,

Kunci Keberhasilan Juara Olimpiade Sains Kuark Nasional 2017

“Pertama kali aku mengenal Olimpiade Sains Kuark  adalah saat kelas 2 SD. Aku ditunjuk sekolahku untuk mengikuti pertandingan Olimpiade Sains kuark. Setiap 2 kali seminggu aku dilatih guruku untuk belajar. Di rumah, aku juga belajar dengan dibantu orangtuaku. Aku sangat berharap bisa masuk babak final.

Aku sangat bersyukur karena bisa lolos sampai babak final. Selama di Jakarta, aku merasa senang karena dapat bertemu peserta dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2016, saat saya bertemu dengan Bapak Yohanes Surya dan Bapak Anies Baswedan. Beliau memotivasiku untuk semangat belajar.”  (Samuel Christian Soegiarto – siswa Grade 3 SD MDC)

“Christian mengikuti Olimpiade Sains Kuark (OSK) dari tahun 2016 dan berhasil masuk ke dalam babak final yang diikuti oleh 303 finalis dari 92.877 peserta dari 33 provinsi di Indonesia. Meskipun belum berhasil mendapatkan medali emas, Christian tidak putus asa. Ia mencoba kembali bangkit untuk mengikuti OSK 2017.

Pengalaman yang dialami di tahun 2016 ia gunakan untuk menghadapi OSK 2017. Berkat kerja kerasnya, bimbingan guru dan orangtua, serta tentunya oleh anugerah Tuhan, Christian berhasil memperoleh medali emas pada final OSK 2017.” (Elok Debora, S.Pd. – Guru SD MDC/ Pelatih siswa peserta Olimpiade Sains Kuark)

,

Seminar Kebangsaan: Pemimpin Kristen yang Berbhinneka Tunggal Ika

Dengan mengambil tema “Membangun Kepemimpinan Kristen yang ber-Bhinneka Tunggal Ika“, Personal Development Program kelas 10 dan 11 kembali menyelenggarakan kegiatan seminar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri siswa dalam materi pengembangan diri yaitu kepemimpinan khususnya kepemimpinan Kristen yang diselenggarakan pada hari Selasa,  13 Juni 2017 bertempat di Ruang Media lantai 4, MDC Campus Citraland Surabaya.
 


 
Pembicara dalam seminar ini dihadirkan dari kalangan anggota wakil rakyat, Praktisi Pendidikan dan Fasilitator Komunitas Indonesia Moeda :

  1. Vinsesius Awey, Anggota Komisi C DPRD II Kota Surabaya
  2. Erlangga Dharma, Praktisi Pendidikan Kristen
  3. Jose Ferlianto, Fasilitator Indonesia Moeda

 


 
Sesuai dengan tema yang diusung, seminar kebangsaan ini memandang bahwa pemuda merupakan elemen penting milik bangsa sehingga kita semua merasa perlu mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran para pemuda sebagai salah satu unsur penentu masa depan bangsa Indonesia. Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperkokoh pengetahuan dan wawasan kebangsaan peserta seminar, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya memiliki rasa bangga dan cinta tanah air. Setelah mengikuti seminar ini, semua peserta yang sebanyak 300 peserta dari siswa-siswi dan guru SMA Masa Depan Cerah Surabaya ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan jiwa rela berkorban dengan mengimplementasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan demi kepentingan dan kemajuan negara dan bangsa di kemudian hari.
 

 
“Alasan diadakan seminar ini adalah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme para pemuda sekarang ini. karena, saya melihat di jaman sekarang kebanggaan akan Indonesia sudah berkurang. Melalui acara ini, kami ingin membangunkan kembali jiwa nasionalisme melalui seminar kebangsaan ini. Empat pilar kebangsaan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 45 yang harus menjadi pegangan kuat untuk generasi bangsa,” ujar Dra. Liem Sioe Ie selaku Kepala Sekolah pada pemaparan sambutan saat membuka seminar.
 

