,

Kunjungan IGTKI-PGRI Cabang Bukit Raya Pekanbaru

Pada tanggal 30 Oktober 2013, PG/TK Kristen Benih Kasih menerima kunjungan  ibu–ibu pengelola PAUD berikut kepala sekolah yang berasal dari Bukit Raya Pekanbaru, Riau. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk  mempelajari proses pendidikan Karakter dan Entrepreneurship yang dilakukan di Benih Kasih. Peserta yang berkunjung berjumlah 18 orang, dengan agenda pengamatan di kelas dan tanya jawab. Mereka aktif mengamati dan bertanya perihal RKH (Rencana Kegiatan Harian), pelaksanaan proses mengajar, cara menerapkan bermain, bagaimana menangani anak berkebutuhan khusus, shadow (pendamping anak berkebutuhan khusus), serta pembagian tugas guru wali dan guru sentra.

,

MDC School’s Exhibition & Competition @Atrium Supermal

Anak TK menyanyi sendiri diatas panggung? Mungkin itu sudah menjadi pemandangan yang biasa, tapi jika menyanyi dengan iringan musik gitar atau keyboard yang dimainkan oleh papa atau mama itu baru luar biasa. Pemandangan itu terlihat saat anak- anak TK Benih Kasih mengikuti lomba di Atrium Supermal Surabaya pada hari Minggu, 27 Oktober 2013. Selain singing with parents ada juga lomba yang tak kalah serunya yaitu fashion with parents. Ya anak- anak dari usia PG hingga KG berlenggak lenggok diatas panggung bersama mama mereka memperagakan batik yang merupakan warisan budaya dunia dari negeri tercinta Indonesia.

Penampilan lain yang tak kalah serunya adalah modern dance yang diperagakan anak- anak dari “Dance Extracurricular”. Mereka menari dengan membawa payung dengan kostum yang sangat menarik. Setelah itu disusul anak- anak dari “Conversation Club Extracurricular” yang memakai kostum jubah dan menyanyikan lagu “Father Abraham”. Woow……dengan penuh percaya diri mereka berusaha memberikan yang terbaik.

Selain penampilan anak- anak PG/ KG Benih Kasih, pengunjung juga dimanjakan oleh penampilan hip – hop dance dari anak SD Kristen Masa Depan Cerah. Dengan kostum yang didominasi warna kuning dan merah, mereka sangat atraktif. Tidak kalah menariknya adalah penampilan gitar akustik dari Mr. Ardian, Hizkia dan Flo.  That’s amazing. Performance ditutup oleh hip – hop anak- anak SMP Kristen Masa Depan Cerah. Sungguh penampilan yang luar biasa penampilan  dari murid-murid PG/KG Benih Kasih dan SD- SMP- SMA Kristen Masa Depan Cerah. (Mety)

 

,

Outing Siswa TK-B Benih Kasih @Pacet Mini Park

Pada hari Selasa, 22 Oktober 2013 siswa TK Benih Kasih mengadakan outing ke Pacet Mini Park dengan menggunakan beberapa bus yang menjadi kendaraan mereka. Sesampainya disana mereka langsung disambut oleh panitia outbond dengan senam pagi. Setelah senam pagi mereka langsung dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok memperoleh kesempatan untuk bermain titihan, perahu angsa, rolling ball hingga flying fox mini. Aktivitas yang tidak kalah menarik adalah aktivitas menanam bunga, masing-masing dari anak-anak memperoleh kesempatan untuk menanam bunga di pot yang boleh dibawa pulang. Acara outing ditutup dengan makan siang bersama.

Banyak dari anak-anak yang mengikuti outbond dengan antusias dan gembira bahkan beberapa anak ingin bermain lagi. Meskipun demikian ada pula beberapa anak yang menagis karena takut. Semuanya adalah proses yang ditujukan untuk melatih kemandarian dan keberanian anak dalam bersosialisasi serta melatih motorik kasar anak.

