,

Lingkunganku – Study Tour Grade 1

Pada hari Jumat, 15 Februari 2019 siswa kelas 1 mengadakan kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya. Siswa kelas 1 dengan antusias bergegas mengatre di depan loket masuk. Saat berada di dalam Kebun Binatang mereka sudah mulai melayangkan pandangnya ke sekeliling tanda tidak sabar memulai tour.

Saat pemandu tour sudah siap mengantar siswa berkeliling mereka mulai fokus dan perhatian pada pemandu tour. Mulailah mereka berkeliling Kebun binatang. Tempat pertama yg dituju adalah Kidz Zoo. Di dalam Kidz Zoo mereka melihat binatang kecil yang lucu dan imut-imut. Mereka berinteraksi dengan binatang marmut dengan memberi makan secara bergantian. Raut wajah yang ceria dan gembira terpancar pada mereka.

Setelah dari kidz zoo mereka melanjutkan perjalanan ke Aquarium. Di dalam aquarium mereka melihat jenis ikan air tawar dan ikan air laut. Perjalanan dilanjutkan dengan berkeliling melihat binatang-binatang lain seperti; Beruang, Unta, Gajah, Macan, Singa Rusa, dan Orang utan. Setelah puas berkeliling mereka beristirahat untuk makan siang dan kembali ke sekolah dengan senang hati.

Pahlawanku – Study Tour Grade 4

Pahlawan Indonesia… merupakan para pejuang Indonesia yang mau berkorban untuk kemerdekaan dan kejayaan bangsa Indonesia. Beberapa pejuang di Indonesia sudah dikenal oleh para siswa kelas 4 SD Kr. Masa Depan Cerah. Sebagian besar pasti sudah tahu apa saja bentuk perjuangan tokoh-tokoh tersebut. Namun tidak semua mereka tahu tentang perjuangan tokoh-tokoh yang telah berkarya bagi bangsa ini mulai masa kolonial, kemerdekaan sampai masa kini. Oleh karena itulah, guru kelas 4 mengajak seluruh siswa kelas 4 SD Kr. Masa Depan Cerah untuk mengamati, mendengar, dan melihat bagaimana perjuangan tokoh-tokoh di Indonesia dan berbagai peninggalan dari perjuangan mereka di Monumen Jalesveva Jayamahe, Ujung, Surabaya dan Monumen Tugu Pahlawan, Tembaan, Surabaya. Dengan kegiatan study tour ini, diharapkan siswa kelas 4 dapat mengerti bagaimana menghargai perjuangan para pahlawan dan memiliki karakter yang kuat untuk membangun dirinya sendiri dan kemajuan bangsa Indonesia.

 

Hari Rabu, 23 Januari adalah hari yang sangat dinantikan oleh siswa untuk melakukan study tour ke Monumen Jalesveva Jayamahe dan Monumen Tugu Pahlawan. Pukul 07.00 siswa-siswi kelas 4 berangkat dari sekolah dengan naik bis. Tujuan pertama adalah ke Monumen Jalesveva Jayamahe. Kami tiba di sana sekitar pukul 07.30 lalu kami disambut oleh tim dari Koarmatim Jalesveva Jayamahe dengan sukacita. Acara ini dimulai dengan mengajak kami melihat alat-alat yang ada di kapal KRI Ahmad Yani dan cara mengoperasikan alat tersebut. Kegiatan awal ini membuat siswa-siswa merasa antusias untuk belajar tentang alat-alat perang yang dipakai negara untuk menjaga keamanan Negara Indonesia khususnya di wilayah laut Indonesia. Lalu Koarmatim melanjutkan kegiatan dengan mengajak kami untuk mengamati dan mendengarkan berbagai benda yang ada di Museum Monumen Jalesveva Jayamahe. Satu per satu alat-alat yang ada di museum tersebut pun dijelaskan. Setelah itu, kami juga diajak untuk menonton video tentang perjuangan para Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNIAL).  Kemudian siswa dan guru makan siang bersama di depan Museum Jalesveva Jayamahe sambil menikmati udara segar di sekitarnya. Setelah kami menyelesaikan kunjungan ke Monumen Jalesveva Jayamahe, kami melanjutkan perjalanan ke Tugu Pahlawan. Tiba di sana, kami dipandu oleh pihak Tugu Pahlawan untuk melihat bangunan peninggalan perjuangan pahlawan kemerdekaan. Lalu, kami diajak ke Museum Tugu Pahlawan untuk melihat benda-benda peninggalan bersejarah dan mendengarkan pidato Bung Tomo saat perang 10 November. Di akhir acara, kami menonton video tentang kisah perjuangan rakyat Surabaya tanggal 10 November.

