,

LSD Talk Show at MDC Senior High

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya melalui Progam Bimbingan dan Konseling dalam pemberian layanan informasi mempunyai kepedulian atas situasi dan realita perkembangan budaya yang semakin tidak mengenal batas. Bertepatan dengan rangkaian “Teens of the day” sebuah refreshing program yang diberikan bagi siswa-siswi kelas 10-12 sebagai momentum penting dalam menghayati dan mempraktekkan masa muda yang benar di mata Tuhan, maka diadakan Talk Show ”Love, Sex, and Dating”.

Talk Show ini sekaligus upaya implementasi pesan moral dari Kepala Diknas Kota Surabaya dalam upaya pencegahan anak-anak muda usia sekolah khususnya di kota Surabaya yang ditujukan sebagai bekal insan muda serta siapa pun dalam mengenal serta memasuki pergaulan dengan berlandaskan kesadaran dan tanggung jawab secara iman, moral, dan budaya di tengah maraknya komunitas berpola pikir bebas tanpa batas dalam segala aspek kehidupan. Talk Show yang dihadiri sekitar 268 partisipan ini, diadakan di Ruang Media lantai 4 di Gedung MDC Campus Citraland, Surabaya. Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa, 14 Februari 2017.

mereka dengan tepat dan jelas.” Balas Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K, narasumber kepada guru yang yang mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan itu.

Keunikan dalam Talk Show kali ini adalah adanya sejumlah pertanyaan yang dibuat oleh seluruh siswa kelas 10-12 sebelum acara ini berlangsung dan terkumpul sejumlah 155 pertanyaan yang terbagi dalam kategori Love, sex dan dating. Lalu pertanyaan tersebut diberikan kepada narasumber yaitu Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K didampingi oleh istrinya yaitu Ibu Linda Rahardjo. Bisa dibayangkan kepolosan dan kejujuran para siswa ketika mereka diminta untuk menuliskan sebuah pertanyaan yang berkaitan dengan LSD ini. “Saya tidak tahu apa yang harus ditanyakan, malu saya Mr. Kok sepertinya tabu berbicara tentang seks ini ya!” tutur salah satu siswa yang sedikit malu ketika diminta untuk membuat pertanyaan. Namun berbeda dengan siswa yang lainnya yang justru tidak malu bahkan secara jujur menuliskan pertanyaannya,” Kenapa saya JONES? Apakah ini kutukan?” ada juga yang menuliskan,”Saya lihat di youtube, ASAPSCIENCE, masturbasi punya banyak keuntungan apa pendapat anda?”. ”Mereka telah membuat pertanyaan secara jujur, maka sayapun berkewajiban memberikan informasi atau jawaban dari semua pertanyaan

Kemasan talkshow kali ini sangat berbeda dengan talkshow sebelum-sebelumnya. Disamping talkshow juga ditampilkan performance dari siswa, juga dari PANUT Band perpaduan antara guru dan alumni yang terdiri dari Mr. Tri Setyanto (vocal), Mr. Caesar Riza Rahardian (guitar), Mr. Petra Wahyu Utama (Bass), Mr. Andre Jayadi (Keybord) dan Kelvin Jonathan Tjandra (alumni). Selain itu juga ada beberapa penampilan musik band dan akustik dari siswa.

Pemaparan tentang ”Love, Sex, and Dating” yang diuraikan oleh Dr. Paulus Rahardjo, SpRad-K dalam catatan oleh beberapa siswa yang mendengarkan secara langsung saat talkshow diantaranya :

  • Stefanny Andrea Wiliana, Christabel Olivia Liep XI IPA1 :

Dasar konsep tentang Love Sex Dating, manusia diciptakan laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar Allah. Laki-laki dan perempuan secara fisik, mental, hormon dan lain-lain sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Kejadian 2:22&25,”Laki-laki meninggalkan ortunya dan menikah dengan perempuan itu”. Kejadian 1:28,”Manusia itu diberkati Tuhan”. Kita dapat membuat taman eden sendiri, dengan memiliki hubungan yang baik antara satu dengan lainnya. Hubungan yang lebih mendalam antara dua insan manusia ini harus didasarkan atas Firman Tuhan. Tuhan menciptakan cinta, gairah, dan dorongan seksual agar terbentuk sebuah keluarga yang sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu beranak cucu dan memenuhi bumi ini.

  • Gabriela Angie, David Sebastian XI IPA2 :

Apakah itu Cinta? Tuhan menciptakan rasa cinta sangat kuat dari laki-laki dan perempuan, karena ada hormon yanng membuat kita tertarik juga terdapat rasa tanggungjawab diantara keduanya. Eros : Cinta antara laki-laki dan perempuan (cinta karena nafsu), Storge/Filia : Cinta antara keluarga (rasa care, bijaksana, tanggungjawab), Filadelphia : Kasih persaudaraan, Agape : kasih Allah pada manusia (cinta yang dilakukan dengan sebuah pengorbanan yang tak tergantikan).

  • Jessica X IPS2 menuliskan dalam catatannya :

Guideline Pacaran : Date to Mary, Quick dating4in 3 months, choose to take or leave!

