,

Photography Competition held by Alfalink Overseas Study

Pada hari Minggu, 22 Januari 2017 di Sheraton Hotel Surabaya. Diadakan kontes fotografi oleh Alfalink Study Overseas. Peserta lomba ini diikuti oleh siswa-siswi SMA di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan kali ini, peserta yang mewakili lomba ini adalah Frederick Edward Lee (Ketua MDC Journalists 2016/2017) dengan membawakan tema foto yang telah ditentukan oleh pihak panitia yaitu Human Interest. Dimana foto yang dilombakan harus memenuhi kriteria dan mencerminkan kasih sayang sesama manusia. Foto yang ditampilkan oleh Frederick Edward Lee bertemakan keluarga yang bermain di pantai (Beach Time). Dengan keterangan foto yaitu : Pantai tidak pernah habis memberikan kebahagiaan dan cinta kasih. Adapun dalam mengikuti kegiatan ini juga dibimbing oleh Mr. Petra Wahyu Utama dan didampingi oleh Mr. Tri Setyanto dan Mr. Michael yang juga sebagai pembimbing dalam pengembangan diri siswa di MDC Journalists. 
Pada saat pengumuman pemenang lomba diumumkan bahwa Frederick Edward Lee, mendapatkan juara First Runner Up dengan mendapatkan Trophy, Sertifikat dan Uang Tunai senilai Rp. 2.000.000,-. “Ini merupakan salah satu capaian yang membangkitkan semangat saya untuk mengikuti perlombaan fotografi dalam skala nasional nantinya,” tutur Frederick Edward Lee. Menurut Bapak Anton Gautama sekaligus juri dalam kontes fotografi tahun ini,”Sekolah MDC memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan potensi siswa sesuai dengan jiwa muda di jaman ini dan mampu mengerti trend fotografi yang sedang berkembang pada masa ini”.
Semoga melalui pengalaman ini, makin banyak para siswa-siswi yang tertarik dan berminat untuk menggeluti dunia fotografi dalam pengembangan diri mereka. (Berita oleh Mr. Tri Setyanto, S.Pd dan Foto oleh : Medsos Alfalink)
,

Seminar Pendidikan tentang Game Addiction 2016

Untuk mengisi kegiatan setelah Ulangan Akhir Semester 1 ini SMA Masa Depan Cerah Surabaya melalui program bimbingan dan konseling pada fokus bimbingan pribadi dan sosial menngadakan, Seminar Pendidikan tentang Game Addiction di hari Senin, 5 Desember 2016. Kegiatan seminar ini dilaksanakan di ruang Media lantai 4, pada pukul 08.00-12.00 WIB. Narasumber pada seminar kali ini adalah Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau adalah dosen dari jurusan Game Design Institut Informatika Indonesia bersama dengan Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi yaitu dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Peserta yang mengikuti kegiatan seminar ini adalah seluruh siswa kelas 10, 11 dan 12 SMA Masa Depan Cerah Surabaya.

Seminar pendidikan diadakan untuk menjawab beberapa permasalahan berkaitan dengan kecanduan game baik game off line maupun game online yang sangat mengganggu dalam kehidupan anak-anak, remaja bahkan orang tua pada masa kini. Berikut permasalahan yang menjadi pokok pembahasannya :

  1. Game apa saja yang sering dimainkan anak-anak pada masa kini?
  2. Apa itu kecanduan bermain game di kalangan anak-anak?
  3. Apa saja konten menarik yang membuat anak-anak menjadi kecanduan terhadap game?
  4. Mengapa anak-anak bisa kecanduan dalam bermain game, apa penyebabnya?
  5. Apa saja yang menjadi indikasi yang sudah kecanduan game?
  6. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sudah kecanduan game?
  7. Bagaimana memanage waktu yang baik dalam memanfaatkan game?

Moderator seminar pendidikan kali ini adalah Mr. Nickasius Sindhunata, M.Pd. dari catatan beliau berkaitan       

dengan kesimpulan dari Game Addiction.

Menurut Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau menyampaikan bahwa :

  1. Game Addiction adalah obsesi berlebihan dalam memainkan sesuatu permainan
  2. Game yang marak dimainkan oleh anak-anak antara lain pada umumnya online game yaitu : CS, Dota2, COC, Pacman 256 dan lain sebagainya
  3. Adapun beberapa hal yang membuat anak-anak menjadi kecanduan yaitu adanya peningkatan level yang semakin menantang, arena bertanding dunia maya yang ramai, up grade atau pembelian item yang dapat mensupport karakter permainan
  4. Menurut beliau juga, agar anak-anak tidak terjebak dalam dunia game ini terlalu mendalam kita harus memiliki kesadaran bahwa bermain games ini adalah kesenangan sementara. Kita harus berusaha mengontrol diri dengan cara mengatur fokus pikiran.
  5. Menurut riset 65% wanita dan 85% pria di Amerika mengalami kecanduan games.

