Hidup Dalam Damai Sejahtera

Salah satu hal yang masih saya ingat waktu Sekolah Menengah Pertama dulu, ayah saya mempunyai kebiasaan tidur paling malam. Ia selalu mengecek pintu-pintu rumah, memastikan semuanya sudah terkunci dengan baik. Dengan demikian setiap malam ketika kami anak-anaknya beranjak tidur, kami dapat tidur dengan tenang, tidak perlu gelisah dan takut karena pasti semua pintu rumah sudah terkunci sehingga pencuri tidak akan mudah masuk ke rumah. Menurut ibu, kebiasaan ayah tersebut sudah berlangsung sejak mereka menikah, karena ayah mau memastikan bahwa seisi rumah dapat tidur dengan nyaman tanpa perlu kuatir ada pintu rumah yang masih belum terkunci.

Lebih dari rasa aman karena pintu rumah sudah dikunci dengan baik oleh karena kebiasaan yang dilakukan seorang ayah yang bertanggung jawab, Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik telah bertindak untuk memelihara, menuntun dan melindungi umat-Nya dari segala marabahaya yang mengancam. Memastikan bahwa setiap umat-Nya dalam keadaan aman dan hidup dalam damai sejahtera. Firman Tuhan dalam Yeremia 29:11 berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Umat Tuhan yang menjalani kehidupan dalam rancangan Tuhan akan hidup dalam damai sejahtera yaitu hidup dengan memiliki jaminan masa depan yang pasti karena Tuhan, gembala yang baik, yang memelihara dan melindungi umat-Nya. Ketika menghadapi krisis atau tantangan hidup yang menakutkan, setiap orang percaya dapat memegang janji Tuhan bahwa dalam perlindungan-Nya umat Tuhan tetap dapat hidup dalam damai sejahtera. Dengan hidup dalam perlindungan Tuhan yang sempurna, umat Tuhan akan hidup dalam damai sejahtera dan memiliki hari depan yang penuh harapan.

Renungan dan Penerapan

  1. Dengan hidup dalam perlindungan Tuhan yang sempurna, apakah yang akan dialami oleh orang percaya?
  2. Menurut Anda, apakah yang menyebabkan orang percaya memiliki jaminan masa depan yang pasti?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan Yesus yang mempunyai rancangan damai sejahtera dan yang memberikan hari depan yang penuh harapan dalam hidup Anda.
  2. Mohon pertolongan Roh Kudus agar Anda senantiasa mengalami kehidupan yang limpah dengan damai sejahtera.

 

Ir. Yusak Toto

Bertindak Untuk Memberkati

Ayah Menyayangi Tanpa Akhir adalah judul novel karya penulis Kirana yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Arjuna digambarkan sebagai pria yang bertanggung-jawab dengan pilihan hidupnya, meninggalkan kehidupan keraton Solo yang penuh aturan dan memilih mencintai wanita keturunan Jepang dengan segala risikonya. Arjuna harus menjadi orang-tua tunggal karena ditinggal istri tercintanya yang meninggal dunia saat melahirkan anak tunggalnya yang diberi nama Mada. Novel ini menceritakan tentang Arjuna yang membesarkan anaknya mulai dari bayi hingga beranjak remaja dengan segala suka duka dan tantangan yang dihadapi seperti, menghadapi Mada yang sakit, mengantar Mada ke sekolah untuk memperingati hari Ibu, menghadapi berbagai perubahan fisik dan cara berpikir Mada yang mulai menginjak remaja, hingga sampai dewasa. Kisah tentang seorang ayah yang penuh kasih, dan dengan segala pengorbanan membesarkan, merawat dan melindungi anaknya.