Sekitar pukul 14.00 para siswa kelas 4 bersama guru kembali ke sekolah. Sebelum pulang, kami tidak lupa untuk berpamitan pulang kepada pihak Tugu Pahlawan dan mengucapkan terimakasih pada mereka. Saat akan kembali ke bis, sempat beberapa waktu hujan deras, sehingga kami harus menunggu beberapa waktu di Museum Tugu pahlawan sampai hujan reda. Puji Tuhan! Akhirnya hujan pun reda, sehingga kami bisa kembali berjalan ke bis dan melanjutkan perjalanan kembali ke sekolah. Pukul 14.30 kami sampai di sekolah. Bersyukur semua dalam keadaan aman, sehat, dan tetap bersukacita dengan pengalaman baru kami. (Ma’am Ida)

,

SPIRIT OF EXCELLENCE – PG/KG Benih Kasih Christmas Celebration

Itulah tema Natal PG – KG Benih Kasih di tahun 2018 ini. Berlandaskan ayat Alkitab dalam Kolose 3 : 23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Dalam tema ini kami ingin mengajarkan kepada anak untuk “all out” dalam segala sesuatu. Perayaan Natal tahun ini berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. Di tahun ini semua orangtua terlibat aktif di dalamnya. Mereka berdiskusi bersama dalam WA group masing- masing untuk menyiapkan musik, kostum, gerakan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan performance anak- anak. Wooow……Luar biasa !! Spirit of Excellence tidak hanya terpatri pada diri setiap anak melainkan juga ada dalam diri setiap orangtua.

Dan saat perayaanpun tiba. Dibuka dengan Praise & Worship oleh PTA membuat anak- anak dan semua yang hadir merasakan semangat Natal yang luar biasa. Semua bersorak, melompat untuk memuji kebesaran namaNya. Setelah itu semua anak memberikan penampilan terbaiknya. Ada 11 penampilan terbaik dalam Natal kali ini. Mereka adalah :

  1. Apple group : Pohon Terang (Gerak & Lagu)
  2. Mango group : Santa Claus Is Coming To Town (Dance)
  3. Grapes group : Jingle Bells (Gerak & Lagu)
  4. Orange group : Dari Pulau Dan Benua (Dance)
  5. Strawberry group : Mary’s Boy Child (Dance)
  6. Butterfly group : Poem “Christmas”
  7. Chipmunk group : Drama “Christmas”
  8. Lamb group : Feliz Navidad (Dance)
  9. Bear group : Rudolph The Red Nose Deer (Choir)
  10. Pelican group : Deck the Halls (Dance)
  11. Swan group : Joy To The World (Choir)

Amazing!! Semua demi kemuliaan nama Tuhan. Semua melakukan dengan semangat Spirit of Excellence. Tidak hanya perayaan saja, tapi anak – anak juga belajar peduli pada sesama. Sekolah mengadakan pasar murah dan Bakti Sosial di Panti Asuhan Pondok Hayat & Panti Asuhan Bakti Luhur. Selama 2 bulan mereka menabung di sekolah dan hasilnya mereka sumbangkan pada 2 Panti Asuhan tersebut. Untuk pasar murah, orangtua mengumpulkan paket sembako dan hasilnya dijual pada jemaat gereja sekitar yang membutuhkan. Hasil penjualan pasar murah akan disumbangkan untuk korban bencana alam Palu & Donggala. Woow, kiranya Spirit of Excellence tidak hanya sampai perayaan Natal saja, tetapi untuk selanjutnya semangat itu tetap menyala di hati kita semua. Merry Christmas 2018

,

Social and Cultural Exposure Program (Live In) 2018

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya kembali mengadakan kegiatan Social and
Cultural Exposure Program di tahun 2018. Kegiatan yang lebih dikenal dengan nama Live-In ini
diselenggarakan di dusun Petungombo, Kediri pada tanggal 15 – 21 Oktober 2018. Live-In tahun
ini diikuti oleh 88 siswa kelas X yang didampingi oleh tim guru yang berjumlah 11 orang.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang tangguh,
bertanggung jawab, berempati, dan memiliki jiwa melayani dalam seluruh aspek kehidupan
secara terus-menerus.

