Mengarahkan Pikiran Anda

May 05, 2017
Carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kolose 3:1,2)
Menempatkan hati kita pada hal-hal yang di atas berarti berusaha keras untuk menempatkan prioritas-prioritas surgawi di urutan teratas dalam hidup kita sehari-hari. Mengarahkan pikiran kita pada hal-hal yang diatas berarti mengkonsentrasikan diri lebih pada hal-hal yang bersifat abadi daripada hal-hal yang bersifat sementara.

PENERAPAN

Janganlah terlalu terikat pada perkara-perkara yang bersifat sementara/fana.

Bertahan

May 06, 2017
Orang-orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 10:22)
Bertahan teguh sampai akhir bukanlah suatu cara untuk diselamatkan, melainkan suatu bukti bahwa orang tersebut benar-benar menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus. Ketekunan sampai akhir bukanlah suatu sarana untuk memperoleh keselamatan; itu merupakan hasil dari suatu hidup yang penuh pengabdian.

PENERAPAN

Ketika perjalanan menjadi sangat sulit, bertahanlah dalam komitmen Anda kepada Allah.

Waktu Untuk Mengenal Tuhan

May 07, 2017
Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yan mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini. (2 Tawarikh 6:18)
Raja Salomo bertanya-tanya apakah bait allah akan sanggup menampung kuasa Allah dan apakah Allah akan bersedia untuk tinggal di bumi di tengah-tengah umatNya yang penuh dosa itu. Kita bertanya-tanya apakah Allah, melalui PuteraNya, Yesus, berkenan tinggal di tengah-tengah kita dalam wujud manusia untuk mengungkapkan tujuanNya yang kekal kepada kita. Dalam melakukan hal itu, Allah sedang mengulurkan tanganNya kepada kita dengan kasih. Allah menginginkan kita meraihNya sebagai respon atas tawaranNya itu, agar kita dapat mengenal serta mengasihiNya dengan segenap hati kita.

PENERAPAN

Jangan sekedar bertanya serta heran akan kuasa Allah; sediakan waktu untuk mengenalNya dengan sungguh-sungguh.

Tidak Mementingkan Diri Sendiri

May 08, 2017
Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa ia telah menyerahkan nyawaNya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1 Yohanes 3:16)
Kasih yang sejati adalah suatu tindakan, bukan sekedar suatu perasaan. Ia menghasilkan kesediaan memberi yang tulus dan rela berkorban. Tindakan kasih yang terbesar adalah memberi diri kita bagi orang lain. Bagaimana kita bisa menyerahkan hidup kita bagi orang lain? Dengan cara melayani orang lain tanpa memikirkan imbalan tertentu untuk hal itu. Kadang lebih mudah untuk mengatakan kita bersedia mati bagi orang lain, daripada benar-benar hidup bagi mereka – ini mencakup menempatkan kehendak orang lain terlebih dulu.

PENERAPAN

Untuk mempraktekkan kasih yang sejati dalam tindakan nyata, praktekkanlah suatu pelayanan yang tidak mementingkan diri sendiri.

Bijak

May 09, 2017
Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi ? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. (Yakobus 3:13)
Pernahkah Anda mengenal seseorang yang mengaku dirinya bijaksana, namun yang bertindak sangat bodoh? Kebijakan yang sejati dapat diukur melalui kedalaman karakter seseorang. Sebagaimana Anda dapat mengenal pohon dari buah yang dihasilkannya, Anda dapat juga mengevaluasi kebijakan Anda dari cara Anda berperilaku. Kebodohan menghasilkan kekacauan, tetapi kebijaksanaan menghasilkan damai sejahtera serta kebaikan.

PENERAPAN

Kebijaksanaan sejati diukur dari kedalaman karakter Anda.