Lebih dari seorang ayah yang mengasihi dan bersedia berkorban demi anaknya, Kitab suci memberikan kepada kita gambaran sifat dan karya Allah yang menyerupai seorang gembala. Namun lebih dari sekedar gembala, Allah adalah gembala yang baik. Firman Tuhan dalam Yehezkiel 34:15-16 berkata, “Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” Bukti dari kebaikan Allah sebagai gembala yang baik yaitu bersedia mengulurkan tangan-Nya memberikan perhatian dan perlindungan kepada kawanan domba-Nya. Sama seperti seorang gembala yang baik yang memelihara, menuntun dan melindungi kawanan dombanya, demikian juga Allah peduli kepada setiap umatNya. Dengan tindakan Allah, gembala yang baik, yang memelihara, menuntun dan melindungi kawanan domba-Nya maka setiap orang percaya dapat hidup dengan penuh damai sejahtera karena mempunyai masa depan yang cerah.

Renungan dan Penerapan

  1. Menurut Anda, seperti apakah tindakan gembala yang baik yang telah menolong kawanan dombanya?
  2. Apakah alasannya sehingga setiap orang percaya dapat mengalami kehidupan yang limpah dengan damai sejahtera?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan Yesus, gembala yang baik, yang telah bertindak untuk menolong dan memberkati kehidupan Anda.
  2. Mohon pertolongan Roh Kudus agar Anda senantiasa mengalami kehidupan yang limpah dengan damai sejahtera.

 

Ir. Yusak Toto

Mengenal Domba-Nya

Jabatan dan tugas wali kelas adalah jabatan yang sangat penting dalam peningkatan gairah belajar para murid. Wali kelas adalah guru yang paling dekat hubungannya dengan seluruh siswa yang ada di kelas bersangkutan. Hubungan tersebut tidak hanya sebatas hubungan guru dan siswa, namun juga mengembangkan bakat dan kemampuan setiap siswa sehingga dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Wali kelas bertindak untuk memastikan bahwa proses belajar dari setiap siswa tidak menghadapi kendala sehingga setiap siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik maka wali kelas perlu mengenal dengan baik setiap siswa di dalam kelas. Wali Kelas dapat mengenal setiap siswa dengan baik, karena memberikan waktu dan pikirannya untuk kemajuaan anak didiknya. Jika seorang murid menghadapi masalah dalam proses belajar mengajar maka wali kelas akan bertindak sebagai pembimbing untuk memberikan jalan keluar karena mengenal murid tersebut secara pribadi. Seorang wali kelas yang baik akan memberikan perhatian dan waktunya untuk dapat mengenal setiap muridnya.

Sebagai gembala yang baik, Tuhan Yesus pasti mengasihi dan bertanggung jawab atas setiap umat-Nya, Dia juga mengenal kawanan domba-Nya. Firman Tuhan dalam Yohanes 10:3-4 berkata, “Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.” Tuhan Yesus mengenal setiap umat-Nya, Ia tahu kelemahan dan kelebihan kita. Bahkan Ia mengenal kita jauh melebihi pengenalan kita terhadap diri kita sendiri. Tuhan Yesus, gembala yang baik, mengenal kita secara pribadi karena setiap kita berharga di mata-Nya. Kita tidak perlu ragu dan takut untuk datang kepada-Nya, untuk menyampaikan permasalahan dan tantangan yang sedang kita hadapi dalam hidup kita. Sebagai gembala yang baik, yang mengenal setiap kita, Tuhan Yesus tidak akan membiarkan kita menghadapi masalah dan tantangan seorang diri. Dia pasti memberikan jalan keluar dan menolong kita untuk dapat menang dari setiap masalah dan tantangan yang sedang kita hadapi.

Renungan dan Penerapan

  1. Mengapa orang percaya dapat mengalami kemenangan dalam setiap masalah dan tantangan yang dihadapinya?
  2. Menurut Anda, apa menjadi dasar bagi setiap orang percaya untuk tidak perlu ragu dan takut saat datang kepada-Nya?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan Yesus, gembala yang baik, yang mengenal Anda secara pribadi karena Anda berharga di mata-Nya.
  2. Mohon pertolongan Roh Kudus agar Anda dengan kerendahan hati dapat mempercayakan hidup Anda kepada Allah yang mengenal dan mengasihi Anda.

