Janji Yang Mustahil

Kecepatan terbang maksimal dari seekor lalat yang pernah tercatat adalah 32 kilometer per jam. Namun jika lalat tersebut berada di dalam sebuah mobil yang memiliki kecepatan 100 kilometer per jam maka lalat tersebut memiliki kecepatan yang sama dengan mobil dimana lalat tersebut berada. Suatu kecepatan yang sangat mustahil dimiliki seekor lalat jika menggunakan kemampuan terbangnya sendiri. Lalat tersebut mungkin menjadi lalat yang paling beruntung karena dapat memiliki kecepatan hingga 100 kilometer per jam. Bahkan Lalat tersebut akan menjadi lalat yang tercepat dibandingkan dengan lalat lainnya di luar mobil. Yang harus dilakukan oleh sang lalat adalah tetap berada di dalam mobil tersebut dan mengijinkan mobil tempat ia berada membawanya lebih jauh.

Demikian juga dengan hidup kita. Seringkali kita merasa rencana atau janji Tuhan adalah sesuatu yang mustahil untuk kita dapatkan karena keterbatasan diri kita. Yang harus kita lakukan adalah tetap percaya dan tetap tinggal di dalam rencana Tuhan sampai Tuhan menggenapinya. Hal yang sama juga dialami oleh Abraham. Di dalam Roma 4:19-21, Firman Tuhan mencatat bagaimana sikap Abraham terhadap janji Tuhan sebagai berikut: Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Dari Firman Tuhan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kondisi Abraham dan istrinya Sarah tidak memungkinkan bagi mereka untuk mendapatkan janji Tuhan yaitu memiliki keturunan. Usia Abraham yang sudah mencapai seratus tahun dan keadaan Sarah yang sudah mati haid membuat rencana Tuhan serasa mustahil. Namun Abraham tidak bimbang karena keadaan dirinya dan istrinya. Abraham tetap percaya kepada Tuhan yang berkuasa untuk melaksanakan janji-janji-Nya. Demikian juga dengan setiap kita. Janganlah kita bimbang dan lemah karena keadaan kita ataupun keadaan di sekitar kita. Sebaliknya kita teguhkan kepercayaan kita kepada Tuhan karena Dia adalah pribadi yang maha kuasa sehingga tidak pernah gagal untuk melaksanakan janji-janji-Nya bagi kita.

Renungan dan Penerapan

  1. Bagaimana sikap yang perlu Anda miliki ketika janji Tuhan serasa mustahil bagi Anda?
  2. Apakah dasar bagi Anda untuk tetap percaya dan tinggal di dalam rencana Tuhan meskipun serasa mustahil?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan karena Dia memiliki rencana yang besar bagi hidup Anda terlepas dari keadaan Anda saat ini.
  2. Berdoa agar Anda tetap di dalam rencana Tuhan terlepas dari keadaan Anda saat ini.

 

Jeffrey Kurniawan

Percaya Terhadap Rencana-Nya

Anson Hui seorang anak yang berumur 11 tahun. Dia didiagnosa terkena penyakit Glycogen Storage Disease dimana tubuhnya tidak dapat menyimpan gula. Akibatnya Anson secara berkala harus diberi makanan melalui pompa khusus yang dihubungkan dengan tabung di perutnya. Anson juga mengalami kesulitan berbicara sehingga menjadi korban bullying di sekolahnya. Ansonpun bertanya mengapa Tuhan mengijinkan dirinya ada di dunia ini. Ternyata Anson menemukan bahwa dia memiliki suatu karunia atau kemampuan khusus yaitu dapat mendengarkan nada-nada dengan sangat baik. Bahkan Anson dengan cepat dapat mengingat serta menguasai music klasik yang kompleks seperti karya Mozart. Ansonpun mendapatkan berbagai penghargaan. Ansonpun menemukan kedamaian di dalam Tuhan yang setia serta tidak menyesal hidup di dunia ini.