Pada Live-In tahun ini, siswa berkesempatan mengikuti beberapa acara rutin yang
diadakan di dusun Kristen tersebut di samping mencari data etnografi yang merupakan output
dari kegiatan ini. Beberapa acara seperti ibadah, sarasehan tentang dusun tersebut, kegiatan
mengajar di salah satu SD Negeri yang ada di sana, serta kegiatan outbond diikuti oleh seluruh
siswa dengan sangat antusias. Selain acara-acara tersebut, siswa-siswi juga mempunyai
kesempatan untuk melihat dan bertindak langsung dalam kegiatan sehari-hari orang tua asuh
mereka. Dengan melihat dan ikut andil secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan rasa
empati serta menumbuhkan jiwa melayani dalam diri pribadi masing-masing.

,

International Exposure Program (IEP) 2018

Education is all about empowering young generation to face challenges of the ever-changing world and to equip them with necessary life-skills to lead an independent and productive life. Having this concept in mind, MDC Senior High School is committed to not only provide traditional classroom-based learning but also to facilitate students with real life experience. MDC Senior High School recognizes that education should be holistic and incorporates both knowledge and experience.

To achieve that, MDC senior High School introduced a program called International Exposure Program (IEP) for 11th graders and has been an annual program since the school’s foundation. There are two destinations offered to students this year, Singapore and South Korea. In cooperation with some key stakeholders in both countries, students are assisted through guided and self-guided tours to uncover more insightful experience at some key spots the school has selected. Through this program, the students are also assigned to do a survey research project and are expected to write a thesis about the research. Students will then be presenting and be defending their thesis to invited panels during our communicating program.

,

Olahan Nusantara Sebagai Wujud Cinta Budaya Bangsa

Sebagai agenda tahunan unggulan SMPKr Masa Depan Cerah, kegiatan Socio Cultural Study (SCS) menghasilkan berbagai keterampilan baru bagi siswa–siswi kelas 9. Salah satu keterampilan yang dapat dikuasai adalah mengolah daging dan ikan menjadi masakan olahan setempat. Makanan setempat ini mengarah pada makanan tradisional khas Yogyakarta, seperti: tengkleng, tongseng, mangut lele, ayam bacem, dll. Keterampilan ini kemudian menjadi penilaian utama dalam Project Of Entrepreneurship (POE).

            Dalam kegiatan POE terdapat 5 tahapan dalam Learning Cycle yang harus dikuasai, yaitu: Exploring, Planning, Doing, Communicating, dan Reflecting. Dalam tahapan Exploring, siswa  belajar proses pengolahan daging dan ikan dengan benar di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) dan di Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta. Tahapan berikutnya adalah tahapan Planning. Pada tahap ini siswa bersama kelompok merencanakan inovasi masakan mereka.

 

            Tahapan ketiga merupakan tahapan yang paling ditunggu para siswa, yaitu Doing. Setiap siswa diberi kesempatan untuk memasak sebanyak 3 kali dengan inovasi makanan yang mereka telah mereka tentukan. Pada tahap Doing ke 3, siswa mengolah masakan mereka lalu mempresentasikan di depan orangtua masing-masing sebagai tahapan Communicating. Pada kesempatan Communicating ini, setiap wali murid tidak hanya sekedar melihat anak mereka mempresentasikan konsep masakan saja, namun turut mencicipi hasil masakan siswa. Pada tahapan ini, setiap siswa menerima kritik dan saran dari orangtua mereka sebagai bahan dalam tahapan terakhir di POE, yaitu Reflecting.

            Kegiatan POE ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk menginovasi daging dan ikan menjadi hasil olahan setempat yang kaya akan gizi dan sehat tanpa menggunakan bahan kimia.

,

Mitigasi Bencana SMP MDC bersama BASARNAS

Sadar akan potensi gempa bumi yang kapan saja bisa terjadi karena mayoritas wilayah Indonesia dilewati 3 lempeng aktif dunia, seluruh murid dan guru SMP Kristen Masa Depan Cerah bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS) mengadakan pelatihan dan simulasi Mitigasi Bencana.

Setelah mendapat penjelasan di Gymnasium lantai 4, simulasi diawali dengan arahan agar murid tidak panik dan melakukan upaya penyelamatan, seperti:

  • Mencari alat untuk melindungi kepala
  • Berlindung di bawah meja
  • Menghindari benda yang terbuat dari kaca
  • Berlindung di sebelah lemari yang disebut sebagai segitiga kehidupan (triangle of life).

