,

Workshop Entrepreneurship of Creativity and Innovation

SMA Kristen Masa Depan Cerah bekerjasama dengan i3L Jakarta mengadakan pembelajaran bermakna berupa workshop bagi kelas 12. Kegiatan ini berupa Workshop Entrpreneurship of Creativity and Innovation pada hari Selasa, 8 Agustus 2017 jam 15.00-16.00 WIB di Ruang Media. Narasumber pada workshop kali ini adalah Mr. Rex Tanmizi, M.Acc salah satu pengajar di jurusan Bio-entrepreneurship i3L Jakarta.

Kegiatan workshop ini diantaranya, siswa diberikan materi mengenai cara-cara berpikir kreatif dan berinovasi secara sistematis dengan menggunakan morphological analisis. Menggunakan metode ini, siswa diajarkan untuk mengisi sebuah tabel yang dinamakan morphological box. setelah tabel ini diisi, analisa dimulai dengan memilih satu item di kolom pertama, lalu memilih satu atribut per kolom dari kolom-kolom selanjutnya. Analisa ini akan menghasilkan sebuah produk baru yang kreatif. Setelah itu siswa membuat sandwich mereka sesuai analisa yang telah dilakukan.

Dari kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan cara berpikir kreatif mereka dan berinovasi dalam menciptakan sebuah produk yang baru. (Tri Setyanto, S.Pd – Fasilitator Pedevpro12)

,

Seminar Kebangsaan: Pemimpin Kristen yang Berbhinneka Tunggal Ika

Dengan mengambil tema “Membangun Kepemimpinan Kristen yang ber-Bhinneka Tunggal Ika“, Personal Development Program kelas 10 dan 11 kembali menyelenggarakan kegiatan seminar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri siswa dalam materi pengembangan diri yaitu kepemimpinan khususnya kepemimpinan Kristen yang diselenggarakan pada hari Selasa,  13 Juni 2017 bertempat di Ruang Media lantai 4, MDC Campus Citraland Surabaya.

Pembicara dalam seminar ini dihadirkan dari kalangan anggota wakil rakyat, Praktisi Pendidikan dan Fasilitator Komunitas Indonesia Moeda :

  1. Vinsesius Awey, Anggota Komisi C DPRD II Kota Surabaya
  2. Erlangga Dharma, Praktisi Pendidikan Kristen
  3. Jose Ferlianto, Fasilitator Indonesia Moeda

Sesuai dengan tema yang diusung, seminar kebangsaan ini memandang bahwa pemuda merupakan elemen penting milik bangsa sehingga kita semua merasa perlu mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran para pemuda sebagai salah satu unsur penentu masa depan bangsa Indonesia. Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperkokoh pengetahuan dan wawasan kebangsaan peserta seminar, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya memiliki rasa bangga dan cinta tanah air. Setelah mengikuti seminar ini, semua peserta yang sebanyak 300 peserta dari siswa-siswi dan guru SMA Masa Depan Cerah Surabaya ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan jiwa rela berkorban dengan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan demi kepentingan dan kemajuan negara dan bangsa di kemudian hari.

“Alasan diadakan seminar ini adalah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme para pemuda sekarang ini. karena, saya melihat di jaman sekarang kebanggaan akan Indonesia sudah berkurang. Melalui acara ini, kami ingin membangunkan kembali jiwa nasionalisme melalui seminar kebangsaan ini. Empat pilar kebangsaan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 45 yang harus menjadi pegangan kuat untuk generasi bangsa,” ujar Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah pada pemaparan sambutan saat membuka seminar.

“Menjadi orang Indonesia adalah sebuah pilihan. Ketika kita sudah memilih menjadi warga negara Indonesia. Kita juga harus menjadi warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara”, Kata Bapak Vinsensius Awey  beliau juga mengatakan bahwa “Perubahan zaman, globalisasi serta kemajuan ilmu dan teknologi secara langsung maupun tidak berdampak pada kehidupan masyarakat, pandangan hidup, perilaku serta cara seseorang menyikapi sesuatu. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia memperlihatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan mulai terkikis, misalnya semakin maraknya praktik korupsi, lunturnya rasa saling menghormati dan teposeliro. Belum lagi kekerasan terjadi dimana-mana, konflik horizontal hingga pada menurunnya kebanggaan masyarakat dan generasi muda menggunakan produk-produk dalam negeri. Karena itu, wawasan kebangsaan serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai suatu pandangan yang mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa Indonesia, rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan perlu dikaji dan ditemukan kembali untuk meningkatkan daya saing dan karakter bangsa. Pancasila pada dasarnya merupakan salah satu wujud dari “kearifan lokal bangsa”. Ia merupakan representasi dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tercipta seiring dengan kesadaran kebangsaan baru bernama Indonesia. Karena itu, Pancasila bukan menjadi milik Majapahit atau milik masa lalu yang nun jauh disana, melainkan menjadi wujud kultural dari pergerakan kebangsaan ketika berhadapan dengan kolonialisme di awal abad ke-20. “Karena itu selalu berpikir dan bertindak dalam kerangka keberagaman merupakan representasi dari kearifan lokal Indonesia”, paparnya.

