,

I Like Playing: Special Outing at Kebun Bibit

Tema pelajaran Play Group Benih Kasih di semester 1 ini adalah“I like Playing” dan puncak dari tema pembelajaran tersebut adalah bermain bersama orangtua dan teman di luar sekolah.

Pagi itu tanggal 17 November 2014 kami berkumpul di Benih Kasih, anak – anak datang wajah senang dan penuh dengan senyum yang lebar. Mereka datang dengan berbagai mainan kesukaan mereka, ada yang membawa mainan tradisional, layang-layang, mobil-mobilan dan berbagai mainan lainnya.
 

 
Setelah berdoa bersama, anak-anak dikelompokkan berdasarkan groupnya dan diberi penjelasan tentang acara hari itu, maka anak-anak berangkat menuju kebun bibit/Taman Flora Surabaya.

Sesampai di kebun bibit anak-anak langsung terpana pada segerombolan rusa yang ada ditaman tersebut . Ada yang memberi makan, berinteraksi dengan rusa. Setelah semua anak-anak bersama dengan orangtua datang, maka itu acara game di mulai.
 

 
Group Peace bermain tangkap bola antara orangtua dan anak. Orangtua memegang kardus kosong dan anak melemparkan bola yang terbuat dari kertas koran. Terlihat sangat seru, berbagai canda dan tawa anak-anak dan orangtua yang bekerjasama untuk mendapatkan point yang terbanyak.

Dari group joy, game bersama orangtua adalah menendang bola kedalam gawang. Terlihat seru anak dan orangtua bekerjasama agar bola bisa masuk kedalam gawang. Terlihat senyum yang lebar, sukacita, canda dan tawa.

Sebelum anak masuk ke game bebas anak beristirahat terlebih dahulu sambil makan bekal yang mereka bawa dari rumah. Hari itu benar-benar menyenangkan, anak – anak bisa makan dibawah pohon dan menikmati sejuknya angin karena hari itu suasana sedang mendung sehingga tidak terasa panas. Benar-benar menyenangkan, suasana taman yang menyenangkan.Thank God…

Selesai makan kami melanjutkan untuk bermain bebas bersama dengan teman yang sudah dipilihnya dari sekolah. Anak – anak mulai mengeluarkan mainan yang dibawa. Ada yang bermain gelembung “bubble” , layang-layang, lompat tali, mobil-mobilan dan masih banyak mainanan yang lain.

Jam sudah menunjukkan jam 10.30. maka kami harus pulang. Beberapa anak masih ingin bermain. Orangtua berkata “Maam. kok cepet sekali, kok sudah pulang?…..hahahaha. Walaupun masih inggin bermain tapi karena waktu sudah habis, maka kami menutup kegiatan hari itu dengan berdoa pulang kerumah masing-masing dengan penuh Sukacita. Semoga iniberkesan bagi anak, orangtua dan guru. (Sylvia & Tuti – BK)

,

Special Outing PG/KG Benih Kasih – Go to Farm

Riuh suara puluhan sapi menyambut kedatangan sekitar 80 an anak – anak TK A & TK B yang sedang melakukan pembelajaran luar kelas di Peternakan Sapi Mulia daerah Popoh, Wonoayu, Krian. Sebelum memulai aktivitasnya, anak- anak diberi penjelasan oleh pemilik peternakan mengenai jenis- jenis sapi yang ada, jenis rumput  dan apa saja yang bisa didapat dari sapi. Setelah itu mereka diberi kesempatan untuk memberi makan sapi. Woow….mereka sangat antusias. “Ayo, sapinya lapar lho, segera dikasih rumputnya”, celoteh Raymond salah satu anak TK B.
 