 

Sedangkan menurut penyampaian Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi bahwa :

  1. Adiksi atau kecanduan adalah suatu bentuk abnormalitas
  2. Adiksi permainan bisa muncul secara personal maupun multiplayer
  3. Kecanduan secara personal didasari faktor : Natural competition dan pride
  4. Sedangkan adiksi secara multiplayer didasari faktor : kecenderungan rendah diri saat kalah dari lawannya, tuntutan sosial dalam pergaulan, kebutuhan menjalin rekan serta relaksasi atau eskapisme
  5. Adiksi juga bisa muncul karena ada komunitas tertentu
  6. Menurut beliau, anak-anak bisa kecanduan bermain karena adanya story telling yang baik dari games, cerita atau frame yang menarik, terdapat komunitas yang menyukai games tersebut.
  7. Tanda atau indikasi seseorang yang kecanduan games antara lain, indikasi psikologis : merasa tidak nyaman saat tidak bermain, selalu memikirkan mainan tersebut, berbohong tentang durasi waktu bermain, dan bersikap anti sosial berikutnya indikasi fisik : nampak lelah, migrain, lelah mata karena radiasi, carpal tunnel syndrom.
  8. Indikasi akan diperparah dengan adanya perubahan perilaku
  9. Cara mengatasi hal tersebut adalah : tidak menghilangkan permainan tetapi menggantinya dengan game yang edukatif, memberikan kegiatan kepada di pecandu, melakukan rehabilitasi secara psikologis
  10. Lebih baik kecenderungan bermain games dialihkan pada kesempatan berentrepreneurship seperti membuat games analysist dan games programmer.

Selain dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator, juga ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para siswa-siswi diantara :

  1. Frederick Lee : Darimanakah game IOS atau android mendapatkan keuntungan jika tidak menjual item pendukung karakter?
  2. Hsie Michiko : Dari beberapa kejadian adiksi game dapat menyebabkan seseorang bermimpi tentang bermain, jelaskan?
  3. Michael Ting : Manakah yang lebih berbahaya, antara Porn Addiction atau Game Addiction?
  4. Joy Yehuda : Orang yang sudah kecanduan games dan tidak bisa lepas dari kecanduan susah untuk dinasehati. Bagaimanakah cara penanganannya?
  5. Sherren Novalia : Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada games?
  6. Aldrich Josia : Apakah Bulimia itu selalu dikarenakan game addiction?

Dari pertanyaan tersebut, dipilih 3 pertanyaan yang terbaik oleh narasumber. Dan yang berhasil mendapatkan kategori tersebut adalah Hsie 

Michiko, Joy Yehuda dan Aldrich Josia.

Dari dilakukannya seminar pendidikan tentang Game Addiction ini, diharapkan para siswa-siswi dapat mengatur fokusnya dan mengontrol diri sendiri agar tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan games ini. Sehingga mereka dapat memiliki prioritas yang utama dalam menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelajar.

 

Berita : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Andre Jayadi & Thomas (PR YCHB)

,

Surabaya Teens Out Of The Box 2016

Surabaya Teens Out of The Box adalah salah satu kompetisi bertema kepedulian terhadap lingkungan hidup yang diikuti oleh pelajar Surabay dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan dari SD hingga SMA. Acara ini diselenggarakan di NSA (Nation Star Academy) pada tanggal 15 Oktober 2016, dan hasil karya dipresentasikan di East Cost pada tanggal 17-18 November 2016. Dalam acara ini, Raymond Sutanto (kelas XI IPA 1) dan Yang yang Endro Arjuna (XI IPA 2) berhasil meraih juara 2 dengan menciptakan alat yang diberi nama “Hygiene Food Sorter”. Atas keberhasilan ini mereka memperolah uang sejumlah Rp. 1.000.000, medal perak, dan voucher 20% program Global Youth Summit 2016 di Kamboja.

“Hygiene Food Sorter” diciptakan dengan tujuan untuk memisahkan sampah atau limbah rumah tangga organik yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Dengan alat ini diharapkan dapat mengatasi masalah pengolahan sampah karena alasan jijik terhadap sampah, mengingat alat ini dibuat supaya tidak ada campur tangan manusia dalam proses pemisahan sampah, sehingga sampah dapat ditangani dengan tepat.