 
“Menjadi orang Indonesia adalah sebuah pilihan. Ketika kita sudah memilih menjadi warga negara Indonesia. Kita juga harus menjadi warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara”, Kata Bapak Vinsensius Awey  beliau juga mengatakan bahwa “Perubahan zaman, globalisasi serta kemajuan ilmu dan teknologi secara langsung maupun tidak berdampak pada kehidupan masyarakat, pandangan hidup, perilaku serta cara seseorang menyikapi sesuatu. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia memperlihatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan mulai terkikis, misalnya semakin maraknya praktik korupsi, lunturnya rasa saling menghormati dan teposeliro. Belum lagi kekerasan terjadi dimana-mana, konflik horizontal hingga pada menurunnya kebanggaan masyarakat dan generasi muda menggunakan produk-produk dalam negeri. Karena itu, wawasan kebangsaan serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai suatu pandangan yang mencerminkan sikap dan kepribadian bangsa Indonesia, rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan perlu dikaji dan ditemukan kembali untuk meningkatkan daya saing dan karakter bangsa. Pancasila pada dasarnya merupakan salah satu wujud dari “kearifan lokal bangsa”. Ia merupakan representasi dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tercipta seiring dengan kesadaran kebangsaan baru bernama Indonesia. Karena itu, Pancasila bukan menjadi milik Majapahit atau milik masa lalu yang nun jauh disana, melainkan menjadi wujud kultural dari pergerakan kebangsaan ketika berhadapan dengan kolonialisme di awal abad ke-20. “Karena itu selalu berpikir dan bertindak dalam kerangka keberagaman merupakan representasi dari kearifan lokal Indonesia”, paparnya.
 

 
Dalam kesempatan kali ini juga, Bapak Erlangga Dharma juga menyampaikan bagaimana menjadi seorang pemimpin kristiani. “Kepemimpinan Kristen adalah seseorang yang tidak memikirkan tentang bagaimana mendapatkan keuntungan untuk kelompok maupun dirinya tetapi memikirkan tentang orang lain. Menjadi pemimpin seperti Kristus yang datang untuk melayani dan bukan dilayani, Markus 10 : 45”. Musuh terbesar saat ini adalah ketidakpedulian. Temukan titik awal talenta dalam hidupmu yang mungkin tidak disadari namun itu yang akan membuat sebuah perubahan. Mulailah peduli dengan perkara kecil di dalam hidupmu. Make Your own history! Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil sekalipun.

Bapak Jose Ferlianto juga menyampaikan tentang wawasan kebangsaan bagi para siswa-siswi yang hadir saat itu. Dimulai dari menjelaskan tentang Indonesia Moeda, sebuah komunitas anak muda yang memiliki visi mewujudkan generasi yang peduli akan bangsa dan mampu melakukan perubahan melalui hal-hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda. Awal kemunculan tahun 2013, kerinduan untuk memulihkan bangsa Indonesia melalui pemuridan dan kegerakan anak muda dari berbagai aspek dan lintas suku. Prosentase umat Kristen di Indonesia sangat kecil, tapi kita tidak boleh merasa tidak mampu untuk membangun bangsa ini. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita juga bisa berkontribusi dalam membangun negara Indonesia.  Kita bisa menjadi terang dan garam dunia, walaupun jumlah kita minoritas. Tetap berada di garis depan dalam menebarkan benih-benih kasih dan perdamaian bagi bangsa ini.
 


 
Bagaimana menyikapi kasus-kasus yang terjadi pada bangsa Indonesia,  radikalisme, rasialisme serta perpecahan bangsa adalah dengan merubah cara pandang kita terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Hendaknya kita mulai membangun jembatan hubungan dengan seluruh warga negara tanpa memandang SARA, hindari ketidakpedulian serta jangan meremehkan sebuah titik awal. Pancasila adalah sebuah mujizat bagi Indonesia yang sudah Tuhan berikan bagi negara Indonesia yang dicetuskan oleh para pemimpin bangsa pada masa lalu. Mulai berteman dengan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan, suku dan agama. Memulai dari apa yang kita bisa, dan dari apa yang kita punyai. Mari kita bawa Indonesia dalam setiap doa kita, doakan seluruh pemimpin baik dari lapisan terendah hingga pemimpin negara kita. Indonesia tetap jaya! Junjung terus Pancasila dan UUD 1945 sampai kapanpun. Kesimpulan seminar oleh pembawa acara Mr. Caesar Riza Rahardian, S.Hum

Pada akhir kesempatan, para siswa mengucapkan ikrar yang dipimpin oleh Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum (guru Sejarah) dan Winda Nathalie (Ketua OSIS masa bakti 2016/2017). Saya Indonesia, Saya Pancasila.

