,

Study Tour Grade 1 at de boliva: Culinary Art

Siswa kelas 1 SD MDC mengadakan kegiatan study tour ke sebuah cafe yaitu de Boliva, yang berada di Surabaya Town Square, pada hari Rabu, 27 Maret 2014. Selama berada di Boliva, siswa diajak untuk membuat pizza dan juga menghias dessert atau makanan penutup. Dessert yang dipilih adalah es krim dengan berbagai macam rasa. Selama kegiatan berlangsung, siswa dipandu oleh dua orang chef muda yang bertugas di sana.

Kegiatan pertama siswa dimulai dengan membuat pizza terlebih dahulu. Setiap siswa berkesempatan untuk membuat pizzanya masing-masing. Sebelum pizza dibuat, chef dengan dibantu pegawai Cafe membagikan kulit pizza yang merupakan salah satu bahan utama pembuatan pizza. Setelah itu, chef menginstruksikan siswa untuk mengoleskan saus ke atas kuliat pizza hingga merata. Selanjutnya, siswa diminta menaruh makaroni yang telah disiapkan ke atas kulit pizza yang telah dilumuri saus. Untuk menambah cita rasa, siswa menaruh juga irisan daging dan ditaburi dengan serutan keju. Jika dilihat, pizza yang dibuat sungguh menggugah selera dan setiap siswa sangat menikmati aktivitas tersebut. Untuk dapat dinikmati, maka kulit pizza yang telah ditambahi bahan-bahan lain di atasnya itu dimasukkan ke dalam oven untuk proses pematangan.   


 

Sambil menunggu pizza yang dibuatnya matang, setiap siswa diperkenankan untuk mengihias es krim dengan beberapa macam topping. Sebelum menghias, chef menjelaskan kepada siswa bahan-bahan dan cara membuat es krim. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh siswa. Setelah mendengarkan penjelasan tentang pembuatan es krim, masing-masing siswa secara bergantian menerima satu scoop es krim dengan aneka rasa yang bisa dipilih. Setelah masing-masing siswa mendapatkan es krim yang ditaruh di dalam gelas, chef membagikan toppingnya yang berupa susu kental cokelat, biskuit oreo yang sudah dihaluskan, dan juga keju serut. Tidak dalam waktu lama, siswa pun menyelesaikan topping es krimnya dan menikmati es krim yang ada di hadapan mereka mmmm…..yummy.

 

                                                                                                                                                                                                                                                                 Dengan berakhirnya menghias es krim dan menikmatinya, kegiatan siswa pun berakhir. Bertepatan dengan itu pula, pizza yang dibuat oleh masing-masing siswa telah matang. Pizza tersebut dimasukkan dalam kotak-kotak tersendiri dan siswa pulang dari tempat itu dengan membawa pizza yang telah mereka buat. Namun, bukan hanya pizza yang dibawa pulang tapi juga wawasan dan pengalaman yang berharga tentang dunia kuliner. Tidak lupa, siswa berfoto bersama di depan gerai de Boliva sebelum kembali ke sekolah. Terima kasih de Boliva untuk kesempatan berharga yang telah diberikan kepada siswa siswi kami sehingga mereka dapat belajar lebih banyak tentang kuliner. Sampai jumpa di liputan study tour berikutnya.

,

Pelatihan Guru PAUD berbasis 9 Karakter

Yayasan Cahaya Harapan Bangsa (YCHB) melalui PG/TK Benih Kasih mengadakan pelatihan Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Terbaru Berbasis 9 Karakter. Pelatihan tersebut berlangsung selama 16 hari, mulai tanggal 25 Maret – 11 April 2014. Peserta training PAUD kali ini tercatat sebagai anggota angkatan ke X dan banyak di antara mereka berasal dari beberapa kota dan daerah di Indonesia, seperti Bandung, Batam, Tanjung Pinang bahkan Sorong yang berada di Papua. Tujuan diadakannya pelatihan PAUD ini adalah melatih guru-guru PAUD agar mampu menjadi guru-guru yang menginspirasi siswa dengan strong point pembentukan karakter 9 Buah Roh.

