,

Language Festival – “BahaSpeech”

Language is a symbol of unity. In response to the importance of language and the developing of the new era, Masa Depan Cerah Elementary School takes a big step to support the students to perform their impressive speaking skills in different languages. This is the third year for the school to hold such a big event especially to celebrate the language festival that is combined with Passover. This year’s event even bigger than the previous one because the school wants to unite the languages that have been learnt by the students in the class, those language are  English, Bahasa Indonesia,Mandarin, and Bahasa Jawa.

This event is named BahaSpeech, which comes from the combination of the word Bahasa (Bahasa Indonesia) and Speech (English). This name represents the whole competition which focuses mainly on Bahasa Indonesia and English. This year’s BahaSpeech was held in Zhang Palace, 2nd floor, on Saturday (7th April 2018). The Mandarin and Bahasa Jawa teachers also showcased the talents of their students in singing.

Students have given their contribution to perform well in front of the audience. They have been practising since last month and they have committed to give their best. Many parents support their child by attending and watching this program. There were also booths selling food and beverages in front of the room. Everyone was happy and excited so we say it was a success!

The following are the winners of those contests:

English Category A:

Choral Recital Champion:       Grade 1A

Show and Tell :           1st Christian Leonardo Koeswanto 2B

                                    2nd Jayden Christopher Sien 2A

                                    3rd Venus Emanuela Thungriallu 2C

Story Telling:              1st Davian Oswaldo Nyoto 3A

                                    2nd Devina Louisa Koentjoro 3B

English Category B:

Speech Choir Champion:        Grade 4A

Drama Champion:                   Grade 5A

Preaching:       1st Gabriella Renata Karta Rahardja 6B

                        2nd Delicia Grace Dinar Pratiwi 6C

                        3rd Ariel Theo Winata 6A

Bahasa Indonesia Kategori A:

Membaca puisi:           Juara 1: Kathlyn Constantine Soegiono

                                    Juara 2: Jolene Renata Widigdo

Menyanyi:  Kelas 2B

Drama: Kelas 3B

Bahasa Indonesia Kategori B

Deklamasi Puisi:          Juara 1: Marie Theofillia Renata Santosa 4B

                                    Juara 2: Kenneth Alexander Hartoyo 4C

                                    Juara 3: Shannon Grace Louise 4A

Pantun :                       Juara 1: Jessica Adeline 5A

                                    Juara 2: Moses Marion Aryanto 5B

                                    Juara 3: Jevon Amadeo Sanyoto 5C

Menggubah Lagu:       Kelas 6B

Congratulations to all students who participated and those who won. We say thank you to all teachers who trained students and to our parents whose supports are really amazing.

We look forward to BahaSpeech 2019 wherein we will discover new talents from our precious students. See you again next year.

,

OUTING TEMA “ I WANNA BE A…. “ Go to PT SINAR SOSRO, Mojosari- Mojokerto

Hari Rabu, 21 Februari 2018 adalah hari yang dinanti-nantikan dan ditunggu-tunggu oleh semua anak TK B, karena pada hari itu kami bersama-sama berkunjung ke “PT Sinar Sosro”, Mojosari- Mojokerto dengan menggunakan bus. Tujuan dari kegiatan kunjungan tersebut adalah untuk mengajak anak mengenal berbagai macam profesi yang selama ini dipelajari bersama selama Exploring tema di kelas.

Kegiatan ini diikuti semua anak dengan antusias. Dan kami melihat semua anak terlihat aktif dan antusias dalam mengikuti semua aktivitas di PT Sosro saat itu, antara lain:

  • Mengenal sejarah berdirinya PT Sinar Sosro
  • Bermain games bersama tim PT Sosro
  • Melihat film animasi tentang pembuatan teh
  • Melihat proses sterilisasi botol sebelum diisi air teh secara langsung dengan memasuki area pabrik teh

Setelah mengikuti semua kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan makan siang dan minuman teh botol Sosro yang dapat dinikmati bersama di kantin “PT Sinar Sosro”. Diakhir kunjungan, masing-masing anak dapat membeli paket produk teh Sosro untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Puji Tuhan, semua acara berjalan dengan lancar. Dan anak-anak senang mendapat pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan dalam hidup mereka.

,

BERKUNJUNG KE MONUMEN TUGU PAHLAWAN

Jangan lupakan sejarah!

