,

Surabaya Teens Out Of The Box 2016

Surabaya Teens Out of The Box adalah salah satu kompetisi bertema kepedulian terhadap lingkungan hidup yang diikuti oleh pelajar Surabay dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan dari SD hingga SMA. Acara ini diselenggarakan di NSA (Nation Star Academy) pada tanggal 15 Oktober 2016, dan hasil karya dipresentasikan di East Cost pada tanggal 17-18 November 2016. Dalam acara ini, Raymond Sutanto (kelas XI IPA 1) dan Yang yang Endro Arjuna (XI IPA 2) berhasil meraih juara 2 dengan menciptakan alat yang diberi nama “Hygiene Food Sorter”. Atas keberhasilan ini mereka memperolah uang sejumlah Rp. 1.000.000, medal perak, dan voucher 20% program Global Youth Summit 2016 di Kamboja.

“Hygiene Food Sorter” diciptakan dengan tujuan untuk memisahkan sampah atau limbah rumah tangga organik yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Dengan alat ini diharapkan dapat mengatasi masalah pengolahan sampah karena alasan jijik terhadap sampah, mengingat alat ini dibuat supaya tidak ada campur tangan manusia dalam proses pemisahan sampah, sehingga sampah dapat ditangani dengan tepat.

Acara Surabaya Teens Out of The Box 2016 ini merupakan acara yang menarik. Melalui acara ini diharapkan untuk kedepannya dapat menjadi ajang untuk generasi muda dapat lebih peduli terhadap lingkungan hidup dengan cara yang kreatif dan cerdas.


Berita: Citra Srisatya Permatasari, S. SI

Puncak Tema PG “My Needs”

Hari Kamis, 24 November 2016 anak-anak PG ( Usia 2-3 th) Benih Kasih melakukan acara Puncak tema  di sekolah  yaitu “ Bermain Bersama Orangtua”

Mengambil tema “ My Needs” yang salah satunya adalah kebutuhan akan bermain. Bagi anak usia dini bermain sangat penting untuk mengembangkan kreativitas dan potensi mereka. Tetapi kebutuhan itu kadang kurang terpenuhi karena orangtua yang sibuk dll. untuk itu sekolah memfasilitasi supaya anak dan orangtua mempunyai kesempatan untuk dapat bermain bersama lewat tema yang kita kemas saat ini.

Pada acara tersebut berbagai  permainan kami persiapkan supaya anak dan orangtua dapat saling berinteraksi dan bekerja sama seperti : Bermain memindahkan bola dengan kertas, berjalan bersama orangtua, bermain mini golf, mensortir bola, cooking, membuat craft. Mereka sangat antusias menyemangati anak-anak mereka untuk berusaha menyelesaikan permainan yang di sediakan..

Permainan  berjalan bersama orangtua, seru sekali anak berdiri diatas kaki mama atau papa, berhadapan sambil berpegangan tangan kemudian berjalan  bersama-sama. Bermain mensortir bola anak-anak tidak sabar hanya mengambil bola yang di tentukan tetapi mereka langsung masuk ke dalam kolam bola dan tidak mau keluar-keluar. Wow….bola bertebaran kemana-mana, tetapi mereka sangat senang. Demikian juga tidak kalah seru dengan yang bermain  mini golf,.. Craft dan cooking, para bapak dengan sabar mengoles roti membantu anak-anak mereka melamembuat “ sandwich” untuk di makan bersamakukan yang terbaik.

Setelah semua permainan selesai di tutup dengan senam bersama “chicken dance”bagi yang senamnya kompak antara papa, mama , anak dan juga  yang paling heboh mendapatkan hadiah, di lanjutkan penyerahan  Foto keluarga oleh anak kepada orangtua sebagai ucapan terima kasih sudah memberi waktu buat mereka.

Kemudian mereka pulang dengan sukacita

Special Outing – My Lovely Place

Woow…. Amazing, timbul perasaan kagum saat menyaksikan anak-anak usia 4-6 tahun menunjukkan aksinya peduli terhadap lingkungan. Ada yang membersihkan kolam, ada yang menyapu, ada yang memunguti sampah dan ada pula yang memasang slogan.

Didasari oleh semangat untuk membangun rasa cinta tanah air dimulai dari lingkup yang lebih kecil yakni cinta terhadap kota dimana kita tinggal. PG-TK Benih Kasih mengangkat tema “ My Lovely Place “ dikemas dalam program of Entrepreneurship. Diawali dengan tahapan eksploring; anak-anak bersama papa atau mama mengadakan survei masing-masing ke satu tempat wisata dan satu tempat fasilitas umum yang ada di Surabaya. Ada yang mensurvei Bandara dan Tugu Pahlawan, ada yang ke Stasiun Gubeng dan Taman Bungkul, dan sebagainya.