 

,

Pembuatan Lubang Biopori Oleh Siswa SMP Kr MDC

Jumat 18 Oktober 2013, senyum ceria menghiasi wajah siswa-siswi SMP Kristen Masa Depan Cerah Surabaya yang  sore itu  mempraktekkan pembuatan lubang biopori. Kegiatan tersbeut dilakukan selepas mengikuti workshop di SMPN 11 Surabaya. Sebuah pengalaman yang baru bagi siswa menggunakan alat pengebor tanah yang menurut mereka sangat menyenangkan.

Menurut Sinung Harjanto selaku kepala sekolah SMP Kr. Masa Depan Cerah “ Pembuatan lubang biopori ini sangat berguna bagi siswa dan sekolah. Siswa menjadi bertambah wawasannya mengenai pemanfaatan lubang biopori untuk meresap air hujan sehingga tidak menimbulkan genangan selain itu lubang biopori juga dapat digunakan untuk media pembuatan pupuk kompos dari sampah daun-daun kering yang nantinya dapat dipanen untuk digunakan sebagai media tanam”.

Dalam kegiatan pembuatan lubang biopori ini siswa belajar banyak hal mengenai bagaimana cara membuat lubang menggunakan alat pengebor dengan baik. Siswa juga belajar bekerjasama dengan siswa yang lain dimana jika salah satu siswa membuat lubang maka siswa yang lain membantu menahan pipa.

Celine salah satu siswa kelas 7 SMP Kr. MDC berkomentar” Saya sangat senang bisa langsung mempraktekkan pembuatan lubang biopori sepulang sekolah meskipun sekolah saya adalah fullday school sehingga lewat pukul 15.00 kami baru bisa memulai mengerjakannya”.

Antusiasme para siswa juga ditunjukkan dengan salah satu komentar dari Icha siswa kelas 8 yang berkata  ”Saya merasa tidak letih sama sekali dalam membuat lubang biopori ini dan saya sangat senang dapat menjadi salah satu kader Eco School di sekolah saya untuk dapat memberitahu kepada teman-teman bagaimana cara membuat lubang biopori ini”.

Pembuatan lubang resapan ini merupakan tindak lanjut dari program Eco School di SMP Kr. Masa Depan Cerah Surabaya setelah dilakukan pemilahan sampah dan pengomposan pada minggu sebelumnya.

,

Socio Cultural Study (SCS) 2013: Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Bela Negara, itulah tema yang diusung dalam kegiatan Socio Cultural Study (SCS) 2013 yang diadakan pada tanggal 6 – 12 Oktober 2013 bagi siswa siswi grade 9 SMP Kristen Masa Depan Cerah. Bertempat di desa Pentingsari, Kec. Pakem, Daerah Istimewa Yogyakarta, para siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplor secara luas mengenai kekayaan budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia. Dengan demikian diharapkan para siswa sebagai generasi muda memiliki jiwa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Tiba di Stasiun Kereta Tugu Yogyakarta pada pukul 12.55 wib, kegiatan exploring pun dimulai dengan mengambil tempat di Benteng Vredeburg dan Museum Jogja Kembali (Monjali). Eksplorasi ini bertujuan untuk memberikan landasan berpikir bagi para siswa mengenai wujud bela negara ketika bangsa Indonesia masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada sore harinya rombongan menuju desa Wisata Pentingsari tempat para siswa dan guru pendamping akan tinggal selama 7 hari. Setibanya di sana, rombongan disambut dengan tarian tradisional beserta gamelan dan welcome drink ala desa yang sederhana namun terasa luar biasa keramahan dan keakrabannya. Setelah itu para siswa dibagi dalam kelompok rumah tinggal dan diperkenalkan kepada “Induk Semang” yang akan menjadi “orang tua” mereka selama seminggu tinggal di Desa Pentingsari. Para siswa wajib mengikuti cara hidup dan tata cara sopan santun setiap rumah yang mereka tinggali. Setiap hari mereka makan dari masakan yang disiapkan oleh induk semang, ikut membantu membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang lainnya.