 
Dengan semangat mereka memberi makan sapi, hal yang mungkin tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Setelah itu mereka juga memerah sapi dan bermain- main dengan anak sapi yang baru berusia seminggu. Rona kebahagiaan terpancar dari wajah setiap anak. Acara terakhir yaitu berbelanja produk yang dihasilkan sapi yaitu susu segar, susu siap minum dengan berbagai rasa dan yogurt. “Wah, enak maam susunya,” komentar mereka setelah meminumnya. Puas beraktivitas di peternakan sapi, anak- anak kembali ke sekolah. “Asyik ya Maam…….kapan- kapan kesini lagi ya?”. Benar- benar pengalaman yang mengesankan buat mereka. “Sampai ketemu lagi di outing berikutnya ya teman- teman……” 

,

Open House PG/KG Benih Kasih 2014

Sabtu pagi, 8 November 2014 yang lalu para orangtua dan anak berbondong-bondong datang memenuhi halaman PG/KG Benih Kasih untuk memeriahkan acara Open House yang diadakan oleh PG/KG Benih Kasih. Antusiasme mereka sangat tampak disetiap sesi acara. Mulai dari penampilan anak membawakan gerak dan lagu tradisional “Gundul-Gundul Pacul”, demo memasak dari orangtua murid, penyerahan hadiah berupa piala dan mainan edukatif, door prize, bazaar, pameran karya anak, juga tentu saja….yeaaahhhh…….demo memasak Chef Ken (Top 3 Master Chef Indonesia 2) sebagai puncak acara.
 

 
Mengapa kita mendatangkan Chef Ken? Karena Project of Entrepreneurship kita kali ini “Sayur…Oke! , Buah Yes…!!! (SBY), dimana kegiatan ini memiliki konsep membuat/mengolah menu makanan kesukaan dari bahan (sayur dan atau buah) yang tidak mereka sukai, sehingga pada akhirnya anak menyukai makanan sehat tersebut, Chef Ken sengaja didatangkan untuk memperkaya ide dan wawasan anak juga orang tua untuk lebih kreatif lagi dalam menuangkan ide-ide mereka, dan tentu saja semakin menumbuhkan jiwa entrepreneur anak sehingga semua aspek perkembangan anak dapat terstimulasi secara maksimal. (Wisnu- BK)

,

Siswa SMP MDC Berhasil Menjadi Juara General English Competition

Sekolah Kristen Masa Depan Cerah bukan hanya menitikberatkan pada pembelajaran bidang akademis dan karakter tetapi juga memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk mengembangkan diri dan talenta yang dimiliki baik dalam bidang akademis maupun olahraga. Mengikuti lomba merupakan salah satu cara mengembangkan diri sekaligus menjadi tolok ukur bagi siswa untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki. Hal inilah yang mendorong sekolah untuk mengikutsertakan 7 orang siswa grade 7 – 9 untuk mengikuti lomba General English CEC pada tanggal 1 dan 2 November 2014 yang bertempat di Ciputra World. Ketujuh siswa tersebut adalah Josiah Kristano Suwargo dan Petrina Shalomita dari grade 7, Jessica Agustina dari grade 8, Early Eugenia, Frederick Edward Lee, Sherinne Clarissa, dan Tanina Christie dari grade 9.

Setiap hari ketujuh anak tersebut mengorbankan waktu lunch mereka untuk berlatih, mempersiapkan diri yang terbaik untuk mengikuti lomba tersebut. Di babak awal mereka dihadapkan pada soal listening yang menuntut konsentrasi tinggi dalam hal mendengarkan percakapan maupun teks berbahasa Inggris dan kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai percakapan maupun teks tersebut. Di babak kedua, mereka kembali harus bekerja keras menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar grammar dan reading. Mereka berusaha keras untuk melakukan yang terbaik pada setiap babak. Jerih lelah mereka tidaklah sia-sia. Early, Fred, dan Tanina berhasil melaju ke babak 10 besar atau babak final.

Di babak final, mereka kembali harus berkonsentrasi. Di bagian writing, mereka diberi waktu 30 menit untuk menulis essay berdasarkan topik yang diberikan. Setelah 30 menit berlalu, babak writing selesai dan dilanjutkan dengan babak speaking, yang diadakan di atas panggung. Satu pertanyaan akan diambil secara acak oleh setiap peserta. Setelah pertanyaan dibacakan, mereka diberi 1 menit untuk mempersiapkan jawaban dan 1 menit untuk menyampaikannya. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah mengingat begitu banyak mata yang memandang ke panggung, membuat para peserta bertambah nervous dalam menyampaikan jawaban mereka.

