,

Go to Tugu Pahlawan

Hari Senin, 05 Oktober 2015 anak TK Benih Kasih mengadakan kunjungan ke Museum Tugu Pahlawan, dengan tujuan memperkenalkan pada anak tentang sosok pahlawan dan perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sepanjang perjalanan hingga tempat lokasi anak sudah terlihat sangat antusis untuk melihat museum. Mereka bertanya-tanya apakah itu Tugu Pahlawan.

 

 

Sesampai di Tugu Pahlawan, anak beristirahat sambil makan snack dan pergi ke toilet dikarenakan didalam museum tidak diperbolehkan untuk makan. Dimulai dengan melihat patung disekitar lapangan Tugu Pahlawan dan akhirnya masuk ke musem. Anak sangat antusias ketika masuk ke dalam museum. Melihat patung para pahlawan dan berbagai senjata zaman dahulu. Benda-banda bersejarah tersebut membuat anak-anak semakin antusias. Mereka berkata: “Maam, itu ada pistol, ada kapal, ada ketapel dan lain-lain. Sewaktu anak-anak mendengarkan rekaman siaran radio, anak-anak bisa duduk dengan tertib didepan patung. Mendengarkan dengan seksama. Sambil kadang-kadang berteriak “Merdeka” seakan-akan mereka terbawa dengan situasi saat itu.

 

 

Dari acara ini kami ingin menanamkan semangat para pahlawan yang berjuang demi bangsa dan negara. Sehingga moto “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlwannya” itu bisa terlihat mulai anak usia dini dengan tahap perkembangan anak usia dini. MERDEKA…..

 

Written by : Johanna B. (Benih Kasih Teachers)

,

Lomba Pentas Seni Diknas

“Believe in yourself!“, kurang lebih itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan usaha yang telah dilakukan anak-anak ketika mereka mengikuti lomba Pentas Seni Menyanyi dan Fashion Show yang diselenggarakan oleh Diknas. 30 Oktober 2015 cuaca terik sekali, dan diluar dugaan, dalam lomba tersebut mereka mendapatkan nomor urut lomba 32 untuk Fashion Show dan 21 untuk menyanyi. Wow…perlu menunggu lama untuk menanti mereka tampil diantara puluhan sekolah yang juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

 

Puji Tuhan, kondisi yang ada tidak sedikitpun mengurangi semangat anak-anak untuk dapat tampil maksimal. Dengan lantunan suara merdu, gerak licah dan balutan busana daerah mereka bernyanyi penuh semangat, bergerak melenggang diatas panggung dengan penuh percaya diri. Berkat campur tangan Tuhan , dan kekompakan yang baik antara sekolah, orangtua dan tekad anak-anak ,akhirnya mereka mendapatkan Juara Harapan II untuk lomba menyanyi. Tetap semangat…ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan prestasi yang lebih gemilang. Keep up the good work kids…di dalam Tuhan jerih payahmu tidak akan pernah sia-sia.

Herien W (Benih Kasih Teacher)

,

Yes!! We can do it!!

Minggu- minggu terakhir dalam bulan Oktober sepertinya menjadi minggu – minggu yang sibuk buat anak- anak dan guru- guru Sekolah Benih Kasih. Dalam minggu itu mereka mengadakan Open Class dan juga mengikuti beberapa perlombaan. Show and Tell competition yang diadakan oleh Canadian English Course menjadi ajang pembuka. Pada hari Jumat, 30 Oktober 2015, pukul 10.00 WIB, 2 siswa dari TK A (Agape Darmadi dan Kathlyn Constantine) mengikuti lomba itu dengan penuh percaya diri. Bercerita mengenai makanan favorit mereka “Bakso dan Rawon” mereka tampil memukau.

 

 

Keesokan harinya, Sabtu, 31 Oktober 2015, 2 siswa dari TK B (Nicoline Gwen Lumintang dan Nicoline Emma Suryo) tampil menceritakan suku – suku di Indonesia. Mereka menceritakan kehidupan suku Asmat dan Ambon. Dan akhirnya kehidupan suku Asmat yang dibawakan oleh Nicoline Emma Suryo mengantarkannya masuk final (The big Five) dan akhirnya menjadi juara Harapan II. Woow luar biasa, nama Benih Kasih mampu berbicara diantara sekolah- sekolah lainnya di Surabaya. Dan biarlah nama Tuhan Yesus terus dipermuliakan di seluruh muka bumi.

 

 

Mety A (Benih Kasih Teacher)