Pada hari kedua, para siswa melanjutkan eksplorasi sejarah di Museum Sudirman. Di Museum ini para siswa belajar seorang tokoh yang memiliki determinasi yang luar biasa teguhnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan belajar dari sejarah para siswa memahami betapa pentingnya memiliki sikap bela Negara demi kelangsungan hidup dan kedaulatan sebuah bangsa. Dengan landasan berpikir seperti ini para siswa digiring untuk memikirkan wujud-wujud bela Negara di jaman modern ini yaitu dengan cara melestarikan warisan budaya luhur bangsa ini seperti kesenian batik, tarian, gamelan, wayang, bahasa, dan adat istiadat.

Oleh sebab itu, ekplorasi pada hari-hari selanjutnya berfokus pada:

1. Kesenian Batik; dengan target pada akhir proyek para siswa mampu mendesign batik khas MDC dan mematenkan motif tersebut. Para siswa berkunjung ke dinas perindustrian Yogyakarta untuk mengamati dan mempelajari seluk beluk pembuatan motif batik. Pada hari selanjutnya mereka belajar membatik dengan mempraktekkan langsung bagaimana membatik di atas media kayu.

2. Tari dan Gamelan Jawa; dengan target pada akhir proyek para siswa mampu untuk membuat koreografi tarian tradisional dan aransemen gamelan yang lebih modern agar lebih dapat dinikmati oleh gererasi muda.

3. Wayang; dengan target para siswa dapat menampilkan cerita wayang yang lebih kontekstual dengan masa sekarang tanpa meninggalkan filosofi-filosofi luhur dalam pementasan wayang.

4. Bahasa dan adat istiadat; dengan target para siswa dapat mempromosikan desa wisata sebagai bagian dari eco-tourism kepada dunia internasional sebagai usaha pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Program Socio-Cultural Study 2013 ini dikemas sebagai tahap exploring dalam keseluruhan cycle program entrepreneurship. Untuk tahap communicating akan dilakukan bertepatan dengan MDC School Open House pada tanggal 9 November 2013. Pada hari itu kita akan menyaksikkan bagaimana para siswa SMP Kristen MDC mempraktekkan bela Negara ala generasi muda dalam kehidupan mereka.

So, don’t miss it, be there!

(Putu Ayu Puspawardani, S.Pd. Koordinator acara)

,

MDC Senior High Activity: Latihan Dasar Kepeminpinan Siswa (LDKS)

Berkaitan dengan adanya program kesiswaan tahun pelajaran 2013-2014, SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya, mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kegiatan ini dikhususkan bagi pengurus OSIS dan MPK masa bakti 2013-2014. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis-Jumat, 10-11 Oktober 2013 di Vila Kambengan dusun Kambengan, Pacet, Mojokerto. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 25 pengurus OSIS, 14 pengurus MPK dan 5 guru pembina. Dalam pelaksanaannya, kegiatan LDKS kali ini bekerjasama dengan Tunas Hijau Surabaya yang diwakilkan oleh Kak Dony Kristiawan, S.Pd. Materi dalam kegiatan LDKS ini diantaranya : Pembahasan AD/ART OSIS dan MPK, Perencanaan dan pembahasan program kerja OSIS dan MPK, Kepemimpinan Kristus dan materi dari Tunas Hijau tentang tanggungjawab generasi muda dalm melestarikan alam sekitar. Pada kesempatan LDKS kali ini bertemakan Go Green dan Eco School. Seiring dengan itu semua, termasuk salah satunya pembentukan Sekretaris Bidang yang baru yaitu Sekbid. 7, tentang Pemberdayaan Lingkungan Sekolah dan Eco-School. Dalam pelaksanaannya, akan bekerjasama dengan Tunas Hijau. Harapan ke depan  bagi pengurus OSIS dan MPK yang baru adalah memberdayakan setiap pengurus yang ada baik OSIS dan MPK menjadi OSIS yang mandiri serta MPK yang komunikatif. Sehingga dua kepengurusan OSIS dan MPK ini mampu menjalin kerjasama yang baik di dalam sekolah. Tri Setyanto, S.Pd (Koord. pembina OSIS)