Hasil survei dikomunikasikan oleh anak-anak di depan teman-temannya dan guru disekolah. Anak-anak belajar mengumpulkan informasi dari berbagai laporan tentang kondisi berbagai tempat yang telah disurvei. Kemudian bersama-sama, anak-anak belajar menganalisa atau menalar tempat-tempat mana saja yang perlu lebih diperhatikan dan apa yang bisa anak-anak lakukan sebagai wujud dari rasa cinta terhadap kotanya.

Anak-anak dengan bimbingan guru kemudian menyusun rencana (planning) dengan terlebih dahulu membuat kesepakatan tempat mana yang dipilih dari sekian tempat yang telah disurvei juga apa yang akan dilakukan nanti di tempat tersebut.

Tahapan berikutnya “ Doing ” dibagi menjadi dua, yang pertama doing di sekolah. Di sekolah anak-anak mengerjakan semua persiapan untuk aksi mereka di tempat yang sudah dipilih, antara lain : mereka membuat surat rekomensdasi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap tempat tersebut untuk membuat perbaikan-perbaikan ataupun usulan-usulan lainnya dari anak-anak yang sebelumnya telah mensurvei tempat-tempat tersebut, supaya tempat itu menjadi lebih baik lagi. Selain itu, anak-anak juga mengecat tempat sampah, melukis, memberi tulisan juga membuat papan-papan slogan atau himbauan untuk peduli lingkungan dengan bimbingan guru.

Doing kedua, anak-anak bersama guru pergi ke tempat yang sudah dipilih oleh masing-masing kelompok, ada yang ke kebun binatang, ada yang ke Taman Bungkul, Monkasel, juga ke stasiun Gubeng. Di Kebun Binatang Surabaya; anak-anak dibantu guru dengan seijin pihak KBS memasang papan slogan “ jangan buang sampah sembarangan “, membersihkan sampah yang tercecer, memberikan sabun cair cuci tangan dan memberi makan satwa; juga menyerahkan surat saran yang mereka tulis sendiri.

Di Monkasel anak-anak memberikan beberapa tempat sampah kreasi mereka, papan slogan “ Buang sampah pada tempatnya “, memberikan juga sabun cair cuci tangan, alat-alat kebersihan. Di sana anak-anak juga menyapu dan memungut sampah.

Tidak kalah menarik kegiatan di Taman Bungkul, selain mereka melestarikan tempat sampah, papan slogan, sabun cair cuci tangan, anak-anak menunjukkan aksinya dengan menyapu, membersihkan kolam ikan dan melepaskan ikan dan kura-kura yang mereka bawa ke dalam kolam yang sudah mereka bersihkan

Melalui kegiatan ini selain anak-anak terlibat dalam Program of Entrepreneurship mereka, juga secara langsung sudah menerapkan kegiatan pembelajaran yang saintifik dengan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan sekaligus memupuk rasa cinta terhadap kotanya, dan menunjukkan tanggung-jawab dan kepeduliannya terhadap lingkungannya dengan melakukan tindakan nyata. Semoga apa yang sudah dilakukan anak-anak PG-TK Benih Kasih ini dapat terus menjadi inspirasi mereka sendiri dan juga orang lain.

,

Communicating The International Exposure Program 2K16

So right around the middle of last September, MDC has once again taken their 11th grader students both from the Science and Social majors to Singapore on an annually awaited exciting trip! The program was held to learn and to be captivated towards a certain modern country’s lifestyle development within 5 aspects: economy, transportation, cleanliness, technology, and education. What’s tremendous is that, the students get to go there for an entire week and explore the country’s outstanding features, from the traditional Peranakan Museum, to the contemporary and modern Art Science Museum, the beautifully insightful Gardens by the Bay, and many more to go!

The students were required to gather as much as information as they could, both materialistically and quantitatively, in order to fill the requirements needed for their upcoming theses. They were formed in groups of 4-5, set out to search for the materials needed for each of their theses as their statements had already been planned and decided before they departed. Needless to say, that it is unnecessary to worry about getting irrelevant data on the way because everything was already planned thoroughly from the beginning.