“Saya bersyukur mendapat kehormatan bisa membagikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Saya diijinkan Tuhan melihat sebuah proses menabur benih impian, ide, gagasan tentang Kebangsaan kepada generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia di tahun 2030. Benih yang awalnya kecilakan bertumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan banyak buah bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Apresiasi saya untuk kepala sekolah, jajaran staf dan guru yang memprakarsai acara ini. berbanggalah karena ini adalah sebuah perjalanan menapak masa depan yang lebih cerah. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Tuhan memberkati” Salah satu komentar dari Bapak Jose Ferlianto selepas acara seminar kebangsaan ini. harapannya ke depan SMA Kristen Masa Depan Cerah akan terus melanjutkan kegiatan serupa yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia. Mari bersama tetap memegang persatuan dan kesatuan bagi bangsa kita Indonesia. (Tri Setyanto, S.Pd – PIC Kegiatan)

“sekolah terbaik surabaya, sekolah kristen terbaik surabaya, sekolah surabaya, Sekolah MDC, MDC School, Sekolah berprestasi surabaya, sekolah surabaya barat, thanksgiving night, bhinneka tunggal ika, pancasila, SMA MDC, MDC Senior High”

,

1st Place of The World Scholar’s Cup 2017

“Sometimes, the very best things in life happen when we least expect them to.”

We were super intrigued by the fact that we got a chance to join this incredible first regional round of the WSC 2017 in Ciputra last week. (13-14/05/17). It was an overall non-stop heartwrenching journey for us, remembering that this was our first time in participating. We first got there knowing that we, who were only provided a maximum of 2 weeks time to prepare, were up against students who in reality appeared as if they were actually born to do this. To say that we were dreadfully nervous is a complete understatement, knowing that there was no turning back then.

The events were, as expected, prestigious to its very core. Almost everyone we see had these game faces on, and we were standing there being like, “Eeeep, please don’t eat us alive.” I gotta be honest, though. The tension was real. Especially when you were the only three remaining representatives in your school who was forced to “pwaa” (sound of an Alpaca) in a room filled with people whom you were not exactly familiar with.

But all in all, it was a sheer blessing for us, to have experienced such an event like this held upon our lovely city of Surabaya. Especially knowing that we managed to bring home a 1st place trophy in the Senior Division’s Debate Team category. Now that, was uncalled for. We felt like legit lollipops (a term they made for the losing team) back then after each debate match against the opposition team(s), but surprisingly ended up winning all three of them in the end.

Not to mention, us acquiring a number 6 champion team candidate who is practically qualified to enter the global rounds, in either Hanoi, Athens, or Cape Town, was another breathtaking blessing coming from the Almighty God Himself.

Words cannot simply describe how grateful I am, to have become part of a such an amazing team. Thank you as well to Mam Sioe Ie, Mr Khris, Mr Lee, and Mam Ella for your unconditional love and support. My family and best friends, who are always ready to back us up.

And of course, the one and only Jesus Christ. For You are the one who made all this possible, who is the eternal light in our darkness, and our very best friend.

This one’s for YOU. 🙂

By: Janice Karyadi (MDC Senior High Student – Grade XI)

,

Science Study Center 2017

“SSC 2017… Love God, Love People, Agents of Change!!!”.

Jargon yang terus dikumandangkan di setiap sesi acara, menambah semangat ekstra bagi siswa-siswi grade 8. SSC 2017 tahun ini bertemakan living science, siswa-siswi diajak untuk mempelajari sains terapan pada bahan-bahan kimia alami dan buatan dalam berbagai produk pembersih, tekstil, makanan dan minuman. Tour pembelajaran dimulai dari kunjungan ke CV Tarum Bali, Gianyar untuk mempelajari pembuatan pewarna tekstil alami dari daun-daunan dan penerapannya dalam pewarnaan kain. Selanjutnya menuju Eduwisata Secret Garden Village, Bedugul untuk mempelajari pembuatan sabun dan pengolahan kopi secara skala pabrik.