Acara Surabaya Teens Out of The Box 2016 ini merupakan acara yang menarik. Melalui acara ini diharapkan untuk kedepannya dapat menjadi ajang untuk generasi muda dapat lebih peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara yang kreatif dan cerdas.


Berita: Citra Srisatya Permatasari, S. SI

,

Communicating The International Exposure Program 2K16

So right around the middle of last September, MDC has once again taken their 11th grader students both from the Science and Social majors to Singapore on an annually awaited exciting trip! The program was held to learn and to be captivated towards a certain modern country’s lifestyle development within 5 aspects: economy, transportation, cleanliness, technology, and education. What’s tremendous is that, the students get to go there for an entire week and explore the country’s outstanding features, from the traditional Peranakan Museum, to the contemporary and modern Art Science Museum, the beautifully insightful Gardens by the Bay, and many more to go!

The students were required to gather as much as information as they could, both materialistically and quantitatively, in order to fill the requirements needed for their upcoming theses. They were formed in groups of 4-5, set out to search for the materials needed for each of their theses as their statements had already been planned and decided before they departed. Needless to say, that it is unnecessary to worry about getting irrelevant data on the way because everything was already planned thoroughly from the beginning.

After a week of endless learning and sightseeing throughout the inside outs of Singapore, it was eventually time for them to make each of their theses. The students were given a full month in order to finish their theses accordingly, based on the relevant and accurate data they collected during their trip. So other than that, they also collected data through questionnaires. They were required to make at least 30 of them before the departure and then share them towards strangers they meet along their way there. Those questionnaires, being distributed, will become one of the tool indicators that help the students complete their theses entirely.

Now after the doing process was done, it was definitely time for communicating. The communicating occurred last Saturday, on the 12th of November, at 9 A.M. in the morning till’ 1 P.M afternoon. The students were to make presentations towards their motions and present them in front of the judges’ panel. The judges, being the judge of the presentation, were intended to mark and ask them questions after their 10-minute-lengthed-presentation, and in order for the students to fully impress them, there is need of understanding and a huge dose of confidence in stating their materials. A lot of students managed to impress, but some were still quite satisfactory due to certain uncalled reasons, but hey, at least they tried, and that’s the important thing here, no?

This entire IEP program has done a great major deal towards the students, from the very beginning, to the very end of the process, they have learned an number of things within each phase, like the means of hardwork and dedication, attentiveness, confidence, how they manage their team with different minds and colliding them to one single agreement, which is very important for them to start valuing for the future.

In conclusion, this year’s International Exposure Program has gone through another engraved success and is yet again, beneficial towards students in forming their core values and independency. We sure hope to continue this program for the next following years to come, and hopefully gain something new from within each new period of students. Have a great day, and we’ll see you again next year!

Writer : Janice Kariyadi/MDC Journalists

,

Business Plan Competition Held by MSW (My Study World) Global Jakarta

Sebuah kesempatan yang begitu luar biasa bagi para siswa-siswi di SMA Kristen Masa Depan Cerah di tahun 2016. Sabetan gelar juara beruntun didapatkan pada ajang Business Plan Competition yang diadakan oleh MSW (My Study World) Global dari Jakarta. Kemasan lomba ini diadakan dalam pameran pendidikan studi lanjut dari berbagai negara. Tepat pukul 16.30 WIB di hari Rabu, 12 Oktober 2016 pengumuman lomba dibacakan oleh Mr. Laode (staff MSW Global) dilakukan di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya. Hati berdebar dan jantung berdegup kencang, para finalis dari berbagai SMA ternama di Surabaya diantaranya dari SMA St. Louis 1, SMA Gloria 1, SMA Al Hikmah, SNA Surabaya, dan dari SMA Kristen Masa Depan Cerah mendengarkan pengumuman pemenang lomba ini. Dan diumumkan bahwa :
 
1.   Juara 1 : Sweet Ravioli dari SMA MDC Surabaya
      (Winda Nathalie, Thalia Sugita, Adrian Nathanael kelas XI)
2.   Juara 2 : Sego Glundung dari SMA MDC Surabaya
      (Gracia Tumakaka, Tiffany Olivia, Clarissa Kent kelas XI)
 

 
      Juri dalam kompetisi ini adalah salah satu Staf pengajar dan Chef dari Academy of Pastry Arts Malaysia, dan Owner dari MSW Global Jakarta.
 
