,

International Exposure Program 2013

Pada tanggal 14–19 Maret 2013 siswa-siswi kelas XI telah mengikuti Program Study Tour ke Singapura yang sekaligus menjadi Program of Entrepreneurship di semester genap ini. Program ini kami sebut dengan :

International Exposure Program 2013 ( IEP 2013)

       “Beyond Borders, Sharing Lives”

Tujuan dari program ini adalah memberi wawasan yang lebih luas yang akan membantu siswa untuk menghadapi tantangan-tantangan di masa yang akan datang, baik dalam kehidupan perkuliahan, maupun kehidupan profesional mereka.

Beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui program ini antara lain agar siswa:

  1. Menghargai kebudayaan, warisan dan tradisi yang patut di contoh dari bangsa lain;
  2. Mampu bertahan hidup dalam kondisi apapun;
  3. Berlatih meningkatkan kemandirian dan rasa tanggung jawab;
  4. Mampu mengatur keuangan;
  5. Memperoleh informasi tentang kehidupan universitas dan segala tantangannya;
  6. Membangun persahabatan;
  7. Mampu mengaplikasikan nilai-nilai dan pengertian baru yang mereka pelajari untuk menjadi warga Indonesia yang lebih baik.

Program of Entrepreneurship yang dilakukan dibagi menjadi lima tahapan yaitu exploring, planning, doing, communicating, dan reflecting. Tahap exploring dilakukan siswa saat melakukan study tour di Singapura. Terdapat empat aspek yang siswa amati selama berada di Singapura yaitu cleanliness, education, technology, and transportation. Selanjutnya siswa akan memilih salah satu aspek sebagai landasan untuk melakukan tahap selanjutnya. Siswa melakukan tahap planning sepulang dari Singapura. Pada tahap ini siswa merencanakan aplikasi yang dapat mereka lakukan di lingkungan sekolah mengenai salah satu aspek yang telah dipilih sebelumnya. Pada tahap doing siswa melaksanakan perencanaan aplikasi yang telah dibuat. Lalu pada tahap communicating siswa akan mempresentasikan mengenai apa saja yang mereka dapatkan selama study tour ke Singapura serta pengalaman yang mereka alami selama mereka merencanakan dan melakukan aplikasi di lingkungan sekolah.

Kamis, 14 Maret 2013 rombongan sekolah berkumpul di Bandara Juanda pukul 06.00 pagi dengan jadwal keberangkatan Lion Air JT104 pukul 10.15 dan tiba di Changi Airport pukul 13.45. Sesampai di Changi, rombongan segera mengurus bagasi dan makan siang. Hari pertama di Singapura ini cukup padat. Pukul 14.15 rombongan IEP harus tiba di New Water Galery yang terletak di Tanah Merah, tidak jauh dari Changi Airport. Siswa-siswi beserta guru pendamping mendapat banyak pengetahuan yang baru saat berada di New Water Galery. Tur interaktif selama 1,5 jam tersebut berisi tentang penjelasan bagaimana negara Singapuramengelola persediaan air alamnya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan penduduknya yang cukup banyak.

Hal itulah yang menyebabkan pemerintah Singapura sangat serius dalam mengelola air yang  telah digunakan melalui New Water Galery. Salah satu hasil pengelolaan air di New Water Galery adalah air kran layak dan minum yang tersedia di banyak tempat umum. Selain mendengarkan penjelasan, siswa-siswa MDC boleh melihat secara langsung peralatan pengolahan air yang digunakan dan demonstrasi 4D. New water Galery juga dilengkapi dengan alat-alat game interaktif yang saat dimainkan tanpa sadar pengunjung memperoleh informasi melalui game tersebut. Rombongan juga mengunjungi Chinatown Heritge Centre sebuah museum yang terletak di Chinatown.

Hari kedua kegiatan diisi dengan Amazing Race yang diikuti oleh siswa-siswi dan guru-guru pembimbing. Pelaksanaan Amazing race ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kami mengelilingi tempat-tempat yang menjadi ikon penting Singapura. Amazing Race yang dikoordinir oleh Tim Youth MDC Singapura ini benar-benar penuh tantangan. Setiap tim tidak diperbolehkan membawa alat elektronik apapun termasuk kamera, mereka hanya dibekali map MRT dan kartu MRT yang berisi saldo SGD15. Tempat-tempat yang harus dilewati selama Amazing Race adalah dimulai di Singapore Botanical Gardens, Kinokuniya Book Store, Science Art Museum, Marina Bay Sand, The Esplanade, Merlion Park, Chinatown, dan kembali ke Botanical Gardens. Tujuan dari Amazing Race ini adalah melatih siswa maupun guru untuk belajar sistem informasi transportasi dan petunjuk tempat wisata di Singapura. Melalui serangkaian informasi yang disajikan, setiap orang yang baru pertama kali ke Singapura akan sedikit kemungkinannya untuk tersesat.