 

Ir. Yusak Toto

Gembala yang Bertanggung Jawab

Perbedaan budaya yang mencolok antara tradisi Yahudi dan Indonesia membuat banyak orang agak mengalami kesulitan untuk memahami peran seorang gembala. Di Indonesia, adalah pemandangan yang sudah biasa jika gembala berjalan di belakang kambing dombanya. Kawanan kambing domba itu dibiarkan mencari makan sendiri. Gembala seringkali tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi pada kawanan kambing dombanya. Jika ada bahaya, serangan binatang buas misalnya, bukan kambing domba yang lebih dahulu melarikan diri, melainkan justru gembalanya. Ini sangat berbeda dengan para gembala Yahudi yang biasa memikul tanggung jawab dan berdedikasi tinggi. Ia ada di depan domba-dombanya, sehingga pada waktu bahaya mengancam kawanan domba, si gembala yang menghadapi musuh terlebih dahulu.

Gambaran bahwa Yesus adalah gembala yang baik, harus kita pahami dengan cara pandang budaya Yahudi. Tuhan Yesus, gembala yang baik, telah membuktikan kasih-Nya dan bertanggung jawab atas kehidupan kawanan domba-Nya. Firman Tuhan dalam Yohanes 10:11-13 berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.” Gembala yang baik memimpin kawanan domba ke padang yang berumput hijau, ke air yang tenang, sehingga semua kebutuhannya terpenuhi dengan berkelimpahan.

Setiap ada tantangan dan musuh yang menghadang, gembala yang baik yang berjalan di depan kawanan domba akan mengahalau musuh sehingga tidak akan membahayakan kawanan domba. Sangat bertolak belakang dengan gembala upahan yang tidak bertanggung jawab atas domba-dombanya, Tuhan Yesus, gembala yang baik, bertanggung jawab atas keselamatan kawanan domba-Nya. Tuhan Yesus adalah gembala yang bertanggung jawab atas kehidupan umat-Nya, sehingga kawanan domba-Nya dalam keadaan aman dan terlindungi serta penuh dengan damai sejahtera.

Renungan dan Penerapan

  1. Mengapa orang percaya dapat mengalami kehidupan yang berkelimpahan dan tidak perlu hidup dalam kekuatiran?
  2. Menurut Anda, bagaimanakah sifat dari gembala yang baik?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan Yesus, Gembala yang baik, yang bertanggung jawab atas kehidupan Anda.
  2. Mohon pertolongan Roh Kudus agar senantiasa dalam perlindungan Tuhan yang menyebabkan Anda mengalami damai sejahtera.

 

Ir. Yusak Toto

,

Student Fellowship PG/TK Benih Kasih: Deep Blue Ocean

“Haleluya ! …….. Praise The Lord !!”

“Haleluya ! ……..Praise The Lord !!”

Suara semua anak menggema di seluruh sudut aula. “Praise The Lord !” Sungguh sorak kekaguman kami akan karya tuhan yang begitu luar biasa. Di tahun ini Benih Kasih dianugrahi Tuhan dengan aula baru dan inilah kali pertama Students Fellowship gabungan Tahun Pelajaran 2017-2018. Anak-anak sangat antusias memasuki aula dengan mengenakan kostum bertemakan “Deep Blue Ocean”. Praise The Lord !! Semua merasakan kasih dan sukacita Tuhan melalui setiap kegiatan yang dilakukan. Mereka juga belajar mengenal segala binatang ataupun tumbuhan di laut adalah ciptaan Tuhan. Mengucap syukur untuk segala yang Tuhan perbuat. Sampai jumpa di Students Fellowship berikutnya. Praise The Lord !! Haleluya !!

