,

Seminar Pendidikan tentang Game Addiction 2016

Untuk mengisi kegiatan setelah Ulangan Akhir Semester 1 ini SMA Masa Depan Cerah Surabaya melalui program bimbingan dan konseling pada fokus bimbingan pribadi dan sosial menngadakan, Seminar Pendidikan tentang Game Addiction di hari Senin, 5 Desember 2016. Kegiatan seminar ini dilaksanakan di ruang Media lantai 4, pada pukul 08.00-12.00 WIB. Narasumber pada seminar kali ini adalah Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau adalah dosen dari jurusan Game Design Institut Informatika Indonesia bersama dengan Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi yaitu dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Peserta yang mengikuti kegiatan seminar ini adalah seluruh siswa kelas 10, 11 dan 12 SMA Masa Depan Cerah Surabaya.

Seminar pendidikan diadakan untuk menjawab beberapa permasalahan berkaitan dengan kecanduan game baik game off line maupun game online yang sangat mengganggu dalam kehidupan anak-anak, remaja bahkan orang tua pada masa kini. Berikut permasalahan yang menjadi pokok pembahasannya :

  1. Game apa saja yang sering dimainkan anak-anak pada masa kini?
  2. Apa itu kecanduan bermain game di kalangan anak-anak?
  3. Apa saja konten menarik yang membuat anak-anak menjadi kecanduan terhadap game?
  4. Mengapa anak-anak bisa kecanduan dalam bermain game, apa penyebabnya?
  5. Apa saja yang menjadi indikasi yang sudah kecanduan game?
  6. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sudah kecanduan game?
  7. Bagaimana memanage waktu yang baik dalam memanfaatkan game?

Moderator seminar pendidikan kali ini adalah Mr. Nickasius Sindhunata, M.Pd. dari catatan beliau berkaitan       

dengan kesimpulan dari Game Addiction.

Menurut Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau menyampaikan bahwa :

  1. Game Addiction adalah obsesi berlebihan dalam memainkan sesuatu permainan
  2. Game yang marak dimainkan oleh anak-anak antara lain pada umumnya online game yaitu : CS, Dota2, COC, Pacman 256 dan lain sebagainya
  3. Adapun beberapa hal yang membuat anak-anak menjadi kecanduan yaitu adanya peningkatan level yang semakin menantang, arena bertanding dunia maya yang ramai, up grade atau pembelian item yang dapat mensupport karakter permainan
  4. Menurut beliau juga, agar anak-anak tidak terjebak dalam dunia game ini terlalu mendalam kita harus memiliki kesadaran bahwa bermain games ini adalah kesenangan sementara. Kita harus berusaha mengontrol diri dengan cara mengatur fokus pikiran.
  5. Menurut riset 65% wanita dan 85% pria di Amerika mengalami kecanduan games.

 

Sedangkan menurut penyampaian Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi bahwa :

  1. Adiksi atau kecanduan adalah suatu bentuk abnormalitas
  2. Adiksi permainan bisa muncul secara personal maupun multiplayer
  3. Kecanduan secara personal didasari faktor : Natural competition dan pride
  4. Sedangkan adiksi secara multiplayer didasari faktor : kecenderungan rendah diri saat kalah dari lawannya, tuntutan sosial dalam pergaulan, kebutuhan menjalin rekan serta relaksasi atau eskapisme
  5. Adiksi juga bisa muncul karena ada komunitas tertentu
  6. Menurut beliau, anak-anak bisa kecanduan bermain karena adanya story telling yang baik dari games, cerita atau frame yang menarik, terdapat komunitas yang menyukai games tersebut.
  7. Tanda atau indikasi seseorang yang kecanduan games antara lain, indikasi psikologis : merasa tidak nyaman saat tidak bermain, selalu memikirkan mainan tersebut, berbohong tentang durasi waktu bermain, dan bersikap anti sosial berikutnya indikasi fisik : nampak lelah, migrain, lelah mata karena radiasi, carpal tunnel syndrom.
  8. Indikasi akan diperparah dengan adanya perubahan perilaku
  9. Cara mengatasi hal tersebut adalah : tidak menghilangkan permainan tetapi menggantinya dengan game yang edukatif, memberikan kegiatan kepada di pecandu, melakukan rehabilitasi secara psikologis
  10. Lebih baik kecenderungan bermain games dialihkan pada kesempatan berentrepreneurship seperti membuat games analysist dan games programmer.

Selain dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator, juga ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para siswa-siswi diantara :

  1. Frederick Lee : Darimanakah game IOS atau android mendapatkan keuntungan jika tidak menjual item pendukung karakter?
  2. Hsie Michiko : Dari beberapa kejadian adiksi game dapat menyebabkan seseorang bermimpi tentang bermain, jelaskan?
  3. Michael Ting : Manakah yang lebih berbahaya, antara Porn Addiction atau Game Addiction?
  4. Joy Yehuda : Orang yang sudah kecanduan games dan tidak bisa lepas dari kecanduan susah untuk dinasehati. Bagaimanakah cara penanganannya?
  5. Sherren Novalia : Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada games?
  6. Aldrich Josia : Apakah Bulimia itu selalu dikarenakan game addiction?

Dari pertanyaan tersebut, dipilih 3 pertanyaan yang terbaik oleh narasumber. Dan yang berhasil mendapatkan kategori tersebut adalah Hsie 

Michiko, Joy Yehuda dan Aldrich Josia.

Dari dilakukannya seminar pendidikan tentang Game Addiction ini, diharapkan para siswa-siswi dapat mengatur fokusnya dan mengontrol diri sendiri agar tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan games ini. Sehingga mereka dapat memiliki prioritas yang utama dalam menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelajar.

 

Berita : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Andre Jayadi & Thomas (PR YCHB)