  1. Mau sama kamu
  2. Open your eyes
  3. Bisa menerima apa adanya
  4. Leave whats bad!
  5. Menggali latar belakang
  6. Look to the future

       “Sex is couple not solo!” Do Social Date! Dating – Do not touch! Make Jesus proud!

  • Theresia MK, Leonny Surya XI IPS2 :

Kenapa sex before marriage tidak boleh? Sex harus memiliki kejelasan status sebagai suami dan istri yang sah dan diberkati oleh Tuhan. Seks itu kudus, tidak ada yang kotor. Maka setiap umat manusia wajib untuk memelihara kesuciannya masing-masing hingga waktunya tiba (marriage).

“Dalam prosesnya setiap siswa maupun siswi memiliki antusiame yang tinggi ketika mengikuti kegiatan tersebut, terbukti ada banyak siswa yang mencatat dengan baik dan lengkap. Kemudian para siswa juga berfokus dengan baik mendengarkan dan memperhatikan kedua narasumber ini. Semoga kegiatan ini memberikan bekal bagi para siswa-siswi agar memagari dan membekali dirinya dari konsep yang keliru mengenai Love, Sex, Dating ini sehingga tetap bisa menjaga kekudusan mereka”. Papar Maam Margareth Ayu Anggraeni (wali kelas XI IPS1).

Berita oleh : Mr. Tri Setyanto (konselor) Foto oleh : Mr. Thomas (PR Dept.), Frederick Lee, E. Abraham (MDC Jurnalists)

,

1st Place on Global Youth Summit 2017

            Pada bulan November 2017 sekolah MDC mengirimkan 3 tim untuk berlaga di lomba Teen Out of The Box di salah satu sekolah swasta. Salah satu tim, Yang Yang dan  Raymond berhasil meraih juara ke-2 dan berhak mengikuti Global Youth Summit 2017 di Kamboja. Sebelum berangkat ke Global Youth Summit 2017 di Kamboja, Yang Yang dan Raymond melakukan perbaikan terhadap konsep dan alat yang mereka ciptakan yaitu Hygiene Food Sorter. Dalam perbaikan konsep dan alat ini, mereka banyak sekali menemui kendala, dari pencarian bahan bahan yang akan digunakan, bahan yang seharusnya digunakan tidak ditemukan sehingga harus mencari bahan lain yang serupa guna, perakitan alat dan kebocoran alat. Namun dengan kerja keras, semangat dan spirit of exellence mereka mampu menyelesaikan itu semua.

            Pada saat akan berangkat ke Kamboja, mereka sempat kebingungan tentang bagaimana caranya membawa alat yang diciptakan ini ke Global Youth Summit 2017. Sehingga mereka memutuskan hanya membuat video cara kerja alat dan video animasi proses yang terjadi di dalam alat tersebut yang nantinya akan dipresentasikan di depan juri. Global Youth Summit 2017 dibuka secara resmi di Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja oleh Menteri Lingkungan Hidup Kamboja. Di Kamboja kami mengikuti semua program yang telah dipersiapkan panitia, pagi hari kami mengunjungi Instalasi pengolahan air minum kota Phnom Penh dan sore harinya kami ke sebuah komplek perumahan, dimana kami melakukan survey dan penyuluhan tentang kesadaran lingkungan dan pengolahan sampah.

            Presentasi ide dan alat Hygiene Food Sorter yang dibuat oleh Yang Yang dan Raymond dilakukan di hari ketiga. Lomba di Global Youth Summit ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori junior dan kategori senior. Untuk kategori Junior diikuti oleh peserta dari tingkat SD dan SMP, Sedangkan kategori senior diikuti oleh peserta dari tingkat SMA. Sebelum Raymond dan Yang Yang mempresentasikan ide dan alat mereka, mereka telah mempersiapkan diri mereka sebaik baiknya, baik dari materi presentasi, mental dan kemampuan berbahasa inggris mereka. Presentasi lomba dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama adalah babak penyisihan yang diikuti 10 tim peserta dan hanya 6 tim yang lolos ke babak selanjutnya. Di babak ini setiap tim hanya diberi waktu 3 menit untuk melakukan presentasi. Yang kedua adalah babak final, dimana hanya ada 6 tim yang bisa lolos dan setiap tim diberikan waktu selama 8 menit untuk presentasi secara detail tentang ide dan alat yang dibuat oleh tiap tim finalis.