Dalam kompetisi di tahun 2016 ini, panitia membuat sebuah tema tentang Food Evolution. Hal ini merupakan hal yang mudah dan sudah biasa dilakukan oleh peserta lomba dari SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya mengingat di dalam pelaksanaan Personal Development Program yang diberikan pada kelas 10 mereka sudah mendapatkan materi tentang Making Money Project, dan Business Plan. Ditambah lagi kemampuan dari pesertanya sudah beberapa kali membuat makanan dan minuman yang penuh inovasi. “Tema yang diberikan oleh panitia lomba sangat menarik dan beruntungnya sebelum kompetisi ini kami sudah melakukannya terlebih dahulu di sekolah dengan makanan yang berbeda,” kata Winda Nathalie beserta teamnya Sweet Ravioli.
 

 
“Puji Tuhan, kami tidak menyangka bahwa pengalaman ini menjadi hal yang diluar dugaan kami. Ini akan membuat pemicu semangat bagi kami untuk semakin berkarya dan berprestasi khususnya dalam ajang Business Plan di dalam kompetisi yang lebih tinggi tingkatannya. Semoga di kompetisi seperti ini bisa memotivasi adik-adik sekalian di SMA Kristen Masa Depan Cerah untuk berprestasi seperti kami. Amien” tutur dari Gracia Tumakaka dan teamnya Sego Glundung.
 

 
 Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Mentor)
,

International Exposure Program (IEP) 2016 in Singapore

International Exposure Program (IEP) merupakan salah satu program kegiatan sekolah yang diadakan secara rutin di tiap tahunnya. Adapun latar belakang dari kegiatan ini adalah adanya pengaruh dari Global Job dan kesempatan kerja yang kompetitif, informasi teknologi yang canggih, dan krisis-krisis ekonomi, moral dan penggangguran adalah tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh siswa-siswi kami di abad 21. Tantangan-tantangan tersebut akan menghancurkan masa depan mereka jika kami tidak mempersiapkan mereka dengan sebaik-baiknya. Diantara tantangan-tantangan tersebut, kesulitan untuk berkompetisi positif dengan bangsa lain adalah satu hal yang sangat perlu kami perhatikan. Di masa yang akan datang, Global job dan kesempatan kerja yang baik akan diperoleh siswa-siswi yang berpikir tidak hanya secara lokal tapi secara global, dan kepada siswa-siswi yang berpikir secara kreatif dan inovatif. Menyadari akan adanya tantangan-tantangan tersebut di atas, yang mengancam kehidupan siswa-siswi SMA Kristen Masa Depan Cerah, sekolah memikirkan bagaimana cara memperlengkapi para siswa/siswi dengan cara yang kontekstual agar mereka sukses di kehidupan mereka di masa yang akan datang. Melalui proses perencanaan dan diskusi yang panjang, akhirnya SMA Masa Depan Cerah Surabaya mengadakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk memiliki cara berpikir dan berwawasan internasional (International Mindset), yaitu dengan mengadakan International Exposure Program (IEP) ke Singapore, dengan tema “BEYOND BORDERS, SHARING LIVES”
 


 
Tujuan diadakannya program kegiatan ini adalah agar para siswa/siswi khususnya siswa kelas XI memiliki kemampuan untuk menghargai kebudayaan, warisan dan tradisi yang patut di contoh dari bangsa lain, mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun, berlatih meningkatkan kemandirian dan rasa tanggung jawab, mampu mengatur keuangan, memperoleh informasi tentang kehidupan universitas dan segala tantangannya, membangun persahabatan, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai dan pengertian baru yang mereka pelajari untuk menjadi warga Indonesia yang lebih baik.
 

 
Pada tahun 2016 ini, International Exposure Program (IEP) dilaksanakan pada tanggal 14-20 September 2016, yang bertempat di Singapore. Kegiatan IEP pada tahun ini diikuti oleh 88 siswa kelas XI baik dari jurusan IPA maupun IPS. Selain itu dalam pelaksanaannya didampingi oleh Kepala Sekolah yaitu Ma’am Liem Sioe Ie dan para guru, yaitu Ma’am Lia Widya Kastrena, Ma’am Kadek Riris, Ma’am Citra Srisatya, Ma’am Purwestri Sabatlila, Ma’am Dwi Wariyanti, Ma’am Noella Bernardo, Ma’am Sarah Yarden, Mr. Tri Setyanto, Mr. Franscisco Massy dan Mr. Johan Ardiansah.
 