Demikian ungkapan terkenal dari Presiden Sukarno yang dapat senantiasa kita renungkan bersama. Memang benar, sejarah tidak boleh dilupakan. Dari sejarah kita bisa menarik banyak pelajaran yang dapat memotivasi kita untuk terus melangkah ke depan. Dari sejarah kita juga dapat belajar untuk tidak lagi melakukan kesalahan seperti yang sudah terjadi di masa yang lalu. Inspirasi yang ditorehkan sejarah itulah yang menjadi salah satu alasan pelaksanaan field Trip para siswa kelas 5 SDKr. Masa Depan Cerah Surabaya. Program field trip ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Februari 2018 yang mengambil tempat di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Ada satu hal yang menarik. Perjalanan para siswa menuju ke destinasi field trip dilakukan dengan menggunakan angkot. Tentu saja hal ini menghadirkan sensasi pengalaman yang tak terlupakan para siswa mengingat selama ini mereka terbiasa menggunakan kendaraan pribadi yang notabene lebih nyaman daripada angkot. Pengalaman naik angkot inilah yang diharapkan dapat mengubah cakrawala berpikir siswa tentang arti perjuangan dalam kehidupan nyata.

Saat berada di Monumen Tugu Pahlawan, para siswa banyak belajar tentang sejarah perjuangan Arek-Arek Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945. Di samping itu, mereka juga menyaksikan diorama, replika persenjataan  dan hasil karya fotografi tentang kota Surabaya zaman old. Ternyata anak-anak zaman now pun juga antusias menikmati pernik-pernik sejarah. Hal ini membuktikan bahwa sejarah bukanlah produk membosankan asalkan disampaikan dengan nuansa kekinian yang peka terhadap tuntutan para milenial.

Setelah observasi di Monumen Tugu Pahlawan usai, para siswa diarahkan untuk kembali di sekolah. Di sana, mereka mengikuti program talk show dengan para veteran TNI yang sudah didatangkan untuk lebih memantapkan pembelajaran yang sudah dilakukan.  Program talk show berlangsung dengan menarik dan dinamis karena para siswa dapat mengetahui detil perjuangan yang dilakukan pada masa pasca kemerdekaan.

,

“The Counterfeit”: A Performance Unlike Any Other

A Sherlock-inspired story, written and starred by the one and only Clarissa Kent, a 12th grader who majors in Social Studies in MDC school had turned out to become a grandeur success last Saturday night (01/27/18). Explicitly entertaining in the best possible way, set in the 1950s of New York, “The Counterfeit” draws the story of a private detective, Arthur Strange (Bill Cavin) who did nothing but claim himself to be the mastermind solver behind every closed murder case given on set, when in reality, it was Clarice Monroe (Clarissa Kent) who did all the solving for him.

The event began at 4 PM with an auction on paintings made by none other than the 12th grade students themselves, led by one of the dynamic duo presenters in Surabaya: Abibayu and Lany. Next, came the solo vocal performances by the Teen Image Band of MDC, singing songs like “Jealous of the Rain”, “Crazy”, “Lay Me Down”, and “I’m Not The Only One”, which also turned out to be just as spectacular. The event moves along with a fantastic vocal medley performed by the previously chosen vocalists of 12th graders, and a literally out of this world percussion performance after.

The show went on as the lights started to dim showing a back-story video clip of Arthur and his granddaughter which transitioned directly to the live performance of the actor himself on stage. The play ended with a major plot twist- (believe me, you would not see that coming if you were there to witness it yourself), and a flashmob of the entire 12th grader batch performing “This Is Me” from the latest theatrical legend, “The Greatest Showman”.

Who would have thought that this was entirely made, arranged, prepared, and brilliantly performed by 12th grade students within a short period of time? The fact it did, definitely made the cut that blew everyone away who managed to come and witness the exuberant play themselves.

Well done, everyone. You guys deserve all the credit you could get.

by: Janice Kariyadi (Grade 12th – Social Class)
photo by: Frederick (Grade 12th – Social Class), Sherin (Grade 12th – Science Class), & Thomas (Multimedia MDC)

,

Retreat Motivasi SMA MDC

Retreat Motivasi adalah acara tahunan yang yang diadakan SMA MDC untuk lebih memotivasi
siswa kelas XII dalam menghadapi UPRAK, USBN, dan UNBK. Acara ini diselenggarakan di
Vila Hermon, Pacet pada 11-12 Januari 2018 dengan pembicara Maam Lidiawati.
Pada hari 1, siswa mengikuti talk show tentang nilai-nilai dan realita kehidupan masa kini.
Kemudian dilanjut dengan simulasi dan informasi mengenai Latihan soal, Uprak, USBN, dan
UNBK. Setelah itu, kegiatan pengutusan dan doa. Siswa diajak untuk membawa diri dan
menyerahkan pergumulan kepada Tuhan dan acara hari 1 ditutup dengan penampilan siswa tiap
kelas.

