,

Ujian Sekolah Grade 9 SMP Kristen MDC

Tgl 17-25 Maret 2014 yang lalu siswa siswi grade 9 SMP Kristen Masa Depan Cerah mengikuti Ujian Sekolah sesuai dengan tanggal dan ketentuan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Jumlah murid grade 9 yang mengikuti  Ujian Sekolah  tahun ini adalah sebanyak 50 siswa dengan 12 mata pelajaran yang diujikan. Pelaksanaan Ujian Sekolah mewajibkan setiap sekolah untuk terjamin ketertiban dan ketenangannya. Untuk itu para adik kelas terpaksa dialihkan jam pembelajarannya menjadi siang hari.

                                                                                                                                                                                                                                                                    Pada saat ujian berlangsung SMP Kr. Masa Depan Cerah mendapat kunjungan dari pengawas Dinas Pendidikan Kota Surabaya  yang menilai kesesuaian  pelaksanan Ujian Sekolah dengan proedur standar yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.  Puji Tuhan SMP Kr. Masa Depan Cerah mendapat nilai 98% dari Pengawas Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Ujian sekolah di akhiri dengan pelaksanaan koreksi bersama  setelah Ujian Sekolah hari terakhir berlangsung untuk menilai semua hasil Ujian Sekolah siswa. Hasil Ujian Sekolah akan dimumkan paling lambat tengah April 2014.

By: Hadi Wijaya, S.T.
Vice Principal of MDC Junior High

 

 

, , , ,

Pameran Pendidikan Sekolah MDC: Fresh Market, Citraland

Sekolah Masa Depan Cerah kembali mengadakan pameran pendidikan yang mengambil tempat di Fresh Market, Citraland pada hari Sabtu-Minggu, 2-3 November 2013. Pameran pendidikan tersebut diadakan dengan tujuan memperkenalkan Sekolah MDC lebih luas lagi kepada khalayak ramai, di samping sebagai sarana promosi menjelang Open House Sekolah MDC yang akan berlangsung pada tanggal 9 November yang akan datang. Sebelumnya, Sekolah MDC sudah dua kali mengadakan pameran di tempat yang sama, yaitu pada tanggal 5-6 dan 19-20 Oktober yang lalu.

Selama 3 kali kesempatan melakukan pameran pendidikan di Fresh Market Citraland, animo orangtua yang tertarik dan ingin menyekolahkan anaknya di Sekolah MDC sangat besar, baik untuk jenjang PG/TK, SD, SMP, maupun SMA. Hal itu tampak dari daftar tamu yang terisi penuh setiap kali pameran diadakan. Bahkan, ada di antara mereka yang langsung membeli formulir untuk mendaftarkan anaknya sebagai siswa Sekolah MDC. Tidak hanya itu, ada juga pengunjung dari luar kota yang tertarik untuk membuka cabang Sekolah MDC di kotanya khusus jenjang anak usia dini. selama penyelenggaraan pameran, ada juga aktivitas yang dikhususkan untuk anak seperti kegiatan membuat kue landak, yang merupakan aktivitas siswa untuk pelajaran Karakter di SD MDC, yaitu karakter Gratefulness.

Sekolah MDC selalu berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang benar dan terbaik untuk anak-anak sesuai dengan moto sekolah yaitu “SAVE OUR KIDS WITH THE RIGHT EDUCATION”.

Simak foto-foto kegiatan pameran pendidikan Sekolah MDC (spesial aktivitas ‘membuat kue landak’) berikut: KLIK DI SINI

,

Pembuatan Lubang Biopori Oleh Siswa SMP Kr MDC

Jumat 18 Oktober 2013, senyum ceria menghiasi wajah siswa-siswi SMP Kristen Masa Depan Cerah Surabaya yang  sore itu  mempraktekkan pembuatan lubang biopori. Kegiatan tersbeut dilakukan selepas mengikuti workshop di SMPN 11 Surabaya. Sebuah pengalaman yang baru bagi siswa menggunakan alat pengebor tanah yang menurut mereka sangat menyenangkan.

Menurut Sinung Harjanto selaku kepala sekolah SMP Kr. Masa Depan Cerah “ Pembuatan lubang biopori ini sangat berguna bagi siswa dan sekolah. Siswa menjadi bertambah wawasannya mengenai pemanfaatan lubang biopori untuk meresap air hujan sehingga tidak menimbulkan genangan selain itu lubang biopori juga dapat digunakan untuk media pembuatan pupuk kompos dari sampah daun-daun kering yang nantinya dapat dipanen untuk digunakan sebagai media tanam”.

Dalam kegiatan pembuatan lubang biopori ini siswa belajar banyak hal mengenai bagaimana cara membuat lubang menggunakan alat pengebor dengan baik. Siswa juga belajar bekerjasama dengan siswa yang lain dimana jika salah satu siswa membuat lubang maka siswa yang lain membantu menahan pipa.

Celine salah satu siswa kelas 7 SMP Kr. MDC berkomentar” Saya sangat senang bisa langsung mempraktekkan pembuatan lubang biopori sepulang sekolah meskipun sekolah saya adalah fullday school sehingga lewat pukul 15.00 kami baru bisa memulai mengerjakannya”.

Antusiasme para siswa juga ditunjukkan dengan salah satu komentar dari Icha siswa kelas 8 yang berkata  ”Saya merasa tidak letih sama sekali dalam membuat lubang biopori ini dan saya sangat senang dapat menjadi salah satu kader Eco School di sekolah saya untuk dapat memberitahu kepada teman-teman bagaimana cara membuat lubang biopori ini”.

Pembuatan lubang resapan ini merupakan tindak lanjut dari program Eco School di SMP Kr. Masa Depan Cerah Surabaya setelah dilakukan pemilahan sampah dan pengomposan pada minggu sebelumnya.

,

Socio Cultural Study (SCS) 2013: Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Bela Negara, itulah tema yang diusung dalam kegiatan Socio Cultural Study (SCS) 2013 yang diadakan pada tanggal 6 – 12 Oktober 2013 bagi siswa siswi grade 9 SMP Kristen Masa Depan Cerah. Bertempat di desa Pentingsari, Kec. Pakem, Daerah Istimewa Yogyakarta, para siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplor secara luas mengenai kekayaan budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia. Dengan demikian diharapkan para siswa sebagai generasi muda memiliki jiwa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Tiba di Stasiun Kereta Tugu Yogyakarta pada pukul 12.55 wib, kegiatan exploring pun dimulai dengan mengambil tempat di Benteng Vredeburg dan Museum Jogja Kembali (Monjali). Eksplorasi ini bertujuan untuk memberikan landasan berpikir bagi para siswa mengenai wujud bela negara ketika bangsa Indonesia masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada sore harinya rombongan menuju desa Wisata Pentingsari tempat para siswa dan guru pendamping akan tinggal selama 7 hari. Setibanya di sana, rombongan disambut dengan tarian tradisional beserta gamelan dan welcome drink ala desa yang sederhana namun terasa luar biasa keramahan dan keakrabannya. Setelah itu para siswa dibagi dalam kelompok rumah tinggal dan diperkenalkan kepada “Induk Semang” yang akan menjadi “orang tua” mereka selama seminggu tinggal di Desa Pentingsari. Para siswa wajib mengikuti cara hidup dan tata cara sopan santun setiap rumah yang mereka tinggali. Setiap hari mereka makan dari masakan yang disiapkan oleh induk semang, ikut membantu membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang lainnya.

Pada hari kedua, para siswa melanjutkan eksplorasi sejarah di Museum Sudirman. Di Museum ini para siswa belajar seorang tokoh yang memiliki determinasi yang luar biasa teguhnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan belajar dari sejarah para siswa memahami betapa pentingnya memiliki sikap bela Negara demi kelangsungan hidup dan kedaulatan sebuah bangsa. Dengan landasan berpikir seperti ini para siswa digiring untuk memikirkan wujud-wujud bela Negara di jaman modern ini yaitu dengan cara melestarikan warisan budaya luhur bangsa ini seperti kesenian batik, tarian, gamelan, wayang, bahasa, dan adat istiadat.

Oleh sebab itu, ekplorasi pada hari-hari selanjutnya berfokus pada:

1. Kesenian Batik; dengan target pada akhir proyek para siswa mampu mendesign batik khas MDC dan mematenkan motif tersebut. Para siswa berkunjung ke dinas perindustrian Yogyakarta untuk mengamati dan mempelajari seluk beluk pembuatan motif batik. Pada hari selanjutnya mereka belajar membatik dengan mempraktekkan langsung bagaimana membatik di atas media kayu.

2. Tari dan Gamelan Jawa; dengan target pada akhir proyek para siswa mampu untuk membuat koreografi tarian tradisional dan aransemen gamelan yang lebih modern agar lebih dapat dinikmati oleh gererasi muda.

3. Wayang; dengan target para siswa dapat menampilkan cerita wayang yang lebih kontekstual dengan masa sekarang tanpa meninggalkan filosofi-filosofi luhur dalam pementasan wayang.

4. Bahasa dan adat istiadat; dengan target para siswa dapat mempromosikan desa wisata sebagai bagian dari eco-tourism kepada dunia internasional sebagai usaha pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Program Socio-Cultural Study 2013 ini dikemas sebagai tahap exploring dalam keseluruhan cycle program entrepreneurship. Untuk tahap communicating akan dilakukan bertepatan dengan MDC School Open House pada tanggal 9 November 2013. Pada hari itu kita akan menyaksikkan bagaimana para siswa SMP Kristen MDC mempraktekkan bela Negara ala generasi muda dalam kehidupan mereka.

So, don’t miss it, be there!

(Putu Ayu Puspawardani, S.Pd. Koordinator acara)

Pengomposan Ala SMP Kristen Masa Depan Cerah

Sedikitnya 35 orang siswa SMPK Masa Depan Cerah berdandan seperti ilmuwan sedang sibuk mengaduk-aduk sampah sisa makanan. Tidak ada rasa jijik yang tergambar dari raut muka calon ilmuwan cilik tersebut saat mengaduk sampah sisa makanan yang dihasilkan dari kantin sekolah. Aktivitas tersebut disajikan kepada Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan Surabaya Eco School yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa- Bali (PJB) di sekolahnya, Kamis (03/10) sore.

Menurut Feni Windarsih, guru pembina lingkungan, aktivitas yang dilakukan siswanya tersebut merupakan aktivitas pengomposan. “Karena bangunan sekolah kami yang sudah paten, kemudian segala bentuk lingkungan juga sudah ada dalam kebijakan sekolah, maka potensi lingkungan yang kami kembangkan adalah program pengomposan,” ucap Feni Windarsih.

Dalam pembinaan lingkungan ini, calon ilmuwan cilik tersebut diajak untuk mengenal potensi terbesar yang dihasilkan di sekolah. “Sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sisa makanan,” ucap Yang Yang Hendro, siswa kelas 8. Pernyataan tersebut kemudian diklarifikasi oleh Feni Windarsih, bahwa sebenarnya sampah yang paling banyak adalah sampah botol plastik, namun karena sampah botol plastik tersebut sudah dikelola oleh cleaning service sekolah.

“Maka yang tersisa hanya sampah sisa makanan yang paling banyak ditemui di kantin setelah waktu istirahat selesai,” ujar Feni Windarsih. Permasalahan lingkungan ini membuat Tunas Hijau memperkenalkan materi pengomposan menggunakan beberapa sumber sampah. “Pengomposan itu terbuat dari sampah sisa makanan dan sampah daun kering,” ucap Anggriyan, aktivis Tunas Hijau.

Tanpa rasa jijik, dengan menggunakan pakaian praktek laboratorium, mereka memungut sampah dedaunan kering untuk dimasukkan ke dalam tong komposter. Menurut Christoper Bryan Hadi, salah seorang anggota sains dan kader lingkungan, antusiasme kader lingkungan sekolah yang berada di daerah Diamond Hill ini mengalahkan rasa jijik yang mereka rasakan.

“Demi pengetahuan baru, kami bisa mengalahkan rasa jijik kok, nanti kan juga cuci tangan setelah kegiatan. Saya baru tahu ternyata untuk membuat pupuk kompos, hanya dibutuhkan media pengomposannya baik itu tong maupun keranjang,” ujar Christoper Bryan, siswa kelas 8. Tidak hanya pengomposan dengan sampah daun saja, kader lingkungan ini tampak tanpa ragu-ragu memasukkan sampah sisa makanan yang dihasilkan kantin sekolah ke dalam tong komposter.

“Kalau menggunakan tong komposter untuk pengomposan sisa makanan, nanti pupuk kompos bentuknya cair,” terang Anggriyan, aktivis Tunas Hijau. Penjelasan tersebut semakin memompa semangat kader lingkungan yang tanpa rasa jijik mengaduk sisa makanan dan kompos starter menggunakan tangan. “ Meski baunya tidak enak tetapi kalau hasilnya bermanfaat bagi kami, apapun akan kami lakukan,” ujar Tania Candra, siswa kelas 8.

Sekolah yang berada di depan kediaman Konjen Amerika Serikat ini berencana untuk membuat lubang resapan biopori di lingkungan sekolah. “Kami tertarik untuk membuat lubang resapan biopori di sekolah, namun kami masih berunding dengan guru sarana prasarananya untuk mendapat persetujuan,” ucap Feni Windarsih. Tidak Hanya itu, tim guru di bidang lingkungan juga berencana untuk menggelar tanam pohon untuk mengisi lahan yang kosong. (ryan)

Sumber: http://surabayaecoschool.tunashijau.org/2013/10/pengomposan-ala-smpk-masa-depan-cerah/#more-4959

,

3rd Winner of Frateran Rally Games 2013

Minggu, 6 Oktober 2013 menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan bagi tim Frateran Rally Games SMP Kristen Masa Depan Cerah. Berawal dari sebuah perjuangan 4 tim, salah satunya dapat membawa pulang trofi kemenangan. Yang-yang dan Felicia Darmanto dapat meraih tempat ketiga pada perlombaan Frateran Rally games hari itu. Sebuah senyum kebanggaan terukir dengan manis di wajah mereka. Bahkan sampai detik ini pun, masih belum dapat dipercaya bahwa mereka dapat meraih juara ketiga dan membawa harum nama SMP Masa Depan Cerah. Itu semua tidak terlepas dari kasih karunia Tuhan, dukungan dari semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, dan berkat usaha keras dari tim.

Rencana Tuhan selalu yang terbaik, meskipun kadang jalan yang ditempuh terlihat sukar, namun seperti pelangi sehabis hujan, segala sesuatu indah pada waktunya. Begitu juga dengan tim SMP MDC, meskipun pada awal registrasi ada sedikit ketidaknyamanan yang terjadi karena kartu peserta tidak tersedia. Dan ketika 3 tim lainnya dari SMP MDC memulai mengatur strategi permainan, tim yang terakhir ini justru sibuk dengan kartu peserta dan perlengkapan yang belum tersedia.  Namun Tuhan mengijinkan hal sulit terjadi untuk mempersiapkan kita pada kapasitas yang lebih besar. Tim Yang-Yang dan Feli mendapat pertolongan dari Tuhan, sebuah mujizat mendapat “Jackpot” secara dua kali berturut-turut. Dan hal itulah yang membawa mereka pada kemenangan. Meskipun bukan juara pertama, namun menjadi juara ketiga merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa, mengingat peristiwa yang dialami di meja registrasi. Tuhan menolong tepat pada waktunya, dan tidak membiarkan kita jatuh dan tergeletak namun selalu siap sedia menopang dengan kasih setianya. Sebuah anugerah yang luar biasa. Semoga dengan pengalaman yang tidak terlupakan ini, dapat mengingatkan kita selalu untuk bersyukur, dan tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri dalam menghadapi masalah apapun dalam hidup.