 
Adapun tempat-tempat yang kami kunjungi diantaranya adalah NeWater, LTA (Land Transport Authority), Marina Barrage, Singapore City Gallery, EnVision Gallery, Peranakan Museum, Gardens by the Bay. Selain itu para siswa juga mengunjungi beberapa universitas terbaik yang ada di Singapore diantaranya: East Asia Institute of Management (EASB) dan James Cook University. Untuk menambah pengalaman dalam berkehidupan rohaninya, para siswa/siswi juga diajak untuk mengikuti ibadah bersama di City Harvest Church serta di MDC Church Singapore. Adapun dalah satu kegiatan yang diadakan adalah Amazing Race yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dalam bekerjasama di dalam sebuah team work, selain itu juga para siswa dapat mengenali banyak tempat-tempat penting yang ada di Singapore. Selain itu tim panitia IEP juga bekerjasama dengan salah satu organisasi terbaik yang bergerak dalam bidang pembelajaran di Singapore yaitu Creative Kids. Bersama dengan Creative Kids siswa-siswi dibekali dengan banyak pembelajaran tentang Urban Planning. Dimana sebelum melakukan kegiatan Urban Planning, siswa-siswi diajak untuk mengeksplore tentang biodiversity di Labrador Nature Reserve Singapore. Dalam proses pelaksanaan kegiatan International Exposure Program (IEP) ini berjalan cukup lancar dari awal hingga kembalinya di Surabaya.
 

 
Dari beberapa tempat kunjungan di atas, para siswa-siswi diharapkan dapat menemukan 5 aspek penting menjadi bahan observasi yang merupakan kelebihan dari Singapore.  Lima aspek tersebut adalah Cleanliness (kebersihan), Education  (pendidikan),  Technology (teknologi), Transportation (transportasi), dan Economy (ekonomi). Selanjutnya dari 5 aspek tersebut di atas, para siswa akan menganalisa dengan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Dalam proses menganalisanya, para siswa mengerjakannya secara berkelompok di setiap harinya. Dari hasil analisa SWOT terhadap 5 aspek tersebut di atas, para siswa/siswi juga akan menggunakannya di Indonesia sehingga diharapkan akan muncul sebuah konstribusi ide-ide positif yang bisa dijadikan sebuah masukan dari 5 aspek yang berlaku di Indonesia setelah melakukan pengamatan serta penganalisaan di Singapore. Sebelum berangkat ke Singapore para siswa telah dibekali materi tentang membuat thesis statement dan pembuatan kuesioner. Diharapkan sebelum berangkat ke Singapore para siswa memiliki gambaran tentang aspek-aspek yang nantinya mereka akan jadikan sebagai karya tulis. Selain itu dengan siapnya kuesioner yang telah siswa-siswi buat dapat menjadi alat untuk mecari data di Singapore.
 

 
Proses pembelajaran dari kegiatan International Exposure Program (IEP), para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan proses kegiatan Learning Cycle dalam proses pembelajarannya. Kegiatan Learning Cycle diantaranya adalah kegiatan Exploring (eksplorasi tentang Singapore dari tempat tujuan     kunjungannya), Planning (merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan persiapan kunjungan di Singapore), Doing (melaksanakan dari perencanaan yang sudah dibuat di Surabaya dan dilakukan di Singapore), Communicating (mengkomunikasikan setiap hasil kegiatan yang di dapat di Singapore dengan membuat Thesis berbahasa Inggris yang berkaitan dengan hubungan serta komparasi dari 5 aspek yang diamati), kemudian terakhir adalah kegiatan Reflecting (merefleksikan seluruh hasil kegiatan yang telah dilakukan dari kegiatan Exploring hingga Communicating secara bersama-sama dengan kelompok lainnya). Untuk kegiatan Communicating sendiri akan dilakukan pada tanggal 12 November 2016 di SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, dengan mendatangkan para orang tua dan dewan juri dari perwakilan PTA (Parent Teacher Association), para dosen universitas kerjasama dengan sekolah, para pakar pendidikan, serta para pengajar ekspatriat dari berbagai sekolah di Surabaya. Kegiatan ini akan dikemas dalam bentuk penjabaran Thesis para siswa melalui presentasi berbahasa Inggris oleh masing-masing siswa.
 

 