Pada hari ke-2, siswa mengikuti renungan pagi tentang tujuan hidup. Kemudian dilanjutkan
sharing bersama dengan alumni tentang aplikasi nyata demi kesuksesan dan kebanggaan
terhadap usaha dan hasil yang telah dicapai dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kristiani.
Selanjutnya, kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu siswa adalah membuka surat motivasi, siswa
banyak yang sampai meneteskan air mata karena mereka seakan tersentuh hatinya setelah
membaca surat motivasi dari para guru dan teman. Gestalini Pitasari (Guru Bahasa Indonesia –
PIC)

,

The Joy of Giving – PG/TK Benih Kasih Christmas Celebration 2017

Praise The Lord, perayaan Natal PG – KG Benih kasih telah berjalan dengan baik. ‘The Joy of Giving’ adalah tema Natal tahun ini, dimana anak-anak belajar memberi dengan sukacita dari yang mereka punya, diawali dengan menabung yang dilakukan selama 2 bulan yang lalu, kemudian hasil tabungan mereka kumpulkan dan akan disumbangkan ke PAUD di Indonesia yang membutuhkan bantuan pendidikan. Tidak hanya dari hasil tabungan yang disumbangkan, anak-anak dan orangtua juga dilibatkan dengan menyumbangkan barang-barang bekas yang masih layak pakai, seperti baju, sepatu, tas, dll disamping itu juga ada barang-barang sembako yang disumbang orang tua dan dijual ke warga sekitar dengan separuh harga dan kami mengemasnya dalam acara ‘Pasar murah’, dimana anak dan orangtua juga terlibat dalam acara ini.

Wooo…seru sekali acara ini, banyak warga sekitar berdatangan untuk antri membeli sembako dan membeli barang-barang bekas yang layak pakai. Keseruan Natal tidak hanya itu, anak-anak, guru dan orang tua juga mengadakan perayaan Natal bersama. Acara ini dikemas dalam drama kolosal ‘kelahiran Yesus’. Semua anak terlibat berperan, dengan menjadi Maria, Yusuf, Malaikat, gembala, orang majus dan masih banyak lagi. Anak-anak terlihat sukacita dan semangat saat melakukannya dan merasakan bahwa sungguh Yesus adalah hadiah terindah yang Tuhan beri bagi umat manusia. Kami bangga di Natal ini anak-anak sudah mempraktekkan karakter Kemurahan dengan berbagi dengan sesama sehinga bisa menjadi berkat bagi semua orang. Merry Christmas 2017 and Happy New year 2018.

,

THE GOOD NEWS – MDC ELEMENTARY CHRISTMAS CELEBRATION 2017

Kisah Pancinello diangkat kembali dalam perayaan Natal SDKr. Masa Depan Cerah tahun 2017. Kelas kecil diceritakan melalui panggung boneka oleh ABC Movement, sedangkan di kelas besar melalui penampilan drama siswa ekskul drama. Dalam cerita tersebut, Pancinello berusaha melakukan banyak hal baik supaya diakui dan diterima, namun hanya kegagalan yang didapatkan. Setelah mendengar nasihat dari Bapak Eli, Pancinello menyadari bahwa Bapak Eli menerima dia apa adanya.
Dengan mengusung tema The Good Newa, Perayaan Natal SDKr. MDC dilaksanakan tepat pada hari Selasa, 12 Desember 2017. Acara dibagi menjadi dua sesi mengingat terbatasnya kapasitas gymnasium lt. 4. Selain dihadiri warga sekolah, perayaan Natal semakin meriah karena hadirnya sejumlah besar murid dari SD negeri dan swasta sekitar SDKr. MDC. Dengan tema The Good News, diharapkan agar setiap orang percaya tidak lupa akan tugasnya untuk meneruskan kabar baik lahirnya Juru Selamat yang mendatangkan keselamatan.