Pembelajaran bahan-bahan kimia dilanjutkan di Jurusan Kimia, Universitas Udayana, untuk mempelajari pembuatan sabun dan bahan antioksidan alami. Kemudian siswa-siswi mempelajari penanaman terumbu karang dan pengolahan rumput laut di Pantai Pandawa, Uluwatu. Selain itu, siswa-siswi juga dibekali ilmu tentang 10 teknologi sains terapan yang dikembangkan oleh Bapak Rus Alit di Bali Appropiate Technology Institute (BATI).

Tidak hanya belajar, siswa-siswi juga diajak untuk melayani sesama dalam kegiatan internal dan external ministry. Dalam kegiatan internal ministry sebagian siswa-siswi belajar untuk melayani teman-teman dan guru dalam Praise and Worship dan kesaksian. Sedangkan dalam kegiatan exsternal ministry siswa-siswi diajak untuk melayani siswa-siswi SDN 1 Wanagiri dengan mengajarkan ilmu sains.

Kegiatan SSC diakhiri dengan penyerahan penghargaan (awarding) bagi siswa-siswi yang menunjukkan karakter care, respect, responsibility, serta penghargaan bagi mereka yang memiliki jiwa leadership, obedience, dan scientific. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Tidak hanya pembelajaran akademis yang diberikan, siswa-siswi juga diharapkan dapat belajar karakter-karakter Kristus dari pengalaman-pengalaman mereka dalam setiap kegiatan SSC 2017 ini.

“Ada ilmu ada manfaat, baik budi hendaklah dibalas, SSC 2017 dapat banyak berkat, sampai jumpa di SSC 2018”

,

Bahaspeech 2017

Bahaspeech merupakan satu dari rentetan acara yang sangat ditunggu oleh murid-murid sekaligus guru-guru MDC karena acara ini merupakan salah satu media bagi semua siswa dan guru untuk menunjukkan apresiasi dan rasa cinta terhadap Bahasa. Tahun ini, dengan mengusung tema “I Belong to Jesus, Jesus Belongs to Me”, Bahaspeech 2017 diselenggarakan pada hari Sabtu, 8 April 2017, di Ballroom 89, Ciputra World-Surabaya. Tema ini dipilih dengan tujuan untuk mengingatkan para siswa, bahwa semua talenta yang mereka miliki merupakan anugrah dari Tuhan yang harus mereka kembangkan bagi kemuliaan nama Tuhan.
 


 
Ada empat Bahasa yang mewarnai acara ini, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Mandarin. Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dipilih sebagai Bahasa fokus untuk kompetisi yang diselenggarakan, diantaranya “Lomba Menyanyi” dan Show & Tell untuk kelas satu, “Lomba Gerak dan Lagu” dan Group Recital untuk kelas dua, “Lomba Deklarasi Puisi” dan Group Singing Contest untuk kelas tiga, “Lomba Yel-Yel” dan Solo Singing Contest untuk kelas empat, “Lomba Mendongeng” dan Speech Choir  untuk kelas lima dan “Lomba Menggubah Lagu” dan Story Telling untuk kelas enam.
 

 
Melalui perlombaan ini, para siswa mau dan mampu mempersembahkan yang terbaik, dan talenta yang mereka miliki mampu memberkati para tamu dan orang tua yang datang. Sebagai apresiasi terhadap bakat mereka yang luar biasa, MDC juga memberikan trophy, sertifikat dan hadiah. Berikut merupakan nama-nama pemenang Bahaspeech 2017:

 Lomba Bahasa Indonesia:

  • Kategori Kelas 1: Kelas 1C
  • Kategori Kelas 2: Kelas 2B
  • Kategori Kelas 3: Damian (3C) Kayleen (3B) Tricia (3A)
  • Kategori Kelas 4: Kelas 4A
  • Kategori Kelas 5: (1) Jane Catherine 5C (2) Gabriella Renata 5B (3) Nathania Mykaela 5A
  • Kategori Kelas 6: Kelas 6B

 Lomba Bahasa Inggris: 

  • Kategori Kelas 1: (I) Venus 1 A (2) Aretha 1 C (3) Cherisha 1 B
  • Kategori Kelas 2: Kelas 2B
  • Kategori Kelas 3: Kelas 3B
  • Kategori Kelas 4: (1) Sharon 4 C (2) Felice (4B) (3) Jovan 4A
  • Kategori Kelas 5: Kelas 5C
  • Kategori Kelas 6: (1) Waylen 6 C (2) Jose 6 B (3) Mario 6 A

 


 
Acara ini kemudian ditutup dengan pembagian hadiah, foto bersama kepala sekolah dan juga doa. Biarlah seluruh talenta anak-anak hanya untuk kemuliaan nama Tuhan! Soli Deo Gloria!