Dalam kesempatan kali ini juga, Bapak Erlangga Dharma juga menyampaikan bagaimana menjadi seorang pemimpin kristiani. “Kepemimpinan Kristen adalah seseorang yang tidak memikirkan tentang bagaimana mendapatkan keuntungan untuk kelompok maupun dirinya tetapi memikirkan tentang orang lain. Menjadi pemimpin seperti Kristus yang datang untuk melayani dan bukan dilayani, Markus 10 : 45”. Musuh terbesar saat ini adalah ketidakpedulian. Temukan titik awal talenta dalam hidupmu yang mungkin tidak disadari namun itu yang akan membuat sebuah perubahan. Mulailah peduli dengan perkara kecil di dalam hidupmu. Make Your own history! Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil sekalipun.

Bapak Jose Ferlianto juga menyampaikan tentang wawasan kebangsaan bagi para siswa-siswi yang hadir saat itu. Dimulai dari menjelaskan tentang Indonesia Moeda, sebuah komunitas anak muda yang memiliki visi mewujudkan generasi yang peduli akan bangsa dan mampu melakukan perubahan melalui hal-hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda. Awal kemunculan tahun 2013, kerinduan untuk memulihkan bangsa Indonesia melalui pemuridan dan kegerakan anak muda dari berbagai aspek dan lintas suku. Prosentase umat Kristen di Indonesia sangat kecil, tapi kita tidak boleh merasa tidak mampu untuk membangun bangsa ini. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita juga bisa berkontribusi dalam membangun negara Indonesia.  Kita bisa menjadi terang dan garam dunia, walaupun jumlah kita minoritas. Tetap berada di garis depan dalam menebarkan benih-benih kasih dan perdamaian bagi bangsa ini.

Bagaimana menyikapi kasus-kasus yang terjadi pada bangsa Indonesia,  radikalisme, rasialisme serta perpecahan bangsa adalah dengan merubah cara pandang kita terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Hendaknya kita mulai membangun jembatan hubungan dengan seluruh warga negara tanpa memandang SARA, hindari ketidakpedulian serta jangan meremehkan sebuah titik awal. Pancasila adalah sebuah mujizat bagi Indonesia yang sudah Tuhan berikan bagi negara Indonesia yang dicetuskan oleh para pemimpin bangsa pada masa lalu. Mulai berteman dengan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan, suku dan agama. Memulai dari apa yang kita bisa, dan dari apa yang kita punyai. Mari kita bawa Indonesia dalam setiap doa kita, doakan seluruh pemimpin baik dari lapisan terendah hingga pemimpin negara kita. Indonesia tetap jaya! Junjung terus Pancasila dan UUD 1945 sampai kapanpun. Kesimpulan seminar oleh pembawa acara Mr. Caesar Riza Rahardian, S.Hum

Pada akhir kesempatan, para siswa mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum (guru Sejarah) dan Winda Nathalie (Ketua OSIS masa bakti 2016/2017). Saya Indonesia, Saya Pancasila.

“Saya bersyukur mendapat kehormatan bisa membagikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Saya diijinkan Tuhan melihat sebuah proses menabur benih impian, ide, gagasan tentang Kebangsaan kepada generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia di tahun 2030. Benih yang awalnya kecilakan bertumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan banyak buah bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Apresiasi saya untuk kepala sekolah, jajaran staf dan guru yang memprakarsai acara ini. berbanggalah karena ini adalah sebuah perjalanan menapak masa depan yang lebih cerah. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Tuhan memberkati” Salah satu komentar dari Bapak Jose Ferlianto selepas acara seminar kebangsaan ini. harapannya ke depan SMA Kristen Masa Depan Cerah akan terus melanjutkan kegiatan serupa yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia. Mari bersama tetap memegang persatuan dan kesatuan bagi bangsa kita Indonesia. (Tri Setyanto, S.Pd – PIC Kegiatan)

“sekolah terbaik surabaya, sekolah kristen terbaik surabaya, sekolah surabaya, Sekolah MDC, MDC School, Sekolah berprestasi surabaya, sekolah surabaya barat, thanksgiving night, bhinneka tunggal ika, pancasila, SMA MDC, MDC Senior High”

,

1st Place of The World Scholar’s Cup 2017

“Sometimes, the very best things in life happen when we least expect them to.”