,

MDC Senior High Activity: Survival Tracking

Pada tanggal 11 Oktober 2013, para pengurus OSIS dan MPK serta pembina OSIS SMA Kristen Masa Depan Cerah Surabaya melakukan Survival Tracking pendakian gunung Pundak melalui perlintasan desa Mligi, Pacet. Dalam pelaksanaan kegiatannya, dibantu oleh Tunas Hijau, Wana bakti desa Mligi serta dinas Perhutani Pacet. Kegiatan Survival Tracking pendakian gunung Pundak ini bertujuan untuk memberi pembelajaran bagi pengurus OSIS dan MPK masa bakti 2013-2014 supaya memiliki fokus yang jelas dalam mencapai target, melatih dan membangun solidaritas dalam persaudaraan, pantang menyerah dalam menghadapi situasi yang sulit diluar zona nyaman. Medan yang sulit dan bukit yang terjal tidak mematahkan semangat para peserta Survival Tracking pendakian gunung Pundak. Dalam perjalanannya, para peserta benar-benar mempedulikan rekan-rekan satu tim. Jika ada yang kelelahan ataupun kehausan, tidak jarang tim mendampingi dan berbagi minuman ataupun makanan. Perjalanan yang begitu panjang dan sangat melelahkan tidak menjadi halangan untuk melanjutkan perjalanan. Ketika sampai di puncak gunung pundak, semua peserta belajar untuk mengapresiasikan apa yang sudah mereka tempuh. Dan mereka dapat melihat bahwa perjuangan mereka membuahkan hasil. Sehingga bisa merefleksikan dan mengasosiasikan diri mereka sebagai pengurus OSIS dan MPK dalam mencapai target perlu adanya kerjasama serta pengorbanan. Tri Setyanto, S.Pd (Koord. pembina OSIS)

Outing Program TK Benih Kasih: Tugu Pahlawan

Dalam rangka pembelajaran tema “Lingkungan” dengan Judul “AADS, Ada Apa di Surabaya??”, anak-anak TK Benih Kasih belajar tentang lingkungan yang ada di sekitar mereka, yaitu lingkungan Kota “Surabaya”. Untuk mengenal lebih jauh tentang Kota Surabaya, anak-anak diajak secara langsung mengunjungi Tugu Pahlawan, sebagai salah satu tempat bersejarah yang ada di kota Surabaya. Di sana anak-anak melihat benda-benda bersejarah, seperti senjata, radio, bambu runcing, disamping itu juga melihat “diorama” yang menceritakan tentang perjuangan arek suroboyo melawan penjajah, Film tentang perjuangan arek Suroboyo. Mereka juga belajar mengenal  tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Anak-anak  antusias untuk belajar lebih jauh tentang perjuangan arek-arek Suroboyo, terlihat dari banyaknya pertanyaannya yang mereka ajukan. Dalam perjalanan pulang ke sekolah, siswa diajak untuk berkeliing kota Surabaya untuk melihat Monkasel, Lambang kota Surabaya “Suro & Buaya”, Monumen Bambu Runcing, dan Hotel Oranye (sekarang Hotel Majapahit).

Pengomposan Ala SMP Kristen Masa Depan Cerah

Sedikitnya 35 orang siswa SMPK Masa Depan Cerah berdandan seperti ilmuwan sedang sibuk mengaduk-aduk sampah sisa makanan. Tidak ada rasa jijik yang tergambar dari raut muka calon ilmuwan cilik tersebut saat mengaduk sampah sisa makanan yang dihasilkan dari kantin sekolah. Aktivitas tersebut disajikan kepada Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan Surabaya Eco School yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa- Bali (PJB) di sekolahnya, Kamis (03/10) sore.

