,

Main Bersama??? Asyikk…..

Ya, main bersama memang sangat mengasyikkan. Itulah pemandangan yang dilihat saat anak- anak PG Benih kasih bermain bersama dengan teman- temannya. Mereka memainkan berbagai macam permainan tradisional yang sangat seru. Ular naga, tarik tambang, memainkan kincir angin, ‘etek- etek’, benteng- bentengan dan masih banyak lagi. Panas terik yang di halaman sekolah seakan bukan penghalang buat mereka. Semangat mereka menyala- nyala dan sukacita tergambar jelas pada diri setiap anak. Berkali – kali mereka meneriakkan “Main Bersama? Asyikkk”….Dari main bersama mereka belajar bersosialisasi, berbagi, antri dan mengendalikan emosi mereka. Pemandangan yang jarang terlihat di situasi sekarang ini. Banyaknya gadget dan berbagai jenis permainan yang memang di desain untuk dimainkan secara individu membuat mereka jarang berinteraksi. Apalagi hampir semua permainan modern bisa dimainkan hanya dengan duduk sehingga membuat kemampuan motorik kasar mereka kurang berkembang dengan baik. Tetapi dengan memainkan berbagai macam jenis permainan tradisional mereka bisa berlari, melompat, berjalan dan aktivitas motorik kasar yang lain.
 


 
Puas bermain di luar mereka masuk kedalam kelas dan memainkan berbagai jenis permainan yang lain. Sebagai pembanding guru juga menyediakan berbagai macam jenis mainan modern. “Maam, lebih asyikk main bersama ya?” kata beberapa anak. Kenangan main bersama teman pasti akan terkenang pada diri setiap mereka. Sampai bertemu lagi di acara selanjutnya ya.

 

By : Mety A (Benih Kasih teacher)

,

Kami Benih Kasih … Kami Indonesia … Kami Pancasila

Merdeka… Merdeka…Merdeka…!!! Tujuan dasar Upacara Bendera adalah menanamkan semangat kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia, maka pada hari Kamis, 17 Agustus 2017 diadakan upacara bendera bagi anak – anak TK Benih Kasih. Sukacita terpancar dari wajah setiap anak. Mereka sangat antusias dan excited, terbukti beberapa anak sudah datang sejak awal di sekolah. Seperti sudah tidak sabar untuk mengikuti upacara kemerdekaan RI.
 


 
Orangtua juga tampak senang melihat anak-anak kesayangan mereka bersemangat untuk mengikuti upacara bendera di sekolah. Beberapa dari mereka ikut berpartisipasi dengan bergabung dalam upacara bendera ini.  Semangat Nasionalisme sangat terasa pagi itu. Beberapa anak yang menjadi pemimpin barisan melakukan tugasnya dengan sangat baik. Meski cuaca sedikit panas tidak menghalangi semangat anak- anak dalam mengikuti upacara bendera. Saat pengibaran bendera merah putih, mereka sangat hikmat dalam menghormati bendera dan tidak terpancar kelelahan dalam diri mereka. Begitu pula ketika inspektur upacara memimpin doa, mereka mengikutinya dengan tertib.
 
Sesi demi sesi mereka ikuti dengan baik, seperti: saat pembacaan proklamasi, pembacaan UUD 1945, dan mendengarkan amanat dari inspektur upacara, terutama saat menyanyikan lagu-lagu nasional yaitu Garuda Pancasila, Bendera  Merah Putih, dan Hari Merdeka mereka sangat semangat menyanyikannya, Dengan membawa bendera di tangan semangat nasionalisme mereka menyala- nyala. Benar – benar upacara kemerdekaan RI yang ke 72 membakar semangat anak- anak untuk lebih mencintai Negara Indonesia, semakin menghargai para pejuang bangsa dan memotivasi mereka untuk melakukan yang terbaik bagi Indonesia  tercinta.
 
Dirgahayu Indonesiaku, Jayalah Selalu.

Kami Benih Kasih. Kami Indonesia. Kami Pancasila.

By : Listra Sinurat (Benih Kasih Teacher)

,

Workshop Entrepreneurship of Creativity and Innovation

SMA Kristen Masa Depan Cerah bekerjasama dengan i3L Jakarta mengadakan pembelajaran bermakna berupa workshop bagi kelas 12. Kegiatan ini berupa Workshop Entrpreneurship of Creativity and Innovation pada hari Selasa, 8 Agustus 2017 jam 15.00-16.00 WIB di Ruang Media. Narasumber pada workshop kali ini adalah Mr. Rex Tanmizi, M.Acc salah satu pengajar di jurusan Bio-entrepreneurship i3L Jakarta.

