. Suatu kecepatan yang sangat mustahil dimiliki seekor lalat jika menggunakan kemampuan terbangnya sendiri. Lalat tersebut mungkin menjadi lalat yang paling beruntung karena dapat memiliki kecepatan hingga 100 kilometer per jam. Bahkan Lalat tersebut akan menjadi lalat yang tercepat dibandingkan dengan lalat lainnya di luar mobil. Yang harus dilakukan oleh sang lalat adalah tetap berada di dalam mobil tersebut dan mengijinkan mobil tempat ia berada membawanya lebih jauh.

Demikian juga dengan hidup kita. Seringkali kita merasa rencana atau janji Tuhan adalah sesuatu yang mustahil untuk kita dapatkan karena keterbatasan diri kita. Yang harus kita lakukan adalah tetap percaya dan tetap tinggal di dalam rencana Tuhan sampai Tuhan menggenapinya. Hal yang sama juga dialami oleh Abraham. Di dalam Roma 4:19-21, Firman Tuhan mencatat bagaimana sikap Abraham terhadap janji Tuhan sebagai berikut: Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Dari Firman Tuhan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kondisi Abraham dan istrinya Sarah tidak memungkinkan bagi mereka untuk mendapatkan janji Tuhan yaitu memiliki keturunan. Usia Abraham yang sudah mencapai seratus tahun dan keadaan Sarah yang sudah mati haid membuat rencana Tuhan serasa mustahil. Namun Abraham tidak bimbang karena keadaan dirinya dan istrinya. Abraham tetap percaya kepada Tuhan yang berkuasa untuk melaksanakan janji-janji-Nya. Demikian juga dengan setiap kita. Janganlah kita bimbang dan lemah karena keadaan kita ataupun keadaan di sekitar kita. Sebaliknya kita teguhkan kepercayaan kita kepada Tuhan karena Dia adalah pribadi yang maha kuasa sehingga tidak pernah gagal untuk melaksanakan janji-janji-Nya bagi kita.

Renungan dan Penerapan

  1. Bagaimana sikap yang perlu Anda miliki ketika janji Tuhan serasa mustahil bagi Anda?
  2. Apakah dasar bagi Anda untuk tetap percaya dan tinggal di dalam rencana Tuhan meskipun serasa mustahil?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan karena Dia memiliki rencana yang besar bagi hidup Anda terlepas dari keadaan Anda saat ini.
  2. Berdoa agar Anda tetap di dalam rencana Tuhan terlepas dari keadaan Anda saat ini.

 

Jeffrey Kurniawan