 
By: Lia Widya Kastrana, S.Sos.
MDC Senior High Teacher

,

2nd Runner Up on Business Plan Competition 2016

Pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016 merupakan pengalaman yang membanggakan bagi siswa-siswi SMA Masa Depan Cerah Surabaya. Perwakilan dari sekolah yaitu : Emmanuela Vanessa (CFO), Janice Karyadi (CSO) dan Jonathan Marco (CEO) semuanya siswa kelas 12 IPS dan mentornya Mr. Tri Setyanto, S.Pd. Mereka mendapatkan juara 2nd Runner Up dalam kegiatan Business Plan Competition yang diadakan di SIM Global Education dan UPH Surabaya tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SIM GE kampus UPH Surabaya.
Dalam perjalanannya, Tim BPC (Business Plan Competition) dari SMA Masa Depan Cerah melewati proses seleksi dari 40 peserta dari seluruh Indonesia, kemudian mereka lolos hingga diseleksi lagi menjadi 22 tim. Lalu di proses akhir hingga mereka lolos di tahap Final dengan jumlah pesertanya ada 7 tim berasal dari Surabaya, Malang dan Denpasar. Venue lomba : presentasi di Ruang Media SIM GE, Cito Surabaya dan awarding ceremony di Grand City Mall Surabaya.
Pada Business Plan Competition tahun 2016 ini, mereka mengemas sebuah bisnis baru dengan nama CODE Tour and Travel.
CODE Tour and Travel merupakan sebuah bisnis baru dalam kegiatan jasa pariwisata yang konsepnya menyediakan seluruh aspek kebutuhan pariwisata. Fokus pengembangan dunia pariwisatanya adalah menyediakan semua kebutuhan pelanggan sesuai dengan keinginan dan mimpinya. Dari namanya CODE adalah Culture On Demand. “Bukan sebuah hal mustahil jika pengembangan bisnis pariwisata ini bisa dilakukan selama itu ada kemauan,” Kata CEO CODE yaitu Jonathan Marco. CODE berusaha mewujudkan mimpi pelanggan dalam berdunia pariwisata
Kemasan tradisional hingga masuk daerah pelosok serta melakukan aspek-aspek kegiatan masyarakat sekitar juga bisa dilakukan melalui program wisata dalam CODE Tour and Travel ini. Tidak hanya itu CODE Tour and Travel, juga menggunakan layanan aplikasi melalui hand phone pelanggannya. “Ada satu hal yang menarik yang dikemas oleh CODE Tour and Travel ini, mereka membuat sebuah kemasan wisata menarik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dengan menggunakan aplikasi android konsepnya kreatif,  menarik dan perlu diteruskan,” Kata Mr. Ronald dari wakil rektor UPH Surabaya.
“Puji Tuhan, tidak menyangka kami bisa mendapatkan juara ini. Awalnya kami tidak menyangka bisa juara. Mengingat sebagian besar dari peserta adalah siswa kelas 12 dan mereka sangat berpengalaman dalam menyampaikan presentasinya”, kata Janice Karyadi. Sedangkan dari Emmanuela Vanessa,” akan ada beberapa evaluasi yang akan kami perbaiki sehingga pada Business Plan Competition tahun 2017 kita bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.”
Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Mentor)
,

Talkshow Cyber Crime MDC School 2016

Pada hari Senin, 13 Juni 2016 di Ruang Media SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya diadakan kegiatan Talkshow tentang Cyber Crime. Adapun latar belakang kegiatan ini adalah berkaitan dengan pentingnya para siswa-siswi untuk mengetahui berbagai macam informasi tentang penggunaan gadget, computer dan dunia internet secara bijaksana sehingga mereka dapat menggunakannya secara tepat dan benar dan tidak menjadi pelaku ataupun korban dari Cyber Crime ini.
Pembicara pada talkshow Cyber Crime kali ini adalah Bp. Joni Hermanto, S.Kom dari Fakultas Teknik Informatika iSTTS Surabaya dan Ibu Sari Mandiana, M.H dari Fakultas Hukum UPH Surabaya. 
Ibu Sari Mandiana, M.H dari UPH Surabaya menyampaikan beberapa jawaban dari pertanyaan diantaranya :
a.        Apakah definisi yang tepat dari Cyber Crime secara hukum, supaya tidak menimbulkan perbedaan persepsi tentang hal ini?
b.       Apa saja yang dikategorikan dalam Cyber Crime?
c.        Apa saja konsekuensi  bagi pelanggar dalam penyalahgunaan media di internet?
d.       Sudah efektifkah undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang diberlakukan di Indonesia?
e.        Hal apa saja yang harus dilakukan agar generasi muda tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban dari tindakan Cyber Crime?
 

Sedangkan Bp. Joni memaparkan beberapa informasi dari beberapa pertanyaan yaitu :
a.     Apa yang mendasari seseorang menggunakan media internet terutama media sosial untuk melakukan kejahatan melalui dunia internet dari sudut pandang teknologi?
b.     Apa saja program di dalam media computer di dunia internet yang bisa dijadikan alat untuk melakukan hal-hal negatif (bullying, pencemaran nama baik, perampokan dan lain-lain) agar para siswa tidak menyalahgunakannya?
c.      Apa saja dampak adanya Cyber Crime bagi generasi muda Bangsa Indonesia?
Pada pelaksanaannya, talkshow berjalan dengan baik. Talkshow dikemas secara menarik dan tidak membosankan. Dikarenakan pada pelaksanaan kegiatannya, dipenuhi dengan canda tawa yang menghibur oleh MC yang lucu dari MDC School yaitu Mr. Caesar Riza Rahardian, S.Hum (guru Bahasa Indonesia). Ditambah lagi dengan penyampaian pembicaranya yang berimbang dalam menjawab serta memaparkan materi dengan sangat bisa dipahami dan dimengerti pesertanya.
 