We were super intrigued by the fact that we got a chance to join this incredible first regional round of the WSC 2017 in Ciputra last week. (13-14/05/17). It was an overall non-stop heartwrenching journey for us, remembering that this was our first time in participating. We first got there knowing that we, who were only provided a maximum of 2 weeks time to prepare, were up against students who in reality appeared as if they were actually born to do this. To say that we were dreadfully nervous is a complete understatement, knowing that there was no turning back then.

The events were, as expected, prestigious to its very core. Almost everyone we see had these game faces on, and we were standing there being like, “Eeeep, please don’t eat us alive.” I gotta be honest, though. The tension was real. Especially when you were the only three remaining representatives in your school who was forced to “pwaa” (sound of an Alpaca) in a room filled with people whom you were not exactly familiar with.

But all in all, it was a sheer blessing for us, to have experienced such an event like this held upon our lovely city of Surabaya. Especially knowing that we managed to bring home a 1st place trophy in the Senior Division’s Debate Team category. Now that, was uncalled for. We felt like legit lollipops (a term they made for the losing team) back then after each debate match against the opposition team(s), but surprisingly ended up winning all three of them in the end.

Not to mention, us acquiring a number 6 champion team candidate who is practically qualified to enter the global rounds, in either Hanoi, Athens, or Cape Town, was another breathtaking blessing coming from the Almighty God Himself.

Words cannot simply describe how grateful I am, to have become part of a such an amazing team. Thank you as well to Mam Sioe Ie, Mr Khris, Mr Lee, and Mam Ella for your unconditional love and support. My family and best friends, who are always ready to back us up.

And of course, the one and only Jesus Christ. For You are the one who made all this possible, who is the eternal light in our darkness, and our very best friend.

This one’s for YOU. 🙂

By: Janice Karyadi (MDC Senior High Student – Grade XI)

,

Physics Games Exhibition

Pada saat berlangsungnya acara Festival Budaya diselenggarakan pula acara Pameran Games Fisika. Pada pameran ini setiap anak dapat mengunjungi stan-stan games yang telah disediakan. Games Fisika ini dirancang dan dibuat oleh anak-anak kelas XI IPA yang dimasukkan dalam nilai project fisika mereka. Anak-anak terbagi dalam 8 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok mendapat tugas untuk membuat games yang menerapkan konsep fisika. Tugas ini dikerjakan dalam waktu jam pelajaran fisika seminggu sekali.

Mereka sangat antusias membuat games yang cukup menarik pengunjung. Banyak kelompok yang memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk membuat alat games mereka. Banyak kendala yang mereka hadapi saat pembuatan alat games tersebut, seperti alatnya kurang menarik, penampilan kurang menarik, permainan yang mereka sajikan kurang menantang, bahkan alat yang mereka kerjakan yang tidak berjalan sesuai rencana. Persiapan-persiapan yang mereka lakukan cukup banyak untuk mewujudkan alat permainan yang sesuai dengan harapan mereka.

Pada saat hari H, beberapa siswa perwakilan dari kelompok masing-masing menyiapkan alat permainan mereka di stan yang telah disediakan. Mereka menata alat-alat mereka sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Ada berbagai macam permainan seperti : Battle Ship, Angry Jevid, Shocking Ring dan masih banyak lagi. Stan-stan mereka banyak dikunjungi para siswa yang lain, yang penasaran ingin memenangkan dan mendapatkan hadiah yang mereka tawarkan. Banyak hadiah yang mereka tawarkan seperti snack, alat tulis, peralatan make up, ice cream, voucher belanja, tiket nonton bioskop sampai handphone. Para pengunjung ingin mendapatkan hadiah-hadiah yang mereka suguhkan, akan tetapi mendapatkan hadiah-hadiah tersebut tidak semudah yang para pengunjung bayangkan. Ada yang mencoba berkali-kali namun tetap gagal.

Pameran Games Fisika ini berjalan lancar dan cukup ramai. Banyak hal yang mereka peroleh baik kekompakan dalam kelompok maupun pengetahuan baru yang mereka pelajari dan mereka temukan sendiri. Alat-alat permainan yang mereka buat dan suguhkan sangat menarik sehingga dapat membuat pengunjung penasaran dan mengikuti permainan sesuai aturan yang ada. Semoga banyak nilai yang dapat siswa peroleh baik secara akademik maupun non akademik. Berikut lampiran foto-foto pada saat pelaksanaan pameran. (Tri Setyanto)

,

Festival Budaya SMA MDC

Festival Budaya merupakan pagelaran yang menampilkan kreativitas anak-anak kelas X dan XI, serta merupakan salah satu proyek dalam mata pelajaran Bahasa Daerah. Dalam acara tersebut, murid menampilkan drama Jawa, bermain musik, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional Jawa. Murid kelas X dibagi dalam 4 kelompok dan kelas XI terbagi menjadi 8 kelompok. Penampilan mereka dinilai oleh dewan juri yang berasal dari akademisi dan pelaku budaya, yakni Bapak Pelog Marsudi dan Bapak Christ Wibisono. Acara ini juga dimeriahkan oleh Punakawan, yang diperankan oleh guru-guru SMA MDC sendiri.

Acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, 21 April 2017 di MDC Campus ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Cabang Propinsi Jawa Timur, Bapak Sukaryantho dan ketua Yayasan Cahaya Harapan Bangsa, Ibu Budiwardhani. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat menumbuhkan rasa bangga setiap siswa SMA MDC Surabaya sebagai masyarakat Jawa Timur sekaligus melestarikan budaya daerah asalnya.

,

LSD Talk Show at MDC Senior High

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya melalui Progam Bimbingan dan Konseling dalam pemberian layanan informasi mempunyai kepedulian atas situasi dan realita perkembangan budaya yang semakin tidak mengenal batas. Bertepatan dengan rangkaian “Teens of the day” sebuah refreshing program yang diberikan bagi siswa-siswi kelas 10-12 sebagai momentum penting dalam menghayati dan mempraktekkan masa muda yang benar di mata Tuhan, maka diadakan Talk Show ”Love, Sex, and Dating”.

Talk Show ini sekaligus upaya implementasi pesan moral dari Kepala Diknas Kota Surabaya dalam upaya pencegahan anak-anak muda usia sekolah khususnya di kota Surabaya yang ditujukan sebagai bekal insan muda serta siapa pun dalam mengenal serta memasuki pergaulan dengan berlandaskan kesadaran dan tanggung jawab secara iman, moral, dan budaya di tengah maraknya komunitas berpola pikir bebas tanpa batas dalam segala aspek kehidupan. Talk Show yang dihadiri sekitar 268 partisipan ini, diadakan di Ruang Media lantai 4 di Gedung MDC Campus Citraland, Surabaya. Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa, 14 Februari 2017.

mereka dengan tepat dan jelas.” Balas Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K, narasumber kepada guru yang yang mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan itu.

Keunikan dalam Talk Show kali ini adalah adanya sejumlah pertanyaan yang dibuat oleh seluruh siswa kelas 10-12 sebelum acara ini berlangsung dan terkumpul sejumlah 155 pertanyaan yang terbagi dalam kategori Love, sex dan dating. Lalu pertanyaan tersebut diberikan kepada narasumber yaitu Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K didampingi oleh istrinya yaitu Ibu Linda Rahardjo. Bisa dibayangkan kepolosan dan kejujuran para siswa ketika mereka diminta untuk menuliskan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan LSD ini. “Saya tidak tahu apa yang harus ditanyakan, malu saya Mr. Kok sepertinya tabu berbicara tentang seks ini ya!” tutur salah satu siswa yang sedikit malu ketika diminta untuk membuat pertanyaan. Namun berbeda dengan siswa yang lainnya yang justru tidak malu bahkan secara jujur menuliskan pertanyaannya,” Kenapa saya JONES? Apakah ini kutukan?” ada juga yang menuliskan,”Saya lihat di youtube, ASAPSCIENCE, masturbasi punya banyak keuntungan apa pendapat anda?”. ”Mereka telah membuat pertanyaan secara jujur, maka sayapun berkewajiban memberikan informasi atau jawaban dari semua pertanyaan

Kemasan talkshow kali ini sangat berbeda dengan talkshow sebelum-sebelumnya. Disamping talkshow juga ditampilkan performance dari siswa, juga dari PANUT Band perpaduan antara guru dan alumni yang terdiri dari Mr. Tri Setyanto (vocal), Mr. Caesar Riza Rahardian (guitar), Mr. Petra Wahyu Utama (Bass), Mr. Andre Jayadi (Keybord) dan Kelvin Jonathan Tjandra (alumni). Selain itu juga ada beberapa penampilan musik band dan akustik dari siswa.

Pemaparan tentang ”Love, Sex, and Dating” yang diuraikan oleh Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K dalam catatan oleh beberapa siswa yang mendengarkan secara langsung saat talkshow diantaranya :

  • Stefanny Andrea Wiliana, Christabel Olivia Liep XI IPA1 :

Dasar konsep tentang Love Sex Dating, manusia diciptakan laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar Allah. Laki-laki dan perempuan secara fisik, mental, hormon dan lain-lain sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Kejadian 2:22&25,”Laki-laki meninggalkan ortunya dan menikah dengan perempuan itu”. Kejadian 1:28,”Manusia itu diberkati Tuhan”. Kita dapat membuat taman eden sendiri, dengan memiliki hubungan yang baik antara satu dengan lainnya. Hubungan yang lebih mendalam antara dua insan manusia ini harus didasarkan atas Firman Tuhan. Tuhan menciptakan cinta, gairah, dan dorongan seksual agar terbentuk sebuah keluarga yang sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu beranak cucu dan memenuhi bumi ini.

  • Gabriela Angie, David Sebastian XI IPA2 :

Apakah itu Cinta? Tuhan menciptakan rasa cinta sangat kuat dari laki-laki dan perempuan, karena ada hormon yanng membuat kita tertarik juga terdapat rasa tanggungjawab diantara keduanya. Eros : Cinta antara laki-laki dan perempuan (cinta karena nafsu), Storge/Filia : Cinta antara keluarga (rasa care, bijaksana, tanggungjawab), Filadelphia : Kasih persaudaraan, Agape : kasih Allah pada manusia (cinta yang dilakukan dengan sebuah pengorbanan yang tak tergantikan).

  • Jessica X IPS2 menuliskan dalam catatannya :

Guideline Pacaran : Date to Mary, Quick dating4in 3 months, choose to take or leave!

  1. Mau sama kamu
  2. Open your eyes
  3. Bisa menerima apa adanya
  4. Leave whats bad!
  5. Menggali latar belakang
  6. Look to the future

       “Sex is couple not solo!” Do Social Date! Dating – Do not touch! Make Jesus proud!

  • Theresia MK, Leonny Surya XI IPS2 :

Kenapa sex before marriage tidak boleh? Sex harus memiliki kejelasan status sebagai suami dan istri yang sah dan diberkati oleh Tuhan. Seks itu kudus, tidak ada yang kotor. Maka setiap umat manusia wajib untuk memelihara kesuciannya masing-masing hingga waktunya tiba (marriage).

“Dalam prosesnya setiap siswa maupun siswi memiliki antusiame yang tinggi ketika mengikuti kegiatan tersebut, terbukti ada banyak siswa yang mencatat dengan baik dan lengkap. Kemudian para siswa juga berfokus dengan baik mendengarkan dan memperhatikan kedua narasumber ini. Semoga kegiatan ini memberikan bekal bagi para siswa-siswi agar memagari dan membekali dirinya dari konsep yang keliru mengenai Love, Sex, Dating ini sehingga tetap bisa menjaga kekudusan mereka”. Papar Maam Margareth Ayu Anggraeni (wali kelas XI IPS1).

Berita oleh : Mr. Tri Setyanto (konselor) Foto oleh : Mr. Thomas (PR Dept.), Frederick Lee, E. Abraham (MDC Jurnalists)

,

1st Place on Global Youth Summit 2017

            Pada bulan November 2017 sekolah MDC mengirimkan 3 tim untuk berlaga di lomba Teen Out of The Box di salah satu sekolah swasta. Salah satu tim, Yang Yang dan  Raymond berhasil meraih juara ke-2 dan berhak mengikuti Global Youth Summit 2017 di Kamboja. Sebelum berangkat ke Global Youth Summit 2017 di Kamboja, Yang Yang dan Raymond melakukan perbaikan terhadap konsep dan alat yang mereka ciptakan yaitu Hygiene Food Sorter. Dalam perbaikan konsep dan alat ini, mereka banyak sekali menemui kendala, dari pencarian bahan bahan yang akan digunakan, bahan yang seharusnya digunakan tidak ditemukan sehingga harus mencari bahan lain yang serupa guna, perakitan alat dan kebocoran alat. Namun dengan kerja keras, semangat dan spirit of exellence mereka mampu menyelesaikan itu semua.

            Pada saat akan berangkat ke Kamboja, mereka sempat kebingungan tentang bagaimana caranya membawa alat yang diciptakan ini ke Global Youth Summit 2017. Sehingga mereka memutuskan hanya membuat video cara kerja alat dan video animasi proses yang terjadi di dalam alat tersebut yang nantinya akan dipresentasikan di depan juri. Global Youth Summit 2017 dibuka secara resmi di Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja oleh Menteri Lingkungan Hidup Kamboja. Di Kamboja kami mengikuti semua program yang telah dipersiapkan panitia, pagi hari kami mengunjungi Instalasi pengolahan air minum kota Phnom Penh dan sore harinya kami ke sebuah komplek perumahan, dimana kami melakukan survey dan penyuluhan tentang kesadaran lingkungan dan pengolahan sampah.