Hari ketiga  kami mengunjungi LTA Galery. LTA adalah lembaga pemerintahan Singapura yang menangani dan mengatur sistem transportasi di Singapura. Kunjungan selama kurang lebih 1 jam ini sangat berkesan bagi siswa. Rombongan IEP mendapat banyak sekali pengetahuan tentang bagaimana Singapura mengatur sistem transportasinya yang mampu meminimalisasi kemacetan serta polusi udara. Salah satu hal didapat siswa adalah bahwa pembangunan MRT di Singapura awalnya tidak berjalan mulus, terdapat pro dan kontra namun keputusan besar itu akhirnya diambil untuk masa depan yang lebih baik. Sepulang dari LTA Galery rombongan menuju ke Vivocity untuk acara free time. Siswa maupun guru diberi kesempatan untuk berbelanja ataupun hanya sekedar jalan-jalan, karena di hari lain jadwal sangat padat.

Hari keempat rombongan mengikuti ibadah pagi di MDC Singapura yang terletak di Parade Hotel Orchard. Beberapa siswa MDC mempersembahkan lagu pujian di ibadah pagi. Sepulang ibadah siswa-siswi membaur bersama dengan Youth MDC Singapura untuk makan siang sekaligus saling sharing. Hal ini bertujuan agar Siswa-siswi MDC dapat menggali berbagai informasi dari kakak-kakak MDC Singapura, terutama bagi siswa yang merencanakan studi lanjut di Singapura. Sore hari perjalanan dilanjutkan menuju ke Marina Barrage. Siswa-siswi dan guru-guru pendamping memperoleh banyak pengetahuan baru di tempat ini. Pihak Marina Barrage menjelaskan dengan sangat baik mengenai penanggulangan risiko banjir dan pengelolaan sampah. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, kami juga melihat beberapa demonstrasi alat serta video 4D.

Memasuki hari kelima, rombongan IEP mengunjungi MDIS Campus di Stirling Road. Pada kegiatan campus ini siswa dibagi menjadi 2 kelompok IPA dan IPS. Kegiatan diawali dengan berkumpul di aula lalu mendengarkan penjelasan singkat mengenai school profile MDIS. Kemudian kedua kelompok melakukan campus tour. Kelompok IPA berkesempatan mengunjungi Fakultas Perhotelan dan Laboratorium Fakultas Teknik. Kunjungan diakhiri dengan hand on cativity di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Bio-Medical Science. Di workshop ini siswa-siswi melakukan pratikum mikrobiologi yaitu membedakan bakteri gram negatif dan positif dengan prinsip pewarnaan gram, selain itu para siswa juga mencoba alat rekam jantung.

Kelompok IPS berkesempatan mengunjungi Fakultas Perhotelan dan Laboratorium Fakultas Komunikasi. Kunjungan diakhiri dengan hands on activity pembuatan liputan berita mulai dari penulisan skenarion, hingga syuting. Para Siswa baik kelompok IPA dan IPS sangat terkesan dan puas dengan kunjungan kampus tersebut. Sore harinya perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Gardens by the Bay. Di kebun yang luas tersebut setiap kelompok mendapat tugas untuk mengambil foto bersama timnya di tempat-tempat tertentu yang sudah ditentukan dalam worksheet. Kemudian dilajutkan dengan kunjungan di Cluod Forest dan Flower Dome. Di kedua tempat tersebut para siswa dan guru banyak belajar mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dengan kelestarian alam. Singapura adalah salah satu negara yang cukup berhasil dalam menjaga keseimbangan tersebut.

Selasa tanggal 19 Maret rombongan kembali ke surabaya dengan pesawat Lion Air JT 105 pukul 08.45. Banyak sekali pelajaran berharga yang didapat para siswa serta guru dalam IEP kali ini. Beberapa pelajaran pentingnya adalah bahwa fasilitas yang tidak memadai ataupun sumber daya alam yang tidak memadai tidak selalu menjadi hambatan untuk bisa berkembang, justru hal tersebut dapat menimbulkan daya juang tinggi dan mental yang kuat. Kedua tidak ada keberhasilan yang didapat secara instan namun butuh perjuangan, kontroversi dan usaha yang keras untuk dapat mencapai keberhasilan tersebut. Ketiga, pembangunan haruslah diimbangi dengan pelestarian lingkungan karena tanpa itu pembangunan hanyalah bom waktu yang akan berakibat buruk bagi anak cucu kita semua.