,

Study Tour Grade 2 at Mokko Factory

Study tour kelas 2 kali ini berlangsung pada tanggal 16 Februari bertempat di Mokko Factory. Sesampainya di Mokko Factory, siswa diarahkan ke area lobi. Di sana siswa dibagi menjadi 9 kelompok, berdasarkan jumlah meja yang tersedia. Sebelum mulai membuat donat, siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh Chef Mokko Factory mengenai cara pembuatannya. Selesai mendengar penjelasan dari Chef, siswa diminta untuk memakai clemek, topi chef serta mencuci tangan terlebih dahulu.
 


 
Tahap pertama yang dilakukan oleh siswa saat membuat donat adalah  membuat adonannya terlebih dahulu. Bahan-bahan yang disediakan untuk membuat donat tersebut adalah tepung terigu, telur, susu dan gula. Untuk mempersingkat waktu, adonan telah disediakan oleh Mokko Factory dengan memperhitungkan jumlah siswa yang hadir. Selain bahan pembuat adonan, siswa disediakan juga bahan-bahan lain untuk toppingnya seperti cokelat, keju, cokelat meses, meses berwarna, almond, kacang,  selai strawberry, dan adonan oreo.
 

 
Setelah semua bahan siap, tahap selanjutnya siswa diberikan masing-masing 2 adonan donat untuk diberi topping di atasnya. Dalam tahap ini, siswa harus memberi topping pada semua adonan yang tersedia juga mau berbagi bahan topping dengan teman kelompoknya. Siswa yang telah siap dengan donat dan topingnya, selanjutnya diarahkan oleh Chef ke ruang oven untuk proses pemanggangan.
 

 
Setelah menunggu beberapa waktu lamanya, donat yang dibuat oleh siswa pun telah matang. Siswa diberi masing-masing 2 buah donat yang telah mereka buat sendiri juga 2 buah donat yang telah disediakan untuk dibawa pulang. Selain donat, siswa juga membuat es cokelat. Mereka membuat es cokelat dengan bahan berupa susu cokelat cair, susu cair putih  dan es batu. Selesai membuat es cokelat, siswa makan siang bersama di Mokko Factory. Setelah itu, siswa kembali ke sekolah dengan membawa donat masing-masing dan tentunya pengalaman belajar yang tidak terlupakan.

,

Physics Games Exhibition

Pada saat berlangsungnya acara Festival Budaya diselenggarakan pula acara Pameran Games Fisika. Pada pameran ini setiap anak dapat mengunjungi stan-stan games yang telah disediakan. Games Fisika ini dirancang dan dibuat oleh anak-anak kelas XI IPA yang dimasukkan dalam nilai project fisika mereka. Anak-anak terbagi dalam 8 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok mendapat tugas untuk membuat games yang menerapkan konsep fisika. Tugas ini dikerjakan dalam waktu jam pelajaran fisika seminggu sekali.
 


 
Mereka sangat antusias membuat games yang cukup menarik pengunjung. Banyak kelompok yang memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk membuat alat games mereka. Banyak kendala yang mereka hadapi saat pembuatan alat games tersebut, seperti alatnya kurang menarik, penampilan kurang menarik, permainan yang mereka sajikan kurang menantang, bahkan alat yang mereka kerjakan yang tidak berjalan sesuai rencana. Persiapan-persiapan yang mereka lakukan cukup banyak untuk mewujudkan alat permainan yang sesuai dengan harapan mereka.
 