Selain perayaan Natal dengan melihat berbagai penampilan bakat siswa dalam bidang menari, tarik suara, dan bermusik, perayaan Natal kali ini mengajak seluruh siswa dan orangtua untuk turut ambil bagian dalam kegiatan berbagi kasih. Sebulan sebelumnya siswa dan orangtua mengumpulkan sejumlah donasi yang hasilnya dialokasikan untuk siswa-siswi SD yang diundang dan pelayanan misi garis depan penginjilan. Puji Tuhan, acara Natal berlangsung dengan baik dan donasi yang dikumpulkan dapat menjadi berkat bagi mereka yang menerimanya. Terima kasih untuk setiap dukungan yang diberikan dan sampai jumpa di kegiatan Natal tahun depan. (Diyah Ariyani, S.IP.)

,

UPON THEM, A LIGHT HAS SHINED – MDC JUNIOR HIGH CHRISTMAS CELEBRATION 2017

Hari kelahiran Sang Penebus, Yesus Kristus, telah disambut dengan meriah oleh siswa-siswi SMP Kristen Masa Depan Cerah pada tanggal 8 Desember 2017 lalu. Natal tahun ini bertemakan “Upon them, a light has shined” yang diambil dari Yesaya 9 : 1. Terang itu, Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah pribadi agung yang dengan sempurna memberikan kasihNya dan menerangi setiap aspek dalam kehidupan kita.

Acara dibuka dengan penampilan percussion dan dance dari siswa-siswi grade 7 dan 8, yang dilanjutkan dengan praise and worship. Pesan natal yang dibawakan oleh Mr. Betuel mampu memberikan penguatan dan penegasan mengenai tema natal. Acara natal SMP Kr. MDC tahun ini diwarnai dengan sesuatu yang berbeda. Acara dimeriahkan dengan pementasan sendratasik oleh siswa-siswi grade 9 sebagai bagian dari acara communicating orangtua dalam Project of Entrepreneurship (POE).

Acara natal tahun ini tidak hanya disambut dengan perayaan yang meriah, tetapi juga disambut dengan pelayanan kegiatan misi, proyek pembelajaran karakter, dan proyek natal “Caring can”. Siswa-siswi grade 8 yang tergabung dalam proyek pembelajaran karakter “care”, mengunjungi sekaligus melayani dalam bentuk mengajar di TK Tunas Benih Kasih 2 dan TK Pelita Permai. Siswa-siswa tersebut juga menyisihkan uang sakunya untuk membeli bingkisan dan barang-barang yang dibutuhkan kedua TK tersebut. Proyek natal “Caring can” dilakukan oleh grade 7, grade 9, guru-guru SMP Kr. Masa Depan Cerah, dan orangtua siswa yakni menyisihkan uang secara pribadi untuk berbagi kasih (sembako) kepada pada karyawan, satpam, dan cleaning service yang telah melayani dengan baik di SMP Kr. MDC. Dengan begitu, tercapailah tujuan dari natal tahun ini yaitu menjadi terang dengan berbagi kasih, harapan, dan berkat kepada sesama sebagai bentuk rasa ucapan syukur atas kedatangan Sang Penebus, Yesus Kristus.

,

Communicating: Social and Cultural Exposure Program 2017

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, kembali menggelar sebuah acara Communicating  dari kegiatan Social and Cultural Exposure Program yang diselenggarakan di Desa Petung Ombo, Kediri pada tanggal 13-19 September 2017 yang lalu. Kegiatan hari Sabtu, 11 November 2017 pukul 08.00-12.00 WIB. Kegiatan Communicating ini diselenggarakan berkaitan dengan tahap Learning Cycles dalam tahap praktek Project Of Entrepreneurship  yang dilakukan oleh para siswa/siswi kelas 10 baik jurusan IPA maupun IPS.

Pada kesempatan kali ini, bentuk kegiatan communicating dikemas dalam sebuah kegiatan presentasi. Apa saja yang menjadi bahan presentasi para pesertanya, tidak lain adalah para siswa peserta kegiatan ini diwajibkan membuat Ethnografi yang sudah dipersiapkan selama 3 bulan yang diawali dari kegiatan exploring, planning, serta doing baik di sekolah maupun di Petung Ombo.

Persiapan pembuatan ethnografi kali ini, tergolong sangat sedikit sekali waktunya namun para siswa sangat berantusias sekali dalam mengerjakannya. Pada permulaan pembuatan ethnografi  ini, para siswa diminta untuk mengamati, mengumpulkan data serta menganalisa tentang beberapa aspek yang ada di Desa Petung Ombo. Diantara aspek Sejarah, Agama, Sosial Budaya, Ekonomi, Keanekaragaman Hayati, serta Teknologi.  Dari aspek-aspek tersebut, para siswa diminta untuk mengamati dan menganalisa fakta-fakta yang didapat pada proses exploring, planning serta doing dan dijadikan majalah ethnografi.