After a week of endless learning and sightseeing throughout the inside outs of Singapore, it was eventually time for them to make each of their theses. The students were given a full month in order to finish their theses accordingly, based on the relevant and accurate data they collected during their trip. So other than that, they also collected data through questionnaires. They were required to make at least 30 of them before the departure and then share them towards strangers they meet along their way there. Those questionnaires, being distributed, will become one of the tool indicators that help the students complete their theses entirely.

Now after the doing process was done, it was definitely time for communicating. The communicating occurred last Saturday, on the 12th of November, at 9 A.M. in the morning till’ 1 P.M afternoon. The students were to make presentations towards their motions and present them in front of the judges’ panel. The judges, being the judge of the presentation, were intended to mark and ask them questions after their 10-minute-lengthed-presentation, and in order for the students to fully impress them, there is need of understanding and a huge dose of confidence in stating their materials. A lot of students managed to impress, but some were still quite satisfactory due to certain uncalled reasons, but hey, at least they tried, and that’s the important thing here, no?

This entire IEP program has done a great major deal towards the students, from the very beginning, to the very end of the process, they have learned an number of things within each phase, like the means of hardwork and dedication, attentiveness, confidence, how they manage their team with different minds and colliding them to one single agreement, which is very important for them to start valuing for the future.

In conclusion, this year’s International Exposure Program has gone through another engraved success and is yet again, beneficial towards students in forming their core values and independency. We sure hope to continue this program for the next following years to come, and hopefully gain something new from within each new period of students. Have a great day, and we’ll see you again next year!

Writer : Janice Kariyadi/MDC Journalists

MDC School Open House 2016

Sebuah tradisi di sekolah Masa Depan Cerah selama bertahun-tahun, pada hari Sabtu, 5 November 2016 MDC kembali mengadakan acara Open House dengan berbagai kegiatan menarik. Open House ini bertujuan utama untuk memperkenalkan sekolah MDC mulai dari TK Benih Kasih sampai SMA kepada masyarakat luar. Acara yang diselenggarakan pada 5 November 2016 tersebut dimeriahkan oleh banyak kegiatan, seperti bazaar, penampilan dari murid-murid TK Benih Kasih dan MDC, exhibition, dan presentasi program POE kelas 9. Serta yang pastinya seru dan sayang untuk dilewatkan yaitu final dari MDC Cup 2k16 untuk olahraga Basket dan Futsal.

Dari jam 8 pagi, para penjual stan di bazaar telah berkumpul dan siap untuk berjualan. Para orang tua, murid, guru, dan tamu telah mulai berdatangan. Di bazaar Open House MDC menyediakan berbagai makanan dan minuman yang menarik. Seperti contohnya ada Pempek Palembang, Rainbow-Tan yang menjual berbagai jenis ketan kezat, dan Gleks yang menjual minuman segar untuk menemani pengunjung di udara panas. Tidak hanya aneka makanan dan minuman, ada juga stan yang menjual mainan dan aksesoris anak-anak. Seperti squishy, aksesoris rambut, mainan bola, dan masih banyak lagi. Para pengunjung pun antusias untuk mencoba membeli di berbagai stan yang ada.

Di depan area bazaar terdapat panggung bagi murid-murid untuk menampilkan pertunjukkan terbaik mereka kepada pengunjung terutama orang tua mereka. Diawali dengan sapaan dari 2 MC berpengalaman yang adalah guru MDC, dan juga doa pembuka. Acara langsung dimulai dengan penampilan pertama yang menggemaskan dari TK Benih Kasih. Adik-adik kecil itu membawakan beberapa pertunjukkan. Antara lain dance, bermain keyboard, show and tell, dan fashion show. Fashion show mereka cukup menarik perhatian karena bahan dari baju yang digunakan bertema barang bekas. Meskipun terbuat dari barang bekas, berbagai dress dan baju yang mereka gunakan terlihat indah dan lucu. Setelah itu, giliran SD MDC yang akan menampilkan pertunjukkan mereka. Mereka menampilkan drama mandarin, gerak dan lagu, bernyanyi lagu mandarin, hip hop, dan vokal yang memukau. Suguhan penampilan dari SD MDC pun mendapat tepuk tangan meriah dari para pengunjung.