 
Pada saat hari H, beberapa siswa perwakilan dari kelompok masing-masing menyiapkan alat permainan mereka di stan yang telah disediakan. Mereka menata alat-alat mereka sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Ada berbagai macam permainan seperti : Battle Ship, Angry Jevid, Shocking Ring dan masih banyak lagi. Stan-stan mereka banyak dikunjungi para siswa yang lain, yang penasaran ingin memenangkan dan mendapatkan hadiah yang mereka tawarkan. Banyak hadiah yang mereka tawarkan seperti snack, alat tulis, peralatan make up, ice cream, voucher belanja, tiket nonton bioskop sampai handphone. Para pengunjung ingin mendapatkan hadiah-hadiah yang mereka suguhkan, akan tetapi mendapatkan hadiah-hadiah tersebut tidak semudah yang para pengunjung bayangkan. Ada yang mencoba berkali-kali namun tetap gagal.
 

 
Pameran Games Fisika ini berjalan lancar dan cukup ramai. Banyak hal yang mereka peroleh baik kekompakan dalam kelompok maupun pengetahuan baru yang mereka pelajari dan mereka temukan sendiri. Alat-alat permainan yang mereka buat dan suguhkan sangat menarik sehingga dapat membuat pengunjung penasaran dan mengikuti permainan sesuai aturan yang ada. Semoga banyak nilai yang dapat siswa peroleh baik secara akademik maupun non akademik. Berikut lampiran foto-foto pada saat pelaksanaan pameran. (Tri Setyanto)

,

Festival Budaya SMA MDC

Festival Budaya merupakan pagelaran yang menampilkan kreativitas anak-anak kelas X dan XI, serta merupakan salah satu proyek dalam mata pelajaran Bahasa Daerah. Dalam acara tersebut, murid menampilkan drama Jawa, bermain musik, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional Jawa. Murid kelas X dibagi dalam 4 kelompok dan kelas XI terbagi menjadi 8 kelompok. Penampilan mereka dinilai oleh dewan juri yang berasal dari akademisi dan pelaku budaya, yakni Bapak Pelog Marsudi dan Bapak Christ Wibisono. Acara ini juga dimeriahkan oleh Punakawan, yang diperankan oleh guru-guru SMA MDC sendiri.

Acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, 21 April 2017 di MDC Campus ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Cabang Propinsi Jawa Timur, Bapak Sukaryantho dan ketua Yayasan Cahaya Harapan Bangsa, Ibu Budiwardhani. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat menumbuhkan rasa bangga setiap siswa SMA MDC Surabaya sebagai masyarakat Jawa Timur sekaligus melestarikan budaya daerah asalnya.

,

Kartini’s Day Activities: I Love My Culture

“Ibu kita Kartini, Putri sejati …. Putri Indonesia harum namanya……” terdengar jelas di telinga, lagu tersebut dikumandangkan pada acara Kartini di Pakuwon Mall, dengan tema”I Love My Culture” , yang diadakan pada hari Jumat 21 April 2017 pukul 15.00 – 18.00 WIB. Acara tersebut diikuti oleh semua siswa PG – TK (usia 2-6 tahun) Benih Kasih.

Acara memperingati hari Kartini kali ini, mengambil tema “I Love My Culture” yang membuat anak-anak semakin belajar akan kebudayaan Indonesia. Dengan mengenal berbagai ragam pakaian daerah seluruh Nusantara yang mereka kenakan juga  lagu- lagu daerah, seperti Ampar-ampar pisang, Gundul-gundul pacul, Potong bebek angsa, dsb. Untuk memeriahkan acara tersebut diadakan lomba menyanyi, fashion show, puisi dan lomba photogenic. Ibu Kita Kartini sebagai lagu untuk anak-anak lomba menyanyi, lomba membaca puisi dengan tema “Kartini”.

Lebih menariknya lagi, anak-anak PG bisa berlenggak-lenggok diatas panggung bak peragawan/ peragawati dalam lomba fashion show yang diadakan dan the last but no the least, dalam lomba photogenic with mom/dad yang diadakan untuk para mama/ papa bisa berfoto dengan anak-anak mereka yang menggunakan baju daerah tersebut. Dan sungguh mengejutkan, para mama juga tidak mau kalah dengan para anak mereka, mereka pun menggunakan baju daerah sesuai dengan tema yang diberikan yaitu  “I Love My Culture”.

Dan yang special dalam acara ini adalah adanya bintang tamu “ Punokawan” (Semar, Petruk, Gareng, Bagong), yaitu tokoh pewayangan dalam budaya Jawa yang diperankan oleh guru-guru SMA MDC. Selain itu juga adanya juri tamu untuk lomba fashion show adalah Miss Everdina yang adalah finalis Miss Indonesia pada tahun  2015 perwakilan dari Kepulauan Maluku.

