Gembala yang Bertanggung Jawab

Perbedaan budaya yang mencolok antara tradisi Yahudi dan Indonesia membuat banyak orang agak mengalami kesulitan untuk memahami peran seorang gembala. Di Indonesia, adalah pemandangan yang sudah biasa jika gembala berjalan di belakang kambing dombanya. Kawanan kambing domba itu dibiarkan mencari makan sendiri. Gembala seringkali tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi pada kawanan kambing dombanya. Jika ada bahaya, serangan binatang buas misalnya, bukan kambing domba yang lebih dahulu melarikan diri, melainkan justru gembalanya. Ini sangat berbeda dengan para gembala Yahudi yang biasa memikul tanggung jawab dan berdedikasi tinggi. Ia ada di depan domba-dombanya, sehingga pada waktu bahaya mengancam kawanan domba, si gembala yang menghadapi musuh terlebih dahulu.

Gambaran bahwa Yesus adalah gembala yang baik, harus kita pahami dengan cara pandang budaya Yahudi. Tuhan Yesus, gembala yang baik, telah membuktikan kasih-Nya dan bertanggung jawab atas kehidupan kawanan domba-Nya. Firman Tuhan dalam Yohanes 10:11-13 berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.” Gembala yang baik memimpin kawanan domba ke padang yang berumput hijau, ke air yang tenang, sehingga semua kebutuhannya terpenuhi dengan berkelimpahan.

Setiap ada tantangan dan musuh yang menghadang, gembala yang baik yang berjalan di depan kawanan domba akan mengahalau musuh sehingga tidak akan membahayakan kawanan domba. Sangat bertolak belakang dengan gembala upahan yang tidak bertanggung jawab atas domba-dombanya, Tuhan Yesus, gembala yang baik, bertanggung jawab atas keselamatan kawanan domba-Nya. Tuhan Yesus adalah gembala yang bertanggung jawab atas kehidupan umat-Nya, sehingga kawanan domba-Nya dalam keadaan aman dan terlindungi serta penuh dengan damai sejahtera.

Renungan dan Penerapan

  1. Mengapa orang percaya dapat mengalami kehidupan yang berkelimpahan dan tidak perlu hidup dalam kekuatiran?
  2. Menurut Anda, bagaimanakah sifat dari gembala yang baik?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan Yesus, Gembala yang baik, yang bertanggung jawab atas kehidupan Anda.
  2. Mohon pertolongan Roh Kudus agar senantiasa dalam perlindungan Tuhan yang menyebabkan Anda mengalami damai sejahtera.

 

Ir. Yusak Toto