            Presentasi ide dan alat Hygiene Food Sorter yang dibuat oleh Yang Yang dan Raymond dilakukan di hari ketiga. Lomba di Global Youth Summit ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori junior dan kategori senior. Untuk kategori Junior diikuti oleh peserta dari tingkat SD dan SMP, Sedangkan kategori senior diikuti oleh peserta dari tingkat SMA. Sebelum Raymond dan Yang Yang mempresentasikan ide dan alat mereka, mereka telah mempersiapkan diri mereka sebaik baiknya, baik dari materi presentasi, mental dan kemampuan berbahasa inggris mereka. Presentasi lomba dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama adalah babak penyisihan yang diikuti 10 tim peserta dan hanya 6 tim yang lolos ke babak selanjutnya. Di babak ini setiap tim hanya diberi waktu 3 menit untuk melakukan presentasi. Yang kedua adalah babak final, dimana hanya ada 6 tim yang bisa lolos dan setiap tim diberikan waktu selama 8 menit untuk presentasi secara detail tentang ide dan alat yang dibuat oleh tiap tim finalis.

            Dan oleh kasih karunia  Tuhan Yesus, Raymond dan Yang Yang bisa memperoleh juara pertama di kategori senior. Pada awalnya Raymond dan Yang Yang tidak yakin bisa memperoleh juara pertama, namun mereka optimis bisa membawa pulang piala. Karena mereka yakin presentasi mereka tidak kalah dari tim peserta finalis yang lain. Dengan berhasilnya Raymond dan Yang Yang memperoleh juara pertama di lomba Global Youth summit 2017 ini, Tuhan Yesus telah menjawab kerinduan kami agar SMAKr MDC bisa berprestasi di ajang internasional. Raymond dan Yang Yang berharap dengan keberhasilan mereka menorehkan prestasi di ajang internasional seperti ini, mereka bisa menginspirasi teman teman mereka untuk berjuang lebih lagi dan bisa berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

,

RETRET MOTIVASI KELAS 12 SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH SURABAYA “FINISHING WELL”

Retret Motivasi di tahun 2017 ini memiliki lagu tema,“Kau membuatku sesuai rencanaMU, Kau memegang stiap musim hidupku. Kuserahkan smua kekuatiranku. KumilikMu!” sebuah penggalan pujian yang mengiringi beberapa kali sesi dan pembacaan surat motivasi dari para guru SMA yang segaja ditulis untuk memberikan semangat para siswanya menghadapi ujian dalam kehidupannya. Tangisan harupun mengalir di sela-sela lagu dinyanyikan sambil membaca untaian kata-kata indah yang sarat dengan makna. Bagian tersebut di atas adalah salah satu proses yang disajikan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah sebagai program persiapan bagi siswa kelas 12 baik IPA maupun IPS untuk menghadapi UN dan USBN serta ujian lainnya sebelum beranjak studi lanjut yang lebih tinggi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis-Jumat, 12-13 Januari 2017 di Villa Hermon, Pacet-Mojokerto. Apa saja yang dilakukan oleh para siswa diantaranya adalah:
a.      Ibadah pembukaan : Mr. Francisco Jonathan Massy
b.      praise and worship  : Mr. Caesar Riza Rahardian dan Mr. Tri Setyanto
c.       Doa dan pengutusan : Maam Lidia CSES
d.      Informasi UN dan USBN : Maam Kadek Riris Sinaga
e.      Sharing Alumni : Maam Purwestri Sabatlila dan Maam Citra Srisatya
f.        Komitmen dan Motivasi : Maam Liem Sioe Ie
Pada kesempatan di tahun 2017 ini, suasana sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan cuaca di Pacet kali ini sangat dingin dan banyak hujan. Khususnya ketika materi di hari pertama disampaikan suara gemuruh hujan di luar mengalahkan suara sound yang ada di dalam aula. Namun semangat untuk memuji dan menyembah Tuhan tetap terbakar tidak berkurang sekalipun.
“Pelaksanaan retret motivasi di tiap tahun selalu berbeda suasananya, tiap-tiap angkatan memiliki keunikan, keharuan, serta kemeriahan yang menggugah perasaan hati ini. Serasa seperti moment perpisahan saja di tiap kali kegiatan ini dilakukan” ujar Maam Sioe Ie.
Pada sesi sharing alumni, tahun ini banyak sekali alumni yang menceritakan pengalamannya saat menghadapi ujian sekolah dan unas melalui video yang telah dibuat dimana mereka berkuliah. Para alumni yang sharing diantara : Kevin Tancho (USA), Jedidiah, Stella, Retnayu, Kelvin (Jakarta), Ryoko Homma (Jepang), Dinda Fuji (Surabaya), Andreas Alvin (Jerman), Christ Cindy  (Canada) dan Felicia Inneke (Surabaya). Para guru membuat surat motivasi bagi anak-anaknya, selain itu ada juga kotak surat motivasi yang sengaja dipersiapkan panitia untuk diisi oleh peserta siswa kelas 12. Surat motivasi ini ditujukan kepada teman-teman seangkatannya. Satu kalimat yang menggema di aula adalah ketika Clyde Morita Halim mengatakan,”Guys, I will miss you all!” Kontan para siswa menatap dengan penuh haru. Ditambah lagi ketika Michael Ting mengatakan bahwa dia sangat diberkati oleh Tuhan yang memberikan teman-teman yang luar biasa sekalipun sering dikerjai tapi dia menganggap itu salah satu bentuk perhatian yang unik dari teman-temannya. Dan diapun tidak merasa dirugikan olehnya, karena dengan begitu dapat melatih penguasaan diri serta mentalitas dalam berteman katanya. “Saya senang berada di SMA MDC kalian semua perhatian satu dengan yang lainnya, walaupun saya tidak membuat surat untuk kalian semuanya. Tapi banyak teman-teman yang perhatian terhadap saya. Saya terharu, terima kasih teman-teman,” ungkap Standy Tjandra saat mengemukakan kesannya di hadapan teman-temannya.
Para guru berharap dan terus berdoa agar para siswa-siswi kelas 12 baik IPA maupun IPS, tetap dalam proses dan dalam lindungan Tuhan sehingga mereka dapat berhasil menempuh ujian sekolah, ujian nasional serta ujian-ujian lain dalam hidup mereka yang akan dihadapi di kemudian hari. Sukses selalu untuk kelas 12. Tuhan beserta kalian semuanya, UN dan USBN ada dalam tangan Tuhan. Mari mengandalkan Tuhan dan berpengharapan hanya kepadaNya.
(Berita : Tri Setyanto, S.Pd  dan Foto : Thomas Agustinus)
,