Dalam sesi pertanyaan, ada banyak siswa-siswi yang menanyakan perihal keamanan menggunakan ATM, Kartu Kredit, Login melalui handphone, Facebook dan penggunaan password dalam internet. Ada dua peserta terbaik yang dipilih oleh pembicara yaitu : Marco Mario dan Joshua KPP keduanya siswa kelas 10. Mereka dipilih karena attentivenes, pertanyaan yang sangat bagus serta pemaparan pendapat yang lugas.
 

Diharapkan dari talkshow ini para siswa-sisiwi dapat dengan bijak menyikapi perkembangan teknologi sehingga tidak menjadi pelaku maupun korban dari Cyber Crime.
 
Berita oleh : Tri Setyanto, S.Pd (Guru BK)
Foto oleh : David Hosea (MDC Journalist)
,

Communicating of Making Money Project 2016

Pembelajaran di SMA Masa Depan Cerah Surabaya memiliki keberagaman dalam prakteknya. Konsepnya dibentuk dalam sebuah praktek pembelajaran yang disebut Entrepreneurial Learning Cycle, yaitu sebuah proses pembelajaran yang diawali dari kegiatan exploring, planning, doing, communicating serta reflecting. Menariknya proses belajar ini memungkinkan para siswa-siswinya untuk terlibat aktif dalam melakukan setiap kegiatan yang dirancangkan oleh fasilitator serta peserta didiknya. Dikarenakan proses yang dilalui membuat para siswa memiliki pengalaman belajar yang mengembangkan diri mereka masing-masing.

Pada bulan Maret-Mei 2016, siswa kelas 10 mempraktekkan pembelajaran melalui kegiatan Entrepreneurial Learning Cycle yang dikolaborasikan dari pembelajaran Personal Development Program (Financial Management) dengan pelajaran Ekonomi (Break Even Point) serta pelajaran Akuntansi (Jurnal Kas). Kegiatan ini dikolaborasikan menjadi satu kesatuan yaitu berupa kegiatan Making Money Project 2016.

Untuk kegiatan exploring, planning, doing telah dilakukan oleh para siswa pada bulan Maret-April 2016. Proses kegiatan exploring dan planning dilakukan secara kelas bersama di ruang media, doing dilakukan di acara Valentines Day berupa bazaar, buka stan di kantin, buka stan di gereja, buka stan bazaar di mall serta ada pula yang berjualan secara online.

Kegiatan communicating dilakukan pada tanggal 19 Mei 2016. Para siswa mempresentasikan hasil kinerja, laporan keuangan serta perolehan laba mereka dalam melakukan project selama 2 bulan di hadapan para juri yaitu :

  1. Andreas Alvin (alumni/pemenang Making Money Project tahun 2014)
  2. Evan Darmoyo (alumni/pengusaha)
  3. Dwi Wariyanti, S.E (guru Ekonomi)

Lalu kegiatan reflecting, dibuat dengan melakukan evaluasi melalui tulisan yang berisikan tentang evaluasi proses, kinerja, pelaporan keuangan, analisa SWOT, serta masukan usaha ke depan.

Selain itu, dari proses kegiatan ini juga dibagikan reward bagi para peserta Making Money Project ini berupa uang tunai.

Berikut adalah pemenang Making Money Project 2016 :

Juara 1 : Nyerempetsini, yaitu grup dari Winda Nathalie, Adrian Nathanael, Thalia Sugita,   Sherin Priscilla, Raymond Sutanto, Alexander Bryan, Amelia Feliciana, Yuan Sebastian, David Sebastian, Randy Onggowinarso

Juara 2 : dough debacle, yaitu grup dari Gabriela Angie, Christofer Bryan, Casey Nathanael, Azarael Azaria, Tiffany Olivia, Stefany Andrea, Valerie Luira, Stefany Meylin, Yovina Daniela, Sherlly Christina, Febrina Agnes

Juara 3 : LEE Enterprises, yaitu grup dari Frederick E. Lee, Gracia Claresta,  Michelle M.H, Leony Surya, Clarissa Kent,  Virginia Felizia, Tanina  Christine, Emanuela, David Hosea, Marsel Wijaya, E. Abraham TPKD