Ketika kita diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang berat di dalam kehidupan ini, kita merasa putus asa dan tidak ada harapan. Kitapun mempertanyakan rencana Tuhan di dalam kehidupan kita. Memang kita seringkali tidak memahami rencana Tuhan di dalam kehidupan kita. Namun di saat-saat itu yang kita perlukan adalah tetap percaya kepada Tuhan dan rencana-Nya. Hal ini yang dilakukan oleh Abraham seperti yang tercatat di dalam Roma 4:20-21 sebagai berikut: Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Abraham mengetahui keterbatasan dirinya yang sudah berusia seratus tahun dan keterbatasan Sara yang sudah tidak mungkin punya anak. Namun semuanya itu tidak membuat Abraham meragukan janji atau rencana Tuhan terhadap dirinya. Bahkan imannya diperkuat karena Abraham yakin Tuhan sanggup melaksanakan rencana-Nya. Demikian juga dengan kita, tantangan sesulit apapun yang sedang kita hadapi seharusnya jangan membuat kita bimbang atau goyah terhadap Tuhan dan rencana-Nya. Dia adalah Allah yang tak pernah gagal di dalam melaksanakan janji-janji-Nya yang Dia sediakan bagi umat-Nya.

Renungan dan Penerapan

  1. Apakah yang harus Anda lakukan di saat Anda tidak memahami rencana Tuhan bagi hidup Anda?
  2. Hal-hal apa yang menyebabkan Anda sulit mempercayai janji Tuhan bagi kehidupan Anda?

Pokok-pokok Doa

  1. Mohon ampun kepada Tuhan jika Anda bimbang terhadap kemampuan Tuhan untuk melaksanakan janji-Nya.
  2. Minta Roh Kudus untuk menguatkan Anda agar tidak bimbang terhadap janji Tuhan.

 

Jeffrey Kurniawan

Rencana Tuhan

Berdasarkan data dari majalah Forbes, di tahun 2017 orang terkaya ketiga di dunia adalah Jeff Bezos. Jeff memiliki harta kekayaan sebesar 72,8 Milyar dollar atau setara dengan 968 trilliun rupiah. Jeff merupakan pendiri perusahaan belanja Online terbesar di dunia yaitu Amazon.com. Di tahun 2015, Amzon.com tercatat menyediakan 877 Juta jenis barang dan berhasil memperoleh pemasukan sebesar 89 milyar dollar di tahun tersebut. Setiap tahun, Jeff Bezos selalu menulis surat di awal laporan tahunannya kepada para pemegang saham yang mengingatkan bagaimana Amazon berkomitmen untuk memiliki rencana investasi jangka panjang daripada sekedar mengambil keuntungan jangka pendek.

Jika manusia memiliki rencana jangka panjang bagi kemajuan perusahaan dan juga para pemegang saham apalagi Tuhan. Tuhan memiliki rencana bagi kehidupan kita. Di dalam Yeremia 9:11, Firman Tuhan mencatat sebagai berikut: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dari Firman Tuhan tersebut kita dapat menyimpulkan dua hal penting. Yang pertama adalah Tuhan memiliki rencana bagi setiap kita. Tuhan tidak pernah terkejut ataupun asal-asalan. Tuhan bertindak sesuai dengan rencana-Nya. Hal yang kedua adalah Tuhan bukan hanya sekedar memiliki rencana tetapi rencana Tuhan selalu baik adanya bagi setiap kita. Oleh karena itu kita harus percaya terhadap rencana Tuhan dan hidup di dalam rencana-Nya.

Renungan dan Penerapan

  1. Mengapa Tuhan memiliki rencana di dalam kehidupan Anda?
  2. Bagaimana rencana Tuhan bagi kehidupan Anda?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan karena Dia memiliki rencana yang indah bagi Anda.
  2. Mohon tuntunan Tuhan agar Anda hidup di dalam rencana-Nya.