            Dan oleh kasih karunia  Tuhan Yesus, Raymond dan Yang Yang bisa memperoleh juara pertama di kategori senior. Pada awalnya Raymond dan Yang Yang tidak yakin bisa memperoleh juara pertama, namun mereka optimis bisa membawa pulang piala. Karena mereka yakin presentasi mereka tidak kalah dari tim peserta finalis yang lain. Dengan berhasilnya Raymond dan Yang Yang memperoleh juara pertama di lomba Global Youth summit 2017 ini, Tuhan Yesus telah menjawab kerinduan kami agar SMAKr MDC bisa berprestasi di ajang internasional. Raymond dan Yang Yang berharap dengan keberhasilan mereka menorehkan prestasi di ajang internasional seperti ini, mereka bisa menginspirasi teman teman mereka untuk berjuang lebih lagi dan bisa berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

,

RETRET MOTIVASI KELAS 12 SMA KRISTEN MASA DEPAN CERAH SURABAYA “FINISHING WELL”

Retret Motivasi di tahun 2017 ini memiliki lagu tema,“Kau membuatku sesuai rencanaMU, Kau memegang stiap musim hidupku. Kuserahkan smua kekuatiranku. KumilikMu!” sebuah penggalan pujian yang mengiringi beberapa kali sesi dan pembacaan surat motivasi dari para guru SMA yang segaja ditulis untuk memberikan semangat para siswanya menghadapi ujian dalam kehidupannya. Tangisan harupun mengalir di sela-sela lagu dinyanyikan sambil membaca untaian kata-kata indah yang sarat dengan makna. Bagian tersebut di atas adalah salah satu proses yang disajikan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah sebagai program persiapan bagi siswa kelas 12 baik IPA maupun IPS untuk menghadapi UN dan USBN serta ujian lainnya sebelum beranjak studi lanjut yang lebih tinggi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis-Jumat, 12-13 Januari 2017 di Villa Hermon, Pacet-Mojokerto. Apa saja yang dilakukan oleh para siswa diantaranya adalah:
a.      Ibadah pembukaan : Mr. Francisco Jonathan Massy
b.      praise and worship  : Mr. Caesar Riza Rahardian dan Mr. Tri Setyanto
c.       Doa dan pengutusan : Maam Lidia CSES
d.      Informasi UN dan USBN : Maam Kadek Riris Sinaga
e.      Sharing Alumni : Maam Purwestri Sabatlila dan Maam Citra Srisatya
f.        Komitmen dan Motivasi : Maam Liem Sioe Ie
Pada kesempatan di tahun 2017 ini, suasana sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan cuaca di Pacet kali ini sangat dingin dan banyak hujan. Khususnya ketika materi di hari pertama disampaikan suara gemuruh hujan di luar mengalahkan suara sound yang ada di dalam aula. Namun semangat untuk memuji dan menyembah Tuhan tetap terbakar tidak berkurang sekalipun.
“Pelaksanaan retret motivasi di tiap tahun selalu berbeda suasananya, tiap-tiap angkatan memiliki keunikan, keharuan, serta kemeriahan yang menggugah perasaan hati ini. Serasa seperti moment perpisahan saja di tiap kali kegiatan ini dilakukan” ujar Maam Sioe Ie.
Pada sesi sharing alumni, tahun ini banyak sekali alumni yang menceritakan pengalamannya saat menghadapi ujian sekolah dan unas melalui video yang telah dibuat dimana mereka berkuliah. Para alumni yang sharing diantara : Kevin Tancho (USA), Jedidiah, Stella, Retnayu, Kelvin (Jakarta), Ryoko Homma (Jepang), Dinda Fuji (Surabaya), Andreas Alvin (Jerman), Christ Cindy  (Canada) dan Felicia Inneke (Surabaya). Para guru membuat surat motivasi bagi anak-anaknya, selain itu ada juga kotak surat motivasi yang sengaja dipersiapkan panitia untuk diisi oleh peserta siswa kelas 12. Surat motivasi ini ditujukan kepada teman-teman seangkatannya. Satu kalimat yang menggema di aula adalah ketika Clyde Morita Halim mengatakan,”Guys, I will miss you all!” Kontan para siswa menatap dengan penuh haru. Ditambah lagi ketika Michael Ting mengatakan bahwa dia sangat diberkati oleh Tuhan yang memberikan teman-teman yang luar biasa sekalipun sering dikerjai tapi dia menganggap itu salah satu bentuk perhatian yang unik dari teman-temannya. Dan diapun tidak merasa dirugikan olehnya, karena dengan begitu dapat melatih penguasaan diri serta mentalitas dalam berteman katanya. “Saya senang berada di SMA MDC kalian semua perhatian satu dengan yang lainnya, walaupun saya tidak membuat surat untuk kalian semuanya. Tapi banyak teman-teman yang perhatian terhadap saya. Saya terharu, terima kasih teman-teman,” ungkap Standy Tjandra saat mengemukakan kesannya di hadapan teman-temannya.
Para guru berharap dan terus berdoa agar para siswa-siswi kelas 12 baik IPA maupun IPS, tetap dalam proses dan dalam lindungan Tuhan sehingga mereka dapat berhasil menempuh ujian sekolah, ujian nasional serta ujian-ujian lain dalam hidup mereka yang akan dihadapi di kemudian hari. Sukses selalu untuk kelas 12. Tuhan beserta kalian semuanya, UN dan USBN ada dalam tangan Tuhan. Mari mengandalkan Tuhan dan berpengharapan hanya kepadaNya.
(Berita : Tri Setyanto, S.Pd  dan Foto : Thomas Agustinus)
,