Proses penilaian  presentasi dalam communicating kali ini, SMA Kristen Masa Depan Cerah mengundang juri dari praktisi pendidikan, pendeta dan majelis dari GKJW, serta alumni SMA MDC dari berbagai angkatan.

 

Liputan : Tri Setyanto, S.Pd (PIC Comm Live In 2017)

Foto : Margareth Ayu Anggraeni, S.Sos., M.P

 

,

Photography Competition Live in Petung Ombo 2017

Pameran Fotografi kali ini diadakan di MDC Campus Citraland, pada hari Sabtu, 11 November 2017 pukul 10.00-12.00 dihadiri oleh seluruh siswa kelas 10 dan orang tua. Dengan diikuti oleh 9 kelompok live in yang mengikutsertakan 3 foto yang telah dipilih secara seksama untuk lomba fotografinya. Dalam pelaksanaannya, sebelum berangkat Live in para siswa dibekali beberapa teknik foto oleh guru pengajar yang juga berprofesi sebagai fotografer yaitu Mr. Fenansius Nahak.

Lomba yang diselenggarakan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah bekerjasama dengan Alfalink Study Overseas  ini mengusung tema Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. “Lomba Fotografi kali akan memusatkan pencarian foto pada kegiatan live in di Petung Ombo sesuai dengan temanya Human Interest. Anak-anak diharapkan secara detail dan fokus mencari obyek foto yang menarik dan memiliki cita rasa yang mewakili budaya di desa tersebut,” ujar Mr. Ketut Sukadana, Panitia Lomba Fotografi tahun ini.

Merupakan sebuah kebanggaan bagi Samantha Olivia Grace siswi kelas X IPS 1 yang kali pertamanya meraih 1st Winner di lomba fotografi.  Dalam fotonya yang bertemakan Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. Foto bergambarkan anak SD yang sedang belajar di kelasnya menjadi favorit para peserta pameran foto di MDC Campus. Demikian juga kebahagiaan juga terpancar dari raut wajah Kimmy Rayfonzo Lumintang siswa kelas X IPS 2 yang menyabet 1st Runner Up dengan foto siswi SD yang hendak melakukan smash saat bermain bola voli. Tidak lupa juga Graciella Aileen Nathaly siswi kelas X IPA 2 yang besukacita karena semula tidak menyangka mendapatkan 2nd Runner up. Fotonya menarik karena menceritakan sesuatu yang bersifat jurnalistik, foto warga yang sedang membangun rumah terlihat menceritakan kerjasama warga di foto tersebut. “Puas melihat hasil karya para siswa yang memfoto kali ini, mereka sangat antusias dalam hunting foto dan hasilnyapun Luar biasa!,” kata Mr. Francisco, Ma’am Lia Widya dan Ma’am Purwestri Sabatlila (pembimbing kelompok).

Maam Liem Sioe Ie, Kepala Sekolah mengaku sangat bangga dengan para peserta yang bisa membuktikan untuk terus berprestasi di bidang fotografi. Menurutnya anak-anak ini adalah anak yang memiliki keinginan dan motivasi yang tinggi untuk terus mencoba dan berlatih. Beliau menuturkan bahwa lomba ini adalah sesi akhir dari runtutan kegiatan live in yang sangat membutuhkan fokus, konsentrasi serta pemikiran yang luar biasa.

“Anak-anak MDC luar biasa, mereka merupakan generasi muda yang cukup kreatif dan bisa dilatih dan dikembangkan kemampuan fotografinya. Perlunya latihan mencari obyek foto yang bisa menceritakan kisah di foto tersebut dan belajar juga pada fotografer profesional yang ada di sekitarnya. Ada banyak foto bagus yang saya berikan penilaian, namun hanya dipilih 3 juara kali ini. Merekalah yang bersungguh-sungguh secara sabar dan detail dalam mengambil gambar fotonya sesuai temanya Human Interest. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat bagi yang menjadi pemenang. Tetaplah berusaha untuk mengasah keahlian kalian dalam fotografi,” salah satu penuturan dari Bapak Anton Gautama selaku juri dari lomba fotografi.

Liputan : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Margareth Ayu Anggraeni, S.Sos., M.P