 

Jeffrey Kurniawan

Memiliki Tetapi Tidak Mengetahui

William Randolph Hearst , pemilik Hearst Castle yang terkenal di California Amerika Setikat adalah seorang pengusaha kaya raya penerbit banyak surat kabar kenamaan pada zamannya. Suatu saat ia membaca ulasan tentang sebuah lukisan . Selesai membacanya ia menjadi sangat ingin memiliki lukisan tersebut dan mengutus orang-orangnya untuk mencari lukisan ini dan membelinya. Tetapi setelah berusaha mencari kemana-mana mereka tidak dapat menemukannya . Setahun kemudian, tiba-tiba, salah satu pegawainya mendatanginya dan mengatakan kepadanya bahwa lukisan itu akhirnya ditemukan. Mendengar itu dengan gembira ia bertanya di mana dia berhasil menemukannya. Karyawannya berkata, “Lukisan itu ada di gudang bawah tanah Anda. Anda sudah memilikinya sejak bertahun-tahun. ” Rupanya Mr. Hearst sekalipun memiliki banyak harta kekayaan, ia sendiri tidak pernah tahu apa saja kekayaan yang dimilikinya sehingga ia masih berusaha mencari apa yang sebetulnya sudah menjadi miliknya sejak lama.

Banyak orang percaya menjalankan hidup mereka dengan tidak sepenuhnya memahami berkat apa saja yang tersedia bagi mereka di dalam Kristus. Salah satu berkat besar yang perlu kita pahami ialah bahwa Dia Tuhan merupakan pribadi yang tidak dapat menyangkal diri-Nya. Ia tidak seperti manusia yang mudah menyangkal dan berdusta. Oleh karenanya maka kasih setia-Nya kekal selamanya, janji-Nya tidak akan pernah berubah.

Alkitab mengatakan bahwa: Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada (Mazmur 119:89-90). Janji Firman Tuhan tetap teguh tidak berubah. Kesetiaan Tuhan tetap kekal selamanya. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, janji-Nya tidak akan pernah berubah, kasih setiaNya selama-lamanya. Karena itu di dalam Dia kita aman dan kokoh, sebab Ia Tuhan yang dapat dipercaya dan diandalkan selama-lamanya.

Renungan dan Penerapan

  1. Tahukah saudara berkat apa saja yang ada di dalam Kristus bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya?
  2. Mengapa kasih setia-Nya dan janji-Nya yang tidak akan berubah selama- lamanya merupakan berkat besar bagi kita yang percaya?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan yang kasih setia-Nya dan janji-Nya kepada kita tidak berubah selamanya.
  2. Berdoalah kepada Tuhan agar Roh Kudus senantiasa menolong kita untuk menyadari janji dan kesetiaan-Nya yang tidak akan pernah berubah, kekal selamanya.

 

Petrus Nawawi, M.A.

,

Workshop Gen Z di era Industri 4.0

Pada hari Senin, 16 Oktober 2017 di Ruang Media MDC Campus, Personal Development Program SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya bekerja sama dengan Program Studi Teknik Industri Universitas Pelita Harapan Surabaya memberikan seminar mengenai gen Z di era Industri 4.0 bagi seluruh siswa kelas 11. Pembicara dalam kegiatan ini adalah Lusia Permata Sari Hartanti (dosen UPH Surabaya) dan Christofel Angelo (Chello). Chello sebagai salah satu alumni Teknik Industri yang sukses dalam bidang Branding Konsultan, membagikan pengetahuan 10 karakter penting yg diperlukan siswa dalam berkarir di masa mendatang. Dalam perjalanan karirnya, Chello telah berhasil membawa Brand Excelso Coffee Indonesia meraih penghargaan 1st Digital Brand Award Indonesia, 1st Indonesia’s choice award – coffee shop category dan 3rd most outstanding campaign & marketing strategy. Selain itu Chello juga memegang beberapa brand ternama lainnya seperti Graha Natura, The Rosebay, Spazio dan Spazio Tower yang merupakan project dari Intiland Surabaya.