Photography Competition held by Alfalink Overseas Study

Pada hari Minggu, 22 Januari 2017 di Sheraton Hotel Surabaya. Diadakan kontes fotografi oleh Alfalink Study Overseas. Peserta lomba ini diikuti oleh siswa-siswi SMA di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan kali ini, peserta yang mewakili lomba ini adalah Frederick Edward Lee (Ketua MDC Journalists 2016/2017) dengan membawakan tema foto yang telah ditentukan oleh pihak panitia yaitu Human Interest. Dimana foto yang dilombakan harus memenuhi kriteria dan mencerminkan kasih sayang sesama manusia. Foto yang ditampilkan oleh Frederick Edward Lee bertemakan keluarga yang bermain di pantai (Beach Time). Dengan keterangan foto yaitu : Pantai tidak pernah habis memberikan kebahagiaan dan cinta kasih. Adapun dalam mengikuti kegiatan ini juga dibimbing oleh Mr. Petra Wahyu Utama dan didampingi oleh Mr. Tri Setyanto dan Mr. Michael yang juga sebagai pembimbing dalam pengembangan diri siswa di MDC Journalists. 
Pada saat pengumuman pemenang lomba diumumkan bahwa Frederick Edward Lee, mendapatkan juara First Runner Up dengan mendapatkan Trophy, Sertifikat dan Uang Tunai senilai Rp. 2.000.000,-. “Ini merupakan salah satu capaian yang membangkitkan semangat saya untuk mengikuti perlombaan fotografi dalam skala nasional nantinya,” tutur Frederick Edward Lee. Menurut Bapak Anton Gautama sekaligus juri dalam kontes fotografi tahun ini,”Sekolah MDC memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan potensi siswa sesuai dengan jiwa muda di jaman ini dan mampu mengerti trend fotografi yang sedang berkembang pada masa ini”.
Semoga melalui pengalaman ini, makin banyak para siswa-siswi yang tertarik dan berminat untuk menggeluti dunia fotografi dalam pengembangan diri mereka. (Berita oleh Mr. Tri Setyanto, S.Pd dan Foto oleh : Medsos Alfalink)
,

Seminar Pendidikan tentang Game Addiction 2016

Untuk mengisi kegiatan setelah Ulangan Akhir Semester 1 ini SMA Masa Depan Cerah Surabaya melalui program bimbingan dan konseling pada fokus bimbingan pribadi dan sosial menngadakan, Seminar Pendidikan tentang Game Addiction di hari Senin, 5 Desember 2016. Kegiatan seminar ini dilaksanakan di ruang Media lantai 4, pada pukul 08.00-12.00 WIB. Narasumber pada seminar kali ini adalah Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau adalah dosen dari jurusan Game Design Institut Informatika Indonesia bersama dengan Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi yaitu dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Peserta yang mengikuti kegiatan seminar ini adalah seluruh siswa kelas 10, 11 dan 12 SMA Masa Depan Cerah Surabaya.