,

Puncak Tema TK-B Benih Kasih: Play Move Together

Puji Tuhan anak-anak TK B sudah mengakhiri kegiatan pembelajaran tematik pertama di Semester ini bertemakan “Play Move Together” dan Core Value yang mendasari adalah Care. Dalam tema ini anak-anak telah belajar tentang berbagai permainan baik permainan tradisional dan permainan modern, cara memainkannya, kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Salah satu alasan tema ini diangkat, adalah dengan melihat kenyataan bahwa anak-anak zaman ini lebih sering bermain menggunakan gadget dari pada bermain bersama teman-temannya. Sehingga anak kurang memiliki rasa peduli terhadap lingkungan dan sesamanya. Tidak hanya itu, kemampuan gerak motorik mereka pun menjadi terbatas.

Melalui tema ini kami harapkan mereka akan lebih menyukai permainan yang bisa mendukung kematangan gerak dan kemampuan sosial mereka. Tema ini kami kemas  dalam Entrepreneurship dengan (learning cycle) Exploring, Planning, Doing, Communicating, dan Reflecting. Setelah melalui Learning Cycle akhirnya sampailah pada acara puncak tema kita pada hari Senin, 11 September 2017 di sekolah Benih kasih, dengan membagi permainan sesuai ide anak dalam kelompok masing-masing menjadi 6 permainan. Dan kami bagi menjadi 3 jenis permainan yang dilakukan di luar halaman sekolah dan 3 jenis permainan yang dilakukan di dalam sentra.

Dengan melihat antusias anak-anak selama mengikuti tema ini maka di tahap Eksploring kamipun juga melibatkan orang tua untuk menemukan ide bersama anak di rumah mengenai permainan sosial bersama/bekerjasama untuk dapat dimainkan di acara Puncak tema “Play Move Together”,  dengan mengisi form terlebih dahulu yang telah kami bagikan sebelumnya. Dari semua ide yang terkumpul, maka pada tahap Planning anak mulai merencanakan permainan yang akan dimainkan bersama dengan kelompok sesuai ide dalam Exploring yang terpilih. Serta pada tahap Doing, anak mulai melakukan kegiatan seperti yang sudah di rencanakan di pembagian tugas dalam kelompok bersama guru dan teman. Dan pada tahap Communicating inilah anak mengkomunikasikan dan permainan sosial bersama/ bekerjasama yang telah dilakukan bersama dengan kelompoknya bersama semua teman pada saat acara puncak tema .Dimana mereka belajar banyak tentang kerjasama, sikap sportif dan saling bergiliran, 6 permainan itu, adalah : Permainan Ular Tangga Super Duper Jumbo, Permainan Tarik Tambang, Permainan Ular Naga, Permainan Tebak gambar binatang dengan berlari, Permainan Musical Chair, dan Permainan Gelas tantangan. Serta disediakan pula permainan tambahan seperti: Bakiak, Cublek-cublek Suweng, Dakon dan Lompat tali.

Puji Tuhan akhirnya kegembiraan, kekompakan dan kerjasama yang luar biasa dalam setiap kelompok terlihat pada keseruan acara puncak tema kita kali ini. Pada tahapan Reflecting anak dengan semangat menceritakan pengalaman dan perasaannya selama melakukan tiap tahapan mengenai kelebihan, kendala/kekurangan dari proyeknya  dan mencari solusi atas Planning yang belum terlaksana di depan guru dan teman-temannya. Dan kami melihat mereka enjoy and happy dengan tema “Play Move Together”.  Praise The Lord

By Sylvia dan Tim Tema TK B

,

Main Bersama??? Asyikk…..

Ya, main bersama memang sangat mengasyikkan. Itulah pemandangan yang dilihat saat anak- anak PG Benih kasih bermain bersama dengan teman- temannya. Mereka memainkan berbagai macam permainan tradisional yang sangat seru. Ular naga, tarik tambang, memainkan kincir angin, ‘etek- etek’, benteng- bentengan dan masih banyak lagi. Panas terik yang di halaman sekolah seakan bukan penghalang buat mereka. Semangat mereka menyala- nyala dan sukacita tergambar jelas pada diri setiap anak. Berkali – kali mereka meneriakkan “Main Bersama? Asyikkk”….Dari main bersama mereka belajar bersosialisasi, berbagi, antri dan mengendalikan emosi mereka. Pemandangan yang jarang terlihat di situasi sekarang ini. Banyaknya gadget dan berbagai jenis permainan yang memang di desain untuk dimainkan secara individu membuat mereka jarang berinteraksi. Apalagi hampir semua permainan modern bisa dimainkan hanya dengan duduk sehingga membuat kemampuan motorik kasar mereka kurang berkembang dengan baik. Tetapi dengan memainkan berbagai macam jenis permainan tradisional mereka bisa berlari, melompat, berjalan dan aktivitas motorik kasar yang lain.
 


 
Puas bermain di luar mereka masuk kedalam kelas dan memainkan berbagai jenis permainan yang lain. Sebagai pembanding guru juga menyediakan berbagai macam jenis mainan modern. “Maam, lebih asyikk main bersama ya?” kata beberapa anak. Kenangan main bersama teman pasti akan terkenang pada diri setiap mereka. Sampai bertemu lagi di acara selanjutnya ya.

 

By : Mety A (Benih Kasih teacher)

Hidup Yang Berpadanan Dengan injil

Bagi penggemar olahraga tinju profesional, nama Manny Pacquiao bukanlah nama yang asing. Manny telah memenangkan sebelas gelar juara tinju dunia. Manny juga dikenal dengan kehidupannya yang tidak baik karena suka berjudi, berselingkuh dan mabuk-mabukan. Namun suatu kali Manny mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus dan bertobat. Manny tidak pernah mabuk-mabukan, berselingkuh dan berjudi lagi. Bahkan, dia melepaskan bisnisnya yang berkaitan dengan judi serta lebih sering menghabiskan waktu di rumah bersama keluarganya daripada berpesta seperti waktu belum bertobat dulu. Manny menjadi sosok yang berbeda karena mengalami perubahan total di dalam Kristus.

Kisah kehidupan Manny Pacquiao merupakan salah satu contoh kehidupan yang dialami begitu banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pintu mengandung arti bahwa diri-Nya merupakan jalan masuk kepada kehidupan baru dari kehidupan yang lama. Menerima kehidupan yang baru saja tidak cukup karena kita harus sungguh-sungguh hidup didalamnya. Rasul Paulus juga mengingatkan hal ini kepada jemaat Efesus seperti yang tercatat di dalam Efesus 4:1-2 sebagai berikut: Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Rasul Paulus mengingatkan jemaat Efesus dan juga kepada kita betapa pentingnya hidup di dalam kehidupan baru di dalam Kristus yang telah memanggil kita. Kehidupan yang baru tersebut ditunjukkan dengan sikap yang rendah hati, lemah lembut, sabar dan saling membantu di dalam kasih. Hanya dengan demikian kita benar-benar menghargai kehidupan baru yang telah dianugerahkan Tuhan Yesus kepada kita.

Renungan dan Penerapan

  1. Apakah yang terjadi dengan kehidupan Anda setelah Anda percaya kepada Tuhan Yesus?
  2. Bagaimana ciri-ciri kehidupan yang baru di dalam Tuhan?

Pokok-pokok Doa

  1. Mohon ampun kepada Tuhan jika Anda belum hidup sepadan dengan kehidupan yang baru di dalam Tuhan.
  2. Mohon penyertaan Tuhan agar Anda dapat senantiasa hidup sepadan dengan kehidupan baru di dalam Tuhan.

 

Jeffrey Kurniawan

Pintu Teraman

Pada tanggal 16 Februari 2003, Tempat Penyimpanan atau Brangkas di Pusat Berlian Antwerp di Belgia dibobol maling. Tempat penyimpanan raksasa tersebut berada dua lantai di bawah Pusat Berlian Antwerp dan dianggap sulit untuk ditembus oleh siapapun. Bayangkan, pintu masuk ke tempat penyimpanan ini memiliki tebal 20 cm dan dilindungi dengan 10 lapis keamanan antara lain 24 jam kamera keamanan, pendeteksi infra merah, radar, medan magnet, sensor gerak dan kunci dengan 100 juta kemungkinan kombinasi. Namun tetap saja tempat penyimpanan tersebut bisa ditembus sehingga barang-barang berharga yang disimpan di dalamnya berupa uang, batu permata, emas dan berlian senilai 100 juta US Dollar hilang. Sampai saat ini barang-barang berharga yang dicuri tersebut tidak dapat ditemukan.