            Dari kegiatan ini diharapkan para siswa memiliki pengetahuan yang tepat dalam hal menyikapi  generasi Z di era industri 4.0. Siswa diharapkan mampu untuk menyesuaikan diri dengan baik pada masa-masa penggunaan media elektronik ini, khususnya sosial media yang saat ini sedang berkembang. Bukan malah terpengaruh dalam hal-hal yang negatif, tetapi justru memanfaatkan perkembangan media elektronik ini dengan hal-hal yang berguna bagi masa depan mereka.

(Tri Setyanto, S.Pd – Fasilitator Pedevpro)

Kesetiaan Yang Tidak Berakhir

Arthur Winston adalah teladan dari kesetiaan. Dia dikenal karena semangat kerjanya, ketepatan waktu, dan umur panjangnya. Rekan kerjanya menyebut dia sebagai “Mr. Reliable (Dapat diandalkan)”. Winston bekerja untuk Otoritas Transportasi Metropolitan (MTA) dan perusahaan pendahulunya selama 76 tahun, dengan hanya melewatkan satu hari tidak bekerja yaitu pada saat pemakaman istrinya pada tahun 1988. Winston meninggal, sebulan setelah pensiun pada hari ulang tahunnya yang ke 100. Winston meninggal dalam tidurnya. di rumahnya. Dalam hidupnya Winston telah meninggalkan warisan besar, bukan berupa harta benda namun berupa suatu keteladanan yang luar biasa dalam bekerja. Wakil C.E.O dari Otoritas Transportasi Metropolitan , John Catoe memuji pelayanan Winston, mengatakan, “Kehidupan Arthur Winston akan tetap dikenang sebagai contoh dedikasi yang tak tertandingi dan komitmen terhadap keunggulan . Sikap hidupnya telah menjadi simbol kebanggaan dari etika kerja Amerika.” Winston adalah seorang pekerja setia, seorang yang bisa diandalkan oleh perusahaannya. Tetapi ia telah mati dan semua kesetiaannya dan kinerja unggulnya hanya tinggal kenangan.

Tidak demikian dengan kesetiaan Tuhan. Dia tidak hanya setia selama 76 tahun atau 100 tahun, tetapi Ia tetap dan selalu setia selama-lamanya. Alkitab mengatakan :” Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. “ (Yesaya 40:8) Apa yang ada di dunia ini semuanya bisa berubah , tidak ada yang tetap teguh dan kekal. Satu-satunya yang tidak bisa berubah adalah kasih setia Tuhan kepada kita umat-Nya. Kalaupun kita tidak setia maka Tuhan tidak dapat menjadi tidak setia juga, Ia akan tetap setia karena Ia tidak dapat menyangkal dirinya sendiri. Firman Tuhan menegaskan bahwa : “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun” Mazmur 100:5. Kasih setia Tuhan adalah selama-lamanya , tidak akan berakhir sekalipun bumi berguncang sekalipun kita berubah, Ia tetap tidak berubah.

Karena kesetiaan-Nya tidak berubah dan tidak berakhir maka kita dapat tetap teguh mempercayai janji-janji-Nya. Kita patut bersyukur bahwa karena kesetiaannya maka kita tahu bahwa semua janji-Nya untuk kita pasti akan digenapi-Nya. Karena kesetian-Nya maka tidak ada yang perlu kita takutkan, sebab Ia senantiasa dapat diandalkan dalam segala keadaan. Seperti dikatakan oleh Firman Tuhan : “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok”. Mazmur 91:4. Jangan berhenti mengandalkan Dia , apapun yang kita alami, karena kasih setia-Nya menjadi perlindungan yang aman bagi kita.