Juara Innovative dan Creative Group : Uwiw uwiw, yaitu grup dari Marco Mario, Amelinda Fedora, Carissa Kimberly, Davina Siaw, Jovina Aureen, Linda Nafarin, Gabrielle Santoso, Novita Lianto, Philander Wicaksono, Regina Sidney, Gracio Issac, Dave Theo

Pengumuman pemenang disampaikan di awal sebelum kegiatan Talkshow Cyber Crime pada hari Senin, 13 Juni 2016 oleh Fasilitator Pedevpro10 yaitu Mr. Tri Setyanto, S.Pd.

Berita oleh : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Fasilitator Pedevpro)

,

MDC Senior High Graduation Day

Jumat tanggal 20 Mei 2016, SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH SURABAYA mengadakan sebuah acara pelepasan kelas 12, yang biasa disebut dengan graduation. Acara ini dihadiri oleh semua lulusan, orang tua lulusan, dan para undangan yang terdiri dari Yayasan Cahaya Harapan Bangsa, dari gereja GKPB Masa Depan Cerah yang dihadiri oleh bapak Daniel Sumitro, dari pihak PTA yang diwakili oleh ibu Hosiana dan ibu Lina.., serta undangan-undangan yang lainnya. Acara graduation ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Ceremony dan Gala dinner. Acara yang dilaksanakan di Ballroom 89, Ciputra World ini dimulai pada jam 16.45. Acara diawali dengan ceremony dimana kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali kelas 12 IPA dan IPS serta para lulusan memasuki ballroom 89 dengan berbaris, layaknya wisuda pada perguruan tinggi, setelah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali kelas 12 IPA dan IPS serta para lulusan duduk pada kursi yang telah disediakan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia INDONESIA RAYA, Himne sekolah MDC, kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Pdt Agus Lianto, sambutan dari Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH, setelah itu dilanjutkan dengan pemanggilan satu persatu lulusan kelas 12, dimulai dari kelas 12 IPA dan kemudian dilanjutkan dengan 12 IPS, saat disebutkan namanya setiap lulusan naik ke atas podium untuk dikalungi medali, menerima selongsong dan berfoto bersama wali kelas, wakil kepala sekolah dan kepala sekolah SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH.

Setelah semua lulusan dipanggil namanya satu persatu, mereka mengucapkan Student Covenant yang dipimpin oleh ANDREAS ALVIN. Pidato dari lulusan diwakili oleh CHRISTOFFER GOH untuk 12 IPA dan FELICIA untuk 12 IPS, setelah itu maam Sioe Ie melepaskan mereka menjadi alumni SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH, yang dilanjutkan dengan doa pengutusan yang dipimpin oleh bapak DANIEL SUMITRO, kemudian para lulusan duduk bersama orang tua masing-masing, dan acara dilanjutkan dengan acara gala dinner.

Acara gala dinner dibuka dengan pidato dari perwakilan orang tua lulusan yang diwakili oleh bapak MAXIXIE MANTOFA orang tua dari ANNE MARIE MANTOFA. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada orang tua yang dengan setia menyekolahkan buah hatinya di MDC mulai dari TK – SMA MDC. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada siswa dengan kategori Outstanding Sciences Award diberikan kepada Ellaine Ivanka (12 IPA 2), Outstanding Social Award diberikan kepada Felicia Inneke (12 IPS), Outstanding English Award Sciences diberikan kepada Ellaine Ivanka (12 IPA 2), Outstanding English Award Social diberikan kepada Kezia I Boentaran (12 IPS), Outstanding Character Award (SCIENCE CLASS) diberikan kepada Andreas Alvin (12 IPA 2), Outstanding Character Award (SOCIAL CLASS) diberikan kepada Felicia Inneke (12 IPS), Outstanding Leadership Award (SCIENCE CLASS) diberikan kepada Andreas Alvin (12 IPA 2), Outstanding Punctuality Award diberikan kepada Tiffany Shaine W (12 IPS), Most Improved Student Award (SCIENCE CLASS) diberikan kepada Bonita     (12 IPA 1), Most Improved Student Award (SOCIAL CLASS) diberikan kepada Harry Yuwono. Acara ditutup dengan rangkaian acara yaitu kejutan untuk orang tua, para lulusan menyanyikan lagu yang merupakan ciptaan dari salah satu lulusan yaitu Sicillya (12 IPA 1), kemudian diakhiri dengan lagu yang dinyanyikan oleh para guru SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH. Semua acara dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris.