Belajar Karakter Lewat Futsal

“Keuntungan yang didapat oleh siswa dengan berlatih futsal bukan hanya kemampuan bermain bola yang baik, tetapi juga mendidik mereka dalam hal karakter. Lewat olah raga futsal, siswa dapat belajar kualitas-kualitas karakter seperti Team Work, Obedience, Self Control, Respect, Discipline dan Enthusiasm. Kualitas-kualitas karakter tersebut sangat berguna bagi siswa untuk mencapai kesuksesan dalam segala bidang kehidupannya. Semakin sering siswa menerapkan kualitas-kualitas karakter tersebut dalam hidupnya, semakin besar pula tingkat kesuksesan yang akan mereka raih dalam hidupnya. Oleh sebab itu, sekolah perlu memasukkan olah raga futsal dalam kurikulum intrakurikuler maupun ekstrakurikulernya.”

Pendidikan karakter merupakan substansi penting yang tidak bisa dipisahkan dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Dalam prakteknya, ada banyak cara kreatif yang bisa digunakan untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada siswa. Salah satunya adalah lewat futsal.

Futsal adalah sebuah cabang olahraga yang mirip dengan sepakbola. Hanya, futsal dimainkan di lapangan yang berukuran lebih kecil daripada lapangan sepakbola. Itu sebabnya, futsal disebut juga sepakbola mini. Dalam sejarahnya, futsal diciptakan oleh Juan Carlos Ceriani di Montevideo, Uruguay, pada tahun 1930. Tidak dalam waktu yang begitu lama, futsal semakin dikenal, khususnya di Brasil. Bahkan, seorang legenda sepakbola asal Brasil, yaitu Pele, mengasah bakat bermain bolanya lewat futsal.

Seiring berjalannya waktu, futsal mengalami perkembangan yang pesat dengan dimainkannya olahraga ini di seluruh belahan bumi, termasuk di Indonesia. Tidak jelas tahun berapa tepatnya futsal masuk pertama kali ke Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun belakangan ini, futsal semakin populer di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Banyak lapangan futsal didirikan untuk memenuhi animo masyarakat untuk bermain futsal.

Mengingat olahraga futsal ini tidak memerlukan ukuran lapangan yang begitu besar (ukuran umum: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m), maka besar kemungkinan sekolah-sekolah dapat menjadikan futsal sebagai salah satu cabang olahraga yang diajarkan kepada siswa-siswanya, baik dalam bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Sekolah dapat menggunakan lapangan basket (yang biasa terdapat di sekolah-sekolah umum) atau lahan bermain yang ada untuk difungsikan juga sebagai lapangan futsal.

Keuntungan yang didapat oleh siswa dengan berlatih futsal bukan hanya kemampuan bermain bola yang baik, tetapi juga mendidik mereka dalam hal karakter. Mengapa demikian? Karena untuk menjadi seorang pemain futsal yang baik, seorang siswa dituntut untuk bisa bekerja sama dalam sebuah tim, menaati peraturan pertandingan, menjaga emosi, dan lain sebagainya, di mana kesemuanya itu erat hubungannya dengan karakter. Berikut beberapa kualitas karakter yang bisa dipelajari oleh siswa pada waktu bermain futsal:

1. Team Work (kerja sama tim)

Satu tim dalam permainan futsal beranggotakan lima orang dengan salah seorang di antaranya menjadi penjaga gawang. Untuk memenangkan pertandingan, kelima orang yang tergabung dalam satu tim harus bisa bekerjasama dengan baik pada waktu berbagi bola, bertahan dari serangan lawan, maupun menyerang pertahanan lawan. Tidak boleh ada seorang pun di antara anggota tim yang menganggap dirinya paling hebat karena hal itu akan merusak kerja sama tim. Oleh karena itu, dalam bermain futsal setiap anggota tim harus menanggalkan sifat egois, sombong, dan mau menang sendiri.

2. Discipline (disiplin)

Disiplin dalam berlatih merupakan syarat penting untuk menjadi pemain futsal yang baik. Latihan yang diberikan oleh pelatih harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Ada kalanya latihan yang dijalani terasa berat, membosankan dan melelahkan secara fisik. Namun, dalam jangka waktu  panjang, disiplin latihan yang harus dijalani oleh para pemain akan membentuk kemampuan bermain bola maupun mental bertanding yang baik dalam diri mereka. Tanpa disiplin, tidak mungkin hasil yang baik akan tercapai.