Photography Competition held by Alfalink Overseas Study

Pada hari Minggu, 22 Januari 2017 di Sheraton Hotel Surabaya. Diadakan kontes fotografi oleh Alfalink Study Overseas. Peserta lomba ini diikuti oleh siswa-siswi SMA di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan kali ini, peserta yang mewakili lomba ini adalah Frederick Edward Lee (Ketua MDC Journalists 2016/2017) dengan membawakan tema foto yang telah ditentukan oleh pihak panitia yaitu Human Interest. Dimana foto yang dilombakan harus memenuhi kriteria dan mencerminkan kasih sayang sesama manusia. Foto yang ditampilkan oleh Frederick Edward Lee bertemakan keluarga yang bermain di pantai (Beach Time). Dengan keterangan foto yaitu : Pantai tidak pernah habis memberikan kebahagiaan dan cinta kasih. Adapun dalam mengikuti kegiatan ini juga dibimbing oleh Mr. Petra Wahyu Utama dan didampingi oleh Mr. Tri Setyanto dan Mr. Michael yang juga sebagai pembimbing dalam pengembangan diri siswa di MDC Journalists. 
Pada saat pengumuman pemenang lomba diumumkan bahwa Frederick Edward Lee, mendapatkan juara First Runner Up dengan mendapatkan Trophy, Sertifikat dan Uang Tunai senilai Rp. 2.000.000,-. “Ini merupakan salah satu capaian yang membangkitkan semangat saya untuk mengikuti perlombaan fotografi dalam skala nasional nantinya,” tutur Frederick Edward Lee. Menurut Bapak Anton Gautama sekaligus juri dalam kontes fotografi tahun ini,”Sekolah MDC memiliki ciri khas tersendiri dalam mengembangkan potensi siswa sesuai dengan jiwa muda di jaman ini dan mampu mengerti trend fotografi yang sedang berkembang pada masa ini”.
Semoga melalui pengalaman ini, makin banyak para siswa-siswi yang tertarik dan berminat untuk menggeluti dunia fotografi dalam pengembangan diri mereka. (Berita oleh Mr. Tri Setyanto, S.Pd dan Foto oleh : Medsos Alfalink)
,

Seminar Pendidikan tentang Game Addiction 2016

Untuk mengisi kegiatan setelah Ulangan Akhir Semester 1 ini SMA Masa Depan Cerah Surabaya melalui program bimbingan dan konseling pada fokus bimbingan pribadi dan sosial menngadakan, Seminar Pendidikan tentang Game Addiction di hari Senin, 5 Desember 2016. Kegiatan seminar ini dilaksanakan di ruang Media lantai 4, pada pukul 08.00-12.00 WIB. Narasumber pada seminar kali ini adalah Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau adalah dosen dari jurusan Game Design Institut Informatika Indonesia bersama dengan Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi yaitu dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Peserta yang mengikuti kegiatan seminar ini adalah seluruh siswa kelas 10, 11 dan 12 SMA Masa Depan Cerah Surabaya.

Seminar pendidikan diadakan untuk menjawab beberapa permasalahan berkaitan dengan kecanduan game baik game off line maupun game online yang sangat mengganggu dalam kehidupan anak-anak, remaja bahkan orang tua pada masa kini. Berikut permasalahan yang menjadi pokok pembahasannya :

  1. Game apa saja yang sering dimainkan anak-anak pada masa kini?
  2. Apa itu kecanduan bermain game di kalangan anak-anak?
  3. Apa saja konten menarik yang membuat anak-anak menjadi kecanduan terhadap game?
  4. Mengapa anak-anak bisa kecanduan dalam bermain game, apa penyebabnya?
  5. Apa saja yang menjadi indikasi yang sudah kecanduan game?
  6. Bagaimana cara mengatasi anak-anak yang sudah kecanduan game?
  7. Bagaimana memanage waktu yang baik dalam memanfaatkan game?

Moderator seminar pendidikan kali ini adalah Mr. Nickasius Sindhunata, M.Pd. dari catatan beliau berkaitan       

dengan kesimpulan dari Game Addiction.

Menurut Bp. Edwin Meinardi Trianto, S.Kom beliau menyampaikan bahwa :

  1. Game Addiction adalah obsesi berlebihan dalam memainkan sesuatu permainan
  2. Game yang marak dimainkan oleh anak-anak antara lain pada umumnya online game yaitu : CS, Dota2, COC, Pacman 256 dan lain sebagainya
  3. Adapun beberapa hal yang membuat anak-anak menjadi kecanduan yaitu adanya peningkatan level yang semakin menantang, arena bertanding dunia maya yang ramai, up grade atau pembelian item yang dapat mensupport karakter permainan
  4. Menurut beliau juga, agar anak-anak tidak terjebak dalam dunia game ini terlalu mendalam kita harus memiliki kesadaran bahwa bermain games ini adalah kesenangan sementara. Kita harus berusaha mengontrol diri dengan cara mengatur fokus pikiran.
  5. Menurut riset 65% wanita dan 85% pria di Amerika mengalami kecanduan games.