Selain perlombaan untuk mengenalkan makna dari hari Kartini itu sendiri, Kepala Sekolah PG-TK Benih Kasih mengisahkan tentang perjuangan Ibu Kartini yang juga diperagakan oleh guru-guru PG – TK Benih Kasih pada awal acara. Acara di tutup dengan pengumuman pemenang lomba.

Pada pukul 18.00 WIB, acara dalam rangka memperingati Hari Kartini pun telah selesai. Semua anak-anak pun pulang dengan hati yang gembira. Para pemenang pun membanggakan piala yang mereka dapatkan. Acara dan lomba hari Kartini yang diadakan oleh PG-TK Benih Kasih memang telah usai, tetapi semangat Kartini dan pembelajaran yang Ibu Kartini miliki akan selalu ada dan tertanam untuk anak-anak menyongsong hari yang penuh harapan. Tuhan Yesus memberkati.

,

Study Tour Grade 3 at Terminal 1 Juanda Surabaya

Hari Kamis, 23 Februari 2017 siswa-siswi kelas 3 SDKr. Masa Depan Cerah sebanyak 55 orang dan guru pendamping sebanyak 10 orang mengadakan kegiatan belajar di luar area sekolah atau Study Tour di Museum Penerbangan Juanda, Lanudal Juanda, dan Bandara Juanda. Kegiatan dilakukan di lokasi tersebut agar siswa dapat belajar tentang jenis-jenis pekerjaan atau profesi yang terdapat di Bandara Juanda; sumber energi dan kegunaannya untuk melengkapi pemahaman siswa setelah belajar di kelas.

Pada pukul 07.30-08.00 WIB, siswa dipersiapkan lebih dahulu di kelas masing-masing sebelum berangkat. Semua siswa kelihatan bersemangat setelah mendengar akan berangkat bersama menggunakan bus. Siswa-siswi berangkat pukul 08.00 WIB. Perjalanan menuju tempat study tour memerlukan waktu sekitar ±1 jam.

Pada pukul 09.00 bus tiba di Museum Penerbangan Juanda. Sesampainya di sana siswa-siswi dibagi dalam 2 kelompok besar yang kemudian siswa-siswi diajak untuk mengelilingi museum. Kelompok satu mengelilingi lantai 2, sedangkan kelompok yang lainnya menonton video di lantai 1. Selama 30 menit siswa-siswi mengelilingi Museum. Setelah dari Museum siswa-siswi kembali masuk kedalam bus dan melanjutkan perjalanan ke Hanggar Pesawat Lanudal Juanda.

Selama di Hanggar, siswa-siswi melihat dan dijelaskan mengenai berbagai macam pesawat dan bagian-bagian pesawat. Selama di Hanggar siswa-siswi juga melakukan tanya jawab kepada Guide yang memandu jalannya study tour. Pada dasarnya kegiatan berlangsung dengan lancar dan baik. Setelah berfoto dan mengucapkan terima kasih rombongan Study Tour Grade 3 melanjutkan perjalanan ke Bandara Juanda.

Tepat pukul 12.45 siswa-siswi sudah sampai di Bandara Juanda. Namun setelah tiba di sana, siswa-siswi masih menunggu 15 menit. Dikarenakan menunggu guide yang ternyata masih dalam pergantian shift. Hal ini membuat jadwal acaranya terlambat 15 menit. Tepat pada pukul 13.00, siswa-siswi kelas 3 mulai study tour dengan mengelilingi Bandara serta mengamati setiap pekerjaan yang ada di Bandara. Siswa-siswi dibimbing masuk mulai dari proses check in sampai ruang tunggu pesawat. Di sini siswa-siswi juga melakukan tanya jawab bersama guide.

Pukul 14.00 siswa-siswi dipersiapkan masuk ke dalam bus untuk kembali pulang. Dalam perjalan, beberapa siswa tampak senang sekali, karena mereka bisa menceritakan pengalaman mereka masing-masing kepada teman-temannya. Semua rombongan sampai di sekolah tepat pada pukul 14.30 dan siswa langsung diperkenankan untuk pulang.