Renungan dan Penerapan

  1. Seberapa panjangkah kesetiaan Tuhan di dalam hidup kita?
  2. Apakah yang menjadi jaminan bagi kita untuk dapat terus hidup dalam perlindungan Tuhan yang aman?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan yang dapat kita andalkan yang kesetiaannya tidak pernah berakhir.
  2. Berdoalah agar Roh Kudus senantiasa menolong kita untuk kita tetap setia kepada Tuhan.

 

Petrus Nawawi, M.A.

Bersyarat Vs Tanpa Syarat

Apapun yang ingin kita peroleh dan miliki, pasti ada syaratnya sendiri-sendiri. Contohnya bila kita ingin memiliki sebuah rumah maka kita harus membayar seharga rumah tersebut dan juga membayar pajak dan biaya-biaya lainnya. Demikian juga bila kita ingin menjadi dokter, maka syaratnya kita harus sekolah kedokteran dan lulus. Untuk bisa lulus tentunya kita juga harus mengikuti semua syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika kita ingin memiliki kartu kredit sebuah bank tertentu maka kita harus memenuhi semua syarat yang ditetapkan oleh pihak bank. Seperti itulah yang terjadi sebagai norma di dunia ini. Ada banyak syarat yang harus ditaati di dunia ini, selalu ada timbal balik yang bersyarat.

Alkitab menuliskan bahwa “Benarlah perkataan ini: “Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” 2 Timotius 2: 11-13. Ayat 11 dan 12 masih cocok dengan akal manusiawi kita, karena semuanya ada timbal balik bersyarat, bila mau hidup harus rela mati, bila mau memerintah bersama Kristus harus tekun, dan seterusnya. Tetapi ayat selanjutnya dikatakan : jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. Hal ini tidak cocok dengan akal manusiawi kita yang selalu berpikir timbal balik bersyarat, sebab dikatakan kalaupun kita tidak setia maka Tuhan akan tetap setia kepada kita. Itulah Allah Tuhan kita, kasih dan kesetiaan-Nya tidak menuntut syarat apapun. Tidak peduli bagaimana keadaan kita, Ia tetap mengasihi kita apa adanya tanpa syarat.

Dia adalah Allah, tidak sama seperti kita, Ia tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri. Bukan tidak mau menyangkal tetapi tidak bisa menyangkal sebab memang demikianlah kodrat-Nya sebagai Allah. Tuhan selalu setia kepada kita dalam keadaan apapun, karena itu mari kita hargai kesetiaan Tuhan yang tanpa syarat dengan terus setia mengikuti Dia. Kalaupun ada saat kita tidak setia kepada-Nya, ketahuilah bahwa Ia tetap setia kepada kita. Apapun yang terjadi tetaplah selalu kembali kepada-Nya dan terimalah kasih-Nya yang tak bersyarat.

Renungan dan Penerapan

  1. Apakah ada syarat tertentu agar kita dapat senantiasa hidup dalam kasih setia Tuhan?
  2. Bagaimana seharusnya kita meresponi kasih setia Tuhan kepada kita yang tanpa syarat itu ?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan karena Ia adalah Allah yang mengasihi kita umat-Nya tanpa syarat.
  2. Berdoalah kepada Tuhan memohon agar Roh Kudus menolong kita untuk selalu berpegang teguh kepada kasih setia Tuhan yang tak bersyarat .

 

Petrus Nawawi, M.A.