Secara keseluruhan ada 36 jenis materi pelatihan yang akan diberikan kepada peserta training, di antaranya pelatihan membuat silabus PAUD, membuat satuan kegiatan mingguan, teknik mengalirkan karakter, pembelajaran ramah otak, alat peraga edukatif, dan masih banyak lagi materi manarik lainnya. Setelah peserta menyelesaikan program training PAUD ini, mereka semua akan mendapatkan sertifikat dari Badan Pendidikan Non-Formal dan Informal Departemen Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kami berharap lewat pelatihan tersebut, banyak guru-guru PAUD yang diberdayakan sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan yang akan berpengaruh besar pada hidup anak didik yang mereka layani. Selamat melayani untuk para fasilitator yang terlibat dalam pelatihan Guru PAUD angkatan ke X ini. (by: Joseph Heryawan)

,

Student Led Conference by Benih Kasih Students

Seperti yang pernah dilakukan di semester sebelumnya, PG/TK Benih Kasih kembali mengadakan Student Led Conference (SLC) khusus untuk siswa TKA dan TKB. SLC ini merupakan bentuk komunikasi (Communicating) dari siklus pembelajaran Entrepreneurship atau sering disebut Program of Entrepreneurship yang dilakukan oleh siswa. Tema yang diangkat untuk SLC kali ini cukup menarik, yaitu “Macet, Enjoy Aja”. Kegiatan tersebut dilangsungkan dalam dua hari. Siswa TKB mendapat kesempatan pertama, yaitu pada tanggal 18 Maret sementara siswa TKA mendapat giliran keesokan harinya.

Dalam pembelajaran Entrepreneurship, ada lima tahap pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, yaitu Exploring, Planning, Doing, Communicating,dan Reflecting. Pada tahap Exploring, siswa diajak mengenal masalah transportasi yang sering terjadi yaitu kemacetan di jalan. Guru bercerita tentang kondisi jalan yang sering macet dan juga memutarkan video yang menunjukkan tentang kemacetan. Di samping itu, siswa diajak untuk memahami apa dampak kemacetan bagi para pengguna jalan. Dari masalah kemacetan tersebut, siswa diajak untuk berpikir tentang aktivitas yang mereka lakukan ketika terjebak macet di jalan. Dari pemikiran tersebut siswa mulai merencanakan aktivitas apa yang akan mereka lakukan di dalam kendaraan (mobil) jika kemacetan terjadi. Siswa menuangkan pemikirannya dalam bentuk gambar.

Setelah tahap planning selesai, siswa mulai masuk ke tahap doing, yaitu melakukan sesuatu sesuai perencanaan yang mereka buat. Ada di antara siswa yang membuat sticker, gantungan kunci dan hiasan lain yang menunjukkan kunci “Macet, Enjoy Aja”. Setelah selesai membuat produk sederhana, siswa mulai mengkomunikasikannya kepada teman dan guru. Sementara itu, pengkomunikasian kepada orangtua baru dilakukan pada saat SLC. Tahap terakhir yang dilakukan siswa adalah reflecting, yaitu siswa diajak berpikir dan mengevaluasi tentang pembelajaran yang mereka lakukan, apa yang sudah berhasil dan apa yang masih perlu ditingkatkan untuk pembelajaran Entrepreneurship berikutnya.

Selama dua hari SLC, orangtua tampak antusias dan kagum atas hasil belajar anak-anaknya. Saat siswa menjelaskan, orangtua mampu mendengarkan dengan seksama dan sesekali bertanya kepada anaknya soal hasil belajar yang dipresentasikan. Dari komentar yang diberikan oleh orangtua, mereka sangat senang dengan pembelajaran POE karena hal tersebut melatih anak-anak untuk berpikir problem solving dan mengasah keberanian anak untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain. Maju terus, siswa-siswi PG/TK Benih Kasih! God bless all of you. (by: Joseph Heryawan)