 

Sedangkan menurut penyampaian Bp. Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.Psi bahwa :

  1. Adiksi atau kecanduan adalah suatu bentuk abnormalitas
  2. Adiksi permainan bisa muncul secara personal maupun multiplayer
  3. Kecanduan secara personal didasari faktor : Natural competition dan pride
  4. Sedangkan adiksi secara multiplayer didasari faktor : kecenderungan rendah diri saat kalah dari lawannya, tuntutan sosial dalam pergaulan, kebutuhan menjalin rekan serta relaksasi atau eskapisme
  5. Adiksi juga bisa muncul karena ada komunitas tertentu
  6. Menurut beliau, anak-anak bisa kecanduan bermain karena adanya story telling yang baik dari games, cerita atau frame yang menarik, terdapat komunitas yang menyukai games tersebut.
  7. Tanda atau indikasi seseorang yang kecanduan games antara lain, indikasi psikologis : merasa tidak nyaman saat tidak bermain, selalu memikirkan mainan tersebut, berbohong tentang durasi waktu bermain, dan bersikap anti sosial berikutnya indikasi fisik : nampak lelah, migrain, lelah mata karena radiasi, carpal tunnel syndrom.
  8. Indikasi akan diperparah dengan adanya perubahan perilaku
  9. Cara mengatasi hal tersebut adalah : tidak menghilangkan permainan tetapi menggantinya dengan game yang edukatif, memberikan kegiatan kepada di pecandu, melakukan rehabilitasi secara psikologis
  10. Lebih baik kecenderungan bermain games dialihkan pada kesempatan berentrepreneurship seperti membuat games analysist dan games programmer.

Selain dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator, juga ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para siswa-siswi diantara :

  1. Frederick Lee : Darimanakah game IOS atau android mendapatkan keuntungan jika tidak menjual item pendukung karakter?
  2. Hsie Michiko : Dari beberapa kejadian adiksi game dapat menyebabkan seseorang bermimpi tentang bermain, jelaskan?
  3. Michael Ting : Manakah yang lebih berbahaya, antara Porn Addiction atau Game Addiction?
  4. Joy Yehuda : Orang yang sudah kecanduan games dan tidak bisa lepas dari kecanduan susah untuk dinasehati. Bagaimanakah cara penanganannya?
  5. Sherren Novalia : Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada games?
  6. Aldrich Josia : Apakah Bulimia itu selalu dikarenakan game addiction?

Dari pertanyaan tersebut, dipilih 3 pertanyaan yang terbaik oleh narasumber. Dan yang berhasil mendapatkan kategori tersebut adalah Hsie 

Michiko, Joy Yehuda dan Aldrich Josia.

Dari dilakukannya seminar pendidikan tentang Game Addiction ini, diharapkan para siswa-siswi dapat mengatur fokusnya dan mengontrol diri sendiri agar tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan games ini. Sehingga mereka dapat memiliki prioritas yang utama dalam menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelajar.

 

Berita : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Andre Jayadi & Thomas (PR YCHB)

,

Surabaya Teens Out Of The Box 2016

Surabaya Teens Out of The Box adalah salah satu kompetisi bertema kepedulian terhadap lingkungan hidup yang diikuti oleh pelajar Surabay dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan dari SD hingga SMA. Acara ini diselenggarakan di NSA (Nation Star Academy) pada tanggal 15 Oktober 2016, dan hasil karya dipresentasikan di East Cost pada tanggal 17-18 November 2016. Dalam acara ini, Raymond Sutanto (kelas XI IPA 1) dan Yang yang Endro Arjuna (XI IPA 2) berhasil meraih juara 2 dengan menciptakan alat yang diberi nama “Hygiene Food Sorter”. Atas keberhasilan ini mereka memperolah uang sejumlah Rp. 1.000.000, medal perak, dan voucher 20% program Global Youth Summit 2016 di Kamboja.

“Hygiene Food Sorter” diciptakan dengan tujuan untuk memisahkan sampah atau limbah rumah tangga organik yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Dengan alat ini diharapkan dapat mengatasi masalah pengolahan sampah karena alasan jijik terhadap sampah, mengingat alat ini dibuat supaya tidak ada campur tangan manusia dalam proses pemisahan sampah, sehingga sampah dapat ditangani dengan tepat.

Acara Surabaya Teens Out of The Box 2016 ini merupakan acara yang menarik. Melalui acara ini diharapkan untuk kedepannya dapat menjadi ajang untuk generasi muda dapat lebih peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara yang kreatif dan cerdas.


Berita: Citra Srisatya Permatasari, S. SI

,

Communicating The International Exposure Program 2K16

So right around the middle of last September, MDC has once again taken their 11th grader students both from the Science and Social majors to Singapore on an annually awaited exciting trip! The program was held to learn and to be captivated towards a certain modern country’s lifestyle development within 5 aspects: economy, transportation, cleanliness, technology, and education. What’s tremendous is that, the students get to go there for an entire week and explore the country’s outstanding features, from the traditional Peranakan Museum, to the contemporary and modern Art Science Museum, the beautifully insightful Gardens by the Bay, and many more to go!