Seminar pendidikan diadakan untuk menjawab beberapa permasalahan berkaitan dengan kecanduan game baik game off line maupun game online yang sangat mengganggu dalam kehidupan anak-anak, remaja bahkan orang tua pada masa kini. Berikut permasalahan yang menjadi pokok pembahasannya :

  1. Game apa saja yang sering dimainkan anak-anak pada masa kini?
  2. Apa itu kecanduan bermain game di kalangan anak-anak?
  3. Apa saja konten menarik yang membuat anak-anak menjadi kecanduan terhadap game?
  4. Mengapa anak-anak bisa kecanduan dalam bermain game, apa penyebabnya?
  5. Apa saja yang menjadi indikasi yang sudah kecanduan game?
  6. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sudah kecanduan game?
  7. Bagaimana memanage waktu yang baik dalam memanfaatkan game?

Moderator seminar pendidikan kali ini adalah Mr. Nickasius Sindhunata, M.Pd. dari catatan beliau berkaitan       

dengan kesimpulan dari Game Addiction.

Menurut Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau menyampaikan bahwa :

  1. Game Addiction adalah obsesi berlebihan dalam memainkan sesuatu permainan
  2. Game yang marak dimainkan oleh anak-anak antara lain pada umumnya online game yaitu : CS, Dota2, COC, Pacman 256 dan lain sebagainya
  3. Adapun beberapa hal yang membuat anak-anak menjadi kecanduan yaitu adanya peningkatan level yang semakin menantang, arena bertanding dunia maya yang ramai, up grade atau pembelian item yang dapat mensupport karakter permainan
  4. Menurut beliau juga, agar anak-anak tidak terjebak dalam dunia game ini terlalu mendalam kita harus memiliki kesadaran bahwa bermain games ini adalah kesenangan sementara. Kita harus berusaha mengontrol diri dengan cara mengatur fokus pikiran.
  5. Menurut riset 65% wanita dan 85% pria di Amerika mengalami kecanduan games.

 

Sedangkan menurut penyampaian Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi bahwa :

  1. Adiksi atau kecanduan adalah suatu bentuk abnormalitas
  2. Adiksi permainan bisa muncul secara personal maupun multiplayer
  3. Kecanduan secara personal didasari faktor : Natural competition dan pride
  4. Sedangkan adiksi secara multiplayer didasari faktor : kecenderungan rendah diri saat kalah dari lawannya, tuntutan sosial dalam pergaulan, kebutuhan menjalin rekan serta relaksasi atau eskapisme
  5. Adiksi juga bisa muncul karena ada komunitas tertentu
  6. Menurut beliau, anak-anak bisa kecanduan bermain karena adanya story telling yang baik dari games, cerita atau frame yang menarik, terdapat komunitas yang menyukai games tersebut.
  7. Tanda atau indikasi seseorang yang kecanduan games antara lain, indikasi psikologis : merasa tidak nyaman saat tidak bermain, selalu memikirkan mainan tersebut, berbohong tentang durasi waktu bermain, dan bersikap anti sosial berikutnya indikasi fisik : nampak lelah, migrain, lelah mata karena radiasi, carpal tunnel syndrom.
  8. Indikasi akan diperparah dengan adanya perubahan perilaku
  9. Cara mengatasi hal tersebut adalah : tidak menghilangkan permainan tetapi menggantinya dengan game yang edukatif, memberikan kegiatan kepada di pecandu, melakukan rehabilitasi secara psikologis
  10. Lebih baik kecenderungan bermain games dialihkan pada kesempatan berentrepreneurship seperti membuat games analysist dan games programmer.

Selain dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator, juga ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para siswa-siswi diantara :

  1. Frederick Lee : Darimanakah game IOS atau android mendapatkan keuntungan jika tidak menjual item pendukung karakter?
  2. Hsie Michiko : Dari beberapa kejadian adiksi game dapat menyebabkan seseorang bermimpi tentang bermain, jelaskan?
  3. Michael Ting : Manakah yang lebih berbahaya, antara Porn Addiction atau Game Addiction?
  4. Joy Yehuda : Orang yang sudah kecanduan games dan tidak bisa lepas dari kecanduan susah untuk dinasehati. Bagaimanakah cara penanganannya?
  5. Sherren Novalia : Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada games?
  6. Aldrich Josia : Apakah Bulimia itu selalu dikarenakan game addiction?

Dari pertanyaan tersebut, dipilih 3 pertanyaan yang terbaik oleh narasumber. Dan yang berhasil mendapatkan kategori tersebut adalah Hsie 

Michiko, Joy Yehuda dan Aldrich Josia.

Dari dilakukannya seminar pendidikan tentang Game Addiction ini, diharapkan para siswa-siswi dapat mengatur fokusnya dan mengontrol diri sendiri agar tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan games ini. Sehingga mereka dapat memiliki prioritas yang utama dalam menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelajar.

 

Berita : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Andre Jayadi & Thomas (PR YCHB)