,

Communicating: Social and Cultural Exposure Program 2017

SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, kembali menggelar sebuah acara Communicating  dari kegiatan Social and Cultural Exposure Program yang diselenggarakan di Desa Petung Ombo, Kediri pada tanggal 13-19 September 2017 yang lalu. Kegiatan hari Sabtu, 11 November 2017 pukul 08.00-12.00 WIB. Kegiatan Communicating ini diselenggarakan berkaitan dengan tahap Learning Cycles dalam tahap praktek Project Of Entrepreneurship  yang dilakukan oleh para siswa/siswi kelas 10 baik jurusan IPA maupun IPS.

Pada kesempatan kali ini, bentuk kegiatan communicating dikemas dalam sebuah kegiatan presentasi. Apa saja yang menjadi bahan presentasi para pesertanya, tidak lain adalah para siswa peserta kegiatan ini diwajibkan membuat Ethnografi yang sudah dipersiapkan selama 3 bulan yang diawali dari kegiatan exploring, planning, serta doing baik di sekolah maupun di Petung Ombo.

Persiapan pembuatan ethnografi kali ini, tergolong sangat sedikit sekali waktunya namun para siswa sangat berantusias sekali dalam mengerjakannya. Pada permulaan pembuatan ethnografi  ini, para siswa diminta untuk mengamati, mengumpulkan data serta menganalisa tentang beberapa aspek yang ada di Desa Petung Ombo. Diantara aspek Sejarah, Agama, Sosial Budaya, Ekonomi, Keanekaragaman Hayati, serta Teknologi.  Dari aspek-aspek tersebut, para siswa diminta untuk mengamati dan menganalisa fakta-fakta yang didapat pada proses exploring, planning serta doing dan dijadikan majalah ethnografi.

Proses penilaian  presentasi dalam communicating kali ini, SMA Kristen Masa Depan Cerah mengundang juri dari praktisi pendidikan, pendeta dan majelis dari GKJW, serta alumni SMA MDC dari berbagai angkatan.

 

Liputan : Tri Setyanto, S.Pd (PIC Comm Live In 2017)

Foto : Margareth Ayu Anggraeni, S.Sos., M.P

 

,

Photography Competition Live in Petung Ombo 2017

Pameran Fotografi kali ini diadakan di MDC Campus Citraland, pada hari Sabtu, 11 November 2017 pukul 10.00-12.00 dihadiri oleh seluruh siswa kelas 10 dan orang tua. Dengan diikuti oleh 9 kelompok live in yang mengikutsertakan 3 foto yang telah dipilih secara seksama untuk lomba fotografinya. Dalam pelaksanaannya, sebelum berangkat Live in para siswa dibekali beberapa teknik foto oleh guru pengajar yang juga berprofesi sebagai fotografer yaitu Mr. Fenansius Nahak.

Lomba yang diselenggarakan oleh SMA Kristen Masa Depan Cerah bekerjasama dengan Alfalink Study Overseas  ini mengusung tema Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. “Lomba Fotografi kali akan memusatkan pencarian foto pada kegiatan live in di Petung Ombo sesuai dengan temanya Human Interest. Anak-anak diharapkan secara detail dan fokus mencari obyek foto yang menarik dan memiliki cita rasa yang mewakili budaya di desa tersebut,” ujar Mr. Ketut Sukadana, Panitia Lomba Fotografi tahun ini.

Merupakan sebuah kebanggaan bagi Samantha Olivia Grace siswi kelas X IPS 1 yang kali pertamanya meraih 1st Winner di lomba fotografi.  Dalam fotonya yang bertemakan Human Interest dan Kearifan Lokal di Desa Petung Ombo. Foto bergambarkan anak SD yang sedang belajar di kelasnya menjadi favorit para peserta pameran foto di MDC Campus. Demikian juga kebahagiaan juga terpancar dari raut wajah Kimmy Rayfonzo Lumintang siswa kelas X IPS 2 yang menyabet 1st Runner Up dengan foto siswi SD yang hendak melakukan smash saat bermain bola voli. Tidak lupa juga Graciella Aileen Nathaly siswi kelas X IPA 2 yang besukacita karena semula tidak menyangka mendapatkan 2nd Runner up. Fotonya menarik karena menceritakan sesuatu yang bersifat jurnalistik, foto warga yang sedang membangun rumah terlihat menceritakan kerjasama warga di foto tersebut. “Puas melihat hasil karya para siswa yang memfoto kali ini, mereka sangat antusias dalam hunting foto dan hasilnyapun Luar biasa!,” kata Mr. Francisco, Ma’am Lia Widya dan Ma’am Purwestri Sabatlila (pembimbing kelompok).

Maam Liem Sioe Ie, Kepala Sekolah mengaku sangat bangga dengan para peserta yang bisa membuktikan untuk terus berprestasi di bidang fotografi. Menurutnya anak-anak ini adalah anak yang memiliki keinginan dan motivasi yang tinggi untuk terus mencoba dan berlatih. Beliau menuturkan bahwa lomba ini adalah sesi akhir dari runtutan kegiatan live in yang sangat membutuhkan fokus, konsentrasi serta pemikiran yang luar biasa.