The students were required to gather as much as information as they could, both materialistically and quantitatively, in order to fill the requirements needed for their upcoming theses. They were formed in groups of 4-5, set out to search for the materials needed for each of their theses as their statements had already been planned and decided before they departed. Needless to say, that it is unnecessary to worry about getting irrelevant data on the way because everything was already planned thoroughly from the beginning.

After a week of endless learning and sightseeing throughout the inside outs of Singapore, it was eventually time for them to make each of their theses. The students were given a full month in order to finish their theses accordingly, based on the relevant and accurate data they collected during their trip. So other than that, they also collected data through questionnaires. They were required to make at least 30 of them before the departure and then share them towards strangers they meet along their way there. Those questionnaires, being distributed, will become one of the tool indicators that help the students complete their theses entirely.

Now after the doing process was done, it was definitely time for communicating. The communicating occurred last Saturday, on the 12th of November, at 9 A.M. in the morning till’ 1 P.M afternoon. The students were to make presentations towards their motions and present them in front of the judges’ panel. The judges, being the judge of the presentation, were intended to mark and ask them questions after their 10-minute-lengthed-presentation, and in order for the students to fully impress them, there is need of understanding and a huge dose of confidence in stating their materials. A lot of students managed to impress, but some were still quite satisfactory due to certain uncalled reasons, but hey, at least they tried, and that’s the important thing here, no?

This entire IEP program has done a great major deal towards the students, from the very beginning, to the very end of the process, they have learned an number of things within each phase, like the means of hardwork and dedication, attentiveness, confidence, how they manage their team with different minds and colliding them to one single agreement, which is very important for them to start valuing for the future.

In conclusion, this year’s International Exposure Program has gone through another engraved success and is yet again, beneficial towards students in forming their core values and independency. We sure hope to continue this program for the next following years to come, and hopefully gain something new from within each new period of students. Have a great day, and we’ll see you again next year!

Writer : Janice Kariyadi/MDC Journalists

,

Business Plan Competition Held by MSW (My Study World) Global Jakarta

Sebuah kesempatan yang begitu luar biasa bagi para siswa-siswi di SMA Kristen Masa Depan Cerah di tahun 2016. Sabetan gelar juara beruntun didapatkan pada ajang Business Plan Competition yang diadakan oleh MSW (My Study World) Global dari Jakarta. Kemasan lomba ini diadakan dalam pameran pendidikan studi lanjut dari berbagai negara. Tepat pukul 16.30 WIB di hari Rabu, 12 Oktober 2016 pengumuman lomba dibacakan oleh Mr. Laode (staff MSW Global) dilakukan di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya. Hati berdebar dan jantung berdegup kencang, para finalis dari berbagai SMA ternama di Surabaya diantaranya dari SMA St. Louis 1, SMA Gloria 1, SMA Al Hikmah, SNA Surabaya, dan dari SMA Kristen Masa Depan Cerah mendengarkan pengumuman pemenang lomba ini. Dan diumumkan bahwa :
 
1.   Juara 1 : Sweet Ravioli dari SMA MDC Surabaya
      (Winda Nathalie, Thalia Sugita, Adrian Nathanael kelas XI)
2.   Juara 2 : Sego Glundung dari SMA MDC Surabaya
      (Gracia Tumakaka, Tiffany Olivia, Clarissa Kent kelas XI)
 

 
      Juri dalam kompetisi ini adalah salah satu Staf pengajar dan Chef dari Academy of Pastry Arts Malaysia, dan Owner dari MSW Global Jakarta.
 
Dalam kompetisi di tahun 2016 ini, panitia membuat sebuah tema tentang Food Evolution. Hal ini merupakan hal yang mudah dan sudah biasa dilakukan oleh peserta lomba dari SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya mengingat di dalam pelaksanaan Personal Development Program yang diberikan pada kelas 10 mereka sudah mendapatkan materi tentang Making Money Project, dan Business Plan. Ditambah lagi kemampuan dari pesertanya sudah beberapa kali membuat makanan dan minuman yang penuh inovasi. “Tema yang diberikan oleh panitia lomba sangat menarik dan beruntungnya sebelum kompetisi ini kami sudah melakukannya terlebih dahulu di sekolah dengan makanan yang berbeda,” kata Winda Nathalie beserta teamnya Sweet Ravioli.
 

 
“Puji Tuhan, kami tidak menyangka bahwa pengalaman ini menjadi hal yang diluar dugaan kami. Ini akan membuat pemicu semangat bagi kami untuk semakin berkarya dan berprestasi khususnya dalam ajang Business Plan di dalam kompetisi yang lebih tinggi tingkatannya. Semoga di kompetisi seperti ini bisa memotivasi adik-adik sekalian di SMA Kristen Masa Depan Cerah untuk berprestasi seperti kami. Amien” tutur dari Gracia Tumakaka dan teamnya Sego Glundung.
 