Semua nilai (mulai dari babak listening sampai dengan babak speaking) dari 10 peserta yang berhasil memasuki babak final kemudian dijumlahkan. Dan akhirnya! Setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, Tanina berhasil menjadi juara ke 2, Fred menjadi 1st runner up, dan Early menjadi 2nd runner up. Congratulations, guys! We are proud of you! (Ms. Erniwati, S.Pd. – English Teacher of MDC Junior High School)

 

,

Special Outing PG/TK Benih Kasih at Taman Safari Indonesia

Pada hari Jumat, 31 Oktober kemarin, halaman depan gereja MDC dipenuhi oleh 7 bus pariwisata, dan secara bergantian orang tua murid datang mengantar anaknya berkumpul di lobby. Anak-anak terlihat bersemangat karena special outing kali ini berbeda dari special outing yang sebelumnya. Biasanya special outing ke luar kota hanya diikuti oleh anak-anak TK saja, namun special outing kali ini diikuti juga oleh anak-anak PG.

Antusias mereka juga terlihat dari kehadiran mereka yang datang tepat waktu, sehingga pada pukul 07.10 kami sudah berangkat meninggalkan sekolah, tentunya kita tidak lupa untuk berdoa sebelum berangkat. Tujuan kali ini adalah Taman Safari Indonesia di Prigen, Pasuruan Pandaan. Sepanjang perjalanan mereka tak henti- hentinya bertanya, “Kapan sampai ya Maam?”. Mereka sudah tidak sabar untuk segera melihat berbagai macam binatang ciptaan Tuhan yang ada disana.
 
Sesampainya di sana, mereka sangat antusias dan ‘excited’. Setiap show yang dilihat (Elephant, Dolphin & Super Dog Show) diikuti dengan penuh semangat. Tidak terlihat raut wajah lelah dari wajah mereka. Kegembiraan itu berlangsung sampai perjalanan pulang. Wah memang benar- benar “Special Outing” yang memang ‘special dan unforgettable’. (Mr. Wisnu/Benih Kasih)

,

Student Led Conference at MDC Christian Elementary School

SLC  atau  Student Led Conference adalah agenda rutin tengah semester di SD Kristen Masa Depan Cerah, yang merupakan salah satu wadah komunikasi siswa dengan orangtuanya. Siswa memiliki kesempatan untuk melaporkan  hasil kerja berupa portofolio   kepada orangtua masing-masing.  Melalui kegiatan SLC siswa mendapat kesempatan mengomunikasikan  proses belajar yang selama ini dilalui melalui tahapan-tahapan belajar/learning cycles. Selain dari pada itu kegiatan SLC  ini juga  melatih  siswa untuk turut bertanggung jawab atas proses belajar  yang mereka  lalui kepada orang tua mereka secara mandiri serta membangun rasa percaya diri dan keberanian di dalam berkomunikasi.
 

 
Sesuai dengan paradigma  pendidikan SDKr. Masa Depan Cerah, bahwa orangtua adalah pendidik utama anak sekaligus partner dari sekolah dalam proses belajar anak maka orangtua diwajibkan menghadiri kegiatan SLC sebagai salah satu betuk support kepada anak. Melalui kegiatan tersebut orangtua dapat memberikan dorongan, saran dan pujian kepada anaknya. Orangtua juga dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan yang terarah, membantunya melihat kualitas dari hasil kerja mereka secara realitis, sehingga  akan membuat  waktu diskusi menjadi bagian yang paling berharga dalam pengalaman belajar anak.
 

 
Dalam kegiatan SLC ini,siswa dan orangtua   menulis perihal positif tentang pembelajaran yang dialami siswa di sebuah kertas yang ditempel di kelas. Melalui tulisan tersebut diharapkan siswa akan bersemangat meningkatkan diri baik secara karakter, keterampilan serta pengetahuan.