Seluruh siswa dan guru sangat antusias dalam mengikuti setiap arahan dan instruksi dari tim BASARNAS. Selain itu, sekolah juga memperlengkapi gedung dengan tersedianya:

  • Peta jalur evakuasi di setiap sudut sekolah
  • Petunjuk jalur naik dan turun di tangga darurat
  • Jalur evakuasi yang aman
  • Titik kumpul terdekat dengan letak berdasarkan rumus ( tinggi lantai x jumlah lantai bangunan + 1 meter )
  • Alarm tanda bahaya
  • Alat Pemadam Api Ringan (APAR) disetiap lantai
,

Simulasi Tanggap Bencana Siswa SD Kr MDC bersama BASARNAS (Badan SAR Nasional)

Hari Rabu 31 Oktober 2018 Seluruh siswa bersama dengan guru SD Kr MDC mengadakan simulasi tanggap bencana bersama dengan BASARNAS.  Sebanyak 5 orang tim BASARNAS datang ke SD MDC memberikan arahan tentang bagaimana harus bersikap jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Sikap yang diharapkan pada saat terjadi gempa adalah

  • tetap tenang atau tidak panik,
  • segera berlindung di bawah meja yang kuat dan
  • mengambil barang yang bisa melindungi kepala dari benturan,
  • hindarkan diri dari kaca atau benda yang mungkin jatuh/roboh dan
  • saat keadaan cukup tenang segera menuju ke ttitik kumpul evakuasi.

Setelah pengarahan semua siswa kembali ke kelas masing-masing untuk simulasi gempa. Untuk simulasi, para guru dibagi menjadi beberapa tim, yaitu :

  • tim pemadam yang bertugas untuk memadamkan listrik segera saat gempa terjadi,
  • tim evakuasi yang bertugas mengatur evakuasi siswa, dimulai dari siswa kelas 1 di lantai 1, kemudian siswa di lantai 2 dan lantai 3,
  • tim keamanan yang bertugas mengamankan jalur menuju titik evakuasi,
  • tim rescue yang bertugas mencari siswa atau guru yang mungkin masih tertinggal di dalam gedung
  • tim penyelamatan dokumen, bertugas segera mengamankan dokumen penting sekolah.

Seluruh siswa dan guru sangat antusias dalam mengikuti setiap arahan dan instruksi dari tim BASARNAS, walaupun cuaca cukup panas tetapi semua siswa tetap berusaha serius mengikuti jalannya simulasi gempa.

,

Pembelajaran SDA dan Leadership

Study Tour kelas 4 semester ini dilaksanakan pada hari Rabu, 12 September 2018 di Alas Prambon dengan tema Selalu Berhemat Energi. Di  sana kami belajar tentang berbagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, memberi makan ternak, dan menanam tanaman ke dalam pot sebagai wujud kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar.

Selain itu, di sana kami juga menikmati berbagai wahana outbond yang sangat menarik seperti flying fox, memanjat tali, berjalan di ayunan, dan masih banyak lagi yang menarik. Melalui outbond tersebut, kami bisa belajar melatih keseimbangan tubuh dan keberanian. Study Tour ini sangat seru dan menyenangkan.

,

Learning by Doing at Sajen Village

Setiap tahun siswa kelas 5-6 akan mengikuti study tour di luar kota Surabaya selama 3 hari 2 malam tanpa didampingi orang tua. Study tour dirancang bukan hanya untuk menambah pengetahuan dan pengalaman siswa saja, tetapi juga untuk mendidik kemandirian dan tanggung jawab siswa. Selama 3 hari 2 malam siswa bertanggung jawab atas barang bawaan mereka masing-masing, kesehatan dan kebersihan pribadi dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Siswa belajar bekerjasama dan saling tolong menolong dalam satu kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Siswa juga saling menyemangati satu sama lain saat melihat teman-temannya berusaha untuk menyelesaikan permainan tradisional yang diikuti saat study tour.

Siswa belajar membuat dodol dan es krim stroberi, siswa juga berkesempatan berkunjung ke Desa Sajen untuk belajar pembuatan getuk, yogurt, kripik telo, opak dan jamu. Siswa juga berkesempatan untuk mempelajari bank sampah (pengelolaan sampah plastik) dan pembuatan pupuk kandang.

Selama study tour siswa tetap menjaga kerohanian mereka melalui Student Fellowship dan Morning Devotion. Selain belajar berbagai pengetahuan siswa juga belajar kepemimpinan dan menghadapi tantangan saat bermain di sungai dan area sekitar villa. Diharapkan kegiatan seperti ini akan membuat siswa semakin percaya diri, mandiri dan bertanggung jawab.