 
 Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Mentor)
,

International Exposure Program (IEP) 2016 in Singapore

International Exposure Program (IEP) merupakan salah satu program kegiatan sekolah yang diadakan secara rutin di tiap tahunnya. Adapun latar belakang dari kegiatan ini adalah adanya pengaruh dari Global Job dan kesempatan kerja yang kompetitif, informasi teknologi yang canggih, dan krisis-krisis ekonomi, moral dan penggangguran adalah tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh siswa-siswi kami di abad 21. Tantangan-tantangan tersebut akan menghancurkan masa depan mereka jika kami tidak mempersiapkan mereka dengan sebaik-baiknya. Diantara tantangan-tantangan tersebut, kesulitan untuk berkompetisi positif dengan bangsa lain adalah satu hal yang sangat perlu kami perhatikan. Di masa yang akan datang, Global job dan kesempatan kerja yang baik akan diperoleh siswa-siswi yang berpikir tidak hanya secara lokal tapi secara global, dan kepada siswa-siswi yang berpikir secara kreatif dan inovatif. Menyadari akan adanya tantangan-tantangan tersebut di atas, yang mengancam kehidupan siswa-siswi SMA Kristen Masa Depan Cerah, sekolah memikirkan bagaimana cara memperlengkapi para siswa/siswi dengan cara yang kontekstual agar mereka sukses di kehidupan mereka di masa yang akan datang. Melalui proses perencanaan dan diskusi yang panjang, akhirnya SMA Masa Depan Cerah Surabaya mengadakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk memiliki cara berpikir dan berwawasan internasional (International Mindset), yaitu dengan mengadakan International Exposure Program (IEP) ke Singapore, dengan tema “BEYOND BORDERS, SHARING LIVES”
 


 
Tujuan diadakannya program kegiatan ini adalah agar para siswa/siswi khususnya siswa kelas XI memiliki kemampuan untuk menghargai kebudayaan, warisan dan tradisi yang patut di contoh dari bangsa lain, mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun, berlatih meningkatkan kemandirian dan rasa tanggung jawab, mampu mengatur keuangan, memperoleh informasi tentang kehidupan universitas dan segala tantangannya, membangun persahabatan, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai dan pengertian baru yang mereka pelajari untuk menjadi warga Indonesia yang lebih baik.
 

 
Pada tahun 2016 ini, International Exposure Program (IEP) dilaksanakan pada tanggal 14-20 September 2016, yang bertempat di Singapore. Kegiatan IEP pada tahun ini diikuti oleh 88 siswa kelas XI baik dari jurusan IPA maupun IPS. Selain itu dalam pelaksanaannya didampingi oleh Kepala Sekolah yaitu Ma’am Liem Sioe Ie dan para guru, yaitu Ma’am Lia Widya Kastrena, Ma’am Kadek Riris, Ma’am Citra Srisatya, Ma’am Purwestri Sabatlila, Ma’am Dwi Wariyanti, Ma’am Noella Bernardo, Ma’am Sarah Yarden, Mr. Tri Setyanto, Mr. Franscisco Massy dan Mr. Johan Ardiansah.
 

 
Adapun tempat-tempat yang kami kunjungi diantaranya adalah NeWater, LTA (Land Transport Authority), Marina Barrage, Singapore City Gallery, EnVision Gallery, Peranakan Museum, Gardens by the Bay. Selain itu para siswa juga mengunjungi beberapa universitas terbaik yang ada di Singapore diantaranya: East Asia Institute of Management (EASB) dan James Cook University. Untuk menambah pengalaman dalam berkehidupan rohaninya, para siswa/siswi juga diajak untuk mengikuti ibadah bersama di City Harvest Church serta di MDC Church Singapore. Adapun dalah satu kegiatan yang diadakan adalah Amazing Race yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dalam bekerjasama di dalam sebuah team work, selain itu juga para siswa dapat mengenali banyak tempat-tempat penting yang ada di Singapore. Selain itu tim panitia IEP juga bekerjasama dengan salah satu organisasi terbaik yang bergerak dalam bidang pembelajaran di Singapore yaitu Creative Kids. Bersama dengan Creative Kids siswa-siswi dibekali dengan banyak pembelajaran tentang Urban Planning. Dimana sebelum melakukan kegiatan Urban Planning, siswa-siswi diajak untuk mengeksplore tentang biodiversity di Labrador Nature Reserve Singapore. Dalam proses pelaksanaan kegiatan International Exposure Program (IEP) ini berjalan cukup lancar dari awal hingga kembalinya di Surabaya.
 

 
Dari beberapa tempat kunjungan di atas, para siswa-siswi diharapkan dapat menemukan 5 aspek penting menjadi bahan observasi yang merupakan kelebihan dari Singapore.  Lima aspek tersebut adalah Cleanliness (kebersihan), Education  (pendidikan),  Technology (teknologi), Transportation (transportasi), dan Economy (ekonomi). Selanjutnya dari 5 aspek tersebut di atas, para siswa akan menganalisa dengan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Dalam proses menganalisanya, para siswa mengerjakannya secara berkelompok di setiap harinya. Dari hasil analisa SWOT terhadap 5 aspek tersebut di atas, para siswa/siswi juga akan menggunakannya di Indonesia sehingga diharapkan akan muncul sebuah konstribusi ide-ide positif yang bisa dijadikan sebuah masukan dari 5 aspek yang berlaku di Indonesia setelah melakukan pengamatan serta penganalisaan di Singapore. Sebelum berangkat ke Singapore para siswa telah dibekali materi tentang membuat thesis statement dan pembuatan kuesioner. Diharapkan sebelum berangkat ke Singapore para siswa memiliki gambaran tentang aspek-aspek yang nantinya mereka akan jadikan sebagai karya tulis. Selain itu dengan siapnya kuesioner yang telah siswa-siswi buat dapat menjadi alat untuk mecari data di Singapore.
 