“Anak-anak MDC luar biasa, mereka merupakan generasi muda yang cukup kreatif dan bisa dilatih dan dikembangkan kemampuan fotografinya. Perlunya latihan mencari obyek foto yang bisa menceritakan kisah di foto tersebut dan belajar juga pada fotografer profesional yang ada di sekitarnya. Ada banyak foto bagus yang saya berikan penilaian, namun hanya dipilih 3 juara kali ini. Merekalah yang bersungguh-sungguh secara sabar dan detail dalam mengambil gambar fotonya sesuai temanya Human Interest. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat bagi yang menjadi pemenang. Tetaplah berusaha untuk mengasah keahlian kalian dalam fotografi,” salah satu penuturan dari Bapak Anton Gautama selaku juri dari lomba fotografi.

Liputan : Tri Setyanto, S.Pd

Foto : Margareth Ayu Anggraeni, S.Sos., M.P

Ketika Tuhan Seakan-akan Berdiam Diri

Jajang Sutrisna yang berusia 41 tahun ditemukan tewas gantung diri pada tanggal 17 September 2017 di kontrakannya di daerah Cawang, Jakarta. Jajang nekat bunuh diri diduga karena permasalahan ekonomi dan rumah tangga. Jajang tidak memiliki pekerjaan dan tidak mampu menafkahi keluarganya. Selain itu Jajang sempat bertengkar dengan sang istri yang tinggal di Bandung. Jajang ditemukan dalam keadaan tergantung oleh anaknya yang baru tiba di rumah kontrakannya.

Kisah Jajang mengingatkan kita bahwa kesulitan hidup dapat melemahkan iman kita sehingga kita dapat mengambil keputusan yang salah. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menyadari pentingnya memiliki sikap hati yang benar ketika kita menghadapi kesulitan di dalam kehidupan kita. Yohanes Pembaptis juga mengalami masa sulit dimana dia dimasukkan ke dalam penjara karena menegur Herodes yang mengambil Herodias, istri saudaranya, sebagai istrinya. Di dalam Matius 11:2-3, Firman Tuhan mencatat bagaimana sikap Yohanes Pembaptis sebagai berikut: Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yohanes Pembaptis adalah orang yang membaptis Tuhan Yesus dan mengenal siapa Yesus. Dialah yang ditugaskan Tuhan untuk mengabarkan kedatangan Mesias. Namun di saat mengalami kesukaran ternyata Yohanes pembaptis sempat ragu bahwa Yesus adalah mesias. Hal ini dapat terjadi dengan setiap kita. Kesukaran yang kita alami mungkin dapat melemahkan iman kita. Kita merasa Tuhan seakan-akan berdiam dan tidak melakukan apa-apa untuk menolong kita. Kita mulai meragukan Tuhan. Meskipun demikian, Tuhan sesungguhnya tidak berdiam diri. Tuhan tetap peduli, mengasihi dan berkerja di dalam diri kita. Oleh karena itu, apapun kesulitan Anda, jangalah Anda melarikan diri dan meninggalkan Tuhan. Namun tetap percaya kepada Tuhan yang tidak akan tinggal diam terhadap kesulitan yang Anda alami.

Renungan dan Penerapan

Apakah yang dapat melemahkan iman Anda?
Kesulitan apakah yang pernah Anda alami sehingga Anda sempat meragukan Tuhan?

Pokok-pokok Doa

Mohon ampun kepada Tuhan jika Anda pernah meragukan Tuhan di dalam menolong Anda.
Mohon kekuatan dari Tuhan untuk tetap percaya kepada-Nya di saat Anda mengalami masa-masa sulit.

Jeffrey Kurniawan

,

Parents Seminar “Memerangi Bullying di Kalangan Remaja”

Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017 diadakan Talkshow bagi para orang tua untuk memerangi bullying di kalangan remaja berlangsung di ruang kantin, MDC Campus Citraland pukul 08.00-10.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih kurang 250 para orang tua dari SMP dan SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya. Pembicara talkshow adalah Bapak Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.A (dosen Fakultas Psikologi, Universitas Ciputra Surabaya).

Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain dengan maksud membahayakan fisik maupun emosional seseorang. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Bapak Drs. Sinung Harjanto, S.Th. M.A dalam sambutannya menyampaikan bahwa perilaku bullying seakan dipandang sebelah mata oleh masyarakat sehingga masih sedikit yang menyadari bahaya bullying. Saat ini dibutuhkan kesadaran bagi semua pihak untuk mengetahui dan memahami perilaku bullying.

Diharapkan dari seminar ini dapat membuka komunikasi anak dan orang tua, guru dan siswa, serta orang tua dan guru untuk mengantisipasi perilaku bullying. Serta sebagai upaya antisipasi dini untuk meminimalisir tindakan bullying, khususnya di Sekolah Masa Depan Cerah Surabaya.

Tidak jarang banyak orang tua yang ingin mengutarakan pertanyaan dan komentar tentang bullying ini, namun oleh karena keterbatasan waktu tidak semua tersampaikan. Akan tetapi para orang tua tetap menyambut baik dan positif kegiatan ini, mengingat tindakan bullying dapat terjadi di sekitar mereka.

(Tri Setyanto, S.Pd – Guru BK SMA)