Murid SMP MDC juga telah siap menunggu di back stage untuk menampilkan usaha latihan mereka selama berminggu-minggu. Murid kelas 9 MDC baru saja mengikuti program POE yang memperkenalkan mereka kepada budaya tradisional Indonesia. Pada acara Open House kemarin, mereka ingin membagikan ilmu baru dan pengetahuan yang baru saja mereka pelajari dari sana kepada penonton. Dimulai dengan pertunjukkan tari tradisional dari 8 perempuan yang menganakan busana dan menarikan tari asal Jawa. Dilanjutkan dengan tari tradisional dari Ranah Minang oleh laki-laki. Dan terakhir adalah tarian asal Sumatra Utara yang tidak kalah menarik. Tidak berhenti di situ, murid kelas 9 juga menampilkan drama legenda Indonesia yaitu Ande-Ande Lumut. Mempertontonkan kisah Ande-Ande Lumut yang mencari istrinya yang hilang.

Drama yang berasal dari Jawa tersebut dibawakan dengan unsur humor sehingga menghibur penonton. Seperti saat ada 3 orang yang berperan sebagai kepiting menarikan tarian PPAP yang menjadi trend saat ini. Acara pun semakin seru dan meriah oleh penampilan band SMA MDC yang telah meraih berbagai pprestasi. Band tersebut juga akan segera berkompetisi dalam ajang Deteksi band 2k16. Sebagai penampilan penutup terdapat pertunjukkan dari 2 ekstrakurikuler sekolah Masa Depan Cerah yaitu gitar dan taekwondo. Penampilan gitar berjalan dengan sangat memukau dan penampilan taekwondo yang gagah.

Final MDC Cup yang berlangsung di lantai 4 pun berjalan dengan seru. Para tim yang tangguh dari olahraga basket dan futsal bersaing dengan ketat namun sportif.

Demikianlah acara Open House kemarin berakhir. Bagi yang belum datang melihat acara open House tahun ini, jangan lupa untuk datang di tahun depan. Karena dijamin akan lebih seru dan menarik. (Berita : Sherlly Christina 11 IPS2, Foto : MDC Journalists dan Public Relation Team YCHB)

Workshop dan Kompetisi Fotografi 2016

Pada hari Jumat-Sabtu, 4-5 November 2016 diadakan lomba fotografi dalam rangka OPEN HOUSE MDC School tahun 2016 di MDC Campus Citraland. Kegiatan ini diatur oleh MDC Journalists dipimpin oleh Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum. MDC Journalists merupakan komunitas pengembangan diri dalam dunia fotografi dan juga mengumpulkan beberapa liputan berita di lingkup MDC School. Kegiatan lomba fotografi ini, disponsori oleh Alfalink Study Overseas dan English Course salah satu dari biro konsultasi yang bekerjasama dalam proses studi lanjut ke perguruan tinggi di luar negeri.
Lomba fotografi di tahun 2016 ini juga mengundang Mr. Anton Gautama, seorang fotografer profesional yang memiliki berbagai macam karya foto dari berbagai belahan dunia, pernah menggelar pameran foto di Jerman, juga karyanya pernah ditampilkan di dalam majalah National Geographic  serta menrbitkan buku foto yang berjudul Pabean Passage di kota Surabaya. Beliau memberikan materi workshop kepada para peserta sebelum mengikuti lomba ini pada hari Jumat, 4 November 2016 jam 10.00-12.00 di MDC Campus Citraland. Materi yang disampaikan meliputi teknik fotografi, pemilihan obyek foto, dan jenis-jenis foto yang biasa dilombakan dalam lomba fotografi.
Peserta yang mengikuti lomba fotografi ini diikuti oleh 21 peserta terdiri dari siswa SMP dan SMA baik dari dalam maupun dari luar MDC School. Dalam pelaksanaannya, panitia mewajibkan para peserta untuk mengumpulkan 5 foto terbaik mereka yang bertemakan Human Activity dari kegiatan Open House di MDC Campus. Foto-foto tersebut terdiri dari foto yang diambil dari kegiatan di exhibition, bazzar, MDC Cup, performance di panggung juga games.
Hasil pengumuman juara fotografi di tahun 2016 ini adalah :
a.      Juara 1 : David Hosea – Kick! (11 IPA2)
b.      Juara 1st runner up : Gabrielle Priscilla – Hand & Fish (11 IPA1)
c.       Juara 2nd runner up : Frederick Edward Lee – Penentu kemenangan  (11 IPS1)

 

Mr. Anton Gautama berkesempatan hadir di MDC Campus juga menyerahkan hadiah secara langsung serta menjelaskan tentang kriteria pemenang lomba ini di hadapan para siswa-siswi selepas kegiatan student fellowship.
Liputan : Mr. Tri Setyanto, S.Pd
Foto      : Mr. Petra Wahyu Utama, S.Hum