Menurut Feni Windarsih, guru pembina lingkungan, aktivitas yang dilakukan siswanya tersebut merupakan aktivitas pengomposan. “Karena bangunan sekolah kami yang sudah paten, kemudian segala bentuk lingkungan juga sudah ada dalam kebijakan sekolah, maka potensi lingkungan yang kami kembangkan adalah program pengomposan,” ucap Feni Windarsih.

Dalam pembinaan lingkungan ini, calon ilmuwan cilik tersebut diajak untuk mengenal potensi terbesar yang dihasilkan di sekolah. “Sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sisa makanan,” ucap Yang Yang Hendro, siswa kelas 8. Pernyataan tersebut kemudian diklarifikasi oleh Feni Windarsih, bahwa sebenarnya sampah yang paling banyak adalah sampah botol plastik, namun karena sampah botol plastik tersebut sudah dikelola oleh cleaning service sekolah.

“Maka yang tersisa hanya sampah sisa makanan yang paling banyak ditemui di kantin setelah waktu istirahat selesai,” ujar Feni Windarsih. Permasalahan lingkungan ini membuat Tunas Hijau memperkenalkan materi pengomposan menggunakan beberapa sumber sampah. “Pengomposan itu terbuat dari sampah sisa makanan dan sampah daun kering,” ucap Anggriyan, aktivis Tunas Hijau.

Tanpa rasa jijik, dengan menggunakan pakaian praktek laboratorium, mereka memungut sampah dedaunan kering untuk dimasukkan ke dalam tong komposter. Menurut Christoper Bryan Hadi, salah seorang anggota sains dan kader lingkungan, antusiasme kader lingkungan sekolah yang berada di daerah Diamond Hill ini mengalahkan rasa jijik yang mereka rasakan.

“Demi pengetahuan baru, kami bisa mengalahkan rasa jijik kok, nanti kan juga cuci tangan setelah kegiatan. Saya baru tahu ternyata untuk membuat pupuk kompos, hanya dibutuhkan media pengomposannya baik itu tong maupun keranjang,” ujar Christoper Bryan, siswa kelas 8. Tidak hanya pengomposan dengan sampah daun saja, kader lingkungan ini tampak tanpa ragu-ragu memasukkan sampah sisa makanan yang dihasilkan kantin sekolah ke dalam tong komposter.

“Kalau menggunakan tong komposter untuk pengomposan sisa makanan, nanti pupuk kompos bentuknya cair,” terang Anggriyan, aktivis Tunas Hijau. Penjelasan tersebut semakin memompa semangat kader lingkungan yang tanpa rasa jijik mengaduk sisa makanan dan kompos starter menggunakan tangan. “ Meski baunya tidak enak tetapi kalau hasilnya bermanfaat bagi kami, apapun akan kami lakukan,” ujar Tania Candra, siswa kelas 8.

Sekolah yang berada di depan kediaman Konjen Amerika Serikat ini berencana untuk membuat lubang resapan biopori di lingkungan sekolah. “Kami tertarik untuk membuat lubang resapan biopori di sekolah, namun kami masih berunding dengan guru sarana prasarananya untuk mendapat persetujuan,” ucap Feni Windarsih. Tidak Hanya itu, tim guru di bidang lingkungan juga berencana untuk menggelar tanam pohon untuk mengisi lahan yang kosong. (ryan)

Sumber: http://surabayaecoschool.tunashijau.org/2013/10/pengomposan-ala-smpk-masa-depan-cerah/#more-4959

,

English Class Activity for Grade 2: Presentation of Job Occupations

One lesson that is a part of the school’s English Curriculum for grade 2 was about community workers where the kids learned about different jobs people have that help others. The students, as always, were very enthusiastic about it. So we decided to make the lesson even more fun by asking the kids to dress up and say something about what community worker they want to be in the future. We were so amazed at how the kids and their parents prepared for their presentation. The costumes were veruy creative and some of the kids even did more than what we asked them to do. We were all entertained! It truly is a joy to see these young agents of change experience a glimpse of what God can and will do in their lives and their generation in the future. (Ella)