, , , ,

Prophetic Prayer for MDC School Leaders

Sekolah MDC kembali menerima kehormatan dikunjungi dua orang tamu spesial, yaitu Pastor Roy dan Nancy Ralph yang berasal dari Springfield, Missouri, Amerika Serikat. Kedua tamu spesial tersebut berkenan untuk menyampaikan firman Tuhan dan doa profetik/nubuatan untuk para pemimpin Sekolah MDC baik yang berasal dari YCHB maupun institusi PG/TK-SMA MDC. Dengan penuh iman, setiap pemimpin menerima setiap firman dan kata-kata profetik yang meneguhkan panggilan pribadi dalam melayani Tuhan di Sekolah MDC. Thanks you Pastor Roy and Nancy. God bless you.

,

Tim Bola Basket Putri SMP MDC Meraih Kemenangan di Ajang Junio JRBL

Tim bola basket putri SMP Masa Depan Cerah kembali berlaga dalam kompetisi bola basket Junio JRBL yang diadakan oleh Jawa Pos bekerjasama dengan Bank BRI. Dalam pertandingan hari Selasa (10.09.13) kemarin, tim bola basket pitri SMP MDC melakoni pertandingan yang sangat seru melawan SMPN 12 Surabaya. Skor akhir adalah 23-13 dengan keunggulan untuk tim SMP MDC. Kemenangan di laga tersebut menjadi suntikan semangat bagi seluruh official team untuk menjalani pertandingan berikutnya yang dijadwalkan hari Kamis (12.09.13). Terus semangat dan dukung terus tim putri bola basket SMP MDC untuk berprestasi di ajang kompetisi bola basket Junio JRBL. Fighting!!!

,

ASMOPS 2013 @MDC Campus

Surya Institute bekerjasama dengan Sekolah MDC mengadakan kompetisi sekaligus seleksi  ASMOPS (Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School) pada tanggal 7 September 2013 bertempat di MDC Campus, Citraland. Kompetisi ini sangat bergengsi karena pemenang dari hasil seleksi akan bertanding dengan para peserta yang berasal dari negara-negara Asia lainnya. Tidak heran jika banyak peserta yang berasal dari luar kota dan luar provinsi  ikut bertanding pada ASMOPS region Surabaya kali ini, seperti peserta yang berasal dari Ponorogo, Gresik, Nganjuk, dan D.I. Yogyakarta.

Peserta yang mengikuti ASMOPS di MDC Campus berjumlah 165 orang yang berasal dari berbagai sekolah unggulan baik dari dalam maupun luar kota Surabaya. Mereka dibagi dalam beberapa ruang kelas (baik kelompok Maematika maupun Sains) yang dijaga oleh seorang pengawas. Selama kurang lebih satu setengah jam mereka mengerjakan lembar soal dalam bentuk pilihan ganda. Secara keseluruhan kompetisi ASMOPS di MDC Campus berjalan lancar dan pengumuman pemenang akan dilakukan 2 minggu setelah kompetisi berlangsung via email. Sampai jumpa di kompetisi-kompetisi berikutnya.

,

SMP MDC: Special Student Fellowship “Independence Day”

Acara Student Fellowship (SF) SMP MDC yang diadakan  tanggal 23 Agustus 2013 diadakan dengan format yang cukup special. Dimotori oleh pengurus OSIS, SF kali ini dibuat untuk memperingati hari kemerdekaan RI,  dengan tambahan kemeriahan seperti: memakai “dresscode code” merah dan/atau putih, mengenakan accessories bernuansa merah putih, dan ruang ibadah yang didekorasi merah putih. Lagu-lagu pujian yang dinyanyikan pada hari ini juga dipilih yang bertemakan doa bagi bangsa Indonesia. Acara ini diadakan untuk memupuk rasa nasionalisme di kalangan para guru dan siswa SMPKr. MDC. Berkarya bagi bangsa, bangga sebagai Bangsa Indonesia, Merdeka!