,

2nd Winner of BEST Challenge 2017 Prasetya Mulya University Jakarta

Preparation. After qualifying the regional selection, we were very pleased with the results. We then strive to do better in the main event, our spirit burn, wanting to do the best. After receiving the case study for the main event, we were quite shocked because it was not what we expected. It was quite difficult and confusing at first, but we tried to understand the problem. We started to gather together at the 19th of August in our leader’s house, Vanessa. At first, we tried to understand, what is the problem, what is the case study’s message. After trying to figure it out, we kind off got the point of the case study. By then, we tried to find solutions. We concluded that by using the 5W + 1H template, it will be easier for us to find the perfect solution for this problem. We want to find the perfect solution, so in the beginning, we just throw ideas and thoughts that we could think of and might fit the solution. Then, we picked one, and left the rest. We started researching for important datas, and statistics. We browsed the web throughly to find datas that can sync with our solution, for instance the percentage of people who do not have bank account, and many more. Suddenly, one of our team member, Gracia, suggested that we use a large paper to draw a mind map. We then stick 5 large papers on the wall, and start drawing mind map, write informations using the 5W + 1H. It turned out to be very helpful for our team. Day by day, we tried to perfect our idea, find flaws, add details, and many more. This continued from the first day we did our preparation, until the day before the flight. We worked full-day from morning to around 10PM in the night. It was quite a tiring experience, but worth the sweat. We are glad we did our preparation like so.
 

When we first got into this competiton we thought that this was gonna be a business plan and no add ons. So when we got to the next round and found out about the best race we thought that its not gonna be a big part in our score. We didnt really think about it until when he have to do it. Unlike usual rally games’s where we go from one post to the other post, in this race we were given a flashdisk that consist the next clue to the next place and in order to open that flashdick we need to go back to tha data base. So instead of going on the fastest route we have to go back to back to the data base. in that time we almost think that this is immposible. We already lack energy due to lack of sleep because our flight was so early which is a takeaways for us. At first our “guru pendamping” Mr. Tri already said that he will just stay and do not follow our journey because he does not want to be an extra baggage for us. But we insist that we really need him to help us pass this test. Long story short after all the running we have done we have reach the sixth post. Because theres is only six clue we think that that is the last post, but turn out its not so we run agian and finished the seventh post. When we finished we go back to the data base and saw that there were already three group before us, which means that we are in the fourth place. But apparently there have been a misunderstanding that the commitee didn’t write our group. When we clarify it the commitee said that we are in the first place beacuse they misunderstand our first encounter with them when we justify how many post there is. Yes we could just take the throne and become the first palce in the competition. But that is not the wright thing to to. We belive that God had made us go to Tangerang and we really put God in every aspect in this competition. So we told them the truth that we arrive in the fourth place. After all this is His making not us.
 

Thus, came the time for us to present the materials we’ve prepared a week before. The procedure of the competition forced us to use the slides that we have in a Power Point format. In which what we had was Keynote, so we drilled to work converting slides to videos to put into the Power Point, with the help of Jonathan Marco, of course. Basically, we came prepared for the worst. We gave the file to our Laison Officer and hoped for the best for thus converted file.
 

It came to our turn to present, in which we were very nervous. We prayed like any normal group of terrified kids would do. Together, we asked for God’s wisdom and guidance. We went into the presentation room, Vanessa’s heels clacking down the floor representing out repetitive heartbeat. Three judges sat before us, two were smiling, one was rather quiet. We eased our way towards the room computer, and clicked our file while crossing our fingers. Well, the file did opened. But when Gracia started her introduction, the animation wouldn’t move. This was the point where all three of our faces went white. We sort of resembled zombies.
 

Since the file crashed, the committe took the blame and we were allowed to use our own laptop without any points or time consumed. We proceed to present our ideas in which the judges surprisingly gave good feedbacks.
 

We then proceed to go back to the hotel and prepare for the Gala Dinner. Gala Dinner is basically where our parents, teachers and other contestants gather into one huge hall, where the awarding night would be held. Our parents came to support us, in which they looked pretty confident that we would win this. It’s obvious when they took out their phones at any given time of ANY awarding announcement. We were called into the hall one by one, and sat down with other contestants. We met alot of people there, and made new friends. We also had dinner together and sat down to discuss our university plans for the futuren.
 

Then, the moment came. The awarding ceremony. We were all excited for the announcement. Yes, we were anxious, but we didn’t feel like we failed. Because, we knew we did our very best, and it is up to God to do the rest.
 