Kegiatan workshop ini diantaranya, siswa diberikan materi mengenai cara-cara berpikir kreatif dan berinovasi secara sistematis dengan menggunakan morphological analisis. Menggunakan metode ini, siswa diajarkan untuk mengisi sebuah tabel yang dinamakan morphological box. setelah tabel ini diisi, analisa dimulai dengan memilih satu item di kolom pertama, lalu memilih satu atribut per kolom dari kolom-kolom selanjutnya. Analisa ini akan menghasilkan sebuah produk baru yang kreatif. Setelah itu siswa membuat sandwich mereka sesuai analisa yang telah dilakukan.

Dari kegiatan ini diharapkan siswa dapat mengembangkan cara berpikir kreatif mereka dan berinovasi dalam menciptakan sebuah produk yang baru. (Tri Setyanto, S.Pd – Fasilitator Pedevpro12)

,

Welcome (Back) to School

Sukacita anak- anak terpancar saat mereka kembali ke sekolah. Seperti menahan rindu untuk bertemu dengan teman maupun guru- guru di sekolah. Hari pertama dikemas dalam tema “All about our groups”. Mereka memakai kostum / aksesoris sesuai dengan grup masing- masing. Ada yang memakai sayap seperti kupu-kupu, baju gambar bear/chipmunk/lamb, kaos bergambar mango/apple dan masih banyak lagi. Berbagai macam aktivitas menarik dan “fun” membuat mereka sangat “excited” dalam menjalani masa- masa “Welcome (Back) to School”. Beberapa anak baru juga tidak canggung lagi untuk bersosialisasi.

Acara ini ditutup dengan “Fellowship” di grup masing- masing. Dengan pebuh kasih para guru mendoakan anak- anak satu persatu agar mereka siap melangkah ke tahun ajaran baru 2017 – 2018. Biarlah tangan Tuhan yang bekerja dalam diri setiap anak. “We do the best and God will do the rest.”

By : Mety A (Benih Kasih Teacher)

,

Kunci Keberhasilan Juara Olimpiade Sains Kuark Nasional 2017

“Pertama kali aku mengenal Olimpiade Sains Kuark  adalah saat kelas 2 SD. Aku ditunjuk sekolahku untuk mengikuti pertandingan Olimpiade Sains kuark. Setiap 2 kali seminggu aku dilatih guruku untuk belajar. Di rumah, aku juga belajar dengan dibantu orangtuaku. Aku sangat berharap bisa masuk babak final.

Aku sangat bersyukur karena bisa lolos sampai babak final. Selama di Jakarta, aku merasa senang karena dapat bertemu peserta dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2016, saat saya bertemu dengan Bapak Yohanes Surya dan Bapak Anies Baswedan. Beliau memotivasiku untuk semangat belajar.”  (Samuel Christian Soegiarto – siswa Grade 3 SD MDC)

“Christian mengikuti Olimpiade Sains Kuark (OSK) dari tahun 2016 dan berhasil masuk ke dalam babak final yang diikuti oleh 303 finalis dari 92.877 peserta dari 33 provinsi di Indonesia. Meskipun belum berhasil mendapatkan medali emas, Christian tidak putus asa. Ia mencoba kembali bangkit untuk mengikuti OSK 2017.

Pengalaman yang dialami di tahun 2016 ia gunakan untuk menghadapi OSK 2017. Berkat kerja kerasnya, bimbingan guru dan orangtua, serta tentunya oleh anugerah Tuhan, Christian berhasil memperoleh medali emas pada final OSK 2017.” (Elok Debora, S.Pd. – Guru SD MDC/ Pelatih siswa peserta Olimpiade Sains Kuark)

,

Seminar Kebangsaan: Pemimpin Kristen yang Berbhinneka Tunggal Ika

Dengan mengambil tema “Membangun Kepemimpinan Kristen yang ber-Bhinneka Tunggal Ika“, Personal Development Program kelas 10 dan 11 kembali menyelenggarakan kegiatan seminar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri siswa dalam materi pengembangan diri yaitu kepemimpinan khususnya kepemimpinan Kristen yang diselenggarakan pada hari Selasa,  13 Juni 2017 bertempat di Ruang Media lantai 4, MDC Campus Citraland Surabaya.

Pembicara dalam seminar ini dihadirkan dari kalangan anggota wakil rakyat, Praktisi Pendidikan dan Fasilitator Komunitas Indonesia Moeda :

  1. Vinsesius Awey, Anggota Komisi C DPRD II Kota Surabaya
  2. Erlangga Dharma, Praktisi Pendidikan Kristen
  3. Jose Ferlianto, Fasilitator Indonesia Moeda

Sesuai dengan tema yang diusung, seminar kebangsaan ini memandang bahwa pemuda merupakan elemen penting milik bangsa sehingga kita semua merasa perlu mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran para pemuda sebagai salah satu unsur penentu masa depan bangsa Indonesia. Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperkokoh pengetahuan dan wawasan kebangsaan peserta seminar, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya memiliki rasa bangga dan cinta tanah air. Setelah mengikuti seminar ini, semua peserta yang sebanyak 300 peserta dari siswa-siswi dan guru SMA Masa Depan Cerah Surabaya ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan jiwa rela berkorban dengan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan demi kepentingan dan kemajuan negara dan bangsa di kemudian hari.

“Alasan diadakan seminar ini adalah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme para pemuda sekarang ini. karena, saya melihat di jaman sekarang kebanggaan akan Indonesia sudah berkurang. Melalui acara ini, kami ingin membangunkan kembali jiwa nasionalisme melalui seminar kebangsaan ini. Empat pilar kebangsaan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 45 yang harus menjadi pegangan kuat untuk generasi bangsa,” ujar Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah pada pemaparan sambutan saat membuka seminar.

“Menjadi orang Indonesia adalah sebuah pilihan. Ketika kita sudah memilih menjadi warga negara Indonesia. Kita juga harus menjadi warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara”, Kata Bapak Vinsensius Awey  beliau juga mengatakan bahwa “Perubahan zaman, globalisasi serta kemajuan ilmu dan teknologi secara langsung maupun tidak berdampak pada kehidupan masyarakat, pandangan hidup, perilaku serta cara seseorang menyikapi sesuatu. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia memperlihatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan mulai terkikis, misalnya semakin maraknya praktik korupsi, lunturnya rasa saling menghormati dan teposeliro. Belum lagi kekerasan terjadi dimana-mana, konflik horizontal hingga pada menurunnya kebanggaan masyarakat dan generasi muda menggunakan produk-produk dalam negeri. Karena itu, wawasan kebangsaan serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai suatu pandangan yang mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa Indonesia, rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan perlu dikaji dan ditemukan kembali untuk meningkatkan daya saing dan karakter bangsa. Pancasila pada dasarnya merupakan salah satu wujud dari “kearifan lokal bangsa”. Ia merupakan representasi dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tercipta seiring dengan kesadaran kebangsaan baru bernama Indonesia. Karena itu, Pancasila bukan menjadi milik Majapahit atau milik masa lalu yang nun jauh disana, melainkan menjadi wujud kultural dari pergerakan kebangsaan ketika berhadapan dengan kolonialisme di awal abad ke-20. “Karena itu selalu berpikir dan bertindak dalam kerangka keberagaman merupakan representasi dari kearifan lokal Indonesia”, paparnya.

Dalam kesempatan kali ini juga, Bapak Erlangga Dharma juga menyampaikan bagaimana menjadi seorang pemimpin kristiani. “Kepemimpinan Kristen adalah seseorang yang tidak memikirkan tentang bagaimana mendapatkan keuntungan untuk kelompok maupun dirinya tetapi memikirkan tentang orang lain. Menjadi pemimpin seperti Kristus yang datang untuk melayani dan bukan dilayani, Markus 10 : 45”. Musuh terbesar saat ini adalah ketidakpedulian. Temukan titik awal talenta dalam hidupmu yang mungkin tidak disadari namun itu yang akan membuat sebuah perubahan. Mulailah peduli dengan perkara kecil di dalam hidupmu. Make Your own history! Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil sekalipun.

Bapak Jose Ferlianto juga menyampaikan tentang wawasan kebangsaan bagi para siswa-siswi yang hadir saat itu. Dimulai dari menjelaskan tentang Indonesia Moeda, sebuah komunitas anak muda yang memiliki visi mewujudkan generasi yang peduli akan bangsa dan mampu melakukan perubahan melalui hal-hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda. Awal kemunculan tahun 2013, kerinduan untuk memulihkan bangsa Indonesia melalui pemuridan dan kegerakan anak muda dari berbagai aspek dan lintas suku. Prosentase umat Kristen di Indonesia sangat kecil, tapi kita tidak boleh merasa tidak mampu untuk membangun bangsa ini. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita juga bisa berkontribusi dalam membangun negara Indonesia.  Kita bisa menjadi terang dan garam dunia, walaupun jumlah kita minoritas. Tetap berada di garis depan dalam menebarkan benih-benih kasih dan perdamaian bagi bangsa ini.

Bagaimana menyikapi kasus-kasus yang terjadi pada bangsa Indonesia,  radikalisme, rasialisme serta perpecahan bangsa adalah dengan merubah cara pandang kita terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Hendaknya kita mulai membangun jembatan hubungan dengan seluruh warga negara tanpa memandang SARA, hindari ketidakpedulian serta jangan meremehkan sebuah titik awal. Pancasila adalah sebuah mujizat bagi Indonesia yang sudah Tuhan berikan bagi negara Indonesia yang dicetuskan oleh para pemimpin bangsa pada masa lalu. Mulai berteman dengan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan, suku dan agama. Memulai dari apa yang kita bisa, dan dari apa yang kita punyai. Mari kita bawa Indonesia dalam setiap doa kita, doakan seluruh pemimpin baik dari lapisan terendah hingga pemimpin negara kita. Indonesia tetap jaya! Junjung terus Pancasila dan UUD 1945 sampai kapanpun. Kesimpulan seminar oleh pembawa acara Mr. Caesar Riza Rahardian, S.Hum

Pada akhir kesempatan, para siswa mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum (guru Sejarah) dan Winda Nathalie (Ketua OSIS masa bakti 2016/2017). Saya Indonesia, Saya Pancasila.

“Saya bersyukur mendapat kehormatan bisa membagikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Saya diijinkan Tuhan melihat sebuah proses menabur benih impian, ide, gagasan tentang Kebangsaan kepada generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia di tahun 2030. Benih yang awalnya kecilakan bertumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan banyak buah bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Apresiasi saya untuk kepala sekolah, jajaran staf dan guru yang memprakarsai acara ini. berbanggalah karena ini adalah sebuah perjalanan menapak masa depan yang lebih cerah. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Tuhan memberkati” Salah satu komentar dari Bapak Jose Ferlianto selepas acara seminar kebangsaan ini. harapannya ke depan SMA Kristen Masa Depan Cerah akan terus melanjutkan kegiatan serupa yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia. Mari bersama tetap memegang persatuan dan kesatuan bagi bangsa kita Indonesia. (Tri Setyanto, S.Pd – PIC Kegiatan)

“sekolah terbaik surabaya, sekolah kristen terbaik surabaya, sekolah surabaya, Sekolah MDC, MDC School, Sekolah berprestasi surabaya, sekolah surabaya barat, thanksgiving night, bhinneka tunggal ika, pancasila, SMA MDC, MDC Senior High”

,

1st Place of The World Scholar’s Cup 2017

“Sometimes, the very best things in life happen when we least expect them to.”

We were super intrigued by the fact that we got a chance to join this incredible first regional round of the WSC 2017 in Ciputra last week. (13-14/05/17). It was an overall non-stop heartwrenching journey for us, remembering that this was our first time in participating. We first got there knowing that we, who were only provided a maximum of 2 weeks time to prepare, were up against students who in reality appeared as if they were actually born to do this. To say that we were dreadfully nervous is a complete understatement, knowing that there was no turning back then.

The events were, as expected, prestigious to its very core. Almost everyone we see had these game faces on, and we were standing there being like, “Eeeep, please don’t eat us alive.” I gotta be honest, though. The tension was real. Especially when you were the only three remaining representatives in your school who was forced to “pwaa” (sound of an Alpaca) in a room filled with people whom you were not exactly familiar with.