 
Proses pembelajaran dari kegiatan International Exposure Program (IEP), para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan proses kegiatan Learning Cycle dalam proses pembelajarannya. Kegiatan Learning Cycle diantaranya adalah kegiatan Exploring (eksplorasi tentang Singapore dari tempat tujuan     kunjungannya), Planning (merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan persiapan kunjungan di Singapore), Doing (melaksanakan dari perencanaan yang sudah dibuat di Surabaya dan dilakukan di Singapore), Communicating (mengkomunikasikan setiap hasil kegiatan yang di dapat di Singapore dengan membuat Thesis berbahasa Inggris yang berkaitan dengan hubungan serta komparasi dari 5 aspek yang diamati), kemudian terakhir adalah kegiatan Reflecting (merefleksikan seluruh hasil kegiatan yang telah dilakukan dari kegiatan Exploring hingga Communicating secara bersama-sama dengan kelompok lainnya). Untuk kegiatan Communicating sendiri akan dilakukan pada tanggal 12 November 2016 di SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, dengan mendatangkan para orang tua dan dewan juri dari perwakilan PTA (Parent Teacher Association), para dosen universitas kerjasama dengan sekolah, para pakar pendidikan, serta para pengajar ekspatriat dari berbagai sekolah di Surabaya. Kegiatan ini akan dikemas dalam bentuk penjabaran Thesis para siswa melalui presentasi berbahasa Inggris oleh masing-masing siswa.
 

 

 
By: Lia Widya Kastrana, S.Sos.
MDC Senior High Teacher

,

2nd Runner Up on Business Plan Competition 2016

Pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016 merupakan pengalaman yang membanggakan bagi siswa-siswi SMA Masa Depan Cerah Surabaya. Perwakilan dari sekolah yaitu : Emmanuela Vanessa (CFO), Janice Karyadi (CSO) dan Jonathan Marco (CEO) semuanya siswa kelas 12 IPS dan mentornya Mr. Tri Setyanto, S.Pd. Mereka mendapatkan juara 2nd Runner Up dalam kegiatan Business Plan Competition yang diadakan di SIM Global Education dan UPH Surabaya tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SIM GE kampus UPH Surabaya.
Dalam perjalanannya, Tim BPC (Business Plan Competition) dari SMA Masa Depan Cerah melewati proses seleksi dari 40 peserta dari seluruh Indonesia, kemudian mereka lolos hingga diseleksi lagi menjadi 22 tim. Lalu di proses akhir hingga mereka lolos di tahap Final dengan jumlah pesertanya ada 7 tim berasal dari Surabaya, Malang dan Denpasar. Venue lomba : presentasi di Ruang Media SIM GE, Cito Surabaya dan awarding ceremony di Grand City Mall Surabaya.
Pada Business Plan Competition tahun 2016 ini, mereka mengemas sebuah bisnis baru dengan nama CODE Tour and Travel.
CODE Tour and Travel merupakan sebuah bisnis baru dalam kegiatan jasa pariwisata yang konsepnya menyediakan seluruh aspek kebutuhan pariwisata. Fokus pengembangan dunia pariwisatanya adalah menyediakan semua kebutuhan pelanggan sesuai dengan keinginan dan mimpinya. Dari namanya CODE adalah Culture On Demand. “Bukan sebuah hal mustahil jika pengembangan bisnis pariwisata ini bisa dilakukan selama itu ada kemauan,” Kata CEO CODE yaitu Jonathan Marco. CODE berusaha mewujudkan mimpi pelanggan dalam berdunia pariwisata
Kemasan tradisional hingga masuk daerah pelosok serta melakukan aspek-aspek kegiatan masyarakat sekitar juga bisa dilakukan melalui program wisata dalam CODE Tour and Travel ini. Tidak hanya itu CODE Tour and Travel, juga menggunakan layanan aplikasi melalui hand phone pelanggannya. “Ada satu hal yang menarik yang dikemas oleh CODE Tour and Travel ini, mereka membuat sebuah kemasan wisata menarik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dengan menggunakan aplikasi android konsepnya kreatif,  menarik dan perlu diteruskan,” Kata Mr. Ronald dari wakil rektor UPH Surabaya.
“Puji Tuhan, tidak menyangka kami bisa mendapatkan juara ini. Awalnya kami tidak menyangka bisa juara. Mengingat sebagian besar dari peserta adalah siswa kelas 12 dan mereka sangat berpengalaman dalam menyampaikan presentasinya”, kata Janice Karyadi. Sedangkan dari Emmanuela Vanessa,” akan ada beberapa evaluasi yang akan kami perbaiki sehingga pada Business Plan Competition tahun 2017 kita bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.”
Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd (Mentor)