They projected unto the screen a bunch of scores without the team names. It came to Gracia’s attention that our score seemed to be on the second position of the list. The drum roll began, our parents’ phones were up in the air. That was when our team name was called upon the stage. We were so grateful for the achievement that God had entrust to us. Also, towards the lessons along the journey that He provided for us. Therefore, we give back all this victory to Him only.
 

TBOX members : Gracia Tumakaka, Emanuella Vanessa, Roderrick Soetarso
Mentor : Tri Setyanto, S.Pd

 

 

Dimensi Yang Lain

Bila kita nonton film 3D (tiga dimensi) di bioskop, biasanya kita diberi kacamata khusus agar dapat melihat gambar 3D dengan jelas. Tanpa kacamata khusus kita tidak dapat melihat gambaran yang jelas sehingga kita tidak dapat menikmati film yang kita tonton tersebut. Alat itu diberikan supaya kita dapat melihat gambaran yang indah dari film 3D tersebut dan mengerti alur ceritanya dengan jelas. Tanpa alat itu sekeras apapun usaha kita untuk melihat film 3D akan selalu gagal karea gambar 3D nya tidak akan muncul sehingga yang kita lihat gambar yang tidak bisa dimengerti. Masalahnya karena tanpa kacamata khusus tersebut maka kita hanya mampu melihat dari satu dimansi saja, padahal kacamata khusus itu diberikan untuk menolong kita dapat melihat dari dimensi yang lengkap sehingga kita bisa menikmati gambar 3D dengan jelas.

Demikian juga dengan kehidupan kita , banyak orang yang tidak juga mengerti tentang kehidupan ini karena melihat dan menilainya hanya dari satu dimensi saja yaitu dimensi manusiawi. Kita melihat tetapi tidak juga mengerti karena hanya melihat dalam 1 dimensi saja, tidak lengkap, akibatnya kita gagal paham dan tidak mengerti. Untuk dapat mengerti maka kita harus melihatnya dari dimensi yang lengkap yaitu dimensi pengenalan kita akan Allah. Salah satu dimensi yang perlu kita ketahui tentang Allah ialah bahwa Dia tidak dapat menyangkal dirinya sendiri.

Alkitab mengatakan bahwa : Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. 2 Timotius 2 : 13. Inilah dimensi lain yang berbeda dgn dimensi manusiawi kita yang harus kita ketahui dan kenal baik untuk kita bisa mengerti dgn jelas ttg kehidupan ini. Allah berbeda dengan kita, Ia tidak dapat menyangkal dirinya sendiri. Dan karenanya kita tahu dengan pasti bahwa janji-Nya, kasih-Nya, kesetiaan-Nya tidak akan pernah berubah di dalam hidup kita. Kalaupun kita tidak setia kepada-Nya, Ia tetap tidak berubah setianya pada kita karena Ia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri.

Renungan dan Penerapan

  1. Mengapa kita seringkali gagal paham tentang apa yang terjadi di dalam hidup kita?
  2. Mengapa Allah tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukurlah karena Tuhan tidak dapat menyangkal dirinya , sehingga karenanya kasih dan kesetiaan-Nya atas kita umat-Nya tidak dapat berubah selama-lamanya.
  2. Berdoalah agar apapun yang terjadi dalam hidup kita, Roh Kudus menolong kita untuk selalu kembali berbalik kepada Tuhan karena kasih-Nya terhadap kita tidak pernah berubah.

 

Petrus Nawawi, M.A.

International Exposure Program 2017

IEP (International Exposure Program)is a learning program held in Singapore for the 11th graders of MDC High School. Through this program, students are able to learn a lot, especially with regards to technology, transportation, economy, education, and environmental cleanliness.

Some places visited during the program include Newater, LTA, Gardens By The Bay, Singapore City Gallery, National Museum, Envision Gallery, Labrador Park, SIM GE and PSB campus. Through this program, it is expected that students will be able to analyze how the world has developed in all aspects and to apply the information they have gained in their daily lives.