Tempat yang dianggap paling aman di dunia ternyata masih dapat ditembus maling. Memang tidak ada tempat paling aman di dunia selain berada di dalam Tuhan. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya di dalam Yohanes 10:9-10 sebagai berikut: Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Dari Firman Tuhan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa pernyataan Tuhan sebagai pintu mengandung arti bahwa Dia merupakan pelindung bagi kita yang beriman kepada-Nya. Manusia berusaha membuat tempat paling aman tetapi hanya di dalam Kristus saja kita mendapatkan perlindungan dan keamanan yang sejati.

Renungan dan Penerapan

  1. Hal-hal apa yang membuat Anda merasa tidak aman?
  2. Bagaimana Anda mendapatkan perlindungan yang sejati?

Pokok-pokok Doa

  1. Mohon ampun kepada Tuhan jika Anda tidak menempatkan Tuhan Yesus sebagai sumber perlindungan Anda.
  2. Mohon perlindungan Tuhan bagi kehidupan Anda.

 

Jeffrey Kurniawan

Pintu Kebebasan

Selasa, 19 September 2017

Suatu kali seorang mata-mata tertangkap dan dihukum mati oleh seorang panglima perang. Panglima perang ini dikenal dengan kebiasaannya yang unik yaitu memberikan dua pilihan kepada para penjahat yaitu ditembak mati atau memilih masuk ke sebuah pintu yang besar dan berwarna hitam. Sebelum eksekusi hukuman dijalankan, mata-mata tersebut dibawa untuk menghadap panglima perang. Sang Panglima perangpun bertanya apakah pilihan dari sang mata-mata. Sang mata-matapun terdiam untuk waktu yang cukup lama. Akhirnya diapun memilih untuk ditembak mati. Setelah eksekusi dilaksanakan sang panglimapun berkata,” Mereka selalu memilih yang kelihatannya jelas padahal salah. Pintu hitam yang besar itu sebenarnya jalan menuju kepada kebebasan tetapi tidak banyak yang cukup berani untuk memilihnya.”

Kisah di atas mengingatkan kita tentang keadaan kita sebagai manusia yang berdosa. Kita sebagai manusia berdosa diperhadapkan dengan dua pilihan yaitu menerima hukuman akibat dosa atau memiliki kehidupan yang baru yang dilepaskan dari hukuman dosa. Kehidupan yang baru hanya dapat kita peroleh melalui Tuhan Yesus. Firman Tuhan di dalam Yohanes 10:9-10 mencatat sebagai berikut: Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Dari Firman Tuhan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa pernyataan Tuhan Yesus sebagai pintu mengandung arti bahwa diri-Nya merupakan jalan masuk dari kehidupan yang lama yaitu kehidupan yang sia-sia karena dosa kepada kehidupan yang baru yaitu kehidupan yang penuh makna dan memberikan masa depan yang penuh pengharapan. Oleh karena itu, mari kita percaya kepada Dia, pribadi yang mampu membebaskan kita dari kehidupan yang lama kepada kehidupan yang baru.

Renungan dan Penerapan

  1. Apakah makna dari pernyataan Tuhan Yesus tentang diri-Nya sebagai pintu?
  2. Bagaimana Anda dapat berpindah dari kehidupan yang lama kepada kehidupan yang baru?

Pokok-pokok Doa

  1. Bersyukur kepada Tuhan karena Dia telah menjadi jalan masuk bagi Anda untuk memiliki kehidupan yang baru.
  2. Serahkanlah masa depan Anda kepada Tuhan.

 

Jeffrey Kurniawan