3. Obedience (ketaatan)

Pelatih mengambil peranan penting dalam kesuksesan sebuah tim futsal. Selain strategi permainan yang harus dibuat, pelatih juga memberikan instruksi-instruksi kepada pemain baik pada saat latihan atau sebelum pertandingan berlangsung. Strategi dan instruksi dari pelatih berguna agar pemain dapat bermain dengan baik dan membawa kemenangan untuk timnya. Namun, semuanya itu takkan berguna jika tidak ditaati atau dijalankan oleh para pemain. Itu sebabnya, ketaatan pemain terhadap instruksi atau strategi pelatih sangat penting agar mereka bisa memenangkan pertandingan. Memang tidak selalu strategi atau instruksi yang diberikan oleh pelatih tepat adanya, tapi setiap pemain tetap dituntut untuk menaatinya dengan sepenuh hati.

4. Self Control (pengendalian diri)

Ketika permainan futsal sedang berlangsung, entah pada saat latihan atau dalam sebuah kompetisi resmi, sangat terbuka adanya gesekan antar pemain. Gesekan tersebut biasanya terjadi akibat seorang pemain yang melakukan tackling terlalu keras atau melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan pemain lawan. Tidak jarang gesekan tersebut menyulut emosi pemain yang dilanggar, kemudian terjadi saling umpat dan berujung pada perkelahian antar pemain. Namun, tidak tertutup kemungkinan emosi pemain terpancing akibat keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Jika peristiwa yang demikian sampai terjadi, para pemain dituntut untuk bisa mengendalikan diri sehingga tidak sampai bertindak anarkis yang akibatnya dapat merugikan diri atau tim mereka sendiri.

5. Respect (saling menghormati)

Sekalipun dalam setiap pertandingan futsal ada dua tim yang saling menjadi lawan satu dengan yang lain, bukan berarti permusuhan atau dendam yang mendasari pertandingan tersebut. Di dalam lapangan, dua tim yang sedang bertanding berusaha untuk saling mengalahkan untuk menggapai kemenangan atau juara. Tetapi, siapa pun yang menang atau kalah harus saling menghormati dan menghargai. Tim yang menang tidak merendahkan tim yang kalah, sebaliknya tim yang kalah dengan lapang dada mengakui bahwa tim lawan bermain lebih baik dan pantas untuk menjadi juara.

6. Enthusiasm (selalu bersemangat)

Setiap pemain yang berlaga dalam sebuah latihan atau pertandingan futsal selalu memiliki optimisme yang tinggi untuk membawa timnya meraih kemenangan. Namun, optimisme tersebut diuji saat mereka berada di tengah lapangan. Memang optimisme yang tinggi mampu mendongkrak performa sebuah tim dan mengantarkan mereka untuk meraih kemenangan. Meskipun begitu, ada saatnya juga di mana optimisme saja tidak cukup untuk membawa sebuah tim memperoleh suatu kemenangan karena optimisme harus diimbangi pula dengan faktor skill, stamina, kerja sama, dan strategi bermain yang baik. Tim yang kalah dalam suatu laga tetapi mampu menyadari kekurangannya serta berlatih lebih keras, besar kemungkinan tim tersebut akan menuai banyak kemenangan di waktu yang akan datang. Itulah yang dinamakan Enthusiasm; selalu bersemangat dan tidak pernah menyerah dengan kekalahan.

Keenam kualitas karakter di atas bukanlah hal yang asing bagi setiap orang. Akan tetapi, untuk mewujudkannya tidak selalu mudah. Padahal jika direnungkan, bukankah enam kualitas karakter tersebut sangat dibutuhan oleh seseorang untuk bisa meraih kesuksesan dalam segala bidang kehidupan? Oleh karena itu, tidak salah jika sekolah menanamkan kualitas-kualitas karakter tersebut sejak dini, dalam hal ini sejak usia sekolah dasar, kepada siswa-siswanya lewat olah raga futsal yang bisa diikuti baik oleh siswa laki-laki maupun siswa perempuan.

(Joseph Heryawan)