But all in all, it was a sheer blessing for us, to have experienced such an event like this held upon our lovely city of Surabaya. Especially knowing that we managed to bring home a 1st place trophy in the Senior Division’s Debate Team category. Now that, was uncalled for. We felt like legit lollipops (a term they made for the losing team) back then after each debate match against the opposition team(s), but surprisingly ended up winning all three of them in the end.

Not to mention, us acquiring a number 6 champion team candidate who is practically qualified to enter the global rounds, in either Hanoi, Athens, or Cape Town, was another breathtaking blessing coming from the Almighty God Himself.

Words cannot simply describe how grateful I am, to have become part of a such an amazing team. Thank you as well to Mam Sioe Ie, Mr Khris, Mr Lee, and Mam Ella for your unconditional love and support. My family and best friends, who are always ready to back us up.

And of course, the one and only Jesus Christ. For You are the one who made all this possible, who is the eternal light in our darkness, and our very best friend.

This one’s for YOU. 🙂

By: Janice Karyadi (MDC Senior High Student – Grade XI)

,

Science Study Center 2017

“SSC 2017… Love God, Love People, Agents of Change!!!”.

Jargon yang terus dikumandangkan di setiap sesi acara, menambah semangat ekstra bagi siswa-siswi grade 8. SSC 2017 tahun ini bertemakan living science, siswa-siswi diajak untuk mempelajari sains terapan pada bahan-bahan kimia alami dan buatan dalam berbagai produk pembersih, tekstil, makanan dan minuman. Tour pembelajaran dimulai dari kunjungan ke CV Tarum Bali, Gianyar untuk mempelajari pembuatan pewarna tekstil alami dari daun-daunan dan penerapannya dalam pewarnaan kain. Selanjutnya menuju Eduwisata Secret Garden Village, Bedugul untuk mempelajari pembuatan sabun dan pengolahan kopi secara skala pabrik.

Pembelajaran bahan-bahan kimia dilanjutkan di Jurusan Kimia, Universitas Udayana, untuk mempelajari pembuatan sabun dan bahan antioksidan alami. Kemudian siswa-siswi mempelajari penanaman terumbu karang dan pengolahan rumput laut di Pantai Pandawa, Uluwatu. Selain itu, siswa-siswi juga dibekali ilmu tentang 10 teknologi sains terapan yang dikembangkan oleh Bapak Rus Alit di Bali Appropiate Technology Institute (BATI).

Tidak hanya belajar, siswa-siswi juga diajak untuk melayani sesama dalam kegiatan internal dan external ministry. Dalam kegiatan internal ministry sebagian siswa-siswi belajar untuk melayani teman-teman dan guru dalam Praise and Worship dan kesaksian. Sedangkan dalam kegiatan exsternal ministry siswa-siswi diajak untuk melayani siswa-siswi SDN 1 Wanagiri dengan mengajarkan ilmu sains.

Kegiatan SSC diakhiri dengan penyerahan penghargaan (awarding) bagi siswa-siswi yang menunjukkan karakter care, respect, responsibility, serta penghargaan bagi mereka yang memiliki jiwa leadership, obedience, dan scientific. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Tidak hanya pembelajaran akademis yang diberikan, siswa-siswi juga diharapkan dapat belajar karakter-karakter Kristus dari pengalaman-pengalaman mereka dalam setiap kegiatan SSC 2017 ini.

“Ada ilmu ada manfaat, baik budi hendaklah dibalas, SSC 2017 dapat banyak berkat, sampai jumpa di SSC 2018”

,

Bahaspeech 2017

Bahaspeech merupakan satu dari rentetan acara yang sangat ditunggu oleh murid-murid sekaligus guru-guru MDC karena acara ini merupakan salah satu media bagi semua siswa dan guru untuk menunjukkan apresiasi dan rasa cinta terhadap Bahasa. Tahun ini, dengan mengusung tema “I Belong to Jesus, Jesus Belongs to Me”, Bahaspeech 2017 diselenggarakan pada hari Sabtu, 8 April 2017, di Ballroom 89, Ciputra World-Surabaya. Tema ini dipilih dengan tujuan untuk mengingatkan para siswa, bahwa semua talenta yang mereka miliki merupakan anugrah dari Tuhan yang harus mereka kembangkan bagi kemuliaan nama Tuhan.

Ada empat Bahasa yang mewarnai acara ini, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Mandarin. Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dipilih sebagai Bahasa fokus untuk kompetisi yang diselenggarakan, diantaranya “Lomba Menyanyi” dan Show & Tell untuk kelas satu, “Lomba Gerak dan Lagu” dan Group Recital untuk kelas dua, “Lomba Deklarasi Puisi” dan Group Singing Contest untuk kelas tiga, “Lomba Yel-Yel” dan Solo Singing Contest untuk kelas empat, “Lomba Mendongeng” dan Speech Choir  untuk kelas lima dan “Lomba Menggubah Lagu” dan Story Telling untuk kelas enam.

Melalui perlombaan ini, para siswa mau dan mampu mempersembahkan yang terbaik, dan talenta yang mereka miliki mampu memberkati para tamu dan orang tua yang datang. Sebagai apresiasi terhadap bakat mereka yang luar biasa, MDC juga memberikan trophy, sertifikat dan hadiah. Berikut merupakan nama-nama pemenang Bahaspeech 2017:

 Lomba Bahasa Indonesia:

  • Kategori Kelas 1: Kelas 1C
  • Kategori Kelas 2: Kelas 2B
  • Kategori Kelas 3: Damian (3C) Kayleen (3B) Tricia (3A)
  • Kategori Kelas 4: Kelas 4A
  • Kategori Kelas 5: (1) Jane Catherine 5C (2) Gabriella Renata 5B (3) Nathania Mykaela 5A
  • Kategori Kelas 6: Kelas 6B

 Lomba Bahasa Inggris: 

  • Kategori Kelas 1: (I) Venus 1 A (2) Aretha 1 C (3) Cherisha 1 B
  • Kategori Kelas 2: Kelas 2B
  • Kategori Kelas 3: Kelas 3B
  • Kategori Kelas 4: (1) Sharon 4 C (2) Felice (4B) (3) Jovan 4A
  • Kategori Kelas 5: Kelas 5C
  • Kategori Kelas 6: (1) Waylen 6 C (2) Jose 6 B (3) Mario 6 A

Acara ini kemudian ditutup dengan pembagian hadiah, foto bersama kepala sekolah dan juga doa. Biarlah seluruh talenta anak-anak hanya untuk kemuliaan nama Tuhan! Soli Deo Gloria!

,

Study Tour Grade 2 at Mokko Factory

Study tour kelas 2 kali ini berlangsung pada tanggal 16 Februari bertempat di Mokko Factory. Sesampainya di Mokko Factory, siswa diarahkan ke area lobi. Di sana siswa dibagi menjadi 9 kelompok, berdasarkan jumlah meja yang tersedia. Sebelum mulai membuat donat, siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh Chef Mokko Factory mengenai cara pembuatannya. Selesai mendengar penjelasan dari Chef, siswa diminta untuk memakai clemek, topi chef serta mencuci tangan terlebih dahulu.

Tahap pertama yang dilakukan oleh siswa saat membuat donat adalah  membuat adonannya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang disediakan untuk membuat donat tersebut adalah tepung terigu, telur, susu dan gula. Untuk mempersingkat waktu, adonan telah disediakan oleh Mokko Factory dengan memperhitungkan jumlah siswa yang hadir. Selain bahan pembuat adonan, siswa disediakan juga bahan-bahan lain untuk toppingnya seperti cokelat, keju, cokelat meses, meses berwarna, almond, kacang,  selai strawberry, dan adonan oreo.

Setelah semua bahan siap, tahap selanjutnya siswa diberikan masing-masing 2 adonan donat untuk diberi topping di atasnya. Dalam tahap ini, siswa harus memberi topping pada semua adonan yang tersedia juga mau berbagi bahan topping dengan teman kelompoknya. Siswa yang telah siap dengan donat dan topingnya, selanjutnya diarahkan oleh Chef ke ruang oven untuk proses pemanggangan.

Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, donat yang dibuat oleh siswa pun telah matang. Siswa diberi masing-masing 2 buah donat yang telah mereka buat sendiri juga 2 buah donat yang telah disediakan untuk dibawa pulang. Selain donat, siswa juga membuat es cokelat. Mereka membuat es cokelat dengan bahan berupa susu cokelat cair, susu cair putih  dan es batu. Selesai membuat es cokelat, siswa makan siang bersama di Mokko Factory. Setelah itu, siswa kembali ke sekolah dengan membawa donat masing-masing dan tentunya